My Crazy Husband

My Crazy Husband
Satu Minggu Lagi


__ADS_3

Mendapatkan Aruna yang hanya diam saja, Digo setelah mengeluarkan kotak yang berisi cincin berlian itu langsung saja menarik tangan Aruna dengan sangat pelan, laki-laki itu dengan cepat memasukkan cincin dijari manis Aruna pertanda ia dan Aruna sudah bertunangan dan mereka akan menuju ke jenjang yang lebih tinggi lagi.


Aruna memejamkan matanya sejenak, manakala sebuah cincin berlian itu melingkar di jari manisnya, entahlah tidak ada pikiran sama sekali dari Aruna mengenai ini .. mengapa ia bisa bertunangan bahkan mungkin saja akan menikah dengan musuh bebuyutan nya, tetapi inilah hidup ... kadang apa yang diinginkan tidak sesuai dengan kenyataannya.


Aruna malam ini pasrah setelah ia membuka matanya, ia juga mengambil cincin berlian itu dan mau tidak mau memasangkan di jari manis Digo, tentunya di dalam hati Aruna tidak ada perasaan apapun untuk Digo saat ini tetapi tidak tahu jika nantinya ia akan mencintai Digo. Dan berharap keputusan nya adalah benar dan tepat.


Cup


Setelah Aruna memasangkan cincin manis di jarinya Digo, kemudian Digo mencium punggung tangan Aruna, ia di dalam hati berjanji akan berusaha membahagiakan Aruna dan juga akan membuat Aruna tersenyum serta mengobati semua luka yang sudah pernah ia torehkan kepada Aruna.


"Terima kasih sayank, I love you."


Aruna tidak membalas pernyataan cinta Digo, perempuan cantik itu malah memalingkan wajahnya.. sungguh ia tidak mampu untuk ditatap dengan ekspresi wajah seperti ini.


"Pertunangan sudah selesai berarti tinggal pernikahan saja dan sebaiknya pernikahan Digo dan  Aruna juga harus segera dilaksanakan segera, Papi tidak mau jika sampai nanti cucu Papi sudah tumbuh di rahim Aruna, tetapi kalian belum menikah." 


Ujar Papi Rendra yang sedari tadi kepikiran seperti itu, beliau tidak mau jika cucunya nanti menjadi anak haram karena kedua orang tuanya belum sah menikah seperti yang dikatakan oleh orang orang pada umumnya diluaran sana.


"Tentu saja Pi, besok pernikahan aku dengan Aruna akan dilangsungkan, aku juga tidak mau menundanya karena aku sudah yakin dan mantap untuk memperistri Aruna."


Digo sudah berpikir kalau malam ini pertunangannya dengan Aruna dan besok pagi ia juga akan melangsungkan pernikahan dengan Aruna, laki-laki itu juga tidak mau menunda-nunda sesuatu hal yang baik, terlebih lagi ia sudah mengambil sesuatu yang berharga dari Aruna dan pastinya ia ingin cepat-cepat menghalalkan Aruna.

__ADS_1


"Aku tidak mau."


Sontak semuanya kaget dan menoleh ke arah Aruna, mengapa perempuan cantik itu malah tidak mau diajak nikah secepatnya oleh Digo, apakah alasannya?


"Sayank kenapa? bukankah itu lebih baik, nanti bagaimana jika kamu hamil? apa kamu tidak kasihan dengan anak kamu dan juga berikut sudah bertanggung jawab dan ia tulus mencintaimu dan menginginkan kamu sebagai istrinya."


Mama Dina berusaha untuk memberikan pengertian kepada Aruna karena memang kenyataan seperti ini jadi Aruna mau tidak mau harus menikah secepatnya dengan Digo dan tidak bisa ditunda-tunda lagi.


Padahal Aruna sudah mewanti-wanti semuanya ini, ia memang sudah kehilangan kehormatannya tetapi Aruna tidak mau jika ia sampai hamil, bukan karena ia tidak ingin menjadi seorang ibu tetapi ia belum siap saja, terlebih lagi ia melakukannya itu bukan atas dasar cinta meskipun Digo yang mencintainya tetapi Digo melakukan itu dengan cara memperkosanya.


"Aku butuh waktu Mah, dan aku perlu memikirkan semuanya ini, aku menerima lamaran ini bukan berarti aku menyetujui menikah dengannya besok, semuanya butuh proses."


Digo tersenyum meskipun di dalam hatinya ia sedikit kecewa karena tidak berhasil membuat Aruna menikah dengannya besok pagi, tetapi ia sendiri paham dan mungkin ini terlalu cepat buat Aruna, terlebih lagi Aruna yang tidak mencintai dirinya dan seolah-olah Aruna itu menganggap dirinya sebagai musuh.


Ya, mendengar apa yang diucapkan oleh Aruna, Papa Adi pun berpikir, memang benar keputusan Digo untuk menikahi Aruna besok itu sangatlah mendadak, meskipun besok juga seharusnya Aruna menikah dengan Nathan tetapi rencana itu sudah dipertimbangkan jauh-jauh hari tetapi tidak seperti malam ini, yang dengan tiba tiba Digo datang untuk mengakui kesalahannya.


Dan waktu satu minggu dirasa Papa Adi cukup untuk membuat Aruna bisa menerima kenyataannya dan bisa membuat hati Aruna ikhlas dengan semua yang sudah terjadi.


"Tapi Pah?"


Sepertinya Aruna masih keberatan dengan keputusan Papahnya namun Papa Adi langsung saja melihat ke arah Aruna dan menggelengkan kepalanya pertanda ucapannya itu tidak bisa dibantah lagi.

__ADS_1


"Aku setuju Pah, tidak masalah jika aku harus menunggu satu minggu lagi meskipun sebenarnya aku menginginkan Aruna menjadi istriku besok, tapi tidak apa-apa mungkin memang benar Aruna butuh waktu untuk semuanya ini, aku sangat mencintai Aruna dan aku akan bertanggung jawab dengan semuanya ini."


Akhirnya mau tidak mau Digo menyetujui apa yang sudah diputuskan oleh Papah Adi dan memang kenyataan seperti itu, meskipun Aruna mau bertunangan dengannya tetapi Aruna tidak mau menikah dengan dirinya cepat-cepat dan Aruna butuh waktu, okelah satu minggu lagi... Digo harus bisa menahan semuanya, bukan untuk melakukan adegan panas tetapi untuk memiliki Aruna seutuhnya dan selamanya dan sah sebagai suami dari Aruna.


Jam menunjukkan pukul sembilan malam dan itu tandanya keluarga Narendra harus pamit undur diri dari kediaman Papah Adi dan tentu saja dengan Digo yang saat ini masih ingin bersama dengan Aruna bahkan ia ingin malam ini menginap di sini dan menjaga Aruna, tetapi semuanya itu tidak mungkin.


"Ayo pulang Di, kasian Aruna dan harus istirahat, lagipula besok kamu bisa ke sini lagi."


"Tidak boleh kah kalau aku nginep di sini Pi, aku ingin menjaga Aruna."


"Tidak boleh, kalian belum sah dan pastinya jangan khawatir .. Aruna aman di sini karena Papa Adi dan juga mama Dina yang akan menjaga Aruna."


"Baiklah!?".


Mau tidak mau Digo juga ikut pulang bersama kedua orang tuanya karena ia tidak ingin membuat masalah lagi di sini dan juga tidak ingin membuat Aruna ilfil dengan ulahnya.


Kedua orang tua Digo sudah lebih dulu keluar dari kamar Aruna, begitu juga dengan kedua orang tua Aruna, dan tinggal Digo saat ini yang berpamitan kepada Aruna meskipun rasanya ia tidak rela dan ingin terus bersama dengan Aruna, namun ia juga tidak mungkin berada di sini saat ini.


Cup


Satu kecupan Digo berikan di kening Aruna, tanda sayang dan cintanya laki-laki itu kepada calon istrinya.

__ADS_1


"Aku pulang dulu sayank dan besok aku akan datang ke sini. Selamat malam calon istriku dan ingatlah jika aku menikahi kamu bukan karena aku ingin mempertanggungjawabkan semuanya tetapi ini murni dari dalam hatiku, karena aku sungguh sangat mencintai kamu, I love you...Aruna."


__ADS_2