Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
175. Memutuskan


__ADS_3

Dipta terus berpikir mengenai penawaran yang diberikan oleh Kyai Ali dan juga Nur kepadanya.


" Bagaimana Dipta? Apakah kau mau?" tanya Nur kepada sahabatnya.


" Apakah aku boleh bertemu dengannya? Bukankah Kalian juga perlu bertanya apakah dia bersedia untuk menikah denganku?" tanya Dipta dengan wajah serius.


" Dia sudah menyerahkan sepenuhnya perihal perjodohannya kepada kami berdua. Jadi kau bisa tenang dengan masalah ini!" ucap Kyai Ali sambil tersenyum kepada Dipta.


' Aku tadi sama sekali tidak melihat,ketika perempuan bercadar itu menyuguhkan minuman kesini. Bagaimana aku bisa yakin untuk menjadikan dia sebagai istriku?' bathin Dipta merasa sangat dilema.


" Apakah aku boleh bertanya kepada ibuku dulu? Karena aku takut kalau terjadi masalah seperti waktu Nadia dulu. Ibuku menolaknya!" ucap Dipta berkata kepada Ali.


" Mama menerima gadis itu untuk menjadi istrimu Dipta!" tiba-tiba saja Ibunya Dipta sudah berada di tempat itu dan langsung memeluk putranya dengan rasa haru.


" Apakah benar kalau mama menerima gadis yang dicalonkan oleh Kyai Ali?" tanya Dipta kembali karena dia merasa ragu kalau ibunya begitu mudah menerima seorang gadis untuk menjadi calon istrinya.


" Mama kalau datang kemari pasti selalu berbicara dengannya dan mama sudah mengenal Kinan dengan baik, jadi Mama pasti akan menyetujui kalau kau bersedia untuk menikah dengan Kinan!" ucap ibunya Dipta sambil tersenyum kepada putranya yang tidak percaya bahwa ternyata ibunya sering datang ke pondok pesantren.


" Mama sering datang ke pondok?" tanya Dipta mengkonfirmasi informasi tersebut.


Dia merasa tak percaya dengan kenyataan tentang ibunya yang rajin ikut Pengajian Jumat di pondok pesantren bersama dengan ibu-ibu Majelis Taklim lainnya.


" Ibumu satu minggu sekali pasti datang kemari untuk mengikuti pengajian ibu-ibu yang rutin kami laksanakan di pondok setiap hari Jumat! Dan kebetulan yang selaku penanggungjawab dari kegiatan itu adalah Kinan jadi ibumu sebagai donatur acara tersebut selalu berkoordinasi dengan dia!" jawab Nur menjelaskan semuanya kepada Dipta sehingga Dipta menjadi jelas dan yakin dengan pilihan wanita yang telah melahirkan dirinya.


" Bismillahirohmanirohim dengan ini saya menerima tawaran pernikahan yang diberikan oleh Kyai kepada saya dengan saudari Kinan!" ucap Dipta dengan penuh kemantapan.

__ADS_1


" Alhamdulillahirobbilalamin. Akhirnya urusan ini selesai dan kita bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih serius yaitu merencanakan tentang hari pernikahan kalian berdua!" ucap Kyai Ali menatap mereka yang ada di dalam ruangan.


Sementara itu Kinan yang saat ini sedang mendengarkan pembicaraan mereka berempat di ruang tamu. Kinan mengucapkan syukur karena akhirnya pernikahannya akan terjalin dengan Dipta. Seorang laki-laki yang telah membuatnya merasa kagum selama dia berada di pondok pesantren.


" Alhamdulillah ya Allah! Karena kau telah menjodohkanku dengan seorang laki-laki yang sholeh dengan hati baik yang seluas samudra!" ucap Kinan sambil mengusap wajahnya dengan lembut.


" Bagaimana dengan waktu pernikahan?" tanya ibunya Dipta kepada putranya.


" Kita tentukan saja. Tanggal pernikahan sama seperti yang ada di dalam undangan pernikahanku dengan Nadya. Hanya saja mempelai wanita yang diganti!" ucap Dipta memutuskan dengan penuh keyakinan.


" Untung saja kemarin pernikahanmu diputuskan di adakan di ballroom hotel milik keluarga kita. Kalau tidak pernikahanmu kali ini pasti akan bermasalah dari pihak keluarga Nadia!" ucap ibunya Dipta dengan rasa syukur.


" Mama hanya menginginkan kebahagiaanmu Nak. Tidak ada yang lain lagi. Karena kau adalah satu-satunya putra Mama. Mama tidak akan tega kalau melihatmu sampai menderita karena salah menikahi seorang perempuan!" mendengar yang dikatakan oleh ibunya seketika Dipta Langsung menangis tersedu dalam pelukan sang ibu.


" Maafkan Dipta Mah yang selama ini selalu berpikir bahwa Mama tidak sayang sama Dipta dan selalu berpikiran sempit tentang penolakan mama selama ini, ketika Dipta membawa calon istri kepada Mama!" ucap Dipta dengan penuh penyesalan.


" Dipta mungkin sudah waktunya untuk mama memberitahukan rahasia ini kepadamu. Sehingga kau bisa plong dan melepaskan rasa kebencianmu sama Mama!" ucap ibunya Dipta sambil menatap sendu putranya.


" Rahasia apa Mah?" tanya Dipta bingung.


" Rahasia kenapa Mama mengusir istrimu dari rumahmu. Ketika kau pergi ke luar kota untuk bekerja!" ucap ibunya Dipta dengan suara tersekat di tenggorokan.


Sejenak ibunya Dipta tampak menatap langit-langit rumah itu. Rumah yang dulu menjadi saksi sejarah perjuangannya bersama dengan suaminya yang sekarang telah diwakafkan ke pondok pesantren dan ditempati oleh Kyai Ali dan istrinya.


" Dengarkanlah cerita Mama Dipta sehingga kau tidak lagi penasaran tentang apa yang dulu mama lakukan kepada almarhum istrimu!" ucap ibunya Dipta sambil menatap putranya yang saat ini sedang kebingungan melihat ekspresi ibunya yang begitu sendu dan juga sangat serius.

__ADS_1


Flash back on


Malam sangat larut, Ibunya Dipta baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya. Dia kebetulan lewat di depan rumah Dipta. Akhirnya karena perasaannya yang sangat lelah setelah melakukan perjalanan jauh. Ibunya Diptapun memutuskan untuk mampir ke rumah Dipta.


Kebetulan ibunya Dipta selalu mempunyai kunci cadangan rumah tersebut. Dipta yang dulu memberikannya kepada ibunya. Supaya kalau ibunya ingin masuk ke rumahnya bisa bebas dan tidak perlu menunggu pintu dibukakan oleh orang rumahnya.


Karena suara hujan dan juga petir yang menyambar. Sehingga membuat suara mobil ibunya Dipta tidak terdengar oleh penghuni rumah tersebut.


Ibunya Dipta langsung masuk ke dalam rumah menggunakan kunci cadangan yang dia miliki. Dengan langkah ringan ibunya Dipta langsung naik ke atas lantai 2, menuju kamar yang biasa dia tempati apabila dia menginap di rumah Dipta.


Ketika dirinya hendak masuk ke dalam kamarnya. Tiba-tiba telinganya menangkap suara-suara aneh di kamar Dipta.


" Ya ampun suara apa itu? Bukankah Putraku saat ini sedang di luar kota?" tanya ibunya Dipta merasa tidak enak perasaannya.


Dengan langkah hati-hati dan perlahan. Ibunya Dipta kemudian menempelkan telinganya di daun pintu kamar Dipta dan semakin terdengar suara-suara aneh di dalamnya yang membuat darahnya mendidih seketika.


Dengan perlahan ibunya Dipta berusaha untuk membuka pintu itu. Akan tetapi dia mendapatkan kenyataan bahwa pintu itu ternyata terkunci dari dalam.


Tetapi ibunya Dipta tidak kehilangan akal. Dia pun langsung pergi ke kamar bayi yang memiliki pintu akses langsung ke dalam kamar putranya.


Dengan langkah yang sangat hati-hati. Ibunya Dipta kemudian membuka pintu kamar itu yang ternyata tidak dikunci. Dia sangat terkejut ketika mendapatkan menantunya sedang bercumbu dengan seorang pria muda yang sangat tampan. Yang dia kenal sebagai tukang kebun di kediaman putranya.


" Kurang ajar! Perempuan brengsek! Begini ternyata kelakuanmu huh? Ketika Putraku di luar sana sedang berjuang untuk mencari nafkah untukmu?" ucap ibunya Dipta dengan suara gemetar.


Mereka berdua yang tampaknya sedang tanggung. Mau tidak mau akhirnya langsung melepaskan diri dari penyatuan mereka yang terdengar sangat seru oleh ibunya Dipta. Istrinya Dipta sangat terkejut ketika melihat kedatangan ibu mertuanya yang sudah ada di dalam kamarnya dengan tangan terkepal.

__ADS_1


Pemuda muda dan tampan yang menjadi partner ranjang menantunya langsung melarikan diri seketika dari kamar itu. Wajahnya sudah pucat pasi karena merasa takut melihat ibunya Dipta yang menatapnya dengan tajam.


__ADS_2