Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
181. Usaha Yang Gagal


__ADS_3

Ibunya Nadia yang sedang berusaha untuk mengganggu pikiran Dipta dengan mencoba mengirimkan santet kepadanya. Akan tetapi ternyata gagal karena sampai subuh Dipta terus terjaga dengan melantunkan ayat suci Alquran.


Usahanya untuk mengganggu Kinan pun gagal total. Karena ternyata Kinan memiliki perlindungan yang sangat kuat di dalam tubuhnya. Sehingga ibunya Nadia akhirnya tepar dengan mengeluarkan darah di semua lubang yang ada di wajahnya.


Kemampuan ibunya Nadia sudah lama menurun. Karena dia sudah lama tidak pernah mempraktekkan lagi ilmu warisan nenek moyangnya.


Oleh karena itu dia kalah total. Ketika dia harus melawan Dipta dan juga Kinan dalam satu waktu.


Keesokan paginya ayahnya Nadia merasa bingung ketika mendapatkan kasurnya kosong tanpa sang istri berada di sampingnya.


" Ke mana dia? Pagi-pagi sudah menghilang!" ucap ayahnya Nadia sambil melihat ke sekeliling kamar barangkali istrinya masih ada di kamar mandi ataukah sedang berada di ruang ganti.


Rumah yang begitu besar hanya ditempati oleh beberapa orang pelayan dirinya dan juga istrinya.


" Bi Apa kau melihat nyonya?" tanya ayahnya Nadia sambil menatap pembantunya yang masih sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


" Saya belum melihat Nyonya sejak semalam, Tuan!" ucap pembantu tersebut sambil menundukkan kepalanya.


" Baiklah lanjutkan pekerjaanmu!" ayahnya Nadia kemudian masuk ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


Ketika dia sedang mencukur kumis dan jenggotnya tiba-tiba saja dia memikirkan sesuatu.


" Jangan-jangan istriku sedang melakukan sesuatu di kamar ritual!" seketika dia pun langsung menyelesaikan acaranya di kamar mandi dan langsung berlari ke kamar rahasia yang ada di ruang bawah tanah yang tepat berada di bawah ranjangnya.


Dengan tergesa ayahnya Nadia langsung membuka keramik yang menjadi penutup dari pintu rahasia menuju ruang ritual.


Sudah lama dia tidak pernah masuk ke ruangan itu. Karena memang dia sudah berniat untuk meninggalkan hal-hal yang musyrik dan ingin bertobat.


Sejak Rianti menikah dengan Bagas. Hatinya sudah mulai terbuka dan ingin menapaki jalan lurus dan bertobat di jalan Tuhan.

__ADS_1


" Aku harap istriku tidak menyentuh lagi hal-hal klenik yang sudah sangat lama aku tinggalkan!" ucanya kepada diri sendiri sambil terus menyusuri lorong gelap ruang rahasia yang sudah ada di sana selama hampir puluhan tahun sejak nenek moyangnya.


Ayah Nadia adalah generasi ketiga yang menjadi penerus dari ilmu pesugihan yang dianut oleh keluarga besarnya.


Sementara istrinya juga masih keturunan dari seorang penari yang pernah terkenal di masanya. Karena dia menggunakan susuk pemikat untuk menarik kaum lelaki untuk menyukai tarian dan suaranya.


Susuk itulah yang kemudian mengganggu Nadia sehingga mengakibatkan Nadia meninggal dunia.


Dengan perasaan was-was ayahnya Nadya terus menyusuri lorong itu. Dia berharap bahwa apa yang dia pikirkan salah dan tidak menemukan istrinya di sana.


Alangkah terkejutnya ayahnya Nadia. Ketika dia melihat ke ruangan ritual. Nampak istrinya sudah terbaring kaku dengan darah yang mengalir di semua lubang yang ada di wajahnya.


" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun!" ucap ayahnya Nadya dengan air mata yang berlinang.


Dia berusaha untuk menutup mata istrinya yang terbuka dan terus melotot. Terlihat seperti tampak ketakutan.


" Ya Allah ampunilah dosa kami semua yang sudah musyrik dan menduakanmu dengan setan yang terkutuk!" doa ayahnya Nadya berusaha untuk tegar dan kuat.


Dengan sekuat tenaga ayahnya Nadia berusaha untuk mengeluarkan istrinya dari ruangan rahasia itu.


" Ya Allah tolonglah hambaMu untuk bisa segera mengangkat istri hamba dan mengeluarkannya dari ruangan terkutuk ini!" ayahnya Nadia berusaha terus sampai akhirnya berhasil bisa mengangkat tubuh istrinya ke atas kamarnya.


Perasaan merinding yang ada di dalam tubuhnya dia lawan dan dia tepis dengan terus berdzikir dan membacakan ayat-ayat pendek yang dihafal.


Setelah berhasil membawa istrinya ayahnya Nadia langsung menutup rapat ruangan tadi.


Setelah istrinya berhasil diangkat dan sekarang sudah terbaring di lantai. Ayahnya Nadia kemudian memanggil tukang kebun yang bekerja di rumahnya. Untuk membantu dia mengangkat jenazah istrinya ke ruang tamu. Agar mudah ketika mengurus jenazahnya untuk dimakamkan.


" Mang sini bantu saya dulu!" Panggil ayahnya Nadia kepada laki-laki yang seumuran dengannya tetapi tampak masih sehat karena dia selalu rajin bekerja dan juga selalu berolahraga setiap hari.

__ADS_1


" Bi tolong gelar tikar di ruang tamu dan juga sebuah kasur lantai dan bantal. Tolong disiapkan di sini ya?" ucap ayahnya Nadia memberikan perintah kepada pembantu yang bekerja di rumahnya.


" Memangnya untuk apa Tuan?" tanya si bibi penasaran kepada ayahnya Nadia.


" Nyonya telah meninggal Bi dan sekarang saya akan membawa jenazahnya ke sini. Agar mudah diurus ketika akan dimakamkan!" ucap ayahnya Nadia dengan suara parau karena kesedihan yang luar biasa.


Belum lama Nadia meninggal dan Sekarang istrinya sungguh saat ini hatinya benar-benar sangat sedih dan juga terluka.


" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun! Kenapa Nyonya bisa meninggal Tuan? Padahal kemarin Nyonya baik-baik saja!" ucap pembantu tersebut merasa terkejut dengan berita yang disampaikan oleh majikannya.


" Sudah Bi cepat siapkan karena saya akan segera membawa jenazah Nyonya ke sini bersama dengan Mang Ipin!" ucap ayahnya Nadia sambil meminta kepada Mang Ipin untuk mengikutinya.


" Ayo Mang ikut denganku kita angkat jenazah istriku ke ruang tamu!" ayahnya Nadia mengajak Mang Ipin untuk mengangkat tubuh istrinya yang sudah mulai membusuk.


Mang Ipin sampai hampir muntah dibuatnya ketika melihat kondisi jenazah ibunya Nadia yang mengeluarkan darah segar di semua lubang yang ada di wajahnya.


" Tolong tahan sebentar ya mang!" ucap ayahnya Nadia agar Mang Ipin tidak kabur dan mau membantunya.


Dengan menahan nafas dan berusaha untuk tidak melihat kondisi jenazah. Mang Ipin akhirnya membantu ayahnya Nadia untuk mengangkat jenazah ibunya Nadia.


" Ya Allah Ya Robbi apa yang terjadi dengan nyonya?" ucap Si Bibi ketika dia melihat kondisi jenazah majikannya yang sangat mengerikan.


Ayahnya Nadia yang baru melihat secara terang keadaan istrinya pun merasa sangat sedih. Tadi ketika di dalam ruangan rahasia tidak terlihat dengan jelas bagaimana keadaan jenazah istrinya. Karena memang keadaan yang remang-remang dan juga gelap. Setelah berada di ruangan terbuka dan juga terang benderang baru terlihat kondisi istrinya yang sangat mengerikan.


" Astaghfirullahaladzim! Ya Allah! Ya Robbi! Tolong kau ampunkan dosa kami semua yang telah menyekutukan namamu!" ucap ayahnya Nadia sambil bersujud ke arah kiblat dan melafalkan istighfar sebanyak-banyaknya di dalam hati dan juga di dalam lisannya.


" Tolong saya Mang Ipin untuk segera mengumumkan kepada warga sekitar mengenai kematian istri saya!" ucap ayahnya Nadia meminta tolong kepada tukang kebunnya untuk menolongnya mengumumkan kepada warga sekitar mengenai kematian istrinya yang mendadak.


Ayahnya Nadia sendiri bingung apa yang telah dilakukan oleh istrinya. Sehingga mengakibatkan dia sampai meninggal secara mengenaskan seperti itu.

__ADS_1


' Apa sebenarnya yang dilakukan oleh istriku di ruangan rahasia itu? Kenapa dia sampai mengalami hal seperti ini?' batin ayahnya Nadia sambil menatap jenazah istrinya yang sampai saat ini masih melotot matanya seperti ketakutan.


Setelah diberikan pengumuman di masjid dan mushola sekitar rumah. Para tetangga pun datang untuk bertakziah tidak terkecuali keluarga Dipta dan juga Kyai Ali dan istrinya.


__ADS_2