
"Dan aku mau hadiahnya, nanti juga gak apa apa, tetapi setidaknya kali ini di DP dulu."
Ujar Digo lagi yang merasa aruna ingin membuka suara tetapi ia lebih dulu untuk mengutarakan apa yang ada di dalam isi hatinya tentu saja ia paham betul Aruna pasti akan menolak sesuatu yang diinginkannya.
"Ini bukan membeli sesuatu Di, tetapi status kamu yang di sini sebagai ketua OSIS, tidak pantas rasanya berbuat mesum di sini, ayo kita keluar sebelum yang lainnya nanti penasaran dengan apa yang kita lakukan."
Digo tersenyum sepertinya memang ia sudah lupa jika statusnya saat ini masih sebagai pelajar dan juga ketua OSIS, rasanya jika bersama dengan Aruna semuanya menjadi berubah termasuk dunianya, yang ada hanya Aruna, Aruna dan Aruna dan entah mengapa begitu besar rasa cinta yang dimiliki untuk Aruna meskipun Aruna sendiri belum membalas perasaan yang ada di dalam dirinya ini.
"Biarkan saja, biarkan mereka penasaran. Dan biarkan mereka berpikir tidak-tidak, lagi pula mereka juga tahu jika kita sudah menikah dan tentu saja mereka paham betul apa yang dilakukan oleh pasangan suami istri ketika berduaan. Lagi pula memang aku tidak membeli sesuatu, aku hanya ingin meminta sedikit saja sebagai hadiah karena kemenanganku, nanti untuk selebihnya kita bisa lakukan di rumah lagi, apalagi kita belum pernah melakukan sesuatu yang indah di kamar kamu kan?"
Digo mengedipkan sebelah matanya tentu saja itu membuat Aruna semakin bingung dengan sifat Digo. Suaminya ini benar-benar cinta Aruna bahkan tidak menyangka jika sebagai ketua OSIS yang terkenal pintar dan juga menjadi panutan untuk teman-temannya ternyata malahan sifatnya seperti ini, tetapi itu hanya Digo perlihatkan jika bersama dengan Aruna saja dan tentu nya itu membuat Aruna kelimpungan jika Digo seperti ini.
"Tap...."
"Mphhh..."
Belum juga Aruna meneruskan apa yang ada di dalam pikirannya itu tiba-tiba benda kenyal sudah mampir di bibirnya, bukan hanya mampir saja tetapi Digo dengan apik memainkan bibirnya itu dengan sangat lembut dan juga penuh perasaan.
__ADS_1
Digo juga sedikit menggigit bibir Aruna, kalau tidak begitu istrinya itu tidak akan membuka bibirnya hingga Aruna membuka bibirnya itu, dan dengan perlahan lahan Digo bisa langsung masuk dan memberikan ciuman, *****@* lembut bibir Aruna di sana hingga mampu membuat Aruna ikut membalas apa yang dilakukan oleh Digo.
Tidak sampai di situ saja bukan hanya ciuman manis yang diberikan oleh Digo tetapi tangan Digo juga terampil untuk mengusap lembut punggung Aruna di mana saat ini Digo sudah mengeluarkan seragam Aruna dan memasukkan tangannya ke belakang tentu saja itu membuat Aruna yang tadi memejamkan matanya langsung saja membuka matanya, ia paham betul setelah ini tahapan Apa yang dilakukan oleh suaminya.
Merasa pasukan oksigen Aruna mulai kehabisan, Digo perlahan-lahan memberikan jeda tetapi ia tidaklah langsung melepaskan Aruna begitu saja namun ciuman itu berpindah ke leher jenjang Aruna yang membuat Aruna semakin tidak karuan merasakan semua sentuhan lembut yang diberikan oleh suaminya itu.
"Ah....Di, stop!"
Des@han yang keluar dari bibir Aruna membuat Digo semakin menggila bukan hanya mencium telinga dan juga leher jenjang Aruna saja tetapi Digo juga menyes@p lembut leher Aruna itu hingga menimbulkan bekas tanda cinta di sana begitu juga dengan tangan Digo yang terampil untuk berputar-putar dan bermain di antara dua benda kenyal yang dimiliki oleh Aruna.
Tetapi sayang sekali Aruna yang mulai sadar dengan tindakannya apalagi suaranya yang sudah mendes@h akhirnya menghentikan permainan ini, ia segera mendorong pelan tubuh suaminya yang mana memang jika diteruskan maka bukan hanya DP saja yang akan digunakan tetapi Digo juga akan melakukan sesuatu yang enak di dalam sini mengingat ukuran ruangan ini memang tidak begitu sempit dan juga pas untuk bercinta.
"Maaf sayank, kenapa aku jadi gelap mata seperti ini jika bersama dengan kamu."
Aruna tidak menjawab ia segera merapikan seragam sekolahnya dan dibantu oleh Digo dengan menutup satu persatu kancing yang sudah ia buka sedari tadi.
Digo juga menghapus bibir Aruna yang masih ada sisa ciuman yang begitu kentara di bibir Aruna bahkan bibir Aruna saat ini sudah merah dan juga sedikit membengkak entah bagaimana ganasnya ciuman yang dilakukan oleh Digo hingga membuat bibir istrinya seperti itu.
__ADS_1
"Makanya kalau tidak bisa menahan lebih baik yang dekat-dekat sama aku sepertinya kita harus menjaga jarak kalau sedang di sekolahan. Aku tidak mau sesuatu terjadi sama kamu dan juga aku, terlebih lagi kita masih lama berada di sini, aku tidak mau kita berdua dikeluarkan dari sini hanya gara-gara ketahuan melakukan sesuatu."
"Tidak mungkin! tidak mungkin jika kita menjaga jarak sayank, satu jam tidak bertemu dengan kamu, aku sudah kangen apalagi jika beberapa jam kamu tidak menemui aku."
"Ya sudah tetapi jangan seperti ini..."
Digo menganggukkan kepalanya meskipun ia sendiri akan lebih sulit mengendalikan sesuatu tetapi ini demi kebaikannya dan pastinya ia tidak mau uji harus berjaga jarak dengan istrinya.
"Ayo sayang kita keluar sepertinya mereka memang sudah berpikir macam-macam tentang kita."
Digo kembali membuka pintu kemudian menggandeng lembut tangan Aruna dan sudah jelas mereka berdua saat ini keluar dari ruangan itu dan disambut dengan senyuman dari keempat sahabatnya Digo juga Vina yang memang benar sepertinya mereka sudah berpikir yang tidak tidak tentang pasangan pengantin baru itu.
"Lo benar-benar gila, tidak lihat waktu dan tempat. Untung saja kita berempat sudah kebal dengan suara seperti itu tetapi tidak dengan gadis cantik di sebelah gue pastinya dia kelabakan dan juga penasaran Apa yang sedang lo lakuin di dalam."
Ya sedari tadi Vina pura-pura saja untuk tidak mendengar apapun yang ada di ruangan itu dan ia mengalihkan semua pikiran-pikiran nya itu dengan membuka ponsel bahkan ia sengaja untuk menonton film Korea kesukaannya dengan volume yang begitu keras supaya telinganya tidak tercemar dengan suara-suara yang dikeluarkan oleh Aruna barusan meskipun Vina sedikit demi sedikit paham apa yang terjadi di dalam tetapi sepertinya jika mendengar siaran langsung membuat Vina jadi bergidik nyeri.
"Sialan kalian ,mengapa kalian nggak bawa keluar Vina saja? sorry sorry Vin."
__ADS_1
Aruna dengan cepat melepaskan genggaman tangan suaminya ia kemudian menghampiri sahabatnya yang memang sedari tadi masih ada di sini. Aruna tidak enak dengan Vina, tetapi tidak dengan sahabatnya Digo, kalau untuk masalah sahabat-sahabat Digo, Aruna tidak perlu malu lagi karena mereka semua sudah paham dan ahli untuk melakukan yang begituan.