
"Gue memang sayank sama Kak Nathan dan gue nyaman berada di dekatnya, bahkan kak Nathan lah yang selama ini menghibur gue, tetapi rasa sayang gue kepada Kak Nathan itu hanya sebagai rasa sayang adik terhadap kakaknya saja, tidak lebih dari itu. Ya, gue memang sayang tetapi tidak cinta, lagi pula memang gue merasa nyaman dengan dia, siapa sih yang tidak nyaman berada di dekat laki-laki yang tampan seperti Kak Nathan? tetapi Jujur saja dibalik semua itu gue nggak ada apa-apa dengan Kak Nathan. Mungkin memang dia mengartikan kedekatan kita itu lebih dari sekedar saudara namun gue tidak berpikir seperti itu. Dan tentu saja rasa nyaman yang gue rasakan terhadap Kak Nathan itu tidak lebih besar dari yang gue rasakan kepada Digo..."
Mendengar ucapan dari Aruna barusan membuat Vina melongo, gadis itu bingung sendiri dengan apa yang dipikirkan oleh sahabatnya.
Vina sendiri masih bingung, ucapan dari Aruna itu sebenarnya seperti apa padahal Vina lihat sendiri jika Aruna selalu lengket dengan Nathan dan Vina juga berpikir jika Aruna sudah jatuh cinta dengan Nathan, tetapi pernyataan dari Aruna membuat Vina menjadi bingung.
"Gue masih nggak paham apa yang lo maksud?"
Aruna tersenyum, kemudian menjelaskan lebih rinci lagi tentang dirinya yang sering bersama dengan Nathan beberapa hari yang lalu, yang tak lain dan tidak bukan hanya sebatas kakak saja. Ya Aruna menganggap seperti itu, tetapi tidak dengan Nathan yang pastinya menganggap lebih dari kedekatannya kemarin.
"Intinya begini, lo itu salah paham, semua orang salah paham terhadap gue ketika melihat gue bersama dengan Kak Nathan. Dan seperti apa yang gue bilang, gue memang sayang sama Kak Nathan tetapi hanya sayang saja dan rasa sayang gue itu sebatas dia sebagai kakak gue sendiri tidak lebih dan gue juga tidak cinta. Lo sudah tahu sendiri sedari dulu gue memang tidak ada rasa sama Kak Nathan meskipun gue akhir-akhir ini bersama dengan Kak Nathan dan tertawa dengan Kak Nathan tetapi gue anggap jika Kak Nathan itu adalah kakak kandung gue sendiri, penghibur hati gue yang sedih kalau Digo jauh dari gue. Dan rasa nyaman itu memang iya selama ini gue tidak mempunyai saudara laki-laki dan bersama dengan Digo yang hampir satu bulan pernikahan, gue merasa nyaman tetapi tiba-tiba Digo pergi selama 10 hari yang nyatanya hidup gue menjadi hampa dan tiba-tiba kak Nathan datang untuk menawarkan perhatian. Bukannya gue mau membuat Kak Nathan GR ataupun malah membuat dia berharap banyak sama gue, namun gue sendiri sudah mencoba untuk menghindar tetapi sayang sekali semakin menghindar, Kak Nathan semakin memaksa gue untuk mendekat, namun Jujur dalam hati gue itu tidak menaruh rasa apapun sama dia."
Vina mengangguk kemudian tersenyum, apa yang dipikirkannya selama ini salah, kalau sahabatnya itu tidak berselingkuh dari Digo dan membuat Vina lega.
__ADS_1
"Dan itu berarti Lo sudah mencintai Digo?"
Aruna tersenyum rupanya ia belum mengatakan jika dirinya memang sudah mencintai suaminya, yang selama 10 hari membuat Aruna sadar jika Digo lah yang selama ini berada di dalam hatinya dan Digo lah yang tahu isi hatinya dan bisa membuat dirinya nyaman banget tidak seperti Nathan dan memang benar jika seseorang itu sudah menjauh maka baru merasakan cinta tulus dari orang itu dan Aruna merasakannya.
"Iya aku baru menyadari jika cinta Digo yang diberikan ke gue itu sangat tulus dan semoga gue nggak terlambat untuk menyadari perasaan ini kalau gue sudah jatuh cinta sama dia."
Aruna mengatakan itu dengan sepenuh hati dan terlihat ekspresi wajah Aruna yang semakin cantik dan benar-benar cantik, tetapi sedetik kemudian perempuan cantik itu langsung saja menutup mulutnya karena ia mengingat jika semalam Digo tidak menghubungi bahkan hari ini juga Digo tidak memberi kabar sama sekali.
"Cie cie yang lagi jatuh cinta tetapi kenapa ekspresi wajah lo jadi berubah saat ini?"
"Bagaimana gue tidak berubah, gue memang sudah jatuh cinta dengan suami gue sendiri tetapi Digo sejak semalam dan hari ini tidak menghubungi gue, gue sudah mencoba untuk mengirimkan pesan kepadanya tetapi hanya centang dua, belum dibaca apalagi dibalas dan itu membuat gue jadi kepikiran apa yang terjadi dengan Digo di sana."
"Mungkin suami lo lagi sibuk, tunggu saja dan dia bekerja keras di sana untuk lo supaya cepat kembali ke Jakarta."
__ADS_1
Aruna menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum, ia malah membayangkan kejadian panas dengan Digo yang sudah 10 hari ini tidak dilakukannya, dan berharap jika Digo segera pulang dan beruntung sekali Digo karena Aruna pas ada tamu bulanan, Digo pergi jadi perempuan itu nanti bisa memu@skan suaminya ketika suaminya pulang.
Ih kenapa pikiranku jadi jorok seperti ini bisa-bisa nya aku membayangkan kejadiannya tidak-tidak...
Sedangkan di apartemen, Digo saat ini sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Digo sendiri masih bingung apakah memang benar keputusan yang diambil ini tepat atau tidak. Karena sejujurnya Digo masih tidak rela untuk melepaskan Aruna, ia sudah berjanji untuk menjaga Aruna dan tidak akan melepaskan perempuan cantik itu tetapi kenyataannya apa, Digo sendiri juga tidak tega melihat Aruna tidak bahagia dengannya terlebih lagi melihat Aruna tadi yang tersenyum manis ketika menyebut nama Nathan yang membuat Digo semakin yakin jika Aruna benar-benar ada rasa dengan abangnya itu.
"Pikirkan sekali lagi, jangan menyesal di kemudian hari. Lo sendiri belum mendengar langsung dari Aruna."
"Aku sudah berpikir beberapa kali, sebenarnya gue juga tidak rela melepaskan Aruna tetapi lo tadi dengar sendiri jika Aruna nyaman bersama Bang Nathan dan juga dia sayang sama Bang Nathan, kalau lo jadi gue, lo harus bagaimana? gue memang sangat mencintai Aruna tetap memaksakan Aruna bersama dengan gue yang akhirnya membuat dia tidak bahagia itu juga tidak mungkin..."
Dino hanya terdiam. Untuk masalah ini Dino tidak mengerti sama sekali, laki-laki itu yang biasanya selengekan dan suka mengobral cintanya malah tidak bisa berbuat apa-apa.
"Gue dukung semua keputusan lo dan semoga ini memang yang terbaik untuk lo dan juga Aruna, meskipun sebenarnya gue menyayangkan.. terlebih lagi perjuangan lo sebelum mendapatkan Aruna begitu keras, tetapi jika jalan ini yang terbaik untuk kalian berdua ... gue juga nggak bisa berbuat apa apa. Terakhir saja, supaya lo pikir-pikir lagi sebelum memutuskan segala sesuatunya, gue nggak ingin lo menyesal di kemudian hari dengan keputusan Lo yang salah."
__ADS_1
Dari atas ranjang, laki-laki itu kemudian meninggalkan Digo sendiri di dalam kamarnya. Dino juga berharap jika Digo memikirkan sekali lagi tentang dirinya dan juga Aruna, tidak gegabah dalam mengambil keputusan supaya nanti tidak menyesal.