
Beberapa hari berada di rumah sakit membuat Aruna jengah tetapi kemarin siang, dokter sudah memeriksa Aruna dan keadaan Aruna baik-baik saja maka dari itu Aruna diperbolehkan untuk pulang dengan catatan harus menjaga kesehatan dan tidak mudah capek apalagi ini adalah kehamilan pertama kalinya dan juga usia Aruna yang masih sangat muda pastinya masih rentang dan masih sangat mengkhawatirkan.
Ya setelah Aruna pulang, perempuan cantik itu bahkan merasa lebih sehat dibandingkan kemarin kemarin dan bersiap untuk ke sekolah pagi ini.
Pagi hari ini Aruna sudah siap dengan seragam sekolahnya meskipun ia sendiri merasa ragu untuk melangkahkan kembali ke sekolah tetapi mau tidak mau karena ia bersekolah bisa dihitung dengan hitungan bulan dan tidak mau melewatkan hari-hari selama menjadi siswa putri abu-abu.
"Yakin mau sekolah yank? nggak besok saja atau lusa atau lebih baik di rumah saja, nanti biar aku yang bicara sama kepala sekolah?"
Bukan maksud apa-apa tetapi Digo benar-benar khawatir dengan istrinya terlebih lagi Aruna terlihat semakin menggemaskan dan nampak cantik entah karena itu efek hamil atau memang mata Digo saja yang nampaknya tidak beres ketika melihat Aruna.
Tentu saja selain khawatir, Digo juga cukup was was pasalnya Aruna sedari tadi setelah memakai seragam tidak lepas dari cermin, perempuan cantik itu bahkan memutar-mutar tubuhnya entah apa yang ada di pikiran Aruna saat ini yang jelas Digo memperhatikan Aruna dari atas ke bawah seolah-olah istrinya itu tidak nyaman dengan apa yang dipakainya saat ini.
"Yakin nggak yakin yank, tapi gimana lagi sebentar lagi aku lulus, mau tidak mau aku harus memanfaatkan waktu untuk pergi sekolah dengan sebaik-baiknya tidak mungkin kan jika aku hanya di rumah dan kamu lihat sendiri aku sudah baik-baik saja, mungkin dengan pergi sekolah dan bertemu dengan teman-teman jauh lebih baik lagi tetapi...."
Ya jawaban itu yang diucapkan oleh Aruna, pasalnya dari tadi perempuan cantik itu melihat dirinya di depan cermin entah mengapa ada sesuatu yang rasanya mengganjal seperti tidak nyaman menggunakan seragam sekolah lagi bukan karena takut jika nanti ketahuan dengan teman-temannya karena dirinya hamil Aruna bahkan sudah tidak memperdulikan itu karena setiap hari setiap detik dan sudah setiap saat suaminya selalu meyakinkan Aruna jika semua baik-baik saja meskipun nanti ketahuan jika Aruna hamil juga sudah menyiapkan semuanya termasuk putih-putih pernikahan dengan Aruna jika mereka memang sudah menikah satu tahun yang lalu bukan karena Aruna hamil duluan.
"Tetapi kenapa yank? jangan membuat aku cemas."
__ADS_1
Digo tentu saja memeluk Aruna dari belakang, kemudian menyandarkan dagunya tepat di pundak Aruna laki-laki itu semakin khawatir saja terlebih lagi mereka perubahan Aruna yang kini malah akan mengerucutkan bibirnya sepertinya Aruna berubah pikiran untuk tidak sekolah.
"Aku gemukan ya yank? badanku melar ya?"
Digo menghela nafas lega ternyata yang dikhawatirkan istrinya seputaran itu dan Digo langsung saja menggelengkan kepalanya meskipun nanti Aruna bertambah gemuk karena mengandung anaknya tidak mungkin Digo akan menyia-nyiakan Aruna terlebih lagi kehamilan ini akan ditunggu-tunggu oleh Aruna dan juga meskipun Aruna tampak gemuk tetapi Aruna malah kelihatan cantik. Seperti ini saja baru kehamilannya menginjak satu bulan tetapi istrinya itu sudah kelihatan gemoy yang pastinya tambah seksi dan juga tambah menarik saja.
"Jika aku bilang enggak itu berarti aku bohong tetapi bukan berarti kamu gemuk lalu tidak menarik di mataku, bukan begitu sayangk...kamu gemuk dan badanmu melarat itu karena mengandung anak aku dan bagi aku tidak masalah yang penting kamu dan anak aku yang ada di dalam perut kamu itu sehat dan bagiku juga kamu tidak perlu mempermasalahkan tentang bentuk tubuhmu nanti setelah melahirkan ataupun bagaimana aku bukan mencintai kamu karena tubuhku saja tetapi karena hati kamu dan juga diri kamu jadi kamu tidak perlu was-was lagi meskipun nanti Kamu bertambah gemuk atau pun tidak langsung Seperti dulu aku tetap mencintai kamu."
Sembari berucap Digo memutar tubuh Aruna menatap lekat-lekat wajah cantik di depannya itu kemudian mengusap lembut perut Aruna yang memang belum terlihat walaupun begitu memang bentuk tubuh Aruna sudah kelihatan berisi meskipun tidak terlalu terlihat tetapi bagi orang-orang yang selalu memperhatikan Haruna dengan teliti pastinya tahu juga harus saat ini tambah gemukan tambah seksi dan juga montok.
Cup
Digo mencium perut Aruna rasanya ia tidak sabar melihat perut Aruna bertambah besar dan juga menanti kelahiran buah cintanya dengan Aruna itu.
Cup
"I love you sayank, aku sangat mencintai kamu dan juga menyayangi anak kita."
__ADS_1
"I love you too sayank..."
Digo mencium bibir Aruna, kemudian melum@tnya sebentar, hanya sebentar saja karena juga tidak mau berada lama-lama di dalam posisi enak seperti ini yang pastinya ia tidak mau khilaf, terlebih lagi ini sudah waktunya dirinya dan juga Aruna berangkat sekolah lagi pulang Digo masih kasihan dengan Aruna setelah pulang dari rumah sakit meskipun tidak ada larangan untuk melakukan itu namun tetap saja juga harus berhati-hati dengan calon anak yang ada di dalam perut Aruna yang masih sangat kecil yang masih rentan terhadap guncangan.
Setelah melepaskan tautan bibirnya keduanya tersenyum kemudian sama-sama saling menempelkan hidung mancungnya, baik Digo maupun Aruna benar-benar merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta meskipun sebenarnya Digo sudah sedari dulu mencintai Aruna, tetapi berbeda dengan Aruna yang baru tau betapa besarnya cinta Digo kepadanya dan juga ternyata ia juga mencintai suaminya.
"Nanti pulang sekolah kamu ke kantor atau ke restoran, Di?"
Ya itulah Aruna biasanya ia memanggil Digo dengan sebutan sayang tetapi juga tak jarang menyebut Digo dengan namanya saja suka-suka Aruna lah yang nyatanya memang mood Aruna itu berubah-ubah.
"Pengennya sih di rumah saja yank, nemenin kamu tetapi banyak pesan yang masuk dan menginginkan aku untuk ke sana ya meskipun aku tidak pulang malam dan aku usahakan untuk pulang cepat lagi pula Papah dan juga papi ingin yang bicarakan masalah perusahaan kepada aku."
Aruna terdiam sejenak dan berpikir sepertinya ia tidak rela jika berjauhan dengan Digo meskipun suaminya bilang tidak akan malam dan hanya sebentar saja namun lagi lagi sifat manja Aruna kini muncul dan ia ingin terus berada di samping suami nya.
"Aku ikut, aku ikut ke kantor, aku ikut ke manapun kamu pergi pokoknya aku ikut, aku nggak mau ditinggal sendirian..."
Ucap Aruna dengan tersenyum kemudian mencium pipi Digo dan setelah itu perempuan cantik itu berlalu meninggalkan suaminya tanpa menunggu jawaban dari Diego yang entah nanti mengizinkan atau tidak.
__ADS_1