
Setelah ngobrol panjang dan lebar dengan Aruna, Digo akhirnya memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk datang ke sini tak lupa juga meminta kepada Dino untuk menjemput Vina, sahabat dari Aruna.
"Tadi pesananku sudah kamu katakan sama Dino? Dan jangan sampai nggak ada atau malahan sampai lupa pokoknya kalau dia ke sini nggak bawa apa-apa suruh balik aja lagi.."
Teriak Aruna yang saat ini masih berbaring di atas ranjangnya sementara di sesudah duduk di sofa memang ia ingin memberikan waktu kepada Aruna supaya Aruna beristirahat sembari menunggu teman-temannya datang dan pastinya nanti setelah semuanya datang keadaan menjadi heboh sehingga Aruna tidak bisa beristirahat.
"Sudah sayank sudah semua, jangan khawatir..."
Ya meskipun kena umpatan dari Dino, tetapi Digo tetap saja meminta Dino untuk membelikan apapun juga permintaan dari istrinya itu, bahkan bukan hanya satu atau dua saja, melainkan bermacam macam makanan dan minuman, bukan karena Aruna sengaja mengerjai Dino dan yang lainnya, tetapi memang ini semua keinginan anak yang ada di dalam kandungan nya itu.
Aruna lega sekali meskipun dari ekspresi wajah Digo Aruna tahu jika sedari tadi suaminya itu meminta kepada sahabatnya untuk membelikan ini dan itu yang pastinya Aruna tahu Dino tentunya menolak mentah-mentah bahkan mungkin saja mengumpat kesal terhadap dirinya tetapi Apalah daya memang Aruna lagi menginginkan sesuatu itu bukan hanya sekedar ingin mempermainkan Dino saja.
"Pasti Dino tadi marah-marah dan mengumpat!!"
"Biarkan saja memang kebiasaannya seperti itu juga."
__ADS_1
Digo yang sudah selesai menelepon teman-temannya itu segera menghampiri istrinya dan ikut berbaring di atas merancang perawatan Aruna yang pastinya hari ini bahagia sekali bisa melihat ekspresi wajah Aruna yang juga bahagia sama seperti dirinya terlebih lagi Aruna mau mempertahankan anak yang ada di dalam kandungannya dan tidak mempermasalahkan lagi tentang kehamilan nya itu.
"Aku bahagia banget yank, kamu bagaimana? kamu senang kan?"
Digo rasanya seperti tidak percaya ia bisa meluluhkan hati Aruna yang sedari kemarin egois dan tidak akan menerima kenyataan jika Aruna hamil, tetapi Digo percaya jika Aruna itu adalah perempuan yang kuat perempuan yang tidak mungkin melakukan sesuatu yang tidak baik bahkan Aruna adalah tipe perempuan yang suka dengan anak-anak mungkin saja jika Digo menatapan yang sesungguhnya dan membicarakan ini dengan baik-baik Aruna bisa terima.
"Aku senang dan aku bahagia, Maaf ya beberapa hari kemarin sudah membuat kamu bingung dan juga kecewa."
"Tidak masalah sayank, dari situ kita mulai belajar jika hidup ini tidak melulu tentang mempertahankan apa yang kita mau tetapi juga harus mementingkan orang lain dan aku senang Kamu adalah perempuan yang kuat kamu bukan perempuan yang tidak punya hati bahkan kamu cuma menyayangi anak-anak dan aku percaya nanti anak kita akan tumbuh dan berkembang baik seperti kamu dan aku tentunya."
Aruna memeluk tubuh suaminya, ia bener-bener bahagia saat ini dan pastinya beruntung sekali Aruna mendapatkan Digo mempunyai Diego sebagai suaminya yang mana Digo bukan hanya sekedar tampan dan juga kaya raya tetapi juga sangat mencintai dan menyayanginya.
"Makasih ya Di, kamu yang sudah sabar dengan Aku selama ini, kamu tahu sendiri aku dulu sangat membenci kamu dan tidak mencintai kamu tetapi dengan kesabaran kamu yang luar biasa membuat aku semakin lama semakin luluh dan jatuh cinta dengan kamu."
"Sama-sama sayank dan pastinya kamu akan melihat betapa aku serius sama kamu dan tidak meskipun dulu kamu menganggap apa dan maksud kamu tetap begini dan itu hanya trik saja supaya aku bisa dekat dengan kamu."
__ADS_1
"Aw ...sakit yank...."
Mendengar ucapan Diego mengingatkan kembali Aruna tentang kejadian 1 tahun yang lalu dimana dibuat seringkali memberikan hukuman padanya padahal gara-gara sepele permasalahan yang tidak begitu berat tetapi Digo senang sekali membuat Aruna dihukum dan tentu saja itu adalah awal mula Aruna membenci Digo yang memiliki sikap sombong dan angkug, padahal Digo tidak seperti itu, ia hanya menjalankan perintah saja dan supaya arona bisa mematuhi peraturan yang berlaku di sekolahan dan juga supaya ia bisa lebih dekat dengan Aruna karena Aruna dulu adalah gadis yang bar bar, gadis yang suka membuat onar yang suka terlambat bahkan suka membuat masalah di sekolahan hingga akhirnya Digo yang turun tangan sendiri laki-laki itu dengan senang hati memberikan hukuman Aruna supaya ia bisa berkenalan lebih lanjut lagi dengan Aruna.
"Salah sendiri kenapa dulu sering banget hukum aku, coba saja kalau kamu nembak aku duluan, dan gak usah ngehukum aku seperti itu...."
"Apa kalau aku nembak kamu dan PDKT sama kamu, Kamu akan menerima aku sayank?"
Digo semakin mengarahkan pelukannya dengan satu tangan yang mengusap lembut perut karena dituju juga sudah tidak sabar terus semakin membesar tentu saja pastinya Aruna terlihat sangat menggemaskan.
"Tentu saja tidak, lagi pula siapa sih yang suka sama laki-laki yang sombong yang suka ngukum aku? pastinya satu kali tembakan aku akan tolak mentah-mentah kamu."
Cup
"Maka dari itu aku tahu kalau kamu pasti akan menolakku, yang pasti dengan cara itulah aku dekat dengan kamu buktinya memang iya kan kamu sering mengingat aku meskipun ingatanmu tentang aku yang suka menghukum kamu tetapi tidak masalah yang jelas ini aku yang ada di dalam hati kamu laki-laki yang sangat mencintai kamu dan juga setia sama kamu."
__ADS_1
Digo memberikan kecupan di kening, pipi dan juga bibir Aruna, laki-laki itu benar-benar kemas dengan istri saat ini terlebih lagi gaya bicara Aruna dengan bibir yang sedikit di maju-majukan membuat Digo khilaf dan ingin menerkam Aruna.
Tapi tentu saja itu tidak dilakukan oleh Digo, karena Digo masih mengingat betul apa yang dikatakan oleh dokter selain ini adalah di rumah sakit dan ia tidak bisa melakukan sesuatu yang enak-enak Aruna juga masih dalam tahapan pemulihan dan juga meskipun anak yang dari dalam kandungan Aruna itu sehat dan baik-baik saja namun Digo juga tidak langsung menerkam Aruna, ia harus melihat posisi yang benar dan juga enak hingga tidak membuat Aruna ataupun anak yang ada di dalam kandungan Aruna itu kesakitan, ya pokoknya juga harus pintar-pintar membuat suasana menjadi nyaman dan juga posisi yang enak.