My Crazy Husband

My Crazy Husband
Siapa Dia?


__ADS_3

"Kebetulan sekali Digo besok siang setelah pulang sekolah ada meeting dengan Papi kamu yang pastinya Digo juga tidak akan ikut makan siang bersama kamu dan juga Papa dan pasti Digo juga tidak mencurigai ada sesuatu yang akan Papah tanyakan pada kamu, bukan maksud Papah ingin menyembunyikan semua ini dari Digo tetapi rasanya Papah takut jika nanti suami kamu marah jadi lebih baik memang kita ketemu berdua saja."


Ujar Papa adik panjang yang lebar meskipun dari sambungan telepon tetapi arona bisa tahu betul apa yang disampaikan apakah memang benar tadi jika Firman yang dimaksud Digo itu adalah Firman yang Aruna kenal beberapa hari yang lalu dan memang benar jika Firman sudah bertemu dengan papanya hingga sepertinya PapanhAdi ada sesuatu yang ingin disampaikan kepada Aruna.


Aruna mengagukan kepalanya meskipun itu tidak dapat dilihat oleh Papah Adi tetapi Aruna setuju dengan apa yang diucapkan oleh bapak Adi yang walaupun sebenarnya Aruna belum begitu yakin juga Firman yang dimaksud itu sama dengan Firman yang ditemui beberapa hari yang lalu namun untuk memastikannya Aruna memang tidak akan mengajak digunakan akan ribet urusannya.


Hingga akhirnya Aruna memutuskan sambungan teleponnya dengan bapak adik ia tidak mau juga nanti diikuti tiba-tiba dengan dan mendengarkan semuanya bukan berarti Aruna tidak mau menceritakannya kepada Digo tetapi takut saja jika nanti suaminya malah marah-marah dan berpikir yang tidak tidak karena meskipun Digo sudah percaya penuh padanya dan tidak lagi bersifat seposesif dulu tetapi Aruna yakin jika laki-laki itu pastinya akan cemburu mendengar ceritanya.


Aruna bergegas masuk ke dalam kamar ia melihat suaminya yang masih tertidur lelap lalu Aruna meletakkan posisinya di atas meja ia akan turun ke bawah untuk membantu bibik untuk menyiapkan makam malam ya seperti yang dilakukan Aruna setiap harinya jika ia tidak malas pastinya akan turun ke bawah dan pastinya di bawah mamirina maupun BB asisten rumah tangga tidak memperbolehkan Aruna untuk melakukan sesuatu tetapi Aruna lebih senang jika menemani mereka di sana daripada Aruna harus sendirian dan tidak ada yang dilakukannya.


Sementara Digo yang sudah bangun, pasti dirinya mencari Arua, dengan tangan nya mencari keberadaan istrinya yang tadi ia peluk sewaktu tidur tetapi kenapa sekarang tidak ada lagi.


"Sayank...."


Ucap Digo yang masih meraba tempat tidur di samping nyata tapi matanya masih saja terpejam belum membuka namun setelah tidak ada keberadaan Aruna Digo membuka matanya dan mengedarkan pandangan matanya ke segala arah tentu saja mencari keberadaan istrinya itu.


"Ke mana kamu sayang?"


Tentu saja dengan posisi masih berada di atas ranjang dengan tubuhnya yang masih polos dan berbalut dengan selimut saja dan mengedarkan pandangan matanya ke arah bawah akan tetapi sepertinya balkon masih tertutup dan tidak mungkin jika Aruna berada di sana.

__ADS_1


Digo juga memasang telinganya siapa tahu ada gemericik air dari kamar mandi tetapi nyatanya tidak ada dan berarti bisa disimpulkan jika Aruna memang tidak berada di kamar ini.


Kring kringĀ 


Masih tidak menemukan keberadaan istrinya dikumandangkan bumi ponsel dan ia tahu juga ponsel yang berbunyi itu bukan berasal dari ponselnya tetapi dari ponsel istrinya hingga akhirnya diturun dari atas ranjang untuk mengambil ponsel itu siapa tahu ada sesuatu yang penting yang menghubungi istrinya.


"Nomor siapa?"


Digo belum mengangkat teleponnya ia masih melihat nomor yang hubungi istrinya itu tidak ada namanya sama sekali berarti ini adalah nomor baru dan Karena penasaran Digo langsung mengangkat panggilan telepon yang entah dari siapa itu.


"Hallo.."


Sedangkan di tempat lain Firman baru saja mendapatkan informasi tentang nomor ponsel Aruna Apa sih yang tidak bisa dilakukan oleh Firman mengenai Aruna yang pasti bukan mengenai berita pernikahan Aruna dengan Digo itu saja yang tidak ditemukan oleh firman Yang jelas saat ini Firman sedang tersenyum karena sudah berhasil mendapatkan nomor telepon Aruna dan laki-laki itu langsung saja menghubungi perempuan yang berhasil memporak-porandakan hatinya beberapa hari ini.


Firman rasanya sudah tidak sabar untuk menghubungi Aruna ingin mendengar suara lembut dan manis dari mulut Aruna itu yang memang sudah membuatnya candu bahkan dengan membayangkan wajah cantik Aruna saja Firman sudah dibuat tergila-gila.


Sebenarnya maksud Firman menghubungi arona bukan hanya tangan saja tetapi Firman ingin mengatakan jika ia berencana ingin bersilaturahmi ke rumah Aruna supaya Aruna mempersiapkan diri dan juga tidak ada acara Firman hanya memastikan bahwa Aruna memang benar-benar ada di rumah karena semua yang akan Firman lakukan itu berhubungan dengan Aruna dan juga memastikan jika Aruna tidak ada acara atau kegiatan di sekolah karena Firman tahu a rumah sudah kelas 3 pasti banyak sekali, les atau tambahan pelajaran yang membuat kesibukan Aruna bertambah.


Ya Firman sudah mantap bahwa besok ia akan berkunjung di rumah Aruna tentu saja ingin bersihkan raturahmi dan juga sekaligus ingin melamar Aruna meskipun Firman adalah perempuan yang tepat untuk dijadikan istri.

__ADS_1


Senyum mengembang tampak di wajah Firman manakala ia yang menghubungi ponsel Aruna dan terdengar deringan di sana tentu saja ia yakin jika anak buahnya itu tidak mungkin membohonginya mengenai ponsel Aruna itu.


Hingga beberapa detik kemudian Firman kaget dan bahkan tak percaya jika ia mendengar suara laki-laki ketika mengangkat telepon rumah dan firman berpikir siapa laki-laki yang memegang ponsel Aruna itu.


Kaget sekaligus ada rasa penasaran bahkan ia sudah tahu seluk-beluk keluarga Aruna tidak ada saudara Aruna lagi karena bapak adik hanya mempunyai satu anak yaitu Aruna saja tetapi mengapa sore menjelang malam ini ada seseorang yang mengangkat ponsel Aruna.


"Kenapa suaranya laki-laki? siapa yang membawa ponsel Aruna?"


Masih bertanya-tanya di dalam hati padahal di seberang sana suara laki-laki terus saja mengucapkan kata halo tetapi sayang sekali Firman tidak mau menyahut bahkan dengan cepat Firman menutup ponselnya karena ia sendiri tidak tahu apa yang harus dikatakannya.


"Kenapa bos? kenapa dimatikan bukannya Bos ngobrol panjang dan lebar dengan Nona Aruna?"


Sedari tadi memang asisten pribadi Firman masih berada di ruangan meskipun nanti setelah Firman ngobrol dengan Aruna ia akan keluar dari ruangan tetapi sayang sekali bahkan dari tadi asisten untuk memperhatikan Firman tidak ngobrol-ngobrol tetapi malah langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Diangkat laki-laki Apa Mungkin kamu salah memberikan nomor ponsel Aruna kepadaku atau jangan-jangan itu milik orang lain?"


"Laki-laki? Tdak mungkin bos karena saya yakin jika itu memang benar nomor ponsel Nona Aruna karena saya mendapatkannya dari teman satu kelas Nona Aruna."


"Kalau begitu siapa laki-laki itu bukannya jam segini Aruna sudah sampai di rumah dan pastinya tidak ada orang lagi di rumah selain Aruna dan kedua orang tuanya?"

__ADS_1


__ADS_2