Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
90. Ayahnya Rianti Bingung Mencari Istrinya


__ADS_3

Awalnya ayahnya Rianti tidak terlalu mempedulikan istrinya yang pergi begitu saja dari hotel yang mereka sewa. Tampaknya dia berpikir bahwa istrinya hanya sedang ngambek biasa saja.


Tetapi setelah jam 12.00 malam belum juga kembali, akhirnya ayahnya Rianti pun mulai merasa panik mencari istrinya. "Ha! Kemana dia pergi? Kabur kalau ada masalah, percis anak kecil saja! Pakai acara ngambek dan kabur segala. Betul-betul tidak ingat dengan umur!" ucap ayahnya Rianti kesal.


Ayahnya Rianti terus mondar-mandir di lobby Hotel menunggu kedatangan istrinya. Tetapi sampai jam 02.00 malam istrinya belum juga nampak batang hidungnya.


"Aku sebaiknya menelepon Mang Suryo saja, untuk menanyakan apakah istriku pergi bersamanya!" ucap ayahnya Rianti terus bermonolog sendiri.


Kemudian dia pun mengambil ponsel yang ada di dalam saku jasnya. Kemudian menelepon sopirnya yang menginap di hotel itu juga, tetapi di kelas yang berbeda seperti miliknya dan istrinya, yang presiden suite.


"Hallo, Mang Surya! Apakah istriku sedang bersamamu?" tanya ayahnya Rianti to the point, karena saat ini perasaannya sedang kacau memikirkan keberadaan istrinya yang sampai jam 2 malam belum juga pulang.


"Tidak Tuan! Saya dari tadi tidur sejak jam 09.00 tadi saking lelahnya, Saya dalam perjalanan. Memangnya ada apa, Tuan?" tanya Mang surya yang tampaknya masih mengantuk gara-gara dibangunkan di tengah malam oleh majikannya yang tidak tahu waktu itu.


"Berarti Mang Suryo saat ini masih di kamar?" tanya ayahnya Rianti tampak belum percaya dengan informasi yang diberikan oleh sopir pribadi istrinya itu.


"Betul tuan! Tidak ada panggilan Nyonya untuk meminta saya mengantarkan dia kemanapun. Jadi, saya sejak kita masuk ke hotel ini saya langsung tidur. Karena saya sangat lelah sekali. Ngantuk! Takut nanti tidak bisa melanjutkan perjalanan lagi!" ucap Mang Surya dengan menguap karena sudah ngantuk berat tetapi masih saja diajak ngobrol oleh majikannya yang tidak tahu sopirnya sedang ngantuk pengen tidur.


"HP istri saya ada di kamar. Tampaknya dia ketinggalan dan tidak membawa hp-nya itu makanya tidak menghubungi Mang Suryo!" ucap ayahnya Rianti


"Sudah, Mang Suryo Lanjut tidur saja. Biar besok kita besok kembali ke Jakarta dengan selamat saya akan mencari istri saya sendiri. Ya sudah maaf ya Mang sudah mengganggu!" ucap ayahnya Rianti akhirnya menutup telepon yang dia panggil untuk sang supir.

__ADS_1


"Ke mana ini sebetulnya wanita kurang ajar itu? Malam-malam begini membuatku khawatir. Masa sudah tua saja masih ngambek-ngambekan seperti bayi saja!" sepanjang malam itu, Ayahnya Riyanti terus menggerutu karena sang istri yang belum juga kembali sampai tengah malam. Sampai hampir subuh ditungguin juga tidak kunjung datang.


"Ah sudahlah! Lebih baik aku tidur saja. Daripada besok aku ngantuk gara-gara dia!" akhirnya ayahnya Rianti pun memutuskan untuk tidur dan beristirahat.


Sementara itu ibunya Rianti yang berada di hotel bintang 5 yang jaraknya sekitar 1 jam dari hotel yang ditempati oleh suaminya sedang bersenang-senang.


Ada beberapa orang anak muda yang tampan- tampan wajahnya, yang kini sedang menghibur hatinya yang kesal terhadap suaminya yang selalu merendahkannya sebagai seorang istri.


Setelah merasa pikirannya mulai tenang dan hatinya mulai merasa bahagia, kemudian ibunya Riyanti pun menyuruh para pemuda itu untuk keluar dari kamarnya.


Setelah memberikan uang tips untuk mereka semua atas undangan yang dia berikan dalam rangka menghiburnya.


"Terimakasih, Tante! Jangan bosan untuk panggil kami kembali, ok?" ucap salah seorang pemuda yang paling tampan di antara mereka. Yang bernama Bram.


Bram adalah seorang mahasiswa jurusan kesenian yang sedang kuliah dan merantau di Bandung. Dia terpaksa melakukan pekerjaan seperti itu dalam rangka memenuhi kebutuhannya sebagai seorang perantau dan juga sebagai seorang mahasiswa.


Ibunya Rianti dan para pemuda itu hanya melakukan karaoke dan berjoget saja tidak melakukan hal yang lebih dari itu. Dan mereka hanya makan-makan dan minum-minum bersama. Selebihnya ibunya Rianti lebih banyak berpikir tentang kejadian-kejadian selama beberapa hari ini, yang selalu menjadi pemicu kemarahan sang suaminya terhadap dirinya.


"Kita tidak akan kembali bertemu lagi. Karena besok saya akan menjaga kembali ke Jakarta. Jadi terima kasih atas hiburan dari kalian. Saya sangat merasa senang sekali. Semoga uang yang saya berikan ini bermanfaat untuk kalian!" ucap ibunya Rianti dengan senyum cantiknya yang anggun.


"Apakah kami boleh meminta kartu nama anda Tante? Siapa tahu suatu saat kami akan datang ke Jakarta dan mencari Tante dan kita bisa bersenang-senang lagi!" ucap Bram, pria yang terus memperhatikan ibunya Rianti.

__ADS_1



Visualisasi Bram Abimanyu


"Sudahlah sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi. Karena tidak ada kebaikan di dalamnya. Yang penting sekarang, saya sudah memberikan tips kepada kalian dan semoga uang tersebut bisa bermanfaat untuk kehidupan kalian!" ucap ibunya Rianti menolak memberikan kartu nama kepada pemuda-pemuda tersebut. Karena takut di kemudian hari akan memberikan masalah ke dalam keluarganya.


Mereka pun tampak kecewa karena mendapatkan penolakan dari ibunya Riyanti yang sangat Royal kepada mereka bertiga.


Setelah para pemuda tampan itu pergi dan meninggalkan kamar hotelnya, ibunya Rianti pun akhirnya memutuskan untuk tidur. Dan mulai beristirahat agar besok bisa kembali ke Jakarta bersama dengan suaminya.


"Biarkan saja Pak Tua itu kebingungan mencariku. Aku mau lihat seperti apa wajahnya ketika mendapatkan tagihan dari hotel ini. Hahaha!" ibunya Rianti terus saja tersenyum bahagia, karena memikirkan perasaan kesal yang akan dirasakan oleh suaminya saat ini.


"Sekali-kali dia harus diberikan pelajaran agar dia berusaha bisa untuk memikirkan tentang perasaan istrinya!" setelah itu ibunya Rianti pun pergi tidur. Karena sangking lelahnya setelah bernyanyi dan berjoget serta minum-minum bersama para pemuda yang sangat tampan itu.


Sementara itu, ketiga pemuda yang tadi diundang oleh oleh ibunya Rianti kini telah kembali ke apartemennya masing-masing.


Bram yang sudah mengantungi identitas ibunya Riyanti yang tadi dia bertanya kepada resepsionis hotel tersebut, sudah merasa bahagia dan senang karena berhasil mendapatkan tanggapan ikan besar.


"Aku pasti bisa mendapatkan perempuan ini untuk menjadi jackpot dalam hidupku. Tidak apa-apa walaupun dia sudah tua tetapi dia seorang wanita yang kaya raya dan juga masih cantik. Aku bisa hidup sesukaku tanpa memikirkan apapun dan kesulitan dalam bekerja!" ucap Bram dengan senyum liciknya tergambar jelas di wajahnya.


Ibunya Rianti memang termasuk seorang wanita sosialita yang rajin merawat tubuhnya dengan perawatan-perawatan mahal. Karena dia tidak mau kalah bersaing bersama teman-teman sosialita. Sehingga akan menurunkan pamor sang suami sebagai orang kaya di Indonesia.

__ADS_1


Suaminya sebagai pemilik Bank Swasta di Indonesia yang besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Mau tidak mau, dirinya harus selalu membuat dirinya selalu tampil cantik dan elegan. Dalam rangka menjaga martabat sang suami agar tidak jatuh di depan publik. Dan dia pun selalu berusaha untuk menjaga pergaulannya.


Kejadian malam ini baru pertama kali dia lakukan itu pun karena dia merasa sangat kesal dengan suaminya yang selalu merendahkannya.


__ADS_2