
"Tiga jam?" Dipta terperanjat mendengarkan perkataan ibunya yang mengatakan bahwa mereka telah berbelanja selama 3 jam lamanya.
" Tapi pekerjaan Dita belum selesai!" ucap Dipta tak percaya.
" Apa kata Mama tadi? Betul kan? Pasti pekerjaanmu di dalam ponsel belum selesai kan? Walaupun kami berdua sudah selesai berbelanja!" ucap ibunya dengan senyum kemenangan.
" Iya mama memang selalu benar! Ya udah sekarang kita mau ke mana lagi? Biar Dipta pending lagi pekerjaan ini!" ucap Dipta sambil menyingkirkan ponsel dan juga macbooknya ke dalam dasboard mobil.
" Kita cari makan dulu ya? Mama lapar sekali sayang. Walaupun tadi di dalam disediakan camilan. Tetapi tetap saja tidak bisa membuat perut kenyang!" ucap ibunya Dipta sambil melirik kepada Kinan yang hanya bisa tersenyum di balik cadarnya.
Dipta pun kemudian langsung menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya menuju sebuah restoran yang sering dia kunjungi apabila dia melakukan pembicaraan bisnis bersama kliennya.
Ketika Dipta sedang fokus untuk memilih makanan untuk dirinya sendiri tiba-tiba saja Bagas menghampiri Dipta.
"Mas Dipta?" tanya Bagas sumringah.
" Bagas? Dengan siapa kamu kemari?" tanya Dipta lumayan terkejut.
" Bersama dengan Rianti dan juga kedua orang tua kami!" ucap Bagas sambil mengulas senyum kepada Dipta.
__ADS_1
" Mas Dipta. Bagaimana dengan rencana pernikahan yang sudah dibuat oleh keluarga kita? Bukankah semuanya sudah fix? Tetapi sayang Kak Nadya sudah meninggal. Jadi bagaimana nasib pernikahan kalian?" tanya Bagas merasa prihatin kepada Dipta.
" Pernikahan Dipta akan tetap dilanjutkan pada tanggal yang sama. Akan tetapi diganti calon mempelai perempuannya!" ibunya Dipta yang menjawab pertanyaan Bagas.
" Maksudnya?" tiba-tiba saja ibunya Nadia sudah berada di antara mereka.
" Yah Putraku akan tetap menikah pada tanggal yang telah di tetapkan di dalam undangan yang sudah kami sebarkan. Hanya saja mempelai wanitanya bukan Putri kalian yang sudah meninggal. Tetapi wanita yang ada di sampingku sekarang!" ucap ibunya Dipta dengan lantang.
" Sungguh lancang sekali! Siapa yang mengizinkanmu untuk melakukan itu huh? Bahkan tanah pemakaman putriku belum kering dan kau sudah akan menikahkan putramu dengan perempuan itu?" tanya ibunya Nadia dengan mata berapi-api.
" Kami memiliki reputasi di perusahaan kalau sampai pernikahan itu gagal maka nama kami akan rusak di mata para klien maupun relasi kami! Oleh karena itu saya memutuskan untuk mencari calon mempelai perempuan lainnya agar pernikahan tetap bisa dilaksanakan!" ucap ibunya Dipta mencoba untuk memberikan pengertian kepada ibunya Nadia yang sudah mulai histeris.
" Kau dan Kyai itu sengaja membunuh putriku agar kau bisa menikahi perempuan itu kan? Perempuan yang kau kira lebih baik dari putriku? Betul begitu?" ucap ibunya Nadia dengan penuh amarah yang membuncah di dadanya ketika dia memikirkan putrinya yang kini terbaring kaku di tanah.
" Apa Bu? Kak Nadia menjadikan anak yang ada di dalam perutku sebagai tumbalnya? Apa itu benar Mas? Jadi Kak Nadya meninggal bukan karena kecelakaan? Akan tetapi karena makhluk yang menginginkan anakku gagal mendapatkan tumbalnya?" tanya Rianti dengan mata berkaca-kaca menuntut penjelasan dari keluarganya yang telah membohonginya.
Ibunya Dipta mengurutkan keningnya. Ketika dia mendapati Riyanti yang tampak bingung dengan apa yang dia katakan.
" Apa maksudnya ini dokter Bagas?" tanya Ibunya Dipta kebingungan.
__ADS_1
" Kami memang sengaja menyembunyikan fakta itu dari Rianti. Karena kami tidak mau kondisi Rianti menjadi drop lagi kalau sampai dia mengetahui kakaknya ternyata begitu tega ingin membunuh anak kami!" ucap Bagas sambil menundukkan kepalanya karena dia tidak berani menatap Riyanti yang saat ini sedang menatapnya dengan tajam.
" Kenapa kalian menyembunyikan fakta yang begitu penting dariku? Aku tidak menyangka kalau kakakku begitu tega ingin membunuh anak yang sudah lama aku nantikan!" ucap Rianti sambil menangis dan seketika terjatuh di lantai. Saking sedihnya dia memikirkan kelakuan kakaknya yang sudah terlaluan.
Bagas yang melihat istrinya terjatuh langsung menangkap tubuh Riyanti sehingga tidak mengenai lantai.
" Tenanglah Sayang! Jangan sampai masalah ini mengganggu kesehatanmu sayang. Saat ini kondisimu belum terlalu stabil. Itulah yang membuat Mas setuju untuk menyembunyikan fakta ini darimu. Karena Mas tidak ingin kamu sampai berpikiran berat mengenai hal ini!" ucap Bagas sambil memeluk tubuh istrinya yang begitu lemas bagai tak bertenaga.
" Tetapi ini benar-benar keterlaluan Mas! Kenapa Kak Nadya begitu tega kepadaku Mas?" tanya Rianti dengan berderai air mata sambil terus menatap kepada Dipta dan juga ibunya.
" Sejak kapan kalian mengetahui kalau kakakku memiliki susuk dan mengincar anakku untuk tumbalnya?" tanya Riyanti sambil menatap tajam kepada Dipta yang saat ini tidak berani menatap kepada mereka.
" Suamimu juga tahu tentang sosok yang mengikuti Nadya. Hanya saja dia tidak berani mengatakan yang sesungguhnya. Akan tetapi ketika Kyai Ali menyampaikan kebenaran fakta itu dan hendak mencegah agar Nadya dekat dengan kamu. Ternyata kami sudah terlambat karena dia sudah melakukan aksinya untuk mengambil janinmu! Akan tetapi. Alhamdulillah Kyai Ali menang ketika melawan sosok itu. Sehingga bayimu bisa diselamatkan dan makhluk itu mengambil kakakmu untuk ganti bayimu yang gagal dia dapatkan sesuai dengan perjanjian ketika yang bersangkutan mengikat janji dengan dia!" ucap Dipta menjelaskan semuanya kepada Rianti sehingga Rianti mengerti dengan jelas duduk permasalahan yang saat ini sedang terjadi di dalam keluarganya.
" Mahluk itu masuk sendiri ke dalam tubuh Nadya! Bukan Nadya yang mencarinya!" ucap ibunya Nadia membela putrinya yang sudah meninggal.
" Susuk itu adalah Sinar hijau yang masuk ke dalam kamar kalian berdua. Ketika pada malam kalian menginap dan diganggu. Kemudian kalian tidur di ruang tamu. Tanpa sengaja Nadia menyentuh benda itu. Sehingga susuk itu merasuk ke dalam tubuh kakakmu!" ucap ayahnya Nadia menjelaskan semua kronologis secara jelas dan gamblang sehingga Riyanti bisa mengerti semuanya dengan pasti.
" Lalu Sinar hijau itu datang dari mana? Berarti sejak malam kita menginap di kediaman Papah, makhluk itu sudah mengincar anakku bukan?" tanya Riyanti sedih.
__ADS_1
" Susuk itu adalah milik nenek buyutmu Riyanti. Sebetulnya sudah mama Simpan di tempat yang sangat rapat. Akan tetapi mungkin karena dia sangat lapar karena sudah lama tidak pernah diberikan tumbal oleh Mama. Makanya dia keluar sendiri ketika mencium bau janin di dekatnya dan dia keluar di dalam tempat persembunyiannya!" ucap ibunya Riyanti menceritakan yang sebenarnya kepada semua yang hadir di restoran itu.
"Mamah!!!!l" ayahnya Nadia berteriak karena istrinya tanpa sengaja telah membuka rahasia keluarga mereka.