Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
207. Kembali Ke Mesir


__ADS_3

" Apa kau bilang? Papaku sedang menuju kemari?" tanya Elena terkejut.


" Benar baru saja Ayahmu menelponku. Sekarang dia sedang di pesawat kemungkinan besok pagi sudah sampai di Indonesia!" ucap Raffi tegas.


" Ayo Fi tinggalkan dia saja. Kalau dia tidak mau ikut kita mengucapkan selamat kepada mempelai pengantin!" ucap Rehan sambil menatap sinis Elena yang sejak tadi berusaha untuk menggenggam tangan Raffi.


Sementara Dinda sudah pergi dari sana dan sekarang bersama dengan Aurel dan Shello.


" Aku mau kau ikut dengan kalian!" ucap Elena sambil cemberut dan kemudian dia pun mengikuti Raffi dan Rehan untuk mengucapkan selamat kepada pengantin.


Tampak Raffi tercengang ketika melihat kecantikan Marcella yang luar biasa malam ini. Akan tetapi dia berusaha untuk mengalihkan pandangannya dari wanita yang sempat menjadi istimewa di hatinya.


' Ya Allah tolong jagalah hatiku agar tidak merasakan patah hati dengan pernikahan ini!' doa Raffi di dalam hatinya.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Rehan ketika mereka sudah ada di atas pelaminan.


" Selamat bro semoga pernikahan kalian akan bahagia dan langgeng sakinah mawadah dan warohmah!" ucap Rehan bersalaman dengan Zidane.


" Terima kasih banyak bro!" ucap Zidane mengulas senyum kepada mereka bertiga.


" Zidane? Ya ampun! Berarti ia menjadi pengantin itu adalah kamu!" ucap Elena sambil menepuk bahu Zidane.


" Kenapa kok ada di sini Elena? Kau kenal dengan mereka berdua?" tanya Zidane bingung.


" Apa kau mengenal perempuan itu?" tanya Marcella kepada Zidane yang sudah resmi menjadi suaminya.


" Dia itu anak dari duta besar Indonesia untuk Mesir Tentu saja aku mengenalnya!" jawab Zidane berbisik ke telinga Marcella.


" Baguslah kalau kalian saling mengenal jadi aku tidak perlu repot untuk mengenalkan kalian berdua!" ucap Raffi.


" Elena silakan kau nikmati pesta ini apakah kau ke sini bersama dengan mereka?" tanya Zidane kepada Elena.


" Yah aku datang bersama dia. Dia adalah calon suamiku!" ucap Elena sambil menggamit tangan Raffi yang ada di sampingnya.


" Elena Jangan cari masalah kau!" ucap Raffi sambil berusaha melepaskan tangannya yang di gamit oleh Elena dengan paksa.


" Aku kira kau adalah calon suami dari Dinda!" tanya Marcella heran.


" Tidak aku bukan calon suami siapapun. Karena aku belum mempunyai pandangan untuk menikah! Sebelum aku berhasil meniti kehidupanku!" ucap Raffi sambil berusaha melepaskan tangannya dari Elena.


" Kenapa kau mengatakan itu Rafi?" tanya Elena kesal.


Elena kemudian berlari meninggalkan pesta itu dengan air mata yang berderai.

__ADS_1


" Ya ampun bro apa harus seperti itu?" tanya Rehan dengan frustasi.


" Cepat kejar Bro! Nanti bahaya kalau dia menghilang dari kita. Nanti kamu yang akan dikejar oleh Pak duta besar. Bukankah ayahnya saat ini sedang menuju Indonesia untuk menjemput putrinya?" tanya Rehan.


Terlihat Raffi menarik nafasnya dengan berat kemudian dia menatap Rehan dengan lekat.


" Jujur Bro! Sejak aku mengenal perempuan itu hidupku rasanya tidak tenang dan selalu teror olehnya!" ucap Raffi sambil meraup wajahnya dengan kasar.


" Sudahlah sekarang ayo kita cari dulu Elena jangan sampai dia pergi dari sini tanpa sepengetahuan kita!" Rehan mengajak Raffi untuk mencari Elena.


" Baiklah kami berdoa akan mencari Elena Sekali lagi selamat untuk pernikahan kalian berdua?" ucap Raffi sebelum meninggalkan pelaminan dan pergi mencari Elena.


" Benar-benar sangat merepotkan. Aku tidak bisa membayangkan kalau aku benar-benar menikah dengan dia hidupku pasti tidak akan pernah tenang!" ucap Raffi.


" Makanya bro jangan suka memberikan harapan kepada perempuan. Lihatlah dia sampai datang dari Mesir hanya untuk mengejarmu. Pasti karena kau memberikan dia harapan kan?" tanya Rehan kepada Raffi.


" Seingatku Aku tidak pernah memberikan harapan apapun kepada perempuan. Aku hanya berusaha untuk bersikap baik kepada mereka dengan tidak menyakiti hati mereka!" ucap Raffi sambil berusaha untuk mencari Elena.


" Teleponlah dia kalau kita mencari seperti ini mau berapa tahun?" tanya Rehan kepada Raffi.


" Aku tidak membawa teleponku tadi karena buru-buru aku meninggalkannya di pondok!" ucap Raffi kepada Rehan.


" Ya ampun Lalu bagaimana caranya kita akan menemukan Elena di antara begitu banyaknya tamu undangan yang ada di pesta ini?" tanya Rehan dengan frustasi.


" Bagaimana ini? Masa iya kita pergi ke pesta malah sibuk mencari anak orang lain sih? Aih benar-benar bikin kesal!" Keluh Rehan sambil menghentakkan kakinya.


" Kak Rehan kenapa?" tanya Dinda.


" Elena kabur dari tadi kami mencarinya tapi tidak ketemu!" ucap Rehan kesal.


" Kok bisa kabur? Memangnya ada masalah apa?" tanya Dinda merasa heran.


" Dia marah gara-gara Raffi tidak mau mengakui dia sebagai calon istrinya!" ucap Rehan sambil melirik sekilas kepada Raffi yang tampak sedang clingak-clinguk mencari Elena diantara lautan manusia para undangan di pesta itu.


" Apakah itu benar Gus?" tanya Elena.


" Apanya yang benar?" tanya Raffi.


" Kalau kau mengatakan kalau Elena bukanlah calon istrimu!" ucap Dinda dengan mata berbinar.


" Dia juga mengatakan kalau kau bukan calon istrinya!" ucap Rehan dengan kesal.


" Apakah benar begitu?" tanya Dinda dengan suara gemetar.

__ADS_1


" Sudahlah bukan itu poin utamanya di sini. Sekarang kita harus mencari Elena jangan sampai dia menghilang tanpa bekas disini. Bagaimanapun dia itu anak orang lain. Orang tuanya pasti akan menyalahkan kita kalau terjadi apa-apa dengan dia!" ucap Raffi.


" Seandainya tadi kau mau sedikit berbohong pasti masalahnya tidak akan seperti ini!" ucap Rehan sambil memukul dada Raffi yang tampak frustasi.


" Aku tidak mau berbohong hanya untuk menyenangkan orang lain yang akhirnya akan mendatangkan kesusahan untuk diriku sendiri di masa depan! Pernikahan itu bukan permainan Bro!" ucap Raffi menatap tajam kepada Rehan.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Raffi Dinda kemudian berlari meninggalkan mereka berdua.


" Ya Tuhan masalah apa yang kau timpakan padaku? Kenapa hari ini bukannya menjadi Hari kebahagiaan tetapi menjadi hari kesusahan untuk kita berdua?" tanya Rehan kesal sambil berlari mengejar Dinda.


Raffi yang melihat adik kakak itu meninggalkannya akhirnya tidak punya pilihan selain dia berusaha mencari Elena sendiri.


" Ya ampun benar-benar dia membuatku pusing. Aku jadi menyesal membuat dia tinggal di pondok. Sekarang lihatlah! Aku yang harus pusing mengurus dia!" ucap Raffi sambil meraup wajahnya dengan kasar.


" Bagaimana ini? Pak duta besar Mesir sudah dalam perjalanan untuk menjemput putrinya. Sementara sekarang Elena menghilang dari pandanganku. Apa yang akan aku katakan padanya?" ucapnya frustasi.


" Elena! Cepatlah kau keluar atau Aku tidak mau mengenalmu seumur hidupku!" teriak Raffi seperti orang yang kehilangan akal.


" Cepat keluar lah! Aku tahu kau ada di sini!" ucap Raffi mengulang perintahnya kepada Elena.


Kemudian dari balik lampu terlihat Elena yang sedang menangis sesegukan dan mendekatinya.


" Apakah benar kalau aku bukan calon istrimu?" tanya Elena sambil menangis.


" Yah kau memang bukan calon istriku! Memangnya kapan aku melamarmu?" tanya Raffi dengan tegas.


" Tapi aku dulu pernah mendengarkan pembicaraanmu dengan ayahku!" ucap Elena dengan sesegukan.


Raffi mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Elena.


" Pembicaraan apa maksudmu?" tanya Raffi.


" Bahwa kau akan melamarku!" ucap Elena menatap tajam kepada Raffi.


" Kapan Aku mengatakan itu? Bahkan aku tidak pernah menemui ayahmu!" ucap Raffi dengan bingung.


" Jangan katakan padaku kalau kau sudah mulai berhalusinasi!" ucap Raffi kesal.


" Berhalusinasi? Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin aku baru halusinasi?" tanya Elena sambil terus menggelengkan kepalanya.


" Sudahlah Elena Ayo kita pergi meninggalkan pesta ini dan kembali ke pondok atau aku akan mengantarmu ke hotel milik orang tuamu?" tanya Raffi menyerah.


" Aku tidak mungkin berhalusinasi! Aku jelas-jelas mendengarnya kalau kau berjanji kepada Ayahku untuk melamarku!" ucap Elena sambil menangis.

__ADS_1


" Ayolah Elena stop membuat masalah Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau katakan dan aku tidak pernah mengatakan apa yang tadi kau katakan padaku!" ucap Raffi dengan kesal kepada Elena yang mulai menangis lagi.


__ADS_2