Lurah Pondokku Calon Suamiku

Lurah Pondokku Calon Suamiku
234.Keinginan Shello


__ADS_3

Keesokan harinya Shello menghadap Dipta. dia ingin mendiskusikan masalahnya kepada sang ayah.


" Ada masalah apa Shello? Ini masih pagi, tetapi wajahmu sudah tampak begitu serius!" tanya Dipta kepada putranya.


Insya Allah mendekati ayahnya yang tampaknya masih sibuk dengan pekerjaannya.


" Pah Shello ada sesuatu yang sangat penting yang ingin dibicarakan dengan papa. Apakah Papa bisa memberikan waktu papa sedikit untukku?" tanya Shello cemas.


Dipta yang melihat raut wajah Shello tampak begitu serius, dia pun kemudian mendekati putranya yang sekarang duduk di sofa yang ada di kantornya.


" Ada masalah apa Nak? Kenapa kau tampak begitu tertekan?" tanya Dipta sambil menatap putranya yang masih menundukkan kepala.


Tampak Shelo yang sedang berpikir keras dan mengumpulkan keberaniannya untuk bisa menyampaikan apa yang ingin dia lakukan untuk masa depannya.


" Katakanlah apa yang kau butuhkan? Papa saat ini benar-benar sedang sibuk dengan pekerjaan!" ucap Dipta mendesak Shelo untuk segera bicara kepadanya.


Shello kesulitan menelan salivanya sendiri melihat ayahnya begitu antusias menunggu apa yang akan dia sampaikan.


" Begini Pah, Shello memiliki sebuah janji kepada seorang gadis di tempat Shelo melakukan KKN dulu, sekitar 1 tahun yang lalu," defta terus memperhatikan putranya yang tanpa kesulitan menyampaikan apa yang dia inginkan.


" Lalu?"


" Shello ingin meminta kepada Papa dan Mama untuk mempersiapkan kedatangan Insya Allah melamar Deniz!" ucap Shello dengan nada gemetar dan takut.


Dipta m tertawa mendengarkan perkataan putranya.


" Kau sudah berapa lama berhubungan dengannya?" tanya Dipta dengan senyum mengembang di bibirnya.


" Shelo tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Akan tetapi Shello pernah berjanji kalau Shelli akan datang untuk melamarnya dan dia bilang kalau dia akan menungguku!" ucap Shello menjelaskan semuanya kepada ayahnya.

__ADS_1


Dipta tambang berpikir keras untuk bisa mencerna apa yang disampaikan oleh Shello.


" Temuilah dulu Deniz untuk memastikan apakah dia masih single dan dia masih menunggumu atau tidak. Jangan sampai nanti keluarga kita datang ke kediamannya tetapi mendapatkan malu kalau ternyata dia sudah mempunyai suami!" ucap Dipta kepada Shello.


" Kalau misalkan Deniz masih single. Apakah Papa bersedia untuk mewakili Shello untuk melamarnya?" tanya Shello menatap ayahnya dengan wajah penuh pengharapan.


" Tentu saja janji seorang laki-laki harus ditepati. Apalagi itu adalah janjimu sebagai penerus keluarga kita. Akan tetapi kita harus mengetahui dulu kondisi dari wanita yang akan kau lamar itu. Jangan sampai nanti kita mempermalukan diri sendiri kalau ternyata dia sudah menikah. Seperti katamu Nak. Itu adalah janji satu tahun yang lalu dan tidak menutup kemungkinan kalau seorang wanita akan setia menunggu laki-laki yang belum jelas akan benar-benar datang kepadanya!" ucap Dipta menyampaikan analisisnya kepada Shello yang paham maksudnya.


Tidak lama kemudian terlihat Ibunya Shello datang ke dalam ruangan Dipta.


" Kalian sudah membicarakan apa? Kenapa tampak begitu serius?" tanyanya penasaran.


Dipta emudian menceritakan semua hal yang tadi dibicarakan oleh Shello ke padanya. Shello yang sekarang tertunduk karena merasa ketakutan kalau sang ibu akan marah kepadanya.


" Ya ampun Shelo sayangku! Kok bisa-bisanya Kau melupakan janjimu terhadap seorang perempuan selama satu tahun begitu?" tanya sang Ibu sambil menatap Shelo.


Desta hanya menjadi pendengar pembicaraan antara ibu dan anak yang berjalan begitu akrab dan juga intens.


" Bagaimana menurut Papah tentang niat Shello ini? Mengingat di keluarga kita saat ini pernikahan Marcella pun sedang di ujung tanduk. Entahlah Mama belum merasa percaya diri untuk kita melakukan pernikahan yang lain!" ucap sang Ibu menatap Shello.


" Apakah itu artinya mama tidak merestui rencanaku terhadap Deniz?" tanya Shello mencoba untuk mengkonfirmasi segalanya kepada ibunya.


Ibunya Shello langsung menggelengkan kepalanya. Karena dia tidak mau kalau sampai putranya mengalami salah paham terhadapnya.


" Bukan begitu sayang. Akan tetapi Mama berpikir kita akan menunda rencanamu itu sampai masalah Marcella dan Zidan selesai dulu. Agar kita bisa tenang dengan menyelesaikan masalah satu persatu!" ucap ibunya berusaha untuk memberikan pengertian kepada Shello yang seperti kecewa dengan keputusan ibunya.


" Sudahlah Shello kau besok datanglah dulu ke wanita itu. Sebisanya kau selidiki dulu. Apakah dia masih single ataukah sudah menikah. Dan kau juga harus memastikan apakah dia masih menunggumu untuk melamarnya?" tanya Dipta dengan wajah serius.


" Tapi Pah!" protes sang istri kepada suaminya.

__ADS_1


" Sudahlah Mah! Tolong agar mama diam saja biarkan papa yang akan bereskan masalah dengan gadis itu!" ucapnya.


***


Swmentara itu Deniz yang sekarang berada di desanya saat ini sedang berunding pula dengan kedua orang tuanya.


Sekitar 2 hari yang lalu ada seorang pemuda yang datang ke kediaman mereka untuk meminang Deniz sebagai istrinya.


" Sudah satu tahun lamanya kau menunggu Shello. Kalau dia memang berniat untuk melamarmu. Dia pasti sudah datang sejak dulu! Bagaimanapun Arman seorang pemuda yang baik dan papa yakin kalau kau akan bahagia bersamanya. Seorang perempuan lebih baik dicintai oleh suaminya daripada mencintainya." ucap ayahnya Deniz berusaha untuk membujuk putrinya agar mau menerima lamaran dari Arman putra dari sahabatnya ketika masih kecil dulu.


" Memangnya kenapa pah?" tanya Deniz.


" Ketika kau menikah dengan laki-laki yang mencintaimu, maka kau akan dimuliakan olehnya. Tetapi kalau kau menikah dengan laki-laki yang kau cintai, tetapi dia tidak pernah mencintaimu, maka kau hanya akan hidup dalam penderitaan karena berjuang sendirian itu sakit nak!" ucap ayahnya Deniz.


" Sekarang bilang sama Mama. Apakah kau mencintai Shello?" tanya ibunya Deniz.


Mendengar pertanyaan dari ibunya Deniz terdiam karena dia bingung untuk menjawabnya.


'' Aku tidak tahu apakah Shello mencintaiku atau tidak. Karena dulu dia tidak pernah mengatakannya." ucap Deniz dengan suara perlahan dan wajah yang semakin menunduk.


Ayahnya Deniz menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan pola pikir Deniz yang terlalu Naif dan polos baginya.


" Shello itu seorang laki-laki kota. Papa yakin kalau dia mempunyai banyak pacar di sana. Kau tidak bisa mempercayai kata-katanya. Jangan sampai nanti kau menjadi perawan tua dan melewatkan begitu banyak orang baik hanya untuk menanti laki-laki yang tidak jelas seperti dia!" ucap ibunya Deniz menasehati putrinya ya masih besok keras ingin menunggu Shello untuk datang melamarnya.


" Biarkan Deniz istikharah dulu mah jangan mengambil keputusan sembarangan!" ucap Deniz pada akhirnya kemudian dia pun pergi meninggalkan kedua orang tuanya di ruang tamu.


Deniz tampak sedang merenung kan semua yang dikatakan oleh kedua orang tuanya.


Apakah Shello akan datang untuk melamar Deniz?

__ADS_1


__ADS_2