Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
197. Dia Salah


__ADS_3

Alexa merasa senang mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Marcella tentang pernikahannya bersama dengan Zidane.


" Apakah yang kau katakan benar? Bahwa pernikahan kalian hanyalah sebuah status karena kemarahan Zidane kepada saya?" tanya Alexa dengan senyum yang mengembang.


" Dia salah! Karena aku benar-benar mencintainya. Oleh karena itu aku meminta dia untuk mempercepat pernikahan kami!" ucap Zidane sambil menatap kepada Alexa yang saat ini sedang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


" Apa maksudmu?" tanya Alexa dengan suara gemetar.


" Yah aku mencintainya. Sejak pertama kali bertemu dengan dia. Sejak kami masih kecil dan perasaan itu semakin tumbuh subur setelah kami bertemu lagi di usia dewasa!" ucap Zidane sambil menatap wajah Marcella yang sedang kebingungan.


" Apakah kau sedang salah makan atau salah minum obat?" tanya Marcella sambil menatap tajam ke arah Zidane yang sekarang sedang mendekatinya.


Zidane memeluk pinggang Marcella menampakan kemesraan di hadapan Alexa yang seketika langsung berkaca-kaca matanya.


" Ayo kita pulang Sayang! Karena urusan kita di sini sudah selesai. Kau harus beristirahat karena pernikahan kita dua hari lagi!" ucap Zidane berbisik di telinga Marcella.


Alexa terus menatap mereka berdua dengan mata nyalang seakan tidak percaya dengan kemesraan yang ditunjukkan oleh Zidane kepada Marcella di hadapannya.


" Apakah sudah selesai Sayang? Ayo cepat kita kembali karena aku ada rapat meeting mendadak di kantor!" tiba-tiba Mario sudah berada di antara mereka bertiga.


Alexa yang terkejut melihat tunangannya hadir di antara mereka bertiga. Dia dengan tergesa-gesa langsung menghapus air matanya yang tadi mengalir tanpa permisi.


" Aku sudah selesai ayo kita pulang!" ucap Alexa berusaha tersenyum kepada tunangannya agar Mario tidak curiga dengan perasaannya saat ini terhadap Zidane.

__ADS_1


" Baiklah kami berdua pulang dulu. Insya Allah nanti kalau tidak ada kesibukan,kami akan datang ke pernikahan kalian berdua!" ucap Mario sambil tersenyum ke arah Zidane yang menatapnya dengan datar.


Setelah kepergian Alexa dan Mario dari butik Zidan langsung menarik dirinya dari Marcella.


" Ckckck! Dasar pria pengecut!" maki Marcella merasa kesal dengan kelakuan Zidane yang membuatnya bingung 7 keliling.


' Ya ampun jadi kemesraannya itu hanya karena ada Alexa? Apa dia benar-benar mencintai perempuan itu? Sehingga Zidane sampai melakukan segala hal hanya untuk menyakitinya?' batin Marcella sambil meninggalkan Zidane dalam kesendirian.


" Aku serius kalau aku memang mencintaimu. Apa yang aku lakukan tadi tidak ada hubungannya dengan Alexa!" ucap Zidane.


" Aku tidak peduli kau serius atau tidak. Tapi yang jelas pernikahan kita berdua memang hanya karena status yang kau butuhkan demi menyakiti Alexa. Kau harus mengingatnya!" ucap Marcella kemudian dia langsung meninggalkan Zidane dan pergi menuju mobil mereka.


Zidane mengikuti Marcella dan pergi dari butik untuk segera kembali ke kediaman Dipta Untuk mengantarkan Marcella ke rumah kedua orang tuanya.


Dipta mengurutkan keningnya ketika dia melihat Marcella pulang seorang diri tanpa Zidane bersamanya.


" Mana Zidane? Bukankah tadi kalian berdua berangkat bersama ke butik? Lalu mana pakaian pengantinnya?" tanya Dipta merasa penasaran.


" Mereka masih membutuhkan waktu untuk merevisi pakaiannya. Besok baru diantarkan kemari oleh mereka!" ucap Marcella menjelaskan kepada ayahnya.


" Lalu mana Zidane? Kenapa dia tidak pulang bersamamu?" tanya Kinan.


" Ya pulang ke rumah orang tuanya dong Mah. Kan kami belum menikah. Masa saya mau tinggal serumah sama dia? Mama sama Papa nih ada-ada saja!" ucap Marcella sambil berlalu dari hadapan kedua orang tuanya.

__ADS_1


" Mama curiga deh terjadi sesuatu dengan mereka. Papa lihat tidak? Raut wajah Marcella tadi?" tanya Kinan kepada suaminya.


" Sudahlah biarkan saja. Mereka berdua itu sudah dewasa kita orang tua tidak usah ikut campur urusan mereka yang penting pernikahan besok berjalan dengan lancar!" ucap Dipta yang sedang sibuk menyortir undangan-undangan agar lebih mudah mengirimkannya.


" Mama bukannya mau ikut campur Pah! Mama cuma penasaran saja. Ada masalah apa dengan mereka berdua sampai Putri kita seperti tidak senang wajahnya?" tanya Kinan sambil mendekati suaminya.


" Mama sudah mengurus catering untuk pernikahan atau belum? Jangan sampai nanti semuanya kacau! Ingat loh pernikahan 2 hari lagi. Kita nggak punya waktu untuk memikirkan hal-hal yang tidak berguna semacam itu!" ucap Dipta sengit karena istrinya kepo dengan urusan Putri mereka.


" Papah tenang saja. Mama sudah menyerahkan semuanya ke WO yang profesional. Mama sampai membayar mahal untuk pekerjaan mereka. Jadi mama bisa bersantai deh!" ucap Kinan dengan senyum mengembang di wajahnya.


" Jangan asal menyerahkan pekerjaan kepada WO! Mama tetap harus mengawasi semuanya agar berjalan sesuai dengan keinginan kita. Jangan sampai nanti membuat nama keluarga kita tercemar gara-gara masalah sepele!" ucap Dipta mengingatkan istrinya untuk tetap waspada dalam menghadapi semua persiapan pernikahan putrinya bersama dengan Zidane.


" Udah Pah. Ayo kita istirahat besok lagi ini sudah jam 12.00 malam Papa tidak lelah setelah bekerja seharian di kantor? Sekarang masih sibuk ngurusin persiapan pernikahan Marcella dan Zidane!" ucap Kinan kepada Dipta.


" Besok kita datang ke pondok pesantren untuk bertemu dengan Kyai Ali untuk memintanya menjadi wakil dari keluarga kita pada saat acara penyambutan mempelai wanita! Kita sudah bertemu dengan Raffi bukan? Sekarang dia sudah dewasa. Seandainya saja kita punya putri yang lain, akan Mama jodohkan dengan Raffi!" ucap Kinan yang terpesona dengan seorang Rafiqul A'la ketika bertemu dengannya di restoran.


" Raffi itu seorang laki-laki yang sholeh dan juga lulusan Mesir. Pasti sangat beruntung menjadi istrinya!" ucap Dipta.


Dipta ingat dirinya dulu sangat menyayangi Raffi ketika Raffi masih kecil dan pernah tinggal bersamanya.


" Raffi itu sejak kecil memang anak yang baik dan juga lucu dan tampan dan menggemaskan. Sekarang sudah menjadi seorang laki-laki dewasa yang begitu mempesona. Papa lihat sendiri kan, waktu kemarin? Anak dari Dokter Bagas dan Riyanti begitu lengket dengannya!" ucap Kinan menceritakan kembali kejadian yang berada di restoran kemarin.


" Wajarlah namanya seorang laki-laki yang baik dan sholeh. Pasti akan ada banyak perempuan yang menyukainya. Apalagi dia nanti akan menggantikan Pak Kyai Ali untuk memimpin pondok pesantren dengan jumlah santri ribuan orang! Papa yakin sudah panjang list para anak gadis yang sangat menginginkan Raffi untuk menjadi suaminya!" ucap Dipta tersenyum kepada istrinya.

__ADS_1


" Papa sih dulu pakai ngotot ingin sekali menjodohkan Putri kita dengan anaknya Bima. Padahal mama lebih condong untuk Marcella bersama dengan Raffi dan tampaknya Marcella pun tertarik kepadanya!" ucap Kinan sambil menatap kepada Dipta.


__ADS_2