Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
198. Berdebar


__ADS_3

Marcella yang tanpa sengaja mendengarkan percakapan kedua orang tuanya. Tiba-tiba hatinya merasa berdebar ketika ibunya mengatakan tentang niatnya yang ingin menjodohkan dengan Raffi. Laki-laki yang menarik hatinya sejak pandangan pertama.


" Astaghfirullahaladzim! Apa yang sedang aku pikirkan ini? Padahal pernikahanku bersama Zidane hanya tinggal dua hari lagi!" Ucap Marcella sambil mengelus dadanya yang terus berdebar tanpa bisa dia kendalikan.


" Lebih baik aku mengambil air wudhu saja dan sholat sunnah. Agar perasaanku menjadi lebih baik!" ucap Marcella kemudian dia pun mengurungkan niatnya untuk mengambil air putih di lantai bawah. Karena dia melihat kedua orang tuanya masih sibuk berbincang-bincang di sana.


Marcella merasa malu kalau orang tuanya tahu bahwa dia mendengarkan percakapan mereka tadi.


" Sudahlah enggak apa-apa. Satu malam ini. Besok aku bisa minum sepuasnya atau nanti aku akan menunggu sampai Papa dan Mama masuk ke dalam kamar mereka. Sekarang lebih baik aku shalat saja supaya hatiku menjadi tentram dan tenang!" ucap Marcella kepada dirinya sendiri.


Marcella kemudian pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya dan mengambil air wudhu. Setelah itu dia fokus mengerjakan shalat sunnah sebelum dia pergi tidur. Agar menenangkan perasaannya saat ini yang sedang kacau balau gara-gara mendengarkan percakapan kedua orang tuanya tentang niat ibunya yang menginginkannya untuk berhubungan dengan Raffi. Seorang laki-laki yang menarik perhatiannya tadi siang.


Setelah selesai shalat. Tampak Marcella khusyuk berdoa dan mengaji Alquran. Karena sampai tengah malam dia belum berhasil untuk memejamkan matanya.


Pikirannya masih melanglang buana dengan kejadian tadi siang ketika dia bertemu dengan Raffi di restoran yang dia kelola.


Sewaktu dirinya masih kecil. Mereka pernah bertemu. Hanya saja samar-samar tidak teringat oleh Marcella. Keluarganya yang sempat tinggal di luar kota dan meninggalkan Jakarta selama bertahun-tahun lamanya yang membuat mereka jadi jarang bertemu selama bertahun-tahun belakangan ini. Apalagi Raffi yang kuliah ke Mesir dan baru kembali ke Indonesia belakangan ini.


Karena kelelahan akhirnya Marcella tertidur di sajadahnya dengan Alquran yang ada di dalam pelukannya.

__ADS_1


Sementara itu di Dipta dan Kinan tampak sudah mulai masuk ke dalam kamar mereka dan berusaha untuk beristirahat pada malam itu. Setelah seharian sibuk mengurusi persiapan pernikahan putri mereka bersama dengan Zidane.


Sementara itu Zidane yang saat ini berada di dalam kamarnya. Dia tampak sedang termenung karena mengingat kembali segala aktivitasnya selama satu hari ini.


" Apakah benar kalau aku sudah jatuh cinta kepada Marcella dan sudah bisa melupakan Alexa yang akan menikahi Mario?" tanya Zidane sambil terus menatap foto kebersamaannya bersama dengan Alexa ketika mereka kuliah di luar negeri.


Zidane memang memasang foto itu sebagai wallpaper di ponselnya. Agar dapat mengingatkannya selalu akan cintanya untuk Alexa yang besar dan tulus.


" Apakah Kau juga sudah melupakanku Alexa? Terlihat dari caramu berhubungan dengan Mario. ku rasa kau tidak memiliki perasaan apapun padaku. Akan tetapi kenapa tadi sore di butik kau nampak syock ketika melihatku bermesraan dengan Marcella? Apa sebenarnya yang ada dalam pikiranmu Alexa? Kenapa dirimu penuh dengan misteri yang sangat sulit untuk aku pecahkan?" ucap Zidane sambil terus menatap foto yang ada di ponselnya.


" Kenapa kau belum tidur juga Zidane? Ini sudah larut malam. Kau harus beristirahat karena besok adalah hari yang sangat melelahkan untuk kita mengecek segala persiapan pernikahanmu bersama dengan Marcella!" ucap Bima yang tiba-tiba sudah berada di dalam kamar Zidane.


" Bukankah kau memang sedang melakukan hal yang aneh-aneh? Lihatlah muka bodohmu yang masih memasang fotomu bersama dengan Alexa di dalam ponselmu. Apakah kau tidak merasa kasihan kepada Marcella ketika dia melihat ponselmu itu?" tanya Bima sambil menunjuk ke tangan Zidane yang saat ini sedang memegang ponselnya.


Zidane tampak gugup ketika melihat ayahnya yang mendekatinya.


" Kau hapus semua foto-fotomu bersama dengan Alexa. Jangan sampai nanti istrimu menemukan jejak Alexa di sana. Itu pasti akan menyakiti perasaannya!" ucap Bima sambil menepuk bahu putranya masih terdiam seribu bahasa.


" Cepat hapus! Papa tidak akan meninggalkan kamarmu. Sebelum kau melakukan perintah papa untuk membuang semua kenanganmu bersama perempuan itu!" ucap Bima sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan menatap tajam kepada Zidane yang masih tampak gugup.

__ADS_1


" Iya Pah! Zidane akan menghapus semuanya. Papa Percayalah pada Zidane. Zidane pasti akan menghapusnya!" ucap Zidan tertunduk lesu di hadapan Bima yang masih belum mau melepaskan dirinya.


" Cepat hapus Zidane! Papah ingin melihatnya dengan mata kepala sendiri. Bahwa kau sudah mengenyahkan semua kenanganmu tentang Alexa dan memulai lembaran barumu untuk hidup bersama dengan Marcella!" ucap Bima dengan nada keras dan tegas sehingga membuat Zidane tidak bisa berkutik sama sekali.


Dengan perasaan yang bercampur aduk. Zidane kemudian menghapus semua foto-foto dan juga videonya bersama dengan Alexa selama mereka tinggal di Amerika.


" Berikan ponselmu kepada Papa!" perintah Bima dengan menatap tajam kepada Zidane yang tampak bingung dengan apa yang hendak dilakukan oleh ayahnya.


" Papa mau melakukan apa dengan ponselku?" tanya Zidane.


Tampak Bima yang sibuk mengotak-atik ponsel putranya. Setelah dia selesai melaksanakan apa yang dia inginkan. Ia pun kemudian menyerahkan kepada Zidane.


" Papa hanya menghapus apa yang tadi kamu hapus di tempat sampah. Agar tidak kau recovery dan juga memblokir serta menghapus nomor telepon perempuan itu dari ponselmu!" ucap Bima sambil mengembalikan ponsel milik Zidane yang kini hanya bisa menarik nafasnya dengan dalam dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya yang termasuk ekstrim.


" Cepatlah kau beristirahat! Besok kita akan menyerahkan seserahan ke kediaman Marcella. Sebagai tanda bahwa pernikahan memang akan dilaksanakan sesuai dengan tanggal yang sudah disepakati! Ibumu dan beberapa saudara yang lain, saat ini sedang sibuk untuk mengatur acara untuk besok. Tetapi kamu harus pastikan bahwa dirimu harus beristirahat dengan baik. Agar besok terlihat tampan dan menawan sehingga tidak mempermalukan papah sebagai ayahmu!" ucap Bima dengan tatapan horornya kepada Zidane yang hanya bisa menganggukkan kepalanya menyetujui perintah dari ayahnya yang dia tahu sangat keras dan juga tegas.


Setelah melihat Zidane membaringkan tubuhnya di ranjang. Bima kemudian pergi meninggalkan Zidane dan kembali ke lantai bawah untuk memastikan bahwa semua persiapan sudah fix 100% dan besok mereka tinggal berangkat saja ke kediaman Dipta.


Bima benar-benar bersemangat dengan pernikahan putranya dan Marcella. Karena pada akhirnya cita-citanya untuk menjadi besan dari Dipta akan terwujud hanya dalam hitungan hari. Dia sangat bahagia.

__ADS_1


" Akhirnya mimpiku untuk menjadi besan dari sahabatku bisa terwujud dengan pernikahan Zidane dan Marcella. Semoga pernikahan mereka akan mempererat tali silaturahmi dan juga persaudaraan di antara kami berdua!" ucap Bima ketika dia meninggalkan kamar Zidane dan pergi mendekati istrinya yang masih sibuk mengurusi segala seserahan pernikahan Zidane.


__ADS_2