
Sementara itu, wanita yang tadi ikut bersama dengan kedua orang tua Bima tampak terus memperhatikan interaksi antara Bima dengan ibunya yang begitu menggemaskan.
"Oh, iya! Bima, perkenalkan! Dia adalah anak dari sahabatnya ayahmu. Dulu waktu kecil kamu pernah bertemu dengan dia!" ucap ayahnya Bima, menghentikan aksi keributan antara anak dan ibu yang sejak tadi belum juga mau berakhir.
"Namanya adalah Sheila. Dia adalah anaknya Om Bram! Kamu ingat dengan dia kan?" tanya ayahnya Bima sambil menatap lurus kepada putranya.
Visualisasi Sheila Bramantyo.
Kalau kalian ingat dengan Farel Bramantyo, pasti tahu ayahnya Sheila. Dia adalah anak dari Farel dan cansu. Yang ada di novel author yang berjudul:
"Gala Asmara Cinta Segi Enam"
Untuk membaca kisah tentang Farel dan cansu kalian bisa mengklik novel tersebut di akun Author Nur hapidoh. Banyak kisah mengharu biru di sana. Yang akan sukses membuat kalian berlinang air mata. Dan gemes dengan tokoh-tokohnya.
Disana ada kisah tentang Reynaldi dan Arini yang akhirnya meninggal pada saat mereka melakukan bulan madu dengan berlayar menggunakan kapal pesiar milik pribadi Renaldi Bramantyo.
Kemudian ada kisah Natalia dan Armando yang harus berpisah karena Natalia yang dijodohkan dengan Reynaldi dan akhirnya memutuskan bunuh diri karena harus menanggung malu gara-gara hamil diperkosa oleh Armando sang kekasih yang merasa cemburu kepada Natalia yang akan di jodohkan oleh kedua orangtua Natalia di Indonesia.
Di sana juga ada kisah tentang Stella dan Prabowo, yang akhirnya menemukan cinta sejati mereka setelah menjalani ribuan tantangan dan rintangan untuk bisa saling menemukan satu sama lain.
Cover novel "Gala Asmara Cinta Segi Enam"
__ADS_1
Segini dulu ya 😊 promosi novelnya. Yuk kita balik lagi ke perkenalkan Bima dengan Sheila.
"Hallo, aku tahu dan aku bisa menebak kalau kamu pasti lupa denganku!" ucap Sheila sambil tersenyum kepada Bima.
"Secara sekilas aku ingat denganmu, Sheila. Walaupun secara gambaran besar aku sudah melupakanmu!" ucap Bima sambil menatap Sheila yang kini tersenyum kepadanya.
"Oh, ya, bagaimana kabar dengan kedua orang tuamu?" tanya ayahnya Bima yang kini duduk di hadapan putranya.
"Papa sama mama baik-baik saja. Mereka sedang sangat bahagia. Karena sebentar lagi akan mempunyai cucu. Mereka sebentar lagi akan menjadi seorang kakek dan nenek! Karena sekarang istrinya Kak Arman sedang hamil Putra pertama mereka!" ucap Sheila menerangkan kondisi keluarganya saat ini.
"Wah Farel pasti bahagia sekali karena dia akan menjadi seorang kakek! Tidak seperti saya yang sudah tua ini, masih pusing juga dalam hal memikirkan mencari jodoh untuk anakku yang tidak laku-laku ini!" ucap ayahnya Bima.
Ayahnya Bima melirik putranya yang saat ini menundukkan kepalanya, karena merasa tidak enak dengan sindiran ayahnya tersebut.
"Kalau Bima ini. Bukannya tidak laku-laku,Om! Tetapi dia terlalu banyak memilih untuk menjadi pasangan hidupnya. Bisa juga, mungkin belum ketemu dengan yang klik dengan hatinya! Betul tidak Bima?" tanya Sheila sambil melihat Bima yang saat ini sedang menatap kepadanya.
"Ayo kita pergi makan siang! Biar kita tambah akrab. Tante kan sudah lama sekali tidak bertemu dengan kamu Sheila!" ucap ibunya Bima memecah Kesunyian di antara mereka saat ini. Yang terasa mencekam.
"Tidak bisa, Mah! Bima baru saja pulang dari makan siang bersama dengan Dipta. Masih kenyang! Kalian saja yang pergi untuk makan siang bersama!" ucap Bima menolak keinginan ibunya kemudian dia menuju kursi kebesarannya di dalam ruangannya.
Ibunya Bima menepuk bokong Bima sehingga membuat Bima terkejut dan melotot ke arah sang ibu. Yqng selalu saja memperlakukan dia seperti anak kecil.
"Mah, Bima bukan anak kecil lagi! Kenapa Mama selalu saja melecehkan Bima seperti itu?" protes Bima sambil menatap horor kepada ibunya.
Bagaimanapun Bima merasa malu terhadap Sheila. Karena ibunya sejak tadi selalu saja melecehkannya dengan memperlakukannya seperti anak kecil. Sheila malah tertawa terbahak, ketika melihat kemarahan Bima saat ini yang di matanya sangat lucu.
__ADS_1
"Kau malah tertawa di atas penderitaanku!" sungut Bima sambil kemudian meninggalkan ruangan itu.
"Bima, mama hanya bercanda denganmu, sayang! Kenapa kau semakin besar semakin sensitif saja!" ucap ibunya Bima kemudian mengikuti putranya yang sekarang akan pergi entah ke mana.
"Bima, tunggu! Sayang, jangan meninggalkan Mama, Mama tidak bisa berlari sepertimu!" ibunya Bima terus berteriak dan memanggil nama Bima. Beliau berusaha untuk mengejar putranya yang sepertinya mengacuhkannya.
"Sudah mah nggak usah dikejar lagi. Bima tampaknya sangat marah denganmu. Ya sudah! Ayo kita makan siang bersama saja. Niarkan Bima menenangkan dirinya sendiri!" ucap suaminya yang kemudian menarik tangan istrinya untuk pergi ke parkiran.
Mereka bertiga sudah sangat lapar karena menunggu Bima sejak tadi. Karena mereka ingin memperkenalkan Sheila kepada Bima.
"Maafkan kelakuan Bima ya, Sheilla yang meninggalkan kamu begitu saja bersama kami!" ucap Ibunya Bima merasa tidak enak kepada Sheila.
Sheila sudah menghabiskan waktunya seharian bersama mereka berdua. Hanya untuk bisa berkenalan dengan Bima kembali.
Dahulu, sekitar mereka masih kecil. Bima dan Sheila memang pernah bertemu. Tetapi hanya sepintas lalu begitu saja. Waktu itu ketika ulang tahunnya Farel yang ke 40. Waktu itu Sheila baru berusia 10 tahun dan Bima berusia 12 tahun.
Kejadian itu memang sudah sangat lama. Oleh karena itu, sangat wajar kalau Bima melupakan Sheila saat ini.
Sheilapun bisa memahami tentang hal itu. Dia tidak merasa marah ataupun tersinggung karena Sudah dilupakan oleh Bima.
"Tidak apa-apa, Tante! Bima pasti sibuk dengan pekerjaannya. Ayo kita makan siang saja, Tante! Karena saya sudah sangat lapar, tante! Dari jam 10 kita menunggu Bima tanpa memakan apapun!" ucap Sheila sambil menggamit lengan ibunya Bima.
Ibunya Bima tersenyum bahagia, ketika dia melihat pengertian Sheila terhadap kesibukan putranya. Yang bisa di katakan sangat sibuk.
Bima meninggalkan ruangannya, karena dia tiba-tiba mengingat, bahwa dia harus segera melakukan operasi dan tidak mau terlambat. Sehingga dia pergi begitu saja meninggalkan kedua orang tuanya dan juga Sheilla di dalam ruangannya.
__ADS_1
Sekarang Bima sedang bersiap untuk melakukan operasinya dengan pasien yang sudah diberikan anestesi dan sudah siap untuk dioperasi olehnya.
Sementara itu, sekarang kedua orang tuanya Bima. Sedang sibuk memilih makanan untuk mereka makan siang. Walaupun sebenarnya sudah sangat terlambat. Semua itu gara-gara mereka menunggu Bima yang tidak juga kunjung datang ke rumah sakit.