
Digo yang kaget langsung saja menoleh ke arah Dimas ia tidak tahu jika Dimas dan kedua sahabat nya itu datang ke sini karena ia juga tidak menceritakan semuanya itu kepada Dimas yang lainnya, hanya Dino saja yang mengerti permasalahannya, lalu di mana Dino saat ini berada?
Bukannya menjawab ataupun merespon apa yang diucapkan oleh Dimas barusan tetapi mata Digo malah menisik ke segala arah, tentu saja ia melihat tidak adanya Dino di sini, sahabat baiknya yang sudah ia ceritakan bagaimana kisah cintanya dengan Aruna dan juga tentang cerita terakhir dengan Aruna tadi siang, pastinya bagaimana mungkin Dimas datang ke sini sementara Dino tidak.
"Lo nyari Dino atau Aruna? jangan pikirkan mereka, lebih baik Lo fokus saja dan jangan mengambil keputusan yang sama sekali lo tidak akan pernah mau ambil!"
Ucap Dimas kepada Digo, ia tidak ingin sahabatnya itu menyesal di kemudian hari karena dari sorot mata Digo masih mengisyarakan cinta yang begitu dalam untuk Aruna dan bodohnya Aruna yang tidak membalas cinta dari Digo dan menyia-nyiakan laki-laki sebaiknya Digo.
Dimas juga tahu apa yang dirasakan dan juga dicari oleh Digo malam ini pastinya kalau tidak Aruna yang Dino.
Digo sendiri hanya diam saja, ia bahkan menyorot tajam ke arah Dimas yang sepertinya memang sudah tahu tentang apa yang dilalui Digo seharian ini.
"Jangan menatap gue seperti ini, gue tahu semuanya dari Dino dan jangan salahkan Dino. Kita adalah sahabat meskipun gue kecewa lo hanya memberitahukan kepada Dino tetapi gue bisa maklumin bagaimana perasaan lo dan bagaimana hancurnya hati lo saat ini dan gue cuma minta lo berpikir ulang lagi, apa tindakan yang lo lakukan ini adalah benar? gue nggak mau lo menyesal di kemudian hari sebelum semuanya terlambat!!"
__ADS_1
Lagi lagi mendengar ucapan Dimas, Digo sendiri tidak menjawabnya, laki-laki itu memilih diam sembari menatap lurus ke depan, tentu saja sebentar lagi pertandingan antara dirinya dengan Nathan akan dimulai dan di sanalah penentu pernikahannya, apakah ia memang benar-benar harus merelakan Aruna untuk kakak kandungnya sendiri atau masih ingin berjuang, sementara Digo masih mengingat betul bagaimana keceriaan wajah Aruna saat menyebutkan nama Nathan.
Jika ditelisik lebih jauh lagi, apa kurangnya Digo? bukan hanya sekedar tampan dan juga kaya raya tetapi Digo benar-benar jatuh cinta dengan Aruna. Dari awal mereka bertemu, pas masuk sekolah itu .. Digo sebenarnya sudah ada rasa dengan Aruna, tetapi sayang sekali sebuah kesalahan membuat Aruna malah membenci Digo dan juga menganggap Digo itu sama dengan keempat sahabatnya, laki-laki yang brengseekk, yang suka gonta-ganti pacar. Terlebih lagi suka keluar masuk lubang yang berbeda, tentu saja dari itu semua Aruna tidak ingin berdekatan dengan Digo.
Tetapi bukan Digo menjelaskan segala sesuatunya, namun laki-laki itu malahan menggunakan caranya sendiri untuk lebih dekat dengan Aruna, terlebih lagi posisi Digo yang masuk kelas X adalah sebagai wakil ketua OSIS dan ia memanfaatkan posisinya itu untuk menghukum Aruna yang kebetulan sekali Aruna merupakan siswi yang sering terlambat sekolah dan pastinya itu dimanfaatkan Digo untuk menghukum Aruna hingga Aruna menjadi jengah sendiri lalu membenci Digo.
Terlebih lagi pas Digo dan Aruna sama-sama naik kelas XI, Aruna menganggap Digo yang bertambah sombongnya ketika Digo menjabat sebagai ketua OSIS, yang pastinya laki-laki itu juga beranggapan jika masih banyak cara untuk mendekati Aruna, mungkin cara Digo berbeda dengan laki-laki pada umumnya yang memilih PDKT dengan Aruna dan caranya itu salah, hingga akhirnya Digo sendiri memilih jalan pintas untuk memperkosa Aruna.
Lalu apa balasan yang diberikan oleh Aruna saat ini? Aruna malahan bermesra-mesraan dengan Nathan yang notabenya adalah kakak kandung Aruna sendiri di saat Digo sedang berjuang keras untuk memajukan perusahaan dan pastinya semuanya itu untuk Aruna dan keluarga kecilnya nanti, bahkan Aruna dengan terang-terangan menyatakan rasa nyamannya dan juga rasa sayang nya kepada Nathan.
Laki-laki mana yang tidak cemburu mendengar itu semua? suami mana yang akan rela jika istrinya menyebut nama laki-laki lain dengan ekspresi wajah yang begitu ceria dan merasakan nyaman serta sayang dengan laki-laki lain terlebih lagi laki-laki itu juga menaruh cinta yang begitu besar untuk Aruna.
Ya mungkin saja dengan Digo melepaskan cintanya dan berharap Aruna bisa berbahagia dengan laki-laki lain, ia akan bahagia walaupun sejatinya hatinya sedang hancur sehancur nya.
__ADS_1
Keempat laki-laki tampan itu kini masih dalam kondisi diam, bukan karena Dimas tidak ingin memberikan ceramah atau apapun juga tetapi membiarkan Digo untuk berpikir jauh ke depan, apa yang harus diputuskan nantinya. Apakah memang dengan pertandingan ini semua masalah akan selesai? atau tidak.
"Gue nggak tahu apa yang harus gue lakukan, tetapi jika lo jadi gue apa yang akan lo lakuin?"
Akhirnya setelah sekian lama bungkam, Digo membuka suaranya tetapi bukan jawaban dari apa yang diucapkan oleh Dimas melainkan Digo malahan melemparkan pertanyaan kepada Dimas yang intinya meminta Dimas untuk menjawab apa yang saat ini dirasakannya.
"Entah!! gue sendiri belum pernah merasakan seperti ini, lo tau sendiri gue dan yang lainnya belum menemukan seseorang yang benar-benar membuat kita jatuh cinta hingga sedalam-dalamnya, tetapi jika gue jadi lo .. gue nggak akan ambil keputusan ini secara mendadak, terlebih lagi Lo sendiri belum bertemu langsung dengan Aruna dan belum mengatakan yang sejujurnya dan juga Aruna belum menjelaskan tentang apa yang lo dengar, bisa-bisa lo salah dengar atau bagaimana."
"Bagaimana mungkin gue salah dengar .. di sana juga ada Dino dan Dino juga mendengar apa yang gue dengar dan tentu saja pendengaran kita sama. Jika gue budeeek.. tentu saja Dino juga budeeek, namun tidak mungkin itu terjadi!!"
Bukan sengaja untuk apa-apa tetapi entahlah pikiran Digo saat ini sedang semrawut, ia tidak bisa berpikir secara jernih dan jika waktu bisa berputar kembali, Digo tidak ingin buru-buru untuk kembali ke Indonesia dan memilih untuk berlama-lama lagi di Jepang dan menyelesaikan pekerjaan atau entahlah, supaya tidak mendengar ataupun melihat apapun yang terjadi dengan istrinya.
Tetapi sayang sekali, semua sudah terlambat. Digo yang sudah kangen dengan istrinya dan berusaha keras untuk menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin, lalu bertemu dengan istri yang sangat dicintainya, tetapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan.
__ADS_1