Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
218. Ulah Elena


__ADS_3

Tampak Elena tubuhnya mulai gemetar ketika dia melihat amarah di mata Kyai Ali yang selama ini terkenal sebagai seorang sosok yang Alim dan juga sabar.


" Cepat kau jujur sebelum saya pergi ke kantor polisi untuk melaporkanmu ke kantor polisi dengan perbuatan tidak menyenangkan dan juga fitnah yang akan mengancam rumah tangga Putraku!" ucap ayahnya Raffi dengan mata yang menyorot tajam kepada Elena yang sudah menundukkan kepalanya semakin dalam.


" Aku tahu kalau kau mencintai Putraku. Akan tetapi cara yang kau gunakan ini benar-benar sangat tidak bisa ditoleransi lagi oleh kami, selaku kedua orang tuanya. Hal yang telah kau lakukan ini benar-benar sedang mengancam kehidupan rumah tangga Putraku dengan istrinya!" ucap Kyai Ali mulai kehilangan kesabarannya karena melihat Elena yang masih membungkam mulutnya.


" Bicaralah baik-baik kepada kami nak. Supaya kami bisa mengerti dengan baik duduk persoalan yang sedang terjadi saat ini!" ucap ibunya Raffi dengan suara pelan.


Tampak Elena menatap wanita paruh baya itu, yang memancarkan aura keibuan dan menentramkan hatinya.


Tiba-tiba saja Elena berlari ke dalam pelukan Nur, dan menagis sesegukan.


" Aku sangat mencintai Raffi tapi kenapa Raffi harus menikahi perempuan itu? Kenapa?" tanya Elena dengan air mata terus mengalir di pipinya.


" Itu bukan cinta nak. Akan tetapi Ambisi dan Obsesi. Kalau kau memang benar-benar mencintai Putraku. Pasti kau akan berusaha untuk membuatnya nyaman dan juga bahagia hidupnya. Denganmu ataupun dengan orang lain. Karena itulah hakikat sebuah cnta yang sesungguhnya!" ucap Nur sambil mengelus kepala Elena yang tampak masih terisak dalam pelukannya.


" Aku tidak rela kalau melihat Raffi harus bersama dengan perempuan lain." ucapannya membuat Raffi yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu menjadi emosi.


Tampak Kyai Ali mendekati putranya yang saat ini menatap Elena dengan mata memerah karena emosinya." Sabarlah jangan menggunakan emosi. Abi yakin kalau masalah ini pasti bisa diselesaikan dengan baik-baik!" ucap Kyai Ali dengan lembut.


" Kita tidak bisa bicara baik-baik dengan perempuan itu. Karena dia adalah gadis benggal yang selalu dimanjakan oleh orang tuanya. Mana pernah dia tahu bagaimana perasaan orang lain?" ucap Raffi dengan sorot mata tajam menatap kepada Elena yang mulai ketakutan melihatnya.

__ADS_1


" Aku hanya mencintaimu dan aku ingin berjuang untuk mendapatkanmu. Apakah aku salah?" tanya Elena dengan air mata yang mengalir di pipinya.


" Cinta yang dimiliki oleh setiap manusia itu tidak salah. Hanya cara mengekspresikan dan mewujudkannya yang menjadikan cinta itu salah ataukah benar. Caramu dalam mengekspresikan cintamu kepadaku sudah benar-benar membuat saya frustasi! Kau bahkan sampai melakukan segala cara untuk membuat aku berpisah dengan istriku! Kau benar-benar sangat keterlaluan!" ucap serafi dengan emosi yang sangat besar.


Tampak Elena mulai merasa gemetar karena melihat Raffi yang begitu membencinya saat ini.


" Apakah tawaran pekerjaan dari ke KBRI Mesir itu adalah perbuatanmu?" tanya Raffi mulai mengendorkan suaranya agar dia tidak membuat Elena ketakutan lagi kepadanya. Karena dia benar-benar membutuhkan jawaban Jujur dari Elena saat ini.


" Tawaran pekerjaan apa Raffi?" tanya Nur kepada Raffi yang masih menatap Elena yang tidak berani menatap matanya.


" Cepat Jawab dengan jujur atau aku akan menyeretmu ke kantor polisi atas fitnah yang sudah kau buat sehingga membuat istriku sekarang pergi ke rumah kedua orang tuanya!" ucap Raffi dengan perasaan yang mulai bercampur aduk.


" Apa maksudmu Dinda sekarang pergi ke rumah kedua orang tuanya?" tanya Nur mulai gelisah hatinya dengan keadaan menantunya.


" Lihatlah apa yang sudah kau buat di dalam kehidupan Putraku. Saya benar-benar bisa melaporkanmu ke kantor Polisi untuk tindakan yang tidak menyenangkan dan juga fitnah keji yang sudah membuat rumah tangga Putraku menjadi diambang kehancuran!" ucap Kyai Ali yang sudah mulai merasa kesal ketika mendengar bahwa menantunya sekarang sudah meninggalkan Pondok pesantrennya dan pergi ke rumah kedua orang tuanya.


" Baguslah kalau perempuan itu sudah meninggalkan Raffi. Jadi aku dan dia bisa menikah secepatnya. Cepatlah kau Ceraikan perempuan itu. Sehingga kita berdua bisa segera mempersiapkan pernikahan kita!" ucap Elena sambil mendekati Raffi dengan wajahnya yang sumringah. Hilang sudah rasa ketakutan tadi yang tergambar jelas di wajah cantiknya.


" Ya Allah! Entah perempuan macam apa dirimu ini yang merasa bahagia di atas kehancuran rumah tangga orang lain!" WhatsApp Raffi kehilanganmu kata-kata ketika dia melihat Elena yang mulai meringsek dan mendekatinya dengan percaya diri.


" Dinda itu tidak mencintaimu. Oleh karena itu dengan mudahnya dia meninggalkanmu tanpa mencari bukti-bukti yang sesungguhnya! Sudahlah Lupakanlah perempuan seperti itu yang tidak berharga untuk kau tangisi lebih baik sekarang kau Bersiaplah untuk menceraikannya dan aku akan meminta kepada Ayahku untuk segera mempersiapkan pernikahan Akbar kita berdua! Aku juga akan meminta kepada Ayahku untuk menyediakan jabatan yang tinggi untukmu di KBRI Mesir!" ucap Elena dengan wajah penuh kebahagiaan dan semangat ya mulai nampak kembali di wajahnya.

__ADS_1


" Sinting!" bocah rapih sangat kesal melihat tingkah Elena yang sudah di luar batas toleransinya.


" Raffi jaga bicaramu!" tegur ayahnya kepadanya.


" Maafkan Raffi Abi. Tetapi perempuan ini benar-benar sudah membuat saya hilang akal. Saya sudah kehilangan kata-kata untuk bicara dengannya!" ucap Raffi sambil menatap tajam kepada Elena yang mulai cemberut kepadanya.


" Memangnya apa sih kekuranganku Raffi?Sehingga kau jauh lebih memilih Dinda daripada aku, huh? Padahal aku juga seorang wanita yang cantik dan juga kaya raya. Bisa kau lihat bukan? Kalau jabatan Ayahku bisa dikatakan tinggi di Mesir!" ucap Elena sambil memasang wajah memelas di hadapan Raffi.


" Persetan dengan wajah cantikmu! Dengan kekayaanmu dan juga jabatan ayahmu! Aku tidak peduli dengan itu semua. Sekarang juga lebih baik kau tinggalkan Pondok ini dan Lupakanlah namaku di dalam hidupmu! Karena sekarang aku sudah mempunyai istri dan aku tidak berminat untuk menjadikanmu sebagai istri keduaku!" ucap Raffi memberikan ultimatum terakhir kepada Elena yang tampak membelakan matanya.


" Aku tidak percaya kalau kau melakukan hal seperti ini kepadaku!" ucap Elena sambil terus menggelengkan kepalanya.


Di saat mereka sedang panas-panasnya berbincang tiba-tiba datang sebuah mobil yang ternyata itu adalah ayah dan ibunya Elena.


Mereka tampak tergesa-gesa keluar dari mobil dan langsung menemui Raffi yang saat ini sedang merasa jengkel dan marah kepada perbuatannya yang sudah membuat Dinda meninggalkan dia.


" Tolong maafkan kami kalau sampai Elena di sini membuat keributan!" ucap ibunya Elena yang langsung mendekati putrinya.


" Kenapa Kau sampai berbuat hal seperti ini Elena? Kau benar-benar sudah membuat Mama sangat kecewa!" ucap ibunya Elena sambil memeluk putrinya yang tampak nanar menatap dirinya.


" Sudah lama tidak usah berlebihan! Elena hanya sedang memperjuangkan cinta Elena untuk Raffi!" ucap Elena terkesan cuek terhadap ibunya.

__ADS_1


" Cinta tidak bisa dipaksakan Elena! Pahami Dan sadari itu!" ucap ibunya Elena dengan suara tegas.


Akan tetapi Elena sama sekali tidak memperdulikan ucapan ibunya sendiri. Dia malah dengan sangat percaya diri langsung menggamit tangan Raffi dan menariknya untuk mendekati kedua orang tuanya.


__ADS_2