My Crazy Husband

My Crazy Husband
Andai Saja


__ADS_3

"Coba Bos kirim pesan saja,.siapa tahu memang benar itu milik Nona tetapi teman-teman Nona Aruna sedang main di rumah Nona Aruna."


Ya saran dari Asisten pribadi dari Firman dan firman langsung menganggukkan kepalanya, mengapa ia tidak berpikir untuk mengirimkan pesan dulu kepada Aruna tetapi malah menelepon perempuan cantik itu.


Jari jemari Firman mengetikkan kata demi kata di ponselnya lalu dengan tersenyum ia merangkai suatu kata itu kemudian dikirimkan kepada Aruna. Yang pastinya Firman sudah berumur ia tidak mudah lagi dan tidak perlu sekedar basa-basi untuk menanyakan kabar atau bagaimana yang jelas Firman ingin memberitahukan jika besok iya akan datang ke rumahnya dan tentunya supaya Aruna mempersiapkan dirinya dengan baik.


Tetapi Firman juga tidak mengatakan jika ia akan melamar bahkan ingin segera menikahi Aruna Firman tidak mau jika nantinya arona mendengar semuanya ini maka Aruna akan menghindarinya cukup besok saja Firman bertemu dengan Aruna dan kedua orang tua Aruna dulu dan memastikan semuanya.


[Hai Dek Aruna besok boleh kan aku main ke rumah kamu iya ingin mengenal kamu lebih lanjut lagi dan pastinya ingin bersilaturahmi kepada kedua orang tua kamu] ~ Firman.


Firman mengirimkan pesan itu Dan berharap jika Aruna dengan segera membalasnya tetapi sayang sekali setelah 5 menit ditunggu tidak ada balasan jangankan balasan Aruna sendiri belum membacanya sama sekali.


Sementara di tempat lain setelah mengangkat sambungan telepon dari Firman Digo segera meletakkan ponsel Aruna itu ia juga tidak tahu siapa yang menghubungi istrinya itu bagi dirinya itu tidaklah penting toh juga Digo sudah membuka semua pesan yang ada di ponsel Aruna tidak ada yang perlu dikucurigai meskipun masih banyak pesan-pesan dari laki-laki yang Digo maupun Aruna sendiri tidak tahu tetapi cukup menganggap jika memang semuanya itu karena laki-laki itu ngefans dengan Aruna tetapi Aruna tidak menanggapinya.


Sungguh merupakan keberuntungan untuk Aruna atau tidak yang mana setelah Digo meletakan ponsel Aruna di atas meja Firman baru saja mengirimkan pesannya dan tentunya diikuti tidak tahu karena dikubur gagas untuk masuk ke kamar mandi dan ingin segera mencari istrinya di bawah.


Pastinya Aruna tidak bisa membayangkan jika suaminya mengetahui ada seorang laki-laki yang akan bertemu ke rumahnya besok apa lagi di belakang pesan itu terus nama Firman tentu saja nanti juga akan curiga dengan semuanya.


Digo buru-buru untuk masuk ke dalam kamar mandi kemudian menyelesaikan mandinya ia tidak mau lama-lama berada di dalam kamar mandi karena ingin mencari istrinya tentunya meskipun ia tahu jika Aruna tidak akan pergi dari rumah ini namun ia merasa khawatir lebih lagi Aruna saat ini hamil dan pastinya harus dijaga keselamatan dan kesehatan Aruna.

__ADS_1


"Sayank.... Kenapa nggak nungguin aku bangun, lagi pula kenapa kamu ada di dapur?"


Ya setelah semuanya beres, Digo bergegas menuju ke bawah tentu saja ruangan pertama yang akan dimasuki adalah dapur karena ia yakin pasti Aruna sedang membantu mami Nina dan juga bibik asisten rumah tangga itu di sana.


"Kenapa aku harus nungguin kamu? sudah sana keluar biarkan aku membantu mami dan juga sibuk sebentar Lagi makan malam akan dilakukan dan pastinya jangan meminta aku untuk keluar dari dapur ini."


Dengan pelan-pelan Aruna melepaskan tangan Digo tentu saja ia tidak mau jika di go melakukan kemesraan itu di sini malu meskipun ia dan Digo sudah menikah tetapi tidak mungkin dalam melakukan kemesraan itu di depan Mami ataupun bibi, terlebih lagi ini di dapur.


Cup


"Astaga Digo kenapa kamu mesum seperti itu Kamu tidak tahu tempat apa tidak malu dengan Mami dan juga simbok?"


Tetapi memang apa yang diucapkan itu benar cuma Digo memang salah tempatnya sebaiknya bermesraan bukan di sini lagi boleh ikut tidak melihat ekspresi wajah istrinya yang malu-malu begitu.


"Kamunya nggak malu tetapi aku malu sudah sana gabung sama papa saja kebetulan Papi sudah pulang daripada kamu ngerecokin di sini nanti tidak selesai selesai selesai nyiapin makan malamnya."


Tidak mau membuat istrinya marah-marah terlebih lagi mood arona saat ini yang umatok matan kadang membaik kadang juga buruk. Hingga akhirnya Digo memutuskan untuk keluar dari dapur dan memenuhi Papi Rendra saat ini sudah pulang dan lagi bersantai di depan.


"Ngopi Pi,..."

__ADS_1


Tawar Digo sembari dia membawa dua gelas kopi yang tadi sudah disiapkan oleh Aruna Dan meletakkan di samping Papi Rendra dan Papi Rendra hanya menganggukkan kepalanya sembari meletakkan koran yang sudah beliau baca.


"Tadi kamu ngobrol berdua dengan Firman? Ngobrolin apa?"


"Biasalah Pi masalah perempuan, Bang Firman kan belum menikah tetapi lagi mengincar seorang perempuan dan katanya mau dijadikan istrinya langsung padahal baru kenal beberapa hari."


Papi Rendra menganggukkan kepalanya ia sudah mendengar cerita sedikit dari Firman tadi ya meskipun Jujur saja pesona menantunya memang begitu hebat hingga membuat semua laki-laki yang baru mengenalnya menjadi tertarik tak kecuali dengan Firman laki-laki tampan dan juga kaya raya pintar dan tentunya mempesona tetapi Papi Rendra yakin jika menantu cantiknya itu tidak akan berpaling dari Digo.


Sama dengan Papah Adi, Papi Rendra juga tidak akan mengatakan semuanya kepada Digo beliau tidak mau jika di koneksi salah paham dan pastinya lebih baik mendengar secara langsung daripada hanya menebak-nebak saja, walaupun sebenarnya itu bukanlah suatu tebakan karena tadi pagi dan meninggal sendiri jika Firman menyebutkan nama Aruna dan akan berkunjung ke rumah Papa Adi besok malam.


"Memangnya kenapa Pi? Papi juga tahu jika Bang Firman itu belum menikah dan tahu perempuannya diincar Bang Firman?"


"Oh tidak hanya bertanya saja sepertinya kamu dan dia akrab sekali seperti sudah lama bertemu..."


"Kirain, nggak tau juga lah Pi, Bang Firman orangnya asik dia juga bercerita panjang dan lebar jadi aku menanggapinya dengan baik pula.."


Andai saja kamu tahu jika perempuan yang dimaksud oleh Firman adalah istrimu pastinya kamu tidak akan mengatakan seperti itu dan pastinya kamu juga tidak akan mengatakan jika Firman itu orang baik kamu juga pasti akan marah-marah dan sebagainya.


Papi Rendra menikmati sore ini dengan Digo, meskipun di dalam hatinya beliau ketar-ketir dengan apa yang akan dilakukan jika Firman itu menahan rasa kepada istrinya dan tentu saja Papi Rendra tidak mau ikut campur tentang hal itu biarlah nanti Digo yang tahu sendiri dan akan menyelesaikan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2