
"Sekretaris yang baru dilantik kemarin mengundurkan diri karena dia akan pindah sekolah."
Ujar Pak totok selaku pembina OSIS yang mana saat ini Digo dan seluruh anggota OSIS lainnya sudah berkumpul di ruang OSIS dan tentu saja ini adalah waktu istirahat.
Baik Digo dan yang lainnya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Pak Totok, meskipun mereka semua yang ada di ruang OSIS itu kaget mendengar apa yang diucapkan oleh Pak totok tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena itu adalah hak seorang siswa untuk pindah dari sekolahan ini.
"Lalu siapa yang akan menggantikan jadi sekretarisnya Pak, karena tugas sekretaris itu sangat lah banyak dan tentu saja di butuhkan."
Tanya Melly yang merupakan anggota OSIS, gadis itu tahu betapa pentingnya jabatan sebagai sekretaris yang mana tidak mungkin jika susunan pengurus OSIS itu tanpa sekretaris.
"Itu dia, kita tidak mungkin melakukan pemilihan lagi apalagi ini waktunya yang bertepatan dengan ujian semester dan juga waktunya yang mepet untuk merencanakan semua program-program yang harus dilakukan secepatnya, apa diantara kalian ada yang mau mencalonkan diri sebagai sekretaris? kalau ada langsung saja dilantik hari ini juga karena memang sudah tidak ada waktu lagi."
Semua yang ada di ruang OSIS itu terdiam yang nyatanya mereka tidak mau untuk dijabatkan sebagai sekretaris, karena mereka sendiri tahu meskipun itu hanya sekretaris tetapi tugasnya sangatlah banyak bahkan sekretaris itu bisa berada langsung dengan ketua yang mana selalu berkoordinasi di bawah ketua OSIS langsung.
Beberapa menit kemudian, semuanya terdiam hingga akhirnya Pak totok menoleh ke arah Digo yang mungkin Digo ada pandangan lain untuk dicalonkan sebagai sekretaris OSIS karena bagaimanapun Digo adalah ketua OSIS di sini yang pastinya senyaman Digo mau bekerjasama dengan siapa, Pak totok memberikan hak penuh kepada Digo tentu nya.
"Bagaimana Di, kamu punya pandangan apa tidak, siapa yang bakal kamu pilih jadi sekretaris? untuk kali ini bapak percaya sama kamu dan bapak juga memberikan hak penuh kepada kamu untuk menentukan siapa sekretaris kamu sendiri yang bisa membuat kamu nyaman dalam bekerja karena peran sekretaris itu sangat penting di sini dan pastinya akan selalu dekat sama kamu."
Seketika Digo mengembangkan senyumannya laki-laki itu yang dipikirkan saat ini adalah Aruna, bagaimana kalau Aruna ia nobatkan sebagai sekretarisnya yang mana ia akan selalu dekat dengan Aruna dan juga pastinya dengan begitu ia dapat mengambil hati Aruna sedikit demi sedikit.
"Bagaimana kalau Aruna, Pak."
__ADS_1
"Aruna?"
"Aruna?"
"Aruna?"
Semua mengucapkan nama Aruna yang mana semua yang ada di ruang ini pasti tahu betul siapa Aruna itu meskipun Aruna sangat cantik dan juga berpenampilan menarik tetapi Aruna juga sering bolos bahkan Aruna juga beberapa kali terlihat dihukum karena tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya.
Tetapi sepertinya mereka semua tidak berkeberatan bahkan ada yang tersenyum senang jika Aruna bergabung di dalam kepengurusan OSIS ini yang mana yang laki-laki pastinya bisa memandang wajah cantik Aruna dalam jarak yang dekat dan juga tidak perlu lagi untuk tebar pesona dengan Aruna, dengan Aruna menjadi sekretaris pastinya bisa setiap hari selalu dekat dengan gadis cantik itu.
"Aruna anak kelas 11 yang sukanya terlambat itu dan sering kamu hukum itu Di?"
"Iya Pak Aruna itu."
Teman-teman yang lainnya juga tidak membantah apa yang diucapkan oleh Digo meskipun Aruna memang sering bolos dan juga sering dihukum tetapi Aruna adalah gadis yang sangat baik dan juga ramah, tidak sombong dan pastinya juga berhak bergabung di sini, dan Aruna tidak akan berbuat macam-macam terlebih lagi tidak ada yang bisa di calonkan dari semuanya yang ada di sini semuanya benar-benar tidak mampu dan tidak sanggup untuk menjadi sekretaris.
"Coba katakan kenapa alasannya kamu memilih Aruna untuk menjadi sekretaris? jangan bilang kamu tertarik padanya karena dia cantik dan juga mempesona seperti yang teman-teman kamu pikirkan?"
Ya tidak dipungkiri Pak totok juga melihat kecantikan Aruna bahkan ia sering mendengar murid-muridnya yang laki-laki selalu mengagumi kecantikan dan keseksian tubuh Aruna namun sepertinya Pak totok ragu jika Digo memilih Aruna itu karena modal tampang yang cantik dan juga tubuh yang indah.
"Ya karena Aruna sering bolos dan juga sering dihukum Pak, saya memilih Aruna supaya dia tidak terlambat lagi masuk sekolah, kalau dia sudah jadi anggota OSIS, pasti nantinya ada tugas dan juga beban yang harus dipikul dan pastinya tidak mungkin seorang anggota OSIS itu bisa datang terlambat apalagi sengaja untuk dipermalukan di depan yang lainnya. Dan mungkin ini nanti akan membuat Aruna sedikit demi sedikit memperbaiki tingkah lakunya yang suka terlambat."
__ADS_1
Tetapi di samping itu juga saya juga ingin lebih dekat dengan Aruna karena saya mencintai Aruna dan tidak ingin Aruna dimiliki oleh laki-laki lain...
Kalimat terakhir hanya diucapkan Digo di dalam hati saja karena tidak mungkin jika Digo mengatakan langsung ini kepada Pak totok, bukan karena Digo gengsi atau bagaimana namun belum waktunya saja untuk Diego memprovikasikan rasa cintanya kepada Aruna.
Pak totok tersenyum dan mengangguk, beliau setuju dengan apa yang dikatakan oleh Digo dan memang melihat dari ekspresi Aruna yang mungkin memang Aruna itu sebenarnya bukan gadis yang sering terlambat namun jika Aruna menjadi pengurus OSIS pastinya semua sifat buruknya akan bisa diubah.
"Oke saya setuju dengan pilihan kamu Di, tetapi bagaimana dengan yang lainnya?"
Tanya Pak totok sekali lagi bertanya kepada semua pengurus OSIS yang ada di ruangan ini berharap jika semuanya juga setuju apalagi sudah diceritakan alasannya kenapa , Digo memilih Aruna sebagai sekretarisnya.
"Setuju.."
"Setuju..."
"Setuju.."
Ya semuanya kompak menyeruakan setuju dengan Aruna yang dipilih menjadi sekretaris, memang tidak ada paksaan di antara mereka tetapi kenyataannya seperti itu Aruna memang baik dan juga pantas jika dirinya mendampingi Digo saat ini.
"Baiklah jika semuanya sudah setuju tolong panggilkan Aruna untuk ke sini dan saat ini juga Aruna resmi kita tetapkan sebagai sekretaris dan tugas-tugasnya nanti bisa kamu beritahukan kepada Aruna Di apa saja yang harus Aruna lakukan, mungkin ini sedikit merepotkan kamu tetapi bapak percaya jika kamu bisa membimbing Aruna dan bisa meringankan semua beban-beban kamu nantinya."
Digo tersenyum penuh kemenangan, ini adalah langkah awal dirinya bisa dekat dengan Aruna dengan cara begini ia akan sering-sering bertemu dan juga bersama dengan gadis pujaannya yang mana Aruna tidak akan pernah memikirkan tentang Nathan bahkan tidak ada di dalam pikiran Aruna tentang Nathan sama sekali.
__ADS_1