
Setelah melakukan ritual pagi hari di kamar mandi, Digo dan Aruna bersiap-siap untuk turun ke bawah untuk sarapan tentunya bergabung dengan kedua orang tua Digo dan juga Nathan.
Ya Nathan benar-benar kembali ke rumah ini karena Mami Nina tidak membiarkan Nathan berada di luar ia takut jika Nathan akan frustasi karena patah hati kehilangan Aruna dan berakibat fatal, menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab dan membuat Nathan akan macam-macam dengan perempuan lain di luar sana.
Mami Nina akhirnya meminta Nathan untuk kembali ke rumah, lagi pula ia sudah melihat Nathan yang tidak begitu menggebu gebu terhadap Aruna dan meminta Nathan membuka matanya dan sadar kalau Aruna saat ini sudah menikah dengan Digo.
Sarapan pagi antara Aruna dengan yang lainnya benar benar tanpa ada pembicaraan sama sekali padahal biasanya mereka semua bersenda gurau tetapi entah pagi ini rasanya aneh sekali sepertinya ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Papi Rendra.
Dan benar saja Papi Rendra setelah selesai makan begitu juga dengan yang lainnya tiba-tiba meminta untuk Digo dan Aruna untuk tinggal di ruang makan sebentar saja, karena Papi Rendra juga melirik jam yang ada di pergelangan tangannya masih ada waktu untuk ngobrol dengan Digo karena ini menyangkut masalah yang sangat penting.
"Di, perusahaan yang kamu pimpin berhasil memenangkan proyek kita dengan perusahaan asing dan pastinya pemimpin dari perusahaan yang ada di Jepang itu meminta untuk bertemu langsung dengan kamu."
Semua tersenyum senang mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Papi Rendra, yang nyatanya di usia muda ini Digo sudah menguasai bisnis bahkan sudah menerima proyek dari berbagai macam perusahaan yang terbesar di negara ini tentu saja itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk Digo.
"Jadwalkan saja kapan Mr. Abraham akan datang ke sini tetapi jangan mengganggu waktu aku weekend ini Pi, aku tidak bisa jika weekend ini."
__ADS_1
Begitu juga dengan Digo, ia begitu senang mendengar kabar yang diucapkan oleh Papi Rendra yang nyatanya bekerja sama dengan perusahaan Mr. Abraham itu sangatlah sulit tetapi Digo dengan mudah melaluinya.
"Bukan Mr. Abraham yang akan datang ke sini tetapi beliau tidak bisa untuk ke Jakarta dan meminta kamu untuk ke Jepang dan pastinya ini suatu kesempatan besar untuk kamu untuk kembali mengembangkan perusahaan kamu di sana."
"Ke Jepang ? tidak mungkin ! lalu bagaimana dengan Aruna?"
"Aruna biar sama mami Di, tentu saja kamu ke Jepangnya tidak lama paling kalau semuanya Klir 1 minggu sudah selesai dan pastinya setelah kamu pulang dari Jepang semua urusan sudah selesai."
Digo kembali menggelengkan kepalanya waktu satu minggu itu tidak sebentar untuk dirinya bahkan terasa lama terlebih, apalagi minggu ini ia sudah berencana dengan Aruna pengen pergi ke suatu tempat menikmati momen kebersamaannya di hari ulang tahun pernikahan yang baru menginjak satu bulan yang pastinya di Diego juga keberatan jika meninggalkan Aruna sendiri di sini terlebih lagi ada Nathan yang sudah kembali ke rumahnya.
"Satu minggu itu bagi aku yang lama Pi, bilang sama Mr. Abraham, aku tidak bisa. Kalau dia ingin membatalkan kerjasama, batalkan saja tidak masalah. Perusahaan aku tidak akan rugi nantinya yang jelas aku tidak mau meninggalkan Aruna di sini, aku tidak bisa berjauhan dengan Aruna, Pi."
Dengan yakin ia tidak mau benar-benar berpisah dengan Aruna meskipun itu hanya satu minggu dan itu karena perjalanan bisnis, lebih baik ia kehilangan beberapa miliar uang daripada harus meninggalkan istrinya apalagi ia sudah berjanji akan membahagiakan Aruna di hari pernikahan yang baru satu bulan ini.
Memandang wajah cantik Aruna ada tatapan mata sayu yang membuat Aruna akhirnya menggenggam tangan Digo, berusaha untuk membuat Digo mau menerima keputusan dari Papi Rendra yang meminta Digo untuk ke Jepang. Aruna sendiri tidak masalah toh ini semua juga nanti kembali pada dirinya, lagi pula untuk masalah pergi bulan madu minggu depan bisa dilakukan di lain hari, yang pastinya saat ini Digo tidak boleh melewatkan kesempatan emas yang ada di depan mata demi kemajuan perusahaannya sendiri.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa Di, pergilah .. lagi pula itu semua demi kamu dan juga aku nantinya."
"Tidak sayank, mana mungkin aku bisa meninggalkan kamu di sini."
Mereka yang ada di meja makan itu terdiam semua, berusaha menemukan solusi bagaimana caranya supaya Diego bisa berangkat ke Jepang tanpa meninggalkan Aruna tetapi jika mengajak Aruna, yang pasti itu tidak mungkin karena Aruna satu minggu ini ada ulangan harian yang pastinya tidak bisa ditinggalkan dan tentu Aruna juga tidak mau kalau hanya menemani suaminya yang merengek tidak mau pergi.
"Apa yang dikatakan Aruna benar Di, Papi sudah memikirkan matang-matang, tetapi jika mengajak Aruna itu tidak mungkin . Aruna sendiri satu minggu ini banyak ulangan harian yang tidak mungkin ditinggalkan, bukan Papi tidak mau mengajak menantu Papi cantik ini untuk bersama dengan kamu, tetapi kamu juga tidak mau kan jika Aruna terlalu lama bolos sekolah yang nanti akan membuat nilai Aruna semakin hancur. Kamu dan Aruna selama hampir 1 bulan ini berjuang mati-matian bisa belajar dengan tenang dan juga mendapatkan nilai yang baik dan tentu saja jika satu minggu kamu mengajak Aruna pastinya itu membuat Aruna jadi ketinggalan pelajaran, bahkan bisa membuat nilai-nilai Aruna merosot yang saat ini sudah merasa lebih baik dari kemarin."
Ya Papi Rendra dan juga Papa Adi selalu memantau perkembangan prestasi kedua anak anaknya itu terutama Aruna.
Memang sengaja meminta Digo untuk mengajarkan Aruna supaya Aruna lebih pintar dan tidak mempunyai otak yang kosong karena Aruna memang otaknya pas pasan, tak jarang juga selalu keteteran menerima pelajaran bahkan Aruna sendiri juga jarang mengerjakan pekerjaan rumah karena tidak bisa dan setelah menikah dengan Digo, Papq Adi meminta untuk Digo mengajari Aruna supaya Aruna bisa lebih pintar dari kemarin.
Tentu saja selama hampir 1 bulan ini pergerakan Aruna dan Digo diawasi oleh kedua orang tuanya terlebih lagi ketika di sekolah dan mengenai nilai-nilai tidak akan membiarkan mereka mempunyai masalah dalam pelajaran terlebih lagi setelah menikah.
Dan Papi Rendra dan juga Papah Adi juga sudah memikirkan matang-matang, ingin sekali beliau mengajak Aruna untuk bersama dengan Digo ke Jepang tetapi lagi dan lagi keputusannya itu ditentang oleh Papa Adi karena menyangkut dengan sekolah Aruna dan juga nilai Aruna yang sedikit lebih baik daripada kemarin, bukan karena Papah Adi tidak ingin putrinya bersama dengan Digo ke Jepang tetapi Lagi dan Lagi mengenai urusan sekolah terlebih lagi Papa Adi dan juga Papi Rendra sudah mendapatkan jadwal kalau seminggu ini Aruna banyak sekali ulangan harian, hingga mereka memutuskan untuk Digo sendiri saja yang berangkat tanpa Aruna.
__ADS_1