
Aruna kembali melongo karena ia pikir pernikahannya akan dilakukan tidak dalam waktu dekat ini atau kalau bisa sebelum acara pertunangan, Aruna meminta untuk acara pernikahannya nanti dilakukan setelah lulus sekolah saja namun kenyataan yang barusan ia dengar dari Nathan jika Nathan malahan ingin mempercepat pernikahannya, bagaimana nanti dirinya menikah, karena Aruna tidak mau dikekang oleh siapapun meskipun itu kedua orang tuanya sendiri.
"Terlalu cepat Kak.. sebaiknya dilakukan setelah aku lulus sekolah saja."
"Tidak sayank, aku tidak mau terjadi sesuatu kepada kamu lagi pula dengan kita terus bersama nanti yang ada malahan setan-setan yang menghasut pikiran aku dan aku ingin segera menghalalkan kamu supaya kita bisa bebas berduaan tanpa ada penghalang apapun juga dan aku berjanji tidak akan menghalangi kamu untuk melakukan aktivitasmu selama itu tidak berhubungan dengan hal-hal yang buruk dan kamu bisa menjaga diri kamu sebagai istriku."
Aruna menghela nafas panjang, nyatanya merubah keputusan Nathan itu jauh lebih sulit daripada keputusan Papanya yang mana Aruna sudah bisa menerima perjodohan ini namun hanya saja Aruna meminta waktu untuk acara pernikahan yang tidak dilakukan secara mendadak tetapi dilakukan nanti setelah lulus sekolah.
Hingga pada akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Nathan sudah sampai di sekolah Aruna yang mana Aruna mengucapkan terima kasih dan segera turun dari mobil Natan.
"Tunggu dek."
Nathan mengambil tangan Aruna kemudian memegang tangan itu dengan lembut sepertinya Nathan tidak ingin membiarkan Aruna keluar dari mobilnya dan juga sepertinya Nathan juga masih ingin berbicara dengan Aruna.
"Percayalah, aku sangat mencintai kamu dan ini murni bukan hanya sekedar perjodohan saja tetapi aku sudah tertarik sama kamu sejak dulu dan aku juga tidak akan pernah menyia-nyiakan."
Cup
__ADS_1
Nathan kembali mencium punggung tangan Aruna yang membuat gadis itu mematung seketika dengan perlakuan manis Nathan.
Mungkin saja jika Aruna mudah jatuh cinta dengan seorang laki-laki pastinya ia akan secepat ini jatuh cinta dengan Nathan, tetapi sayang sekali... Aruna tidak tertarik dengan Nathan meskipun Nathan adalah laki-laki yang tampan dan juga sempurna dan Nathan juga laki-laki bertanggung jawab tetapi itu semua tidak membuat hati Aruna luluh, ia hanya menghargai apa yang sudah diberikan oleh Nathan dan menghargai keputusan kedua orang tuanya meskipun Aruna sendiri ingin sekali menolak perjodohan ini.
Nathan melepaskan pelan-pelan tangan Aruna atau ia takut jika gadisnya itu risi diperlakukan seperti itu tetapi Nathan yakin jika lambat laut Aruna akan mencintai dirinya seperti cintanya kepada Aruna.
"Belajar yang rajin dek, I love you."
Aruna tidak menjawab, ia segera keluar dari mobil Nathan sebelum bel sekolah berbunyi karena Aruna juga tidak mau dihukum oleh ketua OSIS yang songong dan belagu, meskipun Aruna tahu jika nanti dirinya menikah dengan Nathan, maka Digo akan menjadi adik iparnya.
Sedangkan Digo, laki-laki itu yang sudah sejak tadi berada di pintu gerbang, ia juga melihat jika kakaknya saat ini yang mengantarkan Aruna meskipun Digo tidak melihat adegan mesra yang dilakukan oleh Nathan namun ia tahu pastinya Nathan melakukan sesuatu yang membuat Aruna nanti jatuh cinta kepada kakaknya itu.
Dino yang merupakan sahabat yang paling gila terus-menerus mengompori Digo, bukan karena ia berniat jelek tetapi ini semua demi kebahagiaan Digo karena Dino tahu jika cintanya Digo itu tulus untuk Aruna dan tidak akan membiarkan sahabatnya itu sakit hati ataupun malah nantinya bunuh diri.
"Gue akan lakuin itu,. Dan gue akan membuat Aruna jadi istri gue apapun caranya yang penting Aruna menikah dengan gue."
Ya setelah memikirkan semalaman penuh Digo akhirnya mengambil keputusan yang mungkin memang keputusannya itu nanti salah namun tidak ada cara lagi, semuanya sudah mendukung perjodohan Aruna dengan Nathan bahkan jika dilihat-lihat Aruna juga pasrah dan tidak bisa menolak perjodohan ini hingga akhirnya ia akan melakukan satu cara yang akan mengubah kehidupan Aruna nantinya meskipun ia harus dibenci oleh Aruna namun yang penting ia bisa memiliki Aruna seutuhnya.
__ADS_1
Bisa nggak kalau setiap hari nggak ketemu sama dia pengen deh gue pindah dari sekolahan ini tetapi pastinya tidak bisa, apalagi bokap sudah tahu jika di sini ada digo yang pastinya Papah akan meminta Digo untuk menjaga gue apalagi dengan Nathan..
Aruna menggerutu kesal setelah ia tadi sedikit tidak enak dengan adanya Nathan kali ini ditambah dengan ia melihat Digo dan keempat sahabatnya sudah berdiri di gerbang, dan memang kelima laki-laki tampan itu saat ini menjabat sebagai anggota OSIS namun Aruna sama sekali tidak suka dengan tingkah laku dan juga sifatnya.
Aruna tidak menyapa sama sekali bahkan gadis cantik itu juga memalingkan wajahnya ketika berhadapan dengan Digo padahal Digo sudah berada tepat di pintu gerbang dan sengaja ingin menghadang Aruna namun Aruna langsung pergi begitu saja.
Untuk kali ini, Digo membiarkan Aruna pergi ia juga tidak akan membuat masalah dengan Aruna malahan Digo akan membuat rencana yang matang untuk melakukan apa yang sudah ada di dalam otaknya itu.
"Bagaimana Aruna, tambah cantik kan? apa lo rela nanti jika Aruna tidak akan jadi istri lo?'
Tadi Dino yang menggambar-ngompori sekarang gantian dengan Denis, sepertinya keempat sahabat Digo itu memang kompak untuk membuat Digo menjadi setan yang akan merusak anak orang.
"Kalau gue jadi lo Di, gue tidak akan menunggu sampai satu minggu kalau perlu nanti malam gue langsung culik Aruna dan perkosa dia, kalau bisa gue akan lakuin itu sampai Aruna hamil dan pastinya kalau sudah begitu Aruna tidak bisa berbuat apa-apa lagi apalagi dengan Bang Nathan."
Sepertinya Denis lebih kejam daripada Dino kalau Dino menyarankan untuk nanti satu minggu lagi melancaran aksinya tetapi jika Denis tidak menunggu lama, langsung saja eksekusi tanpa harus menunggu satu minggu lagi.
"Dasar kalian memang setan setan yang terlihat!! bisa-bisa otak gue sama seperti kalian kalau gue berada di sini!!"
__ADS_1
Digo yang melihat jam menunjukkan pukul 07.00 kurang 5 menit langsung saja meninggalkan keempat sahabatnya yang memang sekolah sudah terlihat sepi dan juga jam 07.00 tepat ulangan semester sudah akan dilakukan dan pastinya juga tidak ingin ketinggalan meskipun hanya 1 menit saja.