
"Sayank..."
Sedangkan di dalam kamar, Digo yang mulai membuka matanya, ia mencari sesuatu yang hangat disampingnya tetapi sama sekali tidak menemukan istrinya di sampingnya.
Digo juga memanggil Aruna tetap tapi tidak ada di sampingnya, sehingga laki-laki itu duduk di atas ranjang meneliti ke segala arah kamar Aruna saat ini, tetapi sayang sekali istri yang beberapa jam lalu memberikan kepuasan untuknya tidak berada di sini.
"Awas aja kamu sayank.. ninggalin aku disini.."
Digo segera beranjak dari tempat tidurnya ia kemudian menuju keranjang di mana memang badannya lengket semua tetapi Digo senang karena ia sudah melakukan segala sesuatu yang terpendam sejak tadi pagi, mulai melihat wajah Aruna yang sangat cantik membuat Digo ingin memangsa Aruna dan ketika sudah sampai di rumah mertuanya, Digo yang memang sudah tidak sabar langsung saja memaksa Aruna dengan beberapa ronde dan juga gaya serta tempat yang sesuai dengan isi hatinya yang membuat dirinya dan juga Aruna kelelahan hingga tertidur pulas.
Setelah rapi dan juga memakai pakaiannya, Digo keluar dari kamar Aruna ini dan langsung saja menuju ke bawah, ia memang sengaja tidak mengeringkan rambutnya, karena percuma saja karena semua penghuni rumah ini tahu jika dirinya dan juga Aruna telah melakukan adegan panas sore ini.
Digo menuruni anak tangga satu persatu, ia juga mengedarkan pandangan matanya tetapi tidak menemukan istrinya berada di ruang tengah, tetapi sayup-sayup terdengar gelak tawanya dari ruang dapur dan ia tau kalau kalau suara itu adalah milik dari istrinya.
Dan benar saja ketika ia sampai di depan pintu ternyata istrinya sedang ngobrol dengan Mamah mertuanya tetapi Digo tidak langsung masuk dan ikut ke bergabung dengan mereka, ia ingin mendengarkan apa saja yang dibicarakan antara Aruna dengan Mama Dina.
"Harus dicoba, kamu harus sopan sama suami kamu, Digo itu suami kamu dan kepala rumah tangga yang pastinya semua keputusannya harus kamu hormati. Mama juga lihat jika Digo sangat sayang dan perhatian sama kamu, tidak ada ucapannya yang membuat kamu bersedih, maka dari itu kamu harus patuh sama suami kamu dan membiasakan dirimu mulai dari sekarang untuk memanggil suami kamu dengan sopan, bukan hanya sebutan nama saja."
"Tapi Mah, aku belum terbiasa.."
__ADS_1
Bukan Aruna namanya kalau tidak ngeyel perempuan cantik itu masih tetap berkilah meskipun kalau di depan mertuanya sudah terbiasa memanggil Digo dengan sebutan Mas tetapi ini berbeda jika di depan Mama nya pastinya sesuatu itu akan terlihat sangat lucu menurut Aruna.
"Tidak ada tapi tapian sayank, Mama juga dulunya seperti itu, canggung memanggil Papa kamu tetapi seiring berjalannya waktu, Mama sadar jika memang suami itu harus dihormati, tidak asal memanggil nama saja, coba dulu ... nanti perlahan-lahan kamu juga akan terbiasa..."
Aruna tidak menjawab tetapi memang ia akan mencoba memperlakukan Digo dengan baik dan juga memanggil Digo tidak hanya panggilan nama saja, namun untuk merealisasikannya nanti tergantung suasana, bisa bisa Digo tertawa jika ia memanggil seperti itu.
Sedangkan Digo yang sedari tadi mendengar pembicaraan Aruna dengan Mamah Dina tersenyum, ia juga berharap jika istrinya itu akan sadar dengan kedudukannya sebagai suami dan kepala rumah tangga dan juga akan memanggilnya dengan sebutan Mas ataupun apa, seperti yang Mama Dina perintahkan.
Cup
"Tidak apa-apa, bisa belajar sedikit demi sedikit tetapi aku sih maunya iya kamu manggil aku dengan sebutan Mas, Jadi terlihat lebih mesra dan juga romantis."
"Ishh.... Apa-apaan main nyosor saja, lagi pula nggak malu sama Mama?"
Tentunya selain kaget, Aruna juga malu dengan Mamanya, tiba-tiba saja Digo datang langsung menciumnya tanpa aba-aba pula, lalu berucap dengan manis dan juga lembut.m membuat Aruna merinding seketika mengingat adegan dan juga gaya yang diperagakan Digo beberapa jam yang lalu, tentu saja itu mengandung arti dan maksud yang mana nanti malam sudah dipastikan jika Digo tidak akan pernah melepaskannya dan akan memangsanya, terlebih lagi besok adalah hari Minggu pastinya Digo akan memangsanya habis-habisan, tidak membiarkan dirinya untuk beristirahat meskipun sejenak.
"Nggak malu .. lagi pula kita sudah sah sebagai suami istri, dan tadi aku setuju dengan saran Mama, tepat sekali aku juga ingin dipanggil Mas atau sayank, bukan hanya ketika tidak di depan aku saja kamu memanggil itu yank..."
Astaga jadi dia mendengar semuanya yang dibicarakan Mama dengan aku....
__ADS_1
Aruna hanya mencebikkan bibirnya, tentunya lidahnya kelu untuk berucap Mas di depan Digo, yang nyatanya memang selama ini tidak dilakukannya hanya di belakang Digo saja Aruna berani memanggil seperti itu.
"Sudah sudah Mama jadi baper sendiri dan Aruna, lebih baik kamu siapkan makan malam untuk suami kamu, Mama mau ke rumah kerja Papa sebentar."
Mama Dina yang melihat kemesraan Digo dengan Aruna langsung saja meninggalkan pasangan suami istri itu, beliau juga ingin memberikan waktu kepada anak dan menantunya untuk bersama memadu kasih di dapur yang pastinya bukan hanya Mama Dina saja yang pergi dari dapur, tetapi si mbok dan beberapa asisten rumah tangga lainnya juga meninggalkan tempat itu, seakan-akan mereka tahu jika Digo dan Aruna lagi ingin bersama-sama, tidak ingin diganggu oleh siapapun juga.
Cup
"Makasih ya yank, tadi kamu sangat luar biasa sayank.. tidak pernah berubah memberikan service kepada suami kamu hingga membuat aku tidak berdaya dan klepek-klepek."
Aruna yang malu langsung saja meninggalkan suaminya bukan keluar dari dapur tetapi menghangatkan makanan untuk makan malam untuk mereka berdua, tentu saja ia tidak menanggapi apa yang baru saja diucapkan oleh Digo, yang mana nanti jika semakin ditanggapi maka suaminya akan menjadi-jadi bahkan Digo akan berbuat yang nekat-nekat di dapur, terlebih lagi tidak ada seorangpun di sini seakan-akan mereka semua sengaja meninggalkan dirinya dan juga Digo.
"Jangan malu, aku berkata yang sejujurnya sayank..."
Lagi lagi Aruna tidak menggubris, ia masih berkutat di depan kompor, menyiapkan makan malam untuk suaminya. Mungkin rasa malu mendominasi hingga perempuan cantik itu tidak mau menanggapi dan sepertinya enggan untuk menatap wajah suaminya.
"Makan Di, aku siapkan ya?"
Sepertinya memang Aruna sengaja menghindari percakapan yang berbau kemesuman, hingga ia mengajak suaminya untuk pergi dari dapur menuju ke ruang makan, tetapi Digo dengan cepat menggelengkan kepalanya, bukan karena ia tidak mau makan malam tetapi memang ingin makan di dapur saja supaya istrinya tidak ribet dan juga tidak bolak-balik untuk menyiapkan makanan.
__ADS_1