My Crazy Husband

My Crazy Husband
Menahan Sesuatu


__ADS_3

"Gue pulang dulu ya bro, jangan lupa nanti malam, malam pertamanya yang pastinya Lo harus buat Aruna tidak bisa berjalan."


"Atau butuh ramuan supaya lo nanti malam bisa kuat berjam-jam?gue punya.. gimana?"


Keempat sahabatnya Digo sengaja malah meledek Digo di mana memang mereka berdua sudah menyaksikan acara pernikahan Digo dengan Aruna dan juga sudah memakan makanan yang tersedia di sana dan kini saatnya mereka berempat harus pulang karena waktunya juga sudah malam.


"Sialan memang kalian semuanya !! gue mah tidak perlu yang begituan, sudah teruji kalau gue bisa kuat beronde ronde nanti malam, sudahlah ... kalian pulang saja daripada di sini malah mengganggu acaraku nanti malam sama Aruna."


Kelima laki-laki tampan itu kemudian tertawa dan sahabat-sahabat Digo langsung saja berpamitan kepada kedua orang tua Digo dan kedua orang tua Aruna hingga saat ini hanya menyisakan keluarga inti saja dengan Aruna yang dari tadi sudah masuk ke dalam kamar karena ia ingin segera bersih-bersih, tentu saja dengan riasan dan juga pakaian yang dikenakan membuat Aruna tidak nyaman.


Begitu juga dengan Vina yang sudah sedari tadi pulang, sahabat Aruna itu memang tidak bisa lama-lama, bukannya apa-apa tetapi karena Vina sudah ada janji makan malam bersama dengan keluarganya.


Dan kini tinggallah Digo beserta keempat orang tua dan juga Nathan yang juga baru bergabung di ruang keluarga.


"Mah Pah, malam ini izinkan aku untuk membawa Aruna ke apartemen, aku dan Aruna ingin belajar mandiri di sana dan tentu saja Mama dan Papa tidak perlu khawatir karena aku akan berusaha membahagiakan Aruna dan mencukupi semua kebutuhan Aruna."


Ya Digo sudah berpikir matang-matang, setelah pernikahannya dengan Aruna maka ia akan membawa Aruna ke apartemen di mana memang jarak dari apartemen ke sekolahnya itu tidak begitu jauh.


Meskipun keinginan Digo di tentang oleh kedua orang tuanya tetapi karena adanya alasan Nathan yang masih tinggal di rumahnya membuat kedua orang tuanya itu mau tidak mau mengijinkan Digo membawa Aruna ke apartemen, tetapi semuanya masih perlu pengawasan dari kedua orang tua Digo karena mereka masih belum bisa melepas Digo yang notabenya usianya masih muda dan takut saja jika nanti Digo dan Aruna mempunyai masalah.

__ADS_1


"Pulang ke rumah saja Di, biarkan aku yang tinggal di apartemen."


Seketika Nathan mengatakan itu sebelum kedua orang tua Aruna mengiyakan atau menolaknya tetapi Nathan buru-buru menyampaikan apa yang ada di dalam hatinya, bukannya apa-apa ... ia tahu jika Digo memang sengaja membawa Aruna ke apartemen hanya karena ingin menghindarinya dan Nathan tidak masalah sebenarnya dan juga dengan apa yang dipikirkan oleh Digo, juga Nathan memakluminya. Maklum saja Nathan sampai saat ini juga masih mencintai Aruna dan memang tidak baik jika masih tinggal di rumah dengan adanya Aruna yang saat ini sudah menjadi istri dari Digo.


"Tidak perlu Bang, biarkan aku dan Aruna yang tinggal di apartemen, Bang Nathan tetap tinggal di rumah saja."


"Kamu yakin? apa kamu tidak kasihan dengan Aruna? apa kamu rela membiarkan Aruna bersih-bersih apartemen sendiri, masak sendiri? atau jika nanti kamu sudah pergi ke kantor dan ke restoran apa kamu tega meninggalkan Aruna di apartemen sendirian, apa kamu tidak memikirkan seperti itu? aku tahu jika keinginan kamu tinggal di apartemen itu karena aku, aku paham dan aku memakluminya dan mungkin ini saatnya untuk aku belajar mandiri dan bersikap dewasa."


Digo seketika terdiam, ia berpikir dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Nathan dan setelah ia pikir-pikir memang benar jika ia tidak mungkin meninggalkan Aruna di apartemen sementara dirinya berada di kantor dan di restoran dan tentu saja ia khawatir dengan keadaan Aruna yang berada di sana pastinya kesepian dan harus melakukan sesuatu, apapun sendirian.


"Nathan bener Di, sebaiknya kamu tinggal di rumah Mami, kasihan Aruna jika harus tinggal di apartemen sendiri. Kamu tahu kan kalau Aruna dari kecil tidak pernah lepas dari kedua orang tuanya itu, bukan Mami meragukan Aruna tetapi Mami rasa Aruna belum mampu untuk tinggal sendirian, kasihan Aruna. Kamu tahu sendiri bagaimana pekerjaan kamu nantinya yang pastinya akan sering pulang malam."


Nathan tersenyum kemudian ia menggelengkan kepalanya yang memang tidak keberatan sama sekali jika Digo tinggal di rumah keluarga Narendra itu lebih baik daripada tinggal di apartemen. 


Terlebih lagi ia masih menyayangi Aruna yang mana tidak ingin perempuan yang disayangi itu menderita jika berada di luar rumah sendirian.


"Tenang saja, aku lebih khawatir jika kamu dan Aruna tinggal di apartemen."


Dan setelah melalui perdebatannya begitu panjang akhirnya Digo menyetujui untuk membawa Aruna tinggal di rumah keluarga Narendra dan dimana Nathan juga sudah memutuskan untuk tinggal di apartemennya saja.

__ADS_1


"Kalau begitu aku permisi sebentar, mau memanggil Aruna dan mempersiapkan semuanya."


Ucap Digo kepada semua yang ada di ruang keluarga itu di mana saat ini Aruna masih berada di kamarnya, entahlah apa yang dilakukan oleh Aruna hingga tidak turun dari tadi.


Bersamaan dengan Digo yang menuju ke atas, kedua orang tua Digo dan juga Nathan pamit undur diri karena memang sudah malam dan membiarkan Digo nanti untuk membawa istrinya ke kediaman keluarga Narendra.


Sebenarnya kedua orang tua Aruna ingin meminta Digo untuk tinggal semalam saja di sini karena sudah malam tetapi Digo tidak mau, bukannya tidak mengerti atau bagaimana tetapi besok pagi mereka harus ke sekolah dan tentu saja jarak dari rumah Digo itu lebih dekat daripada jarak rumah Aruna ke sekolah.


Hingga akhirnya mau tidak mau kedua orang tua Aruna mengiyakan, mereka juga sudah percaya dengan digoyang saat ini sudah menjadi suami Aruna dan bisa menjaga Aruna dan menyayangi Aruna.


Ceklek 


Digo tersenyum, ia membuka kamar Aruna dan melihat ke sekeliling di mana istrinya saat ini berada dan pandangan mata Digo mengarah ke balkon di mana istrinya itu sedang berdiri di sana dengan balutan pakaian rumahan.


Digo melangkahkan kakinya, sepertinya istrinya itu tidak menyadari kedatangannya ke kamar ini yang mana Aruna sama sekali tidak menoleh dan masih terus menatap ke arah balkon.


Digo menggelengkan kepalanya, ketika hidungnya mencium aroma wangi dari rambut Aruna yang membuat h@srat laki-laki hanya muncul seketika namun Digo sebisa mungkin untuk menahannya di sini karena ia yang sudah buru-buru ingin mengajak Aruna untuk tinggal di rumahnya.


Bagaimana aku mengendalikan diriku di saat sudah dekat dengan Aruna dan pastinya setelah malam itu aku menjadi candu dan ingin mengulanginya lagi.

__ADS_1


__ADS_2