Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
189. Salah Tingkah


__ADS_3

Bima tertawa melihat tingkah Zidan yang salah tingkah ketika dia mengatakan bahwa dirinya cemburu ketika mendengarkan Marcella memuji ketampanan dokter Rehan.


" Ayo kita makan! Kapan selesainya kita makan kalau ngobrol terus? Bukankah Marcella juga harus segera ke sekolahnya karena mau ada les tambahan?" tanya Zidane sambil melirik ke arah Marcella.


" Baiklah saya rasa yang di katakan oleh Zidane ada benarnya juga!" ucap Sheilla.


Mereka pun kemudian fokus untuk makan dan setelah selesai, mereka pun berpisah di tempat itu.


" Biar Marcella kami saja yang mengantarkan ke sekolah. Sekalian untuk membuat Zidane bisa dekat dengan calon istrinya!" ucap Bima meminta kepada Dipta agar putrinya ikut dengan mobilnya saat pulang.


" Terserah kepada Marcella ingin ikut di mana. Karena kami pun ingin pergi menonton setelah ini!" ucap Dipta sambil melirik kepada Kinan.


" Wah! Sepertinya itu bagus mah! Bagaimana kalau kita juga ikut menonton bersama mereka berdua. Biarkan mobil dibawa oleh Zidane. Untuk mengantarkan calon istrinya ke sekolah!" ucap Bima dengan sumringah mendengarkan ide Dipta.


" Wah tampaknya menyenangkan juga kita jadi seperti kembali ke masa lalu! Sewaktu kita masih muda bukankah kita juga sering melakukan double date sewaktu belum ada anak-anak menyertai rumah tangga kita?" tanya Sheilla sambil mengulas senyum kepada semua orang.


" Tidak masalah sih. Kalau kalian ikut bersama kami. Zidane apakah kau bersedia mengantarkan Marcella ke sekolahannya?" tanya Dipta kepada calon menantunya yang sejak tadi hanya diam saja menatap kepada Marcella yang salah tingkah.


" Tidak apa-apa sih. Zidane bisa sambil menunggu Marcella sampai selesai les!" ucap Zidan melirik sekilas kepada Marcella yang sejak tadi hanya diam saja.


' Pasti dia sedang memikirkan tentang Raffi laki-laki yang sudah mencuri hatinya dari pandangan pertama!' batin Zidane Merasa tidak senang ketika dia melihat Marcella yang terus melamun.


Setelah kedua orang tua mereka meninggalkan restoran kini hanya tinggal Zidane dan juga Marcella yang tersisa.


" Nih ambil uang untuk kau pergi menggunakan taksi. Karena aku ada Janji temu dengan wanita yang kucintai!" ucap Zidane sambil memberikan uang Rp300.000 kepada Marcella.


" Eh Bung! Apa kau melihat wajahku ini seperti orang yang kekurangan uang sehingga membutuhkan sedekahmu?" ucap Marcella merasa tersinggung dengan Zidane yang berperilaku seenaknya saja.

__ADS_1


" Dasar manusia munafik! Ketika di depan orang tuanya. Dia mengatakan akan menungguku sampai selesai les. Tapi ternyata dia hanya pura-pura karena ingin menemui kekasihnya! Cih! Dasar kodok burik!" ucap Marcella sambil menaiki taksi yang dihentikan dan memintanya untuk mengantarkan dirinya ke sekolahannya.


" Dasar anak kecil kurang ajar. Sungguh berani sekali dia mengatakan aku manusia munafik!" sungut Zidane merasa kesal dengan Marcella.


Setelah Marcella pergi meninggalkannya. Zidan pun kemudian langsung pergi untuk menemui seseorang.


Seorang wanita yang pernah hinggap di hatinya ketika dia kuliah di Amerika.


" Apakah dia masih mengingatku?" tanya Zidane dengan jantung yang berdebar-debar ketika dia hendak menemui Alexa di apartemennya. Wanita yang dia sukai sewaktu di Amerika. Tetapi dia tidak berani mengakui perasaannya karena dia selalu diganti-ganti oleh kedua orang tuanya tentang perjodohan nya dengan Marcella yang sudah di jalan sejak dia masih kecil.


" Gara-gara Papa! Aku jadi grogi begini. Tidak berani menemui wanita yang aku sukai!" ucap Zidane ketika dia berdiri di depan pintu apartemen milik Alexa.


Zidane kemudian membunyikan bel yang ada di dalam apartemen itu.


Tidak lama kemudian. Ada seseorang yang membukakan pintu dan Zidane mengurutkan keningnya. Ketika dia mendapatkan seorang laki-laki yang hanya menggunakan handuk berhadapan dengannya.


" Maaf anda mencari siapa?" tanya laki-laki itu Melambaikan tangannya di hadapan Zidane yang saat ini sedang melamun.


" Maafkan saya sebelumnya. Anda siapanya Alexa?" tante Zidane terbaik-bata.


" Saya adalah tunangan Alexa. Kalau anda siapa?" tanya pria itu.


" Siapa yang datang sayang?" tanya Alexa sambil menatap kepada Zidane yang saat ini sedang berdiri terpaku menatap keduanya.


" Hei Zidane! Ya Allah, lama kita tidak bertemu ya? Apa kabarmu?" sapa Alexa sambil tersenyum ke arah Zidane yang saat ini sedang gemetar tubuhnya.


' Saat ini Alexa hanya menggunakan kimononya dan laki-laki itu hanya menggunakan handuknya saja. Apakah hubungannya dengan laki-laki yang ada di hadapanku sudah sejauh ini? Padahal posisi mereka masih sebagai tunangan!' batin Zidane merasa terhiris ketika dia memikirkan tentang sesuatu yang terjadi di antara Alexa dan tunangannya.

__ADS_1


" Ayo masuk Zidane! Mari aku perkenalkan kau kepada tunanganku!" ucap Alexa sambil tersenyum bahagia.


Zidane pun kemudian masuk ke dalam apartemen dan melihat ke sekelilingnya yang nampak berantakan. Tampak seperti habis kena tsunami.


'Apakah mereka seganas itu saat bercinta? Lihatlah keadaan apartemen ini, begitu kacau seperti habis kena tsunami 8 SR.' batin Zidan dengan hati yang menangis dan terhiris.


" Sebentar ya aku bereskan dulu semua kekacauan ini. Kau silahkan duduk dan mengobrollah dulu dengan tunanganku!" ucap Alexa yang kemudian langsung bergegas membereskan semua kekacauan yang ada di apartemennya gara-gara aktifitas panas yang baru saja selesai di lakukan olehnya bersama dengan Mario.


" Perkenalkan namaku Mario. Aku adalah tunangan dari Alexa satu minggu lagi kami akan menikah!" ucap Mario sambil mengulas senyum kepada Zidane yang saat ini sedang pucat pasti wajahnya ketika mendengarkan berita yang begitu mendadak baginya.


" Namaku Zidane. Aku adalah adik kelas dari Alexa ketika kami sama-sama kuliah di Amerika!" ucap Zidane dengan suara bergetar.


" Sayang kenapa selama ini kau tidak pernah menceritakan tentang adik kelasmu yang begini tampan seperti dia?" tanya Mario sambil melirik kepada Alexa yang masih sibuk membereskan apartemennya.


" Kau tidak pernah bertanya. Kenapa aku harus menceritakannya padamu?" tanya Alexa sambil menatap kepada Mario sejenak sebelum akhirnya dia melanjutkan kembali pekerjaannya untuk membereskan apartemen itu.


" Apakah kau sudah makan Zidane? Aku akan memasak untuk makan siang kami!" ucap Alexa. Setelah dia menyelesaikan semua pekerjaannya untuk membereskan apartemen miliknya.


" Tadi sebelum ke mari aku sudah makan siang bersama dengan keluargaku. Kebetulan hari ini aku baru kembali dari Amerika. Aku ingat kalau aku memiliki seorang kakak kelas yang begitu baik padaku ketika aku belajar di Amerika. Oleh karena itu aku datang kemari untuk menyapamu!" ucap Zidan sambil tersenyum kecut kepada Alexa yang saat ini sedang menatapnya dengan lekat.


" Terima kasih karena kau masih memiliki waktu untuk mengingatku. Teman yang sudah sangat lama tidak pernah berkomunikasi denganmu. Oh ya. Bagaimana dengan rencana pernikahanmu dengan calon istrimu yang sejak kecil sudah dijodohkan denganmu oleh kedua orang tuamu?" tanya Alexa sambil duduk di samping Mario.


" Rencana pernikahan kami masih lama. Calon istriku masih duduk di bangku kelas 2 SMA tidak mungkin kan kalau aku melamar dia sekarang?" tanya Zidane sambil menatap kepada Alexa yang saat ini sedang memeluk Mario di hadapannya seperti tidak merasa bersalah apapun kepadanya.


Alexa dan Zidane memang bukanlah pasangan resmi. Akan tetapi hampir semua orang di kampus mereka sudah mengetahui bahwa mereka memiliki perasaan terhadap satu sama lainnya.


Zidane mengalami kesulitan untuk menelan salib anda sendiri melihat kemesraan yang begitu kentara antara Mario dan Alexa.

__ADS_1


" Baiklah aku akan pergi dulu!" ucap Zidane sambil bangkit dari duduknya dengan gontai.


Perasaan Zidan saat ini sedang tercabik-cabik dan merasakan patah hati yang luar biasa. Setelah dia melihat kemesraan antara Alexa dan Mario di hadapannya.


__ADS_2