
Kediaman Keluarga Mahendra
Matahari sudah terbit, pancaran sinar melalui celah jendela kaca yang mewah itu membuat seorang gadis terbangun.
Perlahan dia membuka matanya, siapapun yang melihat momen ini tentu akan berdecak kagum. Gadis manis keturunan dayak indonesia dan india ini begitu sangat menawan. Bulu Matanya yang lentik terangkat, ia sdh membuka matanya.
"Ah aku d mna? " batin Aashna
Ya, namanya Aashna mukesh mahendra
"Oh iya, aku di delhi" batin Aashna
Air matanya menetes, Aashna masih sangat mengingat hal itu. Ketika beberapa orang berpakaian serba hitam mengelilinginya, lalu membungkuk sebagai tanda hormat, lalu mengatakan bahwa dia seorang putri pengusaha besar di india. lalu membawanya kesini.New delhi, ibukota india. Sejak saat itu kehidupannya berubah. Awalnya dia hanya gadis desa asal kalimantan yang hidup dengan sederhana dan bebas. Ya sangat bebas. Dan sekarang dia harus menghadapi kenyataan jika dia adalah keturunan konglomerat asal india. Identitas yang di beri ayahnya mengurung jiwa bebasnya. Aashna harus mengikuti segala perintah ayahnya. Menjadi putri yang baik dan tidak membantah.
"Aku ingin pulang " batin Aashna
Tok tok
"Nona muda, apakah anda sudah bangun? " suara lembut amithi, pelayan sekaligus teman yang menemani Aashna beberapa bulan ini, di dalam sangkar emasnya.
" sudah , masuklah"
"Tuan memanggilmu, nona"
"Baiklah, aku akan segera bersiap"
__ADS_1
"Biar saya bantu, nona"
"Tidak perlu, harus berapa kali ku bilang, aku bisa mandi sendiri! Dan ya. Berapa kali ku ingatkan . Panggil aku Aashna. Kita sekarang cuma berdua! Ah kau ini, menyebalkan saja "
"Maaf nona, tuan melarangku bersikap akrab denganmu"
"Ah DIA memang selalu membuatku kesal. Sampai sekarang aku masih tidak menyangka ternyata dia ayahku"
Amithi hanya diam, dia merasa tidak perlu menjawab keluh kesah nona muda yang sangat d sayanginya
"Pergilah"
Aashna bergegas membersihkan tubuhnya. Setelah mandi, Aashna memakai gaun sangat cantik, warna merah yng cerah dan terlihat seksi membaluti setiap lekuk tubuhnya.
"Kenapa ayah memanggilku di pagi hari seperti ini? Sepenting apa sesuatu yang akan d bicarakan ayah. Aku mempunyai firasat buruk. Oh Tuhan.. Bantu aku" batin Aashna
Lamunannya buyar ketika mendengar suara laki laki yng sudah di kenalnya itu.
"Iya ka akash, tunggu sebentar"
Aashna membuka pintu kamar, Akash menatapnya dgn tatapan kagum. Sejenak Aashna berpikir akash menatapnya seperti laki laki brandalan yang dlu ketika dia di kalimantan, ya tatapan karna lekuk tubuhnya bukan tatapan lembut yang biasanya dari sorotan mata akash.
"Ka akash? "
"Ah iya Aashna. Ayah memanggilmu. Kaka hanya ingin melihatmu sebelum kekantor. Ya sdh kaka berangkat dlu ya. Sdh ku minta amithi menyiapkan sarapanmu. Jaga dirimu "
__ADS_1
"Iya ka akash"
Akash berlalu pergi, lalu aashna mendatangi ayahnya. Aashna sangat penasaran apa yng akan d katakan laki laki dingin itu.
"Sial, ada apa denganku. Kenapa dia sangat cantik dan seksi. Ah akash ingatlah. Dia Adikmu! " batin Akash
Kediaman keluarga pratama
"Ibu! Ibu d mna!? " teriak angga
Putra tunggal keluarga pratama, pewaris seluruh kekayaan keluarga pratama yang hampir setengah negara india. Almarhum ayah angga asal indonesia. Bayu pratama. Merintis bisnis Kecilmya sejak usia 20 tahun, hingga sekarang menjadi kerajaan bisnis yang membuat keluarga pratama d kenal oleh penduduk india. 2 tahun lalu bayu meninggal karna kanker otak. Mungkin jika penanganan penyakit bayu lebih awal, dia akan selamat. Tapi sayangnya bayu dan keluarganya baru tau ketika sdh memasuki stadium akhir. Bayu tidak dapat terselamatkan lagi. Saat itu angga baru berusia 18 tahun. Masih sangat muda ketika dia harus Bekerja keras mempertahankan kerajaan bisnis ayahnya. Sebagai seorang laki laki yang sangat ambisius. Bagi Angga tak ada yang tak mungkin. Bahkan setelah 2 tahun perusahaannya mengalami perkembangan yang luar biasa dan memiliki beberapa cabang perusahaan di berbagai negara.
" ibu d sni sayang."
Angga mendatangi wanita satu satunya yang sangat di cintainya itu, yang sedang duduk di teras belakang rumah mewah keluarganya. Ibunya memang menyukai tempat ini, baginya sangat tenang ketika melihat pepohonan dan angin pagi d tempat ini.
"Ibu ingin bicara"
Lelaki Tampan itu membulatkan matanya, dia terkejut sekaligus takut. Sdh sangat lama sejak kepergian ayahnya, ibu tidak pernah berbicara dengan raut wajah seserius ini.
Angga sangat takut, jika dia tidak bisa menuruti titah wanita yng sangat d cintainya ini.
Selama ini, sejak meninggal ayah. Ibunya berusaha selalu tegar d depan angga. Meski angga tau, ibunya sangat rapuh. Jika angga kehilangan sosok ayah. Maka ibunya kehilangan sosok pemimpin, suami, dan teman hidup.
Angga menatap ibunya dengan tatapan lembut dan menghembuskan nafas beratnya. Bersiap mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir ibundanya. Orang yang sangat di cintainya. Baginya setiap permintaan ibunya adalah perintah.
__ADS_1
Bersambung