
Marcella kemudian datang mencari Bima. Dia benar-benar penasaran dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya bahwa mertuanya memiliki video sang suami yang sedang berselingkuh dengan kekasih gelapnya.
Sepanjang hari itu pikiran Marcella benar-benar sangat kacau. Dia kebingungan sekali. Apa yang harus dilakukannya saat ini?
Apakah dia akan menuruti keinginan ayahnya untuk bercerai dengan Zidan ataukah dia akan bertahan demi putra tercinta nya.
Sementara sejak kemarin Marcella tidak bisa menghubungi Zidane. Marcella benar-benar kehilangan arah saat ini.
Setelah datang ke kantor ayah mertuanya, Marcella langsung meminta kepada ayah mertuanya untuk menunjukkan video yang dimaksud oleh ayahnya.
" Tapi papa benar-benar takut kalau nanti kau kecewa dan marah melihat kelakuan putra Papa yang sangat-sangat mengecewakan!" ucap Bima dengan wajah penuh penyesalan.
Marcela tahu bahwa dia sedang bermain api saat ini. Kalau dia melihat video itu, dia pasti tidak akan bisa memaafkan suaminya lagi. Karena hati seorang wanita manakah yang akan rela melihat suaminya memadu kasih dengan perempuan lain?
" Tidak apa-apa Pah. Saya hanya ingin melihat dan membuktikan sendiri apa yang dikatakan oleh papahku!" ucap Marcella berusaha sekuat tenaga untuk menahan gejolak yang saat ini benar-benar mengguncang hatinya.
Bima kemudian menyerahkan ponselnya ke tangan Marcella Setelah dia membuka file video tentang Zidane dan kekasihnya.
Tampak Marcella sampai menutup mulutnya karena begitu terkejut melihat apa yang terjadi di dalam ruangan suaminya bersama dengan seorang wanita yang sangat cantik.
" Siapakah perempuan yang bersamanya Pah?" tanya Marcella dengan suara gemetar.
__ADS_1
" Dia adalah kekasih Zidan ketika kuliah di luar negeri. Papa tidak merestui pernikahan mereka. Karena papa sudah menjodohkan kalian berdua sejak kalian masih dalam kandungan!" ucap Bima berusaha untuk tegar di hadapan Marcella walaupun sejujurnya hatinya benar-benar sangat sakit dan kecewa dengan kelakuan putranya yang sudah menghianati pernikahannya bersama Marcella.
" Sudah berapa lama Papa mau tahu tentang ini?" tanya Marcella kepada ayah mertuanya yang terlihat kesulitan menelan salivanya sendiri. Karena bagaimanapun Zidan adalah putranya.
" Satu minggu yang lalu Papa baru mengetahuinya. Tadinya papa akan memproses semuanya ketika itu juga. Akan tetapi papa berpikir mungkin setelah acara pertunangan Aurell, baru Papa bisa tindak lanjuti tentang penemuan itu." ucap Bima sambil menundukkan kepalanya.
Bagaimanapun setelah menjalani pernikahan selama 2 tahun bersama Zidane, Marcella sedikit banyaklah menerima lelaki itu sebagai suaminya dan dia mencintainya.
Marcella tidak tahu kenapa beberapa hari ini sangat sulit sekali untuk menghubungi Zidan dan Zidane pun sudah jarang untuk pulang ke rumah mereka berdua.
Marcella tidak mengetahui bahwa Bima telah menghapus semua fasilitas milik Zidane. Sehingga membuat laki-laki itu menjadi marah dan kesal. Akhirnya dia pun melampiaskan semua kejengkelannya kepada Marcella dan putranya. Dengan tidak mau pulang ke rumah. Dia berharap setelah melakukan itu maka ayahnya akan berubah pikiran dan mengembalikan semua yang pernah menjadi miliknya.
" Kamu jangan khawatir. Papa sudah menarik semua fasilitas finansial milik Zidane. Papa tidak rela kalau sampai dia menggunakan uang perusahaan untuk membiayai pelacur itu!" ucap Bima dengan suara kesal luar biasa ketika dia menyebutkan tentang putranya sendiri.
" Papa jangan khawatir. Marcella akan membereskan semua masalah ini. Tolong beri waktu kepada Marcella untuk bisa meluruskan semuanya! masyarakat berusaha untuk membuat insiden mengatakan siang sejujurnya tentang pernikahan kami Abah gede akan melanjutkan atau kamu nantikan semua ini karena bagaimanapun juga surat gugatan perceraian sudah diajukan oleh Bapak atau pengadilan mungkin saat ini Zidan sudah menerimanya juga.
Bima tampak terkejut mendengarkan keterangan dari menantu tersayangnya.
" Jadi ayahmu sudah bertindak? Akan sangat sulit kalau sampai Dipta memanggil Ustad dan juga menjadi saksi tentang hilangnya Allah
Tetapi sudah dua hari Bima tetap tidak bergeming dengan aksinya tersebut.
__ADS_1
Zidane mengerutkan keningnya ketika tiba-tiba saja dia mendapatkan surat dari pengadilan agama tentang gugatan perceraian yang ditujukan kepadanya.
" Berani sekali Marcella mengajukan surat perceraian ini! Dia tidak tahu kalau saat ini aku benar-benar sedang marah dan bisa saja langsung menyetujui perceraian ini!" ucap Zidan sambil melemparkan barang-barang yang ada di depannya.
Zidan benar-benar sedang marah saat ini karena semua fasilitas finansial telah ditarik oleh ayahnya tanpa dia ketahui sebab musababnya dan tiba-tiba saja dia mendapatkan surat gugatan perceraian yang ditujukan kepadanya atas nama Marcella.
Zidane kemudian meninggalkan kantornya dan pergi menemui kekasihnya untuk bisa membuat pikirannya kembali tenang.
Zidan pergi begitu saja tanpa memberikan kabar bahwa dia akan datang ke apartemen sang kekasih.
Zidane langsung masuk begitu saja ke apartemen milik kekasihnya yang sudah dia ketahui password kuncinya.
Niatnya Zidane ingin memberikan kejutan kepada kekasihnya. Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata dialah yang diberikan kejutan oleh sang kekasih.
" Kamu Kapan sih meninggalkan laki-laki tolol itu? Sudah sangat lama loh aku bersabar melihat kamu bersama dengan dia dan bermesraan terus sama dia!" ucap seorang laki-laki yang saat ini sedang memeluk kekasih Zidane.
" Tuggulah sayang. Dia bilang dia akan menceraikan istrinya setelah mendapatkan haknya di dalam perusahaan. Setelah itu dia akan menikahiku. Kalau aku sudah menjadi perempuan kaya bukankah kau juga akan senang kecipratan uang dari suamiku! Kita bisa bersenang-senang kapanpun. Kau tenang saja Zidan itu laki-laki yang bodoh. Buktinya dia mau menuruti semua yang kukatakan tanpa pernah berpikir dulu. hanya masalah waktu sampai aku bisa mendapatkan semua kekayaan milik keluarganya secara perlahan-lahan. Setelah itu aku bisa pergi meninggalkan dia dan pergi bersamamu!" ucap wanita itu yang saat ini berada di dalam pelukan seseorang yang dikenal oleh Zidan sebagai asisten pribadinya.
' Mereka berdua benar-benar manusia brengsek. Berani sekali mereka berdua mempermainkanku. Kita lihat saja aku tidak akan pernah memaafkan kalian!' batin Zidane sambil meninggalkan mereka berdua tanpa mengatakan apapun.
Karena saat ini Zidane sudah memiliki rencana untuk membalas dendam atas kelancangan mereka berdua yang sudah mempermainkannya.
__ADS_1
Zidan merasa marah sekali karena dia ternyata sudah dijadikan permainan oleh wanita yang dia cintai dan oleh orang yang dia percayai perasaan yang benar-benar hancur berkeping-keping.
" Aku adalah laki-laki paling bodoh. Aku sudah memiliki seorang istri yang begitu cantik dan wanita sholehah yang lahir dari keluarga baik-baik dan memiliki nama yang baik di dalam masyarakat. Tetapi aku lebih memilih untuk mempertahankan bangkai yang tersimpan di dalam karung!" ucap Zidane terus menyesali dirinya yang sekarang telah kehilangan segalanya gara-gara kebodohannya mempertahankan cintanya untuk wanita yang sama sekali tidak layak dia perjuangkan.