
"Aruna man Mi?"
Iya setelah dari ruang kerja Papinya,.Digo langsung saja menuju ke kamar milik kedua orang tuanya, ia yakin pasti jika Aruna dan Mami Nina berada di sana.
Dan pas sekali saat Digo sudah tiba di depan kamar, Mami Nina membukakan pintu tentu saja Digo langsung bertanya di mana istrinya berada.
"Aruna tidur Di, malam ini biarkan Aruna tidur di sini bersama dengan Mami kamu tidur sendirian saja."
Rasanya ia tidak percaya dengan ucapan Maminya, terlebih lagi aruna yang jam segini sudah tidur padahal ia sudah membisikkan sesuatu untuk melakukan 5 ronde nanti malam, kalau begini caranya sudah dipastikan jika nanti malam Digo gagal untuk masuk dan tentunya tidur hanya memeluk guling, tidak ada Aruna di sampingnya.
"Aku tidak percaya."
Mami Nina menggelengkan kepalanya pelan kemudian ia membuka pintunya sedikit supaya Putra bungsunya itu bisa masuk dan melihat Aruna yang tertidur terlelap.
Dan benar saja Digo segera masuk ke dalam untuk melihat istrinya bukan hanya melihat saja Digo juga menghampiri Aruna yang terlelap, ia ingin memastikan apakah istrinya itu benar-benar tidur atau hanya pura-pura tidur saja.
"Cantik."
Satu kata yang terucap dari bibir Digo di mana ia sudah mendekati Aruna, dan memang benar jika Aruna tertidur dan sepertinya esternya itu kelelahan hingga jam segini sudah tidak berdaya Digo juga mengusap lembu pipa rona berharap jika sentuhan lembut dari tangannya itu bisa membangun Aruna tetapi sayang sekali tidak ada pergerakan sedikitpun dari tubuh arona yang membuat Digo tersenyum sekaligus juga gemes sendiri malam ini ia benar-benar tidur sendiri tanpa memeluk istrinya.
Cup
__ADS_1
Digo melabuhkan ciuman sayang di kening Aruna, setelah itu ciumannya langsung turun ke bibir dan berharap jika dengan ciuman bibir yang diberikan oleh Diego, istrinya itu akan bangun.. namun sama seperti tadi, Aruna bahkan tidak merespon sedikitpun.
"Kamu lihat sendiri kan, istri kamu sudah tidur dan kamu sebaiknya istirahat saja, biarkan Aruna tidur sama Mami, Mami pastikan jika Aruna baik-baik saja, lagipula apa kamu tidak kasihan dengan Aruna, jam segini sudah tidur pastinya kamu sudah membuat istri kamu kelelahan sampai begitu."
"Tapi aku nanti tidurnya bagaimana Mi? tidak ada Aruna , tidak ada yang aku peluk, kalau aku tidak bisa tidur bagaimana? Atau bagaimana jika Mami yang pindah saja dengan Papi di kamarku, aku yang ada di sini?"
Sepertinya Digo mempunyai ide yang cemerlang meskipun tidak di kamarnya namun jika bersama dengan Aruna , pasti akan tertidur daripada di kamarnya sendiri namun tidak bisa memeluk Aruna lebih baik ia memilih untuk disini dengan Aruna saja.
"Tidak bisa, lagi pula Papi mu malam ini mau lembur kalau tidak di ruang kerjanya juga nanti sebentar lagi ada asisten pribadinya yang dan ke sini, kamu jangan manja.. jangan lebay, kasihan Aruna . Lagi pula hanya tidur saja kenapa repot-repot seperti itu."
Digo juga tidak mau kalah ia ingin berusaha supaya nanti malam tidak tidur sendirian namun rasa-rasanya Mami Nina juga tidak mau mengalah dengan putranya bagaimana mungkin ia kasihan dengan Aruna pastinya jika sudah didekat Aruna tidak bisa bebas kemana-mana bahkan menantu cantiknya itu akan dimangsa oleh Digo habis-habisan.
"Ckkk..Mami tidak senang melihat putranya bersama dengan istrinya."
"Sudahlah lebih baik kamu istirahat saja, keluar dari kamar Mami karena Mami juga ingin istirahat lagi pula kasihan dengan istrimu, apa kamu tega membiarkan Aruna tiap malam begadang? biarkan dia istirahat dan kamu apa tidak melihat wajah Aruna yang sangat tenang sekali Mami sendiri dengan istrimu apa kamu tidak kasihan?"
Digo kembali lagi melihat ke arah Aruna memang wajah Aruna yang sangat cantik jika tertidur tanpa bersuara, dan sama sekali ia percaya dengan ucapan memilihnya jika belakangan ini karena kurang tidur dan melihat Aruna tidur lelap seketika Digo berpikir jika memang benar kalau istrinya sedang kelelahan dan pastinya Digo tidak tega untuk mengusik Aruna.
Mau tidak mau Digo meninggalkan kamar Maminya dan bergegas ke kamarnya sendiri, tentu saja dengan hati yang tidak menentu, malam ini harus merelakan tidak memeluk tubuh Aruna dan tidur sendiri.
Digo saat ini sudah berada di kamarnya sendiri yang sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang tentu saja meskipun lelah tetapi juga tidak bisa memejamkan matanya padahal ia seharian belum beristirahat dan setelah pulang dari kantor juga mengerjai istrinya namun rasa lelah itu tidak bisa membuat Digo memejamkan matanya karena tidak ada Aruna di sampingnya.
__ADS_1
Digo hanya menatap ke arah langit-langit kamarnya di mana ia sendiri bingung mau ngapain, jelas saja untuk tidur di kamar Maminya, Maminya tidak mengizinkan alhasil Digo hanya mengambil ponselnya dan kemudian melihatlah sosial media tentu saja berharap jika ada keajaiban Aruna bangun di tengah malam lalu mencari dirinya.
[Nongkrong yuk, sudah lama banget kita nggak nongkrong apalagi temen-temen sudah ngumpul di sini tinggal nunggu lo aja, bisa nggak?]
Satu pesan masuk di ponsel Digo, pesan itu berasal dari Dino yang mengabarkan jika keempat sahabat Digo sudah berada di klub malam tentu saja untuk nongkrong-nongkrong atau menghabiskan malam panjang bersama dengan wanita-wanita malam lainnya.
Digo membaca pesan yang dikirimkan oleh Dino itu kemudian berpikir sejenak . Tidak ada salahnya jika ia bergabung dengan teman-temannya lagi pulang ia sendirian di kamar tidak ada Aruna disampingnya toh juga di sana tidak minum atau menghabiskan malam dengan perempuan lain hanya kumpul saja dan juga Digo sendiri sudah lama tidak nongkrong bersama teman-temannya sejak menikah dengan Aruna.
[Boleh tungguin gue!!]
Jawab Digo dipesan itu lalu kemudian mengirimkan kepada Dino tanpa berpikir panjang laki-laki itu setelah mengirimkan pesan kepada Dino, dan langsung saja bergegas untuk menuju ke kamar mandi membasuh mukanya sebentar kemudian berganti pakaian.
Sepertinya malam ini memang Digo selamat karena teman teman yang ngajakin ngumpul tidak sendirian di dalam kamar sembari memikirkan hal-hal yang tidak tidak.
"Mau ke mana Di sudah malam?"
Setelah Digo ganti pakaian kemudian laki-laki itu langsung turun ke bawah namun di bawah masih ada Papi Rendra bersama dengan Nathan yang tentunya Papi Rendra menunggu asisten pribadinya untuk lembur di rumah sedangkan Nathan pastinya belum tidur dan mungkin nanti ikut bergabung dengan Papinya.
"Nongkrong sebentar Pi, aku nanti pulangnya tidak malam lagi pula Aruna sudah tidur dengan Mami."
"Jangan macam-macam, ingat kamu sudah punya istri, mentang-mentang Aruna tidur dengan Mami, kamu malah memilih untuk pergi dengan teman-temanmu?"
__ADS_1
Papi Rendra takut jika Digo nanti ikut-ikutan minum dengan teman-temannya meskipun dari dulu sampai sekarang juga belum pernah menyentuh minuman itu hanya nongkrong-nongkrong saja dan Papi Rendra tahu semuanya.