
Setelah selesai memasak, Dinda kemudian meminta kepada suaminya untuk sarapan bersamanya.
" Ayo Mas kita sarapan dulu!" ucap Dinda memanggil suaminya yang tadi dia perintah untuk nonton TV karena mengganggunya sedang memasak.
Raffi kemudian mendekati sang istri dan merasa terpesona ketika dia melihat masakan istrinya yang ternyata memasak makanan kesukaannya.
" Kamu tahu dari mana semua masakan ini?" tanya Rafi heran sambil menduduki kursi yang berada di depan Dinda.
" Umi yang mengajarkanku untuk memasak seperti ini. Semua makanan kesukaanmu!" ucap Dinda sambil tersenyum kepada suaminya.
" Umi memang adalah ibu terbaik! Kamu beruntung sayang, karena memiliki mertua seperti Ibuku!!" ucap Raffi sambil tersenyum kepada Dinda yang seketika langsung merona pipinya ketika Raffi kembali menyebutnya sayang di pagi hari ini.
" Kenapa pipimu merona? Kau sangat mengemaskan!" ucap Raffi sambil mengelus pipi istrinya yang tampak menundukkan kepalanya.
" Tidak apa-apa aku hanya merasa terkejut ketika kau memanggilku sayang!" ucap Dinda tersenyum kepada suaminya.
Tampak Raffi yang tersipu mendengarkan perkataan dari istrinya.
" Apakah terdengar sangat lucu ketika aku mengatakannya?" tanyanya sambil menatap Dinda yang langsung menggelengkan kepalanya.
" Tidak! Kata-kata itu sangat manis!" ucap Dinda.
" Ayo kita makan. Setelah itu kita menemui kedua orang tuaku karena aku ingin sekali berdiskusi tentang tawaran pekerjaan itu!" ucap Raffi yang akhirnya memutuskan untuk fokus menghabiskan sarapannya. Karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kedua orang tuanya dan berdiskusi tentang tawaran pekerjaan dari KBRI yang ada di Mesir.
Setelah selesai makan mereka pun kemudian keluar dari kediaman mereka dan menuju kediaman utama yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah mereka.
" Kenapa di kediaman Abi dan Umi terlihat ramai Mas? Banyak para santri yang berkerumun di sana!" ucap Dinda merasa khawatir.
Raffi kemudian mempercepat langkahnya karena dia pun merasa tidak enak hatinya saat ini.
" Ada apa? Kenapa kalian berkerumun di kediaman Abi dan Umi?" tanya Raffi kepada salah seorang santri yang melintas di hadapannya.
__ADS_1
" Itu ada seorang perempuan yang mengaku sebagai istri dari Gus Raffi dan sekarang sedang diintrogasi oleh Abah Kyai dan juga bu nyai!" ucap santri itu sambil tertunduk di hadapan Raffi.
Mendengar keterangan santri itu, Raffi kemudian melirik ke arah Dinda yang tampak terkejut. Terlihat Raffi mengerutkan keningnya merasa heran dengan keterangan tersebut.
" Ayo Mas kita segera ke sana. Aku penasaran sekali Siapa yang sudah mengaku-ngaku sebagai istrimu!" ucap Dinda mempercepat langkahnya.
Melihat kedatangan Raffi dan Dinda santri-santri yang tadi sempat beramai di kediaman kyainya mereka memberikan jalan untuk Raffi bisa lewat dan bertemu dengan kedua orang tuanya.
" Elena Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Raffi kepada Elena yang terlihat tersenyum kepadanya ketika melihat kedatangannya.
" Akhirnya kau datang juga dari tadi aku menunggumu!" ucap Elena langsung menarik tangan Raffi dan duduk di hadapan kedua orang tuanya.
" Katakanlah kepada mereka kalau kita berdua sudah menikah!" perintah Elena kepada Raffi yang tampak bingung.
" Apa maksud perkataanmu?" tanya Raffi.
Elena kemudian berdiri dan berkacak pinggang di hadapan Raffi.
Raffi kemudian berdiri di hadapan Elena dan menatapnya dengan lekat.
" Berhentilah bersikap seperti ini Elena! Kau benar-benar sudah mengganggu privasi dan juga kehidupanku Elena!" ucap rapi dengan kesal sambil menatap Dinda yang terlihat bingung dan berusaha untuk tegar.
" Aku tidak pernah menikahi Elena kau harus percaya itu!"ucap Raffi sambil mendekati Dinda yang terlihat menggelengkan kepalanya.
" Apa buktinya kalau kalian menikah?" tanya Dinda kepada Elena dengan suara yang bergetar.
Elena kemudian mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah video kepada Dinda di mana terlihat seorang laki-laki sedang mengucapkan ijab qobul.
Akan tetapi wajah lelaki itu tidak terlalu jelas. Karena di rekam dari arah belakang hanya terlihat wajah Elena yang terekam jelas.
" Apa ini?" tanya Dinda merasa heran.
__ADS_1
" Itu adalah bukti pernikahanku dengan mas Raffi. Sebaiknya kamu segera Ceraikan suamiku karena aku adalah istri sahnya!" ucap Elena dengan jumawa.
" Jangan Gila kamu Elena! Aku tidak pernah merasa pernah menikah denganmu! Kau Coba dengarkan aku Dinda. Istriku di dunia ini hanya kamu seorang dan semua orang di sini beserta kedua orang tuaku mengetahui bahwa hanya kaulah istriku. Aku tidak pernah menikahi Elena di manapun!" ucap Raffi berusaha meyakinkan Dinda yang seperti terpengaruh dengan perkataan Elena.
" Sudahlah kita lupakan saja masalah ini!" Dinda langsung meninggalkan Raffi begitu saja sehingga membuat Elena merasa sangat bahagia karena rencananya berhasil.
" Aku tidak mengerti Ada apa dengan isi kepalamu! Kenapa kau selalu saja mengganggu kehidupanku?" ucap Raffi sambil meninggalkan kediaman orang tuanya dan pergi mencari Dinda.
Sementara itu kedua orang tua Raffi yang sejak tadi hanya menjadi penonton saja sekarang tampak mendekati Elena.
" Duduklah dengan tenang Elena dan coba kau terangkanlah semuanya kepada kami berdua!" ucap ibunya Raffi sambil menatap tajam kepada Elena.
Dengan penuh percaya diri Elena pun duduk di hadapan kedua orang tuanya rasis yang mulai serius mengintrogasi dirinya.
" Tolong jujur kepadaku. Siapa laki-laki yang ada di dalam video itu? Karena saya sangat mengenal suara Putraku dari bentuk tubuhnya pun ketahuan bahwa itu bukanlah Putraku!" ucap Kyai Ali menatap tajam Elena yang mulai gelisah.
" Itu benar-benar Raffi. Aku tidak berbohong!" ucap Elena tetap bersikeras.
Terlihat ibunya Raffi menggelengkan kepalanya. Wanita paruh baya itu tampak merasa heran karena datang fitnah macam ini kepada putranya. Setelah dia melihat kehidupan putranya yang mulai stabil dan mau menerima pernikahannya bersama Dinda.
" Percayalah kami akan mengusut masalah ini dengan jelas kalau sampai terbukti bahwa kau berbohong maka kami akan memastikan untuk melaporkanmu atas tindakan tidak menyenangkan dan juga fitnah terhadap putraku!" ucap ibunya Raffi dengan tegas.
Mendengarkan perkataan ibunya Raffi tampak Elena gelisah dan seperti ingin pergi dari tempat itu.
" Saya lupa kalau saya ada janji dengan ayahku permisi dulu!" tapi gerak langkah Elena langsung terhenti karena sampai wanita sudah mencekal kedua tangannya.
" Tolong jelaskan dulu kepada kami tentang laki-laki yang ada di dalam video itu setelah itu saya akan membiarkanmu untuk keluar dari Pondok Pesantren ini secara baik-baik." ucap ibunya Raffi sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
" Aku benar-benar harus segera pergi karena hari ini Ayahku akan kembali ke Mesir!" ucap Elena mulai gugup dan tampak ketakutan.
" Cepat katakan padaku! Siapa laki-laki yang ada di dalam video itu? Karena saya bisa meyakini 100% bahwa laki-laki itu bukanlah Putraku!"ucap Kyai Ali dengan penuh keyakinan.
__ADS_1