Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
121.Menyelesaikan Masalah


__ADS_3

Dipta langsung masuk ke dalam ruangannya, begitu dia sampai di kantornya. Dipta langsung memeriksa surat permohonan yang disampaikan oleh karyawannya yang meminta untuk menaikkan gaji mereka untuk satu tahun ke depan.


Dengan sangat hati-hati sekali Dipta terus membaca berkas-berkas tersebut.


Tidak lama kemudian terdengar ketukan pintu dan ternyata itu adalah sekretarisnya.


"Pak perwakilan dari karyawan ingin bertemu dengan Bapak secara langsung!" ucap sekretarisnya tersebut menyampaikan keinginan para karyawannya kepada Dipta.


"Yah suruh dia masuk. Kebetulan saya juga ingin bicara dengan dia!" ucap Dipta sambil tersenyum kepada sekretarisnya.


Dipta memang terkenal sebagai atasan yang baik hatinya dan selalu memperlakukan karyawannya dengan baik tanpa arogansi maupun kesombongan.


Tidak lama kemudian, perwakilan karyawan sudah duduk di hadapan Dipta yang saat ini sudah berpindah ke sofa. Sofa yang khusus untuk tamu apabila ingin bertemu dengan Dipta secara pribadi.


"Silakan Pak! Sampaikan apa yang ingin anda katakan terhadap saya! Mewakili rekan Anda yang lainnya!" ucap Dipta mempersilahkan kepada perwakilan karyawannya. Untuk menyampaikan pendapat mereka terhadap perusahaan yang dia Pimpin.


"Maafkan saya sebelumnya Pak Dipta. Seperti yang sudah-sudah. Setiap awal tahun, Bukankah setiap perusahaan selalu memberikan kebijakan untuk kenaikan gaji para karyawan mereka? Tapi saya lihat di perusahaan ini belum ada itikad baik menuju ke arah sana!" Ucap orang tersebut yang bernama Dirman, berbicara kepada Dipta tanpa merasa sungkan sama sekali.


"Siapa yang mengatakan kepada anda, bahwa perusahaan tidak mempunyai itikat baik untuk menaikkan gaji karyawannya? Katakan pada saya, Anda mendapatkan informasi itu dari mana?" tanya Dipta sambil melihat kepada Dirman dengan tatapan mengintimidasi.


Dipta memang paling tidak senang kepada orang yang bicara asal saja. Tanpa bukti mau pun penjelasan yang jelas.


Dipta kemudian bangun dari duduknya dan menuju ke meja kerjanya. Difta lalu mengambil sebuah map dan kemudian menyerahkan map tersebut kepada Dirman, yang mengaku sebagai perwakilan dari karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan milik Dipta.


"Seperti yang Anda lihat dan anda baca di file itu. Bahwa saya dan juga beberapa direksi sudah mengambil keputusan untuk menaikkan gaji karyawan sebesar 10% pada tahun depan. Dan surat itu ditandatangani sekitar satu minggu yang lalu. Hanya saja waktu itu memang tertunda pengumuman resminya. Karena waktu itu saya harus berangkat ke Kalimantan untuk membantu para korban bencana gempa di sana!" Dita kemudian dia menatap kepada Dirman yang kini manggut-manggut sambil membaca file tersebut. Terbit senyum di bibirnya.


Dirman merasa puas dengan file yang sekarang ada di tangannya. Kemudian dia memotret bagian keputusan yang sudah ditandatangani oleh Dipta.


"Kau tidak perlu memotretnya! Nanti juga pengumuman itu akan ditempelkan di mading perusahaan!" ucap kepada Dirman.

__ADS_1


Dirman tampak tersenyum melihat atasannya yang merupakan pemilik perusahaan itu. Ini adalah kali pertamanya Dirman menatap dan berhadapan langsung dengan Dipta.


Pemilik perusahaan tempat dirinya telah bekerja selama 10 tahun lebih.


Selama ini Dirman memang telah mendengar bahwa pemilik perusahaannya adalah orang yang baik. Bahkan selalu memberikan bantuan kepada karyawan-karyawannya apabila memiliki kesulitan dalam keuangan.


Perusahaan Dipta memiliki sebuah kebijaksanaan. Apabila karyawan yang membutuhkan uang mendadak seperti untuk kesehatan bisa menggunakan dana cadangan milik perusahaan.


Yang nantinya akan digunakan untuk dana sosial dan kemasyarakatan yang khusus digunakan untuk kebutuhan para karyawan yang dalam keadaan kesulitan dalam hal keuangan.


Hal itu dilakukan dalam rangka untuk meminimalisir tindakan penghianatan karyawan terhadap perusahaan. Dengan alasan kekurangan uang.


"Baiklah, kalau seperti itu. Berarti permasalahan di antara kita sudah selesai. Saya akan menyampaikan kepada rekan-rekan yang lain. Bahwa kami tidak usah untuk menuntut perusahaan lagi. Karena perusahaan sudah menaikkan gaji para karyawan tanpa kami memintanya!" ucap Dirman dengan perasaan lega.


Dirman akhirnya berpamitan kepada Dipta.


Dipta benar-benar merasa penasaran dengan hasil operasi Anjani yang dilakukan sejak tadi pagi. Saat ini dirinya benar-benar sedang sibuk di kantor dan belum ada waktu untuk menjenguk Anjani.


"Halo, Bima! Bagaimana, apakah operasinya Anjani sudah selesai?" tanya Dipta kepada sahabatnya yang saat ini sudah mulai bekerja di rumah sakit.


"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar dan tidak ada efek samping dari operasi tersebut. Ya kita berdoa saja, semoga ada kesembuhan dalam setiap usaha yang dilakukan oleh mereka!" ucap Bima memberikan kabar tentang Anjani kepada Dipta sahabatnya.


"Apakah kau masih sibuk di kantor?" tanya Bima kepada Dipta.


"Aku masih mengurus tentang kenaikan gaji para karyawanku. Alhamdulillah, barusan tadi beres. Kenapa memangnya?" tanya Dipta merasa penasaran dengan pertanyaan Bima.


"Nggak apa-apa! Gue cuma berniat mau ke kantor lu, biar kita bisa pergi untuk makan siang bersama-sama!" ucap Bima sambil tersenyum kepada Dipta.


"Tidak! Lo nggak usah datang ke sini lagi! Lu nggak usah datang-datang ke sini. Apa lu nggak tahu? Kalau di kantor gue sampai ada desas-desus, tentang kita berdua? Mereka berpikir bahwa kita ini memiliki hubungan yang spesial. Gara-gara kelakuanmu itu yang selalu saja seperti memperlakukanku sebagai pasanganmu!" ucap Dipta spontan, berusaha mengkapkan apa yang saat ini ada dalam pikirannya.

__ADS_1


Bima di seberang sana hanya tertawa terbahak-bahak. Ketika dia mendengarkan sahabatnya yang saat ini sedang misuh-misuh. Karena sedang digosipkan oleh para karyawannya sendiri perihal hubungan dengannya. Karyawan Dipta berpikir bahwa Dipta dan Bima adalah pasangan gay! 😂 😅


Apakah ada hal yang lebih membagongkan dari hal itu? Dipta sampai jengkel sekali ketika mengetahui desas-desus yang beredar di kalangan karyawannya.


Yuk baca novel author yang baru, masih anget, baru publish hari ini dengan judul:


" Ketika Cinta Mulai Di Pertanyakan"



Deskripsi singkat tentang novel terbaru.


jangan lupa like, komentar, favorit serta gift semampu kalian ya? Terimakasih reader sayang. Banyak 😍❤ untuk kalian semua.


Hilya menggantikan kakaknya untuk menikah dengan seorang Zaki, putra dari Kiai tempat dia mondok saat ini.


Menjadi pengantin pengganti sang kakak di usianya yang masih 20 tahun. Hilya harus menerima status barunya sebagai istri seorang Zaki. Dosen muda yang mengajar di kampus tempatnya kuliah.


Ketika sebuah cinta mulai di pertanyaan, apakah Hilya akan sanggup melalui pernikahan dengan kondisi semacam itu?


Dimana satu sama lain sudah tidak saling menghargai dan tidak saling membutuhkan keberadaan satu sama lain.


Mampukah Zaki dan Hilya membina pernikahan mereka yang mulai di pertanyaankan rasa cinta terhadap pasangan nya masing-masing?


Bagaimana keduanya akan sanggup bertahan dalam rumah tangga yang dari awal memang tanpa cinta terhadap satu sama lain?


Yuk saksikan kisah mereka sampai akhir dan jadilah saksi, bagaimana Hilya akan bertahan dalam pernikahan tanpa cinta bersama Zaki.


Sanggupkah Hilya membuat suaminya jatuh cinta kepada dirinya??

__ADS_1


__ADS_2