My Crazy Husband

My Crazy Husband
Diganggu


__ADS_3

"Arghhh...."


Digo merasakan sesuatu yang ingin keluar dari bawahnya hingga yang menggerakkan dari Joni itu dengan begitu cepatnya dan beberapa saat kemudian suara teriakan menyatu di dalam kamar itu tentu saja baik Digo dan juga Aruna sama-sama sudah mengeluarkan pelepasan nya, yang mungkin bagi Aruna sudah beberapa kali ia keluar.


"Terima kasih sayank, I love you.."


Ucap Digo ketika ia sudah berhasil mengeluarkan sesuatu dari dalam, kemudian Digo mengulurkan tangannya untuk mengusap lembut pipi Aruna yang nampak basah dengan keringat.


Seperti biasa, Digo tidak langsung turun dari atas tubuh Aruna tetapi laki-laki itu masih tetap berada di sana meskipun tidak menindih Aruna dengan Joni yang juga masih setia menempel di inti Aruna.


Digo tersenyum, laki-laki itu memandang wajah cantik Aruna yang kini mungkin malu-malu ketika Digo tatap seperti itu hingga akhirnya Aruna memalingkan wajahnya, tentu saja Aruna tidak suka jika dilihat oleh Digo seperti itu meskipun Digo adalah suaminya sendiri tetapi tatapan mata Digo itu mengandung arti lainnya.


"Kenapa sayank, malu?"


Aruna tidak menjawab, bukan hanya sekedar malu tetapi ia ada rasa sesuatu, rasa sedih dan bersalah dengan suaminya itu yang mana tadi siang pergi bersama dengan Ryan, tetapi itu tidak direncanakan bahkan Aruna sendiri sebenarnya tidak menginginkan itu.


"Atau kamu merasa bersalah dengan suamimu karena pergi dengan laki-laki lain tadi?"


Digo mencoba untuk meledek Aruna bukannya ia marah atau bagaimana tetapi lucu saja mengingat ekspresi wajah Aruna seperti itu yang mana Digo sendiri tahu jika istrinya sebenarnya tidak ada niatan untuk bersama dengan Rian tadi siang.


Mendengar ucapan dari Digo, Aruna seketika langsung saja melihat ke arah Digo, tentu saja memandang laki-laki yang saat ini masih berada di atas tubuhnya dengan tatapan dan senyuman yang membuat Aruna tidak berdaya.


Sungguh Aruna adalah perempuan yang paling beruntung jika ia bisa benar-benar mencintai Digo, karena Digo sendiri tidak marah walaupun ia tahu kalau tadi siang Aruna pergi dengan Riyan, yang jelas-jelas Riyan adalah saingannya dan sampai sekarang masih ingin mendapatkan dirinya, terlebih lagi jika Digo tahu kalau tadi sore juga pergi ke cafe Ivan pastinya suaminya itu akan cemburu bahkan marah padanya.


"Maaf, kamu tahu Di?"


Digo mengambil kepalanya, ia tersenyum meskipun sebenarnya ada rasa cemburu ketika Aruna bersama dengan laki-laki lain namun seperti saran dari Dino, ia harus mengurangi rasa cemburunya itu dan tidak menampilkan ke depan Aruna. Takutnya nanti istrinya itu merasa tidak nyaman dan merasa dikekang dengan sikapnya.


"Aku tahu, bahkan kamu tadi sore juga makan di cafe Ivan dan kalian berempat tertawa di sana."


Jawab Digo dengan tenang meskipun sebenarnya ia masih cemburu ketika mengingat video dan foto yang dilihatnya tadi siang tentu saja siapa yang tidak akan cemburu jika melihat istri nya bersama dengan dua orang laki-laki yang juga menaruh hati kepada istrinya itu.


"Maaf,.aku tidak sengaja, aku juga tidak berencana untuk pergi dengan Ryan , aku pikir hanya aku dan Viba saja yang masuk ke mobil itu tetapi tiba-tiba Rian datang dan meminta untuk ikut ke rumah sakit padahal sebelumnya dia sendiri sudah membawa mobil tetapi katanya mobilnya dipakai oleh teman-temannya dan juga aku tidak tahu jika habis dari rumah sakit, Ryan mengajakku ke cafe, tentu saja jika dia mengatakan sebelumnya aku akan menolaknya."


Kurang ajar! ternyata ini semua rencana Riyan, dia pura-pura saja mobilnya dipakai oleh teman-temannya padahal sebenarnya dia ingin berdua dengan istriku, awas saja kamu, yang mungkin kamu bisa mendekati istriku tetapi akan Aku pastikan jika kamu tidak akan mendapatkan hatinya istriku, karena istriku hanya untuk aku dan aku tidak akan melepaskannya.


"Tidak masalah sayank, mungkin lain kali kamu harus bertanya dulu, kamu tahu kan status kamu itu sekarang apa? aku hanya tidak ingin jika laki-laki itu terlalu menaruh harapan banyak sama kamu. Kamu sudah menjadi istriku dan sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu meskipun aku tahu kamu belum benar-benar mencintai aku, tetapi aku yakin jika kamu pun sudah ada rasa sama aku walaupun rasa itu belum sebesar rasa yang aku miliki untuk kamu."


Aruna menganggukkan kepalanya pelan, memang jika dipikir-pikir ini adalah salahnya yang dengan gampangnya dekat dengan laki-laki lain walaupun ia sendiri tidak ada rasa dengan Ryan maupun Ivan tetapi dengan caranya berbicara dan bersenda gurau seperti itu mungkin saja di antara dua laki-laki itu masih mengharapkan cintanya.


"Lagi dan lagi aku meminta supaya kamu belajar mencintai aku, kita akan mempertahankan rumah tangga ini hingga nanti, karena aku tidak ingin berpisah dari kamu. Meskipun awalnya aku mempunyai kesalahan yang besar kepada kamu tetapi aku berusaha untuk memperbaikinya dan asalkan kamu tahu, aku melakukan itu semua karena aku benar benar tidak mau kehilangan kamu. Aku sangat mencintai kamu.. mungkin kamu bosan dengan pernyataan cinta yang aku berikan dan alasan mengapa aku melakukan itu semua, tetapi memang kenyataannya itu, aku hanya ingin kamu membuka hati kamu lebar-lebar untuk aku dan tidak berpaling dengan laki-laki yang lain. Kamu mau kan sayank?"


Ujar Digo Lagi kepada Aruna, mungkin saja Aruna bosan dengan apa yang diucapkan berulang kali tetapi Digo sendiri tidak akan pernah bosan untuk meyakinkan Aruna dan membuat Aruna mencintainya dan yakin dengan perhatian yang ia berikan kepada Aruna.

__ADS_1


Kembali lagi Aruna menganggukkan kepalanya rasanya memang dirinya tidak perlu jauh-jauh untuk mencari cinta di tempat lain karena di sini ia sudah mendapatkan cinta dan kasih sayang sangat lebih dari suaminya sendiri, yang Aruna juga tahu Digo benar-benar tulus mencintai dan menyayanginya bukan hanya sekedar ingin mendapatkan tubuhnya saja.


Dan kembali lagi, tidak ada salahnya jika Aruna memang belajar untuk mencintai Digo, toh juga Digo adalah tipe laki-laki yang sempurna dipandang dari sudut manapun juga.


"Terima kasih sayank, Aku sangat mencintai kamu dan aku akan berusaha untuk membahagiakan kamu dengan caraku sendiri dan maaf jika aku terlalu cemburu dan posesif itu karena aku benar-benar tidak ingin kehilangan kamu."


"Iya aku tahu, tetapi sebisa mungkin kamu hilangkan rasa itu dan tubuh kamu berat banget di kamu tidak mau turun dari situ."


Mungkin sudah nyaman atau bagaimana hingga lupa untuk turun dari atas tubuh Aruna bahkan si Joni pun masih menempel di inti harunna.


"Bagaimana aku mau turun jika si Joni saja merasa nyaman di sini dan kamu lagi lagi menjepit dia, hingga dia minta untuk digerakkan lagi."


Aruna menggelenggkan kepala nya, "Sebentar lagi makan malam Di, pastinya Mami akan ke atas memanggil kita."


Tentu saja Aruna tidak ingin suami nya melakukan itu lagi yang mana ia tahu kalau sebentar lagi Mami mertuanya itu akan naik ke atas dan memanggilnya untuk persiapan makan malam.


"Biarin saja, biasanya juga Mami berteriak seperti itu, Mami tahu kok kalau kita sedang membuat cucu untuknya."


Ujar Digo dengan santainya, malah saat ini laki-laki itu sudah memposisikan si Joni untuk kembali masuk ke sarangnya, ia bahkan tidak memperdulikan protes dari Aruna yang mana memang Aruna tidak sekedar hanya untuk menolak tetapi kenyataannya seperti itu kalau sebentar lagi pastinya Mami Nina akan mengetuk pintu dan memintanya untuk turun.


"Ahhh....."


Kembali lagi di saat laki-laki itu melakukan sesuatu yang membuatnya senang bahkan kali ini Digo melakukan dengan tempo yang sangat cepat supaya ia benar-benar bisa melakukan sesuatu yang membuat dirinya dan juga Aruna senang, karena Digo sendiri juga tahu kapan waktunya Mami Nina itu akan berteriak memanggil.


Mereka berdua larut dalam kesenangan masing-masing dimana memang diiku tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya diberikan sebelum malam tiba harus melakukan adegan yang memang Digo menginginkan sebanyak 3 ronde, dan itu adalah target dari Digo yang mana memang ia sudah merencanakan sebelumnya.


"Sayank, ganti posisi ya?"


Ujar Digo dengan langsung membalikkan tubuh Aruna, laki-laki itu memang tadi sempat bertanya namun belum dijawab oleh Digo, tetapi Digo sudah melanjutkan aksinya lagi hingga Aruna hanya pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Gila dari mana Digo tahu gaya-gaya seperti ini bukankah dia katanya laki-laki yang alim dan tidak neko-neko?


Aruna hanya membatin, dari mana suaminya itu mendadak mempunyai gaya yang belum pernah dilakukan sebelumnya, padahal yang dikatakan oleh Digo sendiri belum pernah menyentuh seorang perempuan tetapi kenyataannya jika bersama dengan Aruna apalagi di ranjang, aksi Digo lebih ganas daripada yang lainnya.


"Jangan berpikir macam-macam sayank, aku memang tidak pernah melakukan itu denganĀ  perempuan lain. Kamu adalah perempuan pertama dan terakhir yang aku sentuh, jadi buang jauh-jauh pikiran kamu tentang aku."


Digo sepertinya tahu apa yang dipikirkan oleh istrinya itu hingga ia mengatakan seperti itu sembari menggerakkan sesuatu di bagian bawahnya.


"Bagaimana aku tidak berpikir yang macam-macam seperti nya kamu sudah terlatih dan sudah mahir."


Digo tersenyum, bukannya ia menghentikan aksinya atau merasa tersinggung dengan ucapan Aruna, namun laki-laki itu malah semakin membuat Aruna tidak berdaya, menyentuh Aruna yang membuat istrinya itu risihkarena merasa keenakan dan ada sesuatu yang menggelitik di bagian bawah.


"Rahasia.. meskipun aku belum pernah melakukannya dengan perempuan manapun tetapi aku kan bisa belajar dan pastinya aku akan membuat istri ku puas dan senang hingga istriku tidak mencari laki-laki lain di luar sana."

__ADS_1


"Gila!! memangnya kamu pikir aku ini perempuan apaan?"


"Ya nggak apa-apaan dong sayank, kamu kan istriku..."


Aneh sekali kedua orang itu di mana mereka melakukan adegan panas tetapi masih saling mengobrol bahkan berdebat panjang hingga suara ketukan dari pintu membuyar kan aktivitas mereka berdua.


Tok...tok...


"Aruna sayank, ini Mami .. turun yuk nak bantuin Mami persiapkan makan malam.."


Ucap Mami Nina di balik pintu, Mami Nina juga mengetuk pintu seraya berteriak memanggil Aruna karena ia tahu jika di dalam bukan hanya Aruna saja, melainkan ada Digo yang sudah pulang, dan pastinya bukan tidak tahu menahu apa yang dilakukan oleh putra bungsunya itu tetapi Mami Nina memang sengaja melakukannya supaya Digo menghentikan aksinya sore-sore begini. Lagi pula Mami Nina khawatir dengan kesehatan Aruna yang terus-menerus setiap hari dimangsa oleh suaminya.


"Minggir Di!! Mami Nina memanggil. Aku diminta untuk mempersiapkan makan malam."


Sepertinya apa yang ditakutkan Aruna terjadi di mana saat ini Mami mertuanya itu berteriak memanggil namanya yang mana memang sudah menjadi kebiasaan di sana setiap waktunya makan Aruna pasti dipanggil untuk turun ke bawah sekedar untuk membantu menyiapkan makan malam.


"Biarin saja Mami, seperti nya sengaja ingin mengganggu kita!"


"Biarin bagaimana? aku tidak enak sama Mami Nina,nanti kalau Mami berpikir tentang aku yang tidak tidak..."


Iya Aruna di sini hanya sebagai anak mantu meskipun Mami Nina dan Papi Rendra tidak mengatakan jika Aruna adalah menantunya dan menganggap Aruna adalah anak kandungnya sendiri, sungkan dan tidak enak jika ia tidak ikut membantu di bawah dan hanya berada di dalam kamar saja.


"Tidak ada yang berpikir macam-macam tentang kamu, sudahlah sayank biarkan Mami, Kita menikmati saja permainan ini karena aku belum keluar dan masih ingin bersama dengan kamu."


"Digo.. Mami tahu jika kamu berada di dalam dan lepaskan Aruna, kasihan istri mu...lagipula ini masih sore kenapa kamu malah melakukan seperti itu, seperti tidak tahu waktu saja."


"Digo juga tahu kalau Mami sengaja berteriak supaya Aruna keluarga, jangan ganggu aku dan Aruna, Mi!!"


Jawab Digo dengan berteriak tentu saja ia masih melakukan sesuatu di bawah sana yang membuat Aruna lagi dan lagi menggelengkan kepalanya, mengapa Digo tidak menyudahi saja, toh tadi sudah sempat memainkan satu ronde.


"Digo!!!!!"


Teriak Mami Nina yang gemes dengan putranya, Mami Nina tau kalau Digo juga sengaja tidak membiarkan Aruna keluar dari kamar yang pastinya Digo juga tidak akan melepaskan Aruna.


"Mami sebaiknya turun saja, aku dan Aruna makan malamnya nanti dan tidak usah menunggu kami, siapa tahu nanti kami tidak makan malam di rumah ini yang pastinya Mami jangan ganggu aku dengan Aruna. Aku sudah berusaha membuatkan cucu untuk Mami supaya rumah Mami ini ramai."


Tidak mendapatkan jawaban dari Mami Nina, Digo pun tersenyum, ia tahu jika Mami Nina sudah turun ke bawah dan Digo juga tahu jika Mami Nina kesal dengan dirinya.


Sedangkan Digo sendiri tidak peduli, ia malah melanjutkan sesuatu yang belum keluar dan tentu saja lagi dan lagi ia tidak akan menyudahi apapun yang sudah diinginkan meskipun ada teriakan dari Mami nya lagi.


"Kamu gila, Di!!"


"Aku memang gila tetapi Mami memang tidak tahu waktu saja,nsudah tahu jika aku dan kamu sedang membuat kan cucu untuk nya, tetapi mengapa malah diganggu"

__ADS_1


"Ckkk..... Ssssttttt"


Percuma saja jika Aruna mengumpat suaminya yang nyatanya memang suaminya itu sudah gila dan tidak tahu aturan bahkan tidak tahu waktu dan dengan seenak udelnya saja melakukan semuanya ini, sebenarnya Digo sudah kecanduan dengan apa yang dirasakannya hingga Digo tidak mau berhenti memangsa aruna.


__ADS_2