My Crazy Husband

My Crazy Husband
Kenapa Sayank?


__ADS_3

"Shittt!! Kenapa bisa lupa?"


Aruna sibuk sendiri untuk mencari sesuatu di dalam tasnya ia bahkan mengeluarkan semua buku-bukunya dari dalam tas dan kebetulan sekali guru mata pelajaran pertama itu belum masuk ke dalam kelas hingga Aruna bebas untuk mengacak-acak apa yang ada di dalam tasnya itu.


Sudah hampir 5 menit ia mengeluarkan semuanya dan memeriksa satu persatu manakali ada sesuatu yang nyempil di dalam buku tapi ternyata tidak ada hingga membuat perhatian Vina yang sedari tadi membaca buku teralih kepada Aruna.


"Lo kenapa? sedari tadi gue perhatiin bolak-balikkan buku dan mengeluarkan semua yang ada isi tas Lo, nyari apaan sih kepo banget gue."


Aruna yang sudah memasukkan kembali bukunya kemudian bertopang dagu ia melihat ke sekeliling temannya, tidak mungkin ia mengatakan jika dompet nya tertinggal mana tahu teman-temannya malah mengira Jika ia yang sengaja untuk memakai uang kas itu untuk berfoya-foya seperti apa yang baru saja dikatakannya.


"Dompet gue ketinggalan dan tentu saja uang kasnya juga ada di sana, lo bawa uang cash nggak kalau ada pinjam dulu gue transfer sekarang."


Ujar Aruna kepada Vina yang saat ini menatap iba kepada sahabatnya itu di mana Aruna tidak mungkin untuk mengambil uangnya terlebih dahulu di ATM apalagi pulang ke rumah mertuanya yang jelas jarak tempuhnya jauh dan itu memakan waktu.


"Berapa? kalau hanya 100, 200 gue ada tetapi kalau lebih dari itu gue nggak punya."


Aruna menggelengkan kepalanya karena ia butuhnya bukan cuma 100, 200 kalau sebesar itu Aruna juga punya baru saja dikasih oleh Digo untuk jajannya di kantin hari ini tetapi yang dibutuhkan nominal 3 sampai 5 juta yang pastinya itu harus cash tidak menerima transfer.


"Astaga .. lalu bagaimana? bisa bisa mereka mengira kalau uang kas kelas gue makan, bukan karena tertinggal di rumah..."


Tentu saja Aruna panik, ia yang baru saja di pasrahi uang kas, malahan hari ini lupa bawa dompet, apalagi hari ini juga akan digunakan... salah siapa mendadak.


"Tenang saja, ngapain lo pusing-pusing.. minta aja sama suami lo." ujar Vina memberikan saran.


Di saat Aruna sudah pusing, Vina memberikan solusi yang tepat, ya kepada Digo lah Aruna meminta uang atau mungkin meminjamnya yang pastinya siapa tahu suaminya itu mempunyai uang cash dengan jumlah yang segitu.

__ADS_1


"Digo?"


"Ya iyalah siapa lagi suami lo kalau bukan Digo, mendingan cepat lo ke kelasnya dan minta bantuan sama dia.... Kalau nggak sih sebenarnya nggak masalah lo nanti tinggal bilang saja kalau uang kasnya tertinggal dan lo ambil dulu lewat ATM pastinya kartu-kartu lo banyak sekali."


Vina sedikit mengecilkan suaranya, karena di kelas ini tidak ada yang tau hubungan antara Aruna dengan Digo yang sebenarnya, selain ia sendiri.


"Nggak mungkin, nggak ada waktu!!"


"Ya sudah, cepat sono ke kelasnya Digo sebelum guru datang."


Aruna berdiam diri sebentar apa mungkin ia akan menemui Digo di kelasnya meskipun tidak ada yang salah jika ia menemui suaminya di sina, tetapi Aruna sendiri belum pernah ke kelas Digo dan Digo lah yang selalu ke kelas Aruna dan tidak mungkin juga dengan tiba-tiba Aruna masuk ke dalam kelas Digo untuk meminta uang kepada suaminya itu.


Hingga Aruna memutuskan untuk mengirim pesan kepada suaminya yang nanti memang jika Digo tidak membalas pesannya ia mau tidak mau harus menemui Digo.


[Di...]


Sementara Vina menggelengkan kepalanya padahal ia tadi meminta Aruna untuk segera ke kelas Digo tetapi Aruna malahan hanya diam saja sembari melihat ke arah ponselnya.


"Lo gila!! kenapa nggak samperin Digo malahan bengong di sini?"


"Gue bukan gila tetapi gue sudah ngirim pesan kepada Digo, nggak mungkinlah juga gue datang ke sana!!"


Jawab Aruna sembari memperlihatkan ponselnya, di mana saat ini ia sedang menunggu balasan dari Digo.


"Dasar!! Kalau gue sih lebih enakan gue samperin, sekalian aja manas-manasin perempuan-perempuan yang ingin mendekati Digo, lo tau sendiri kan bukan hanya Miranda yang masih menginginkan Digo tetapi banyak perempuan-perempuan di sini yang suka sama suami lo, lo beruntung sekali.."

__ADS_1


Aruna tidak menanggapi ucapan dari Vina meskipun kenyataannya memang seperti itu tetapi Aruna mencoba untuk tidak kepikiran tentang perempuan-perempuan yang mengejar Digo. Selama ini Digo sudah menunjukkan Jika dia tidak memperhatikan perempuan-perempuan itu dan hanya memperhatikan dirinya.


[Iya sayank, kenapa? sudah kangen ? sabar ya nanti istirahat bertemu atau mau ketemuan sekarang mumpung belum ada gurunya?]


Ponsel Aruna bergetar dan Aruna bergegas untuk membuka ponselnya dan membaca pesan masuk yang ia yakini dari Digo.


Tentu saja Aruna menahan senyumnya, manakala ia membaca pesan yang baru saja dikirimkan oleh Digo itu, yang nyatanya suaminya itu benar-benar gila benar-benar bucin padanya, dan tidak tahu tempat bahkan mengira Aruna yang menginginkan sesuatu darinya.


[Bisa bantuin aku nggak?]


Entahlah, Aruna mendadak bodoh, ia tidak langsung mengatakan apa yang diinginkan atau menelpon Digo padahal sudah jelas-jelas kelas Digo juga belum ada gurunya sama dengan kelasnya.


[Kenapa sayank, kamu kenapa ? aku ke sana ya kalau sakit pulang saja aku anterin dan jangan membuat aku cemas, Aku khawatir sama kamu]


Aruna menghela nafasnya bukan ini jawaban yang diinginkan dari suaminya, tetapi mengapa suaminya tiba-tiba begitu, padahal ia tidak mengatakan kalau kondisinya tidak baik-baik saja hanya ingin meminta bantuan sedikit kepada Digo.


[Bukan seperti itu. Kamu bawa uang cash banyak nggak hari ini? Kalau iya aku pinjem dulu]


[Ada, mau kapan nanti atau sekarang?]


Kebetulan sekali Diego tadi sore mengambil uang cash dengan jumlah yang lumayan banyak sekarang ia harus mempersiapkan uang itu setiap harinya dan pastinya Aruna tidak mau diberikan uang di dalam ATM Aruna menginginkan uangnya saja untuk jajan di kantin dan saat itulah Digo berinisiatif untuk mengambil uang dalam jumlah yang baik dan menyimpannya siapa tahu Aruna butuh sesuatu.


[Sekarang ya Di, ketemuan di ruang OSIS saja jangan ke kelas, aku tunggu]


Aruna bergegas keluar dari kelasnya ia tidak mungkin menerima uang dari Digo di sini, nanti teman-temannya berpikir yang buruk tentangnya dan benar jika uangnya dipakai untuk shopping dan saat ini meminta ganti rugi kepada Digo.

__ADS_1


Sedangkan Digo di dalam kelas ia tidak berpikir yang macam-macam dan langsung saja bergegas untuk keluar kelas dan menuju ke parkiran di mana mobilnya di sana, karena Digo menyimpan uangnya di dalam sana. Digo juga sudah tahu berapa nominal yang dibutuhkan oleh Aruna pagi ini meskipun Digo sendiri tidak bertanya untuk apa tetapi ia yakin nanti Aruna juga akan menjelaskan padanya.


Setelah mengambil uang itu dan memasukkannya ke dalam amplop coklat, Digo bergegas menuju ke ruang OSIS di mana memang ruangannya tidak terkunci karena memang tidak ada apa-apanya di dalam dan tentu saja Digo yakin jika Aruna sudah berada di dalam ruangan itu


__ADS_2