
Glekk
Digo menelan salivaanya, tidak mungkin jika dirinya harus berpuasa, dan Digi yakin.. jika Aruna sudah memasang muka seperti itu, Aruna tidak akan luluh dan pastinya jika Digo memangsanya, Aruna akan semakin cemberut bahkan berakibat fatal nantinya, meskipun Digo sudah tidak tahan, ia harus memperhatikan istrinya , dan tidak boleh egois karena Digo tetap saja ia ingin memberikan yang terbaik untuk Aruna tanpapemaksaan.
"Mandi dulu, aku bikinkan es jeruk!"
Dengan cepat Aruna menutup pintu kamar mandi, perempuan cantik itu segera berlalu dari hadapan Digo. Ia tidak mau jika nantinya Digo merengek dan menyeretnya untuk masuk ke dalam kamar mandi dan itu akan bahaya.
Dengan masih memakai seragam sekolahnya, Aruna meninggalkan kamar kemudian turun ke bawah, bukan hanya ia yang akan membuat es jeruk untuk suaminya tetapi Aruna sendiri juga haus dan ingin minum yang segar-segar, pas dengan cuacanya yang sedikit mendung tetapi begitu panas.
Sampai di dapur, Aruna tidak melihat simbok padahal tadi pas ia masuk ke dalam rumah ia melihat si mbok yang sedang membersihkan sesuatu di ruang tengah.
Tetapi tidak masalah, Aruna hanya membuat minum saja dan Aruna juga memang tidak ingin makan dan sepertinya si mbok juga sudah beristirahat di dalam kamar yang entah apa yang sudah dikatakan oleh suaminya tadi kepada si mbok dan asisten rumah tangga yang lainnya, hingga kenapa rumah ini terlihat sangat sepi sekali.
Setelah membuatkan minuman yang segar-segar, Aruna bergegas untuk naik ke atas, ia juga ingin mandi untuk menyegarkan suasana dan juga tubuhnya yang gerah memang sudah kebiasaan Aruna setelah pulang sekolah ia mandi setelah itu tidur atau hanya sekedar istirahat di atas ranjang saja.
Sesampainya di dalam kamar, Aruna meletakkan dua gelas es jeruk manis kemudian melihat ke arah kamar mandi yang masih tertutup rapat dan sepertinya memang suaminya masih berada di dalam kamar mandi.
"Lama sekali dia mandinya, apa saja yang dilakukan Digo di dalam atau jangan jangan..."
__ADS_1
Aruna menutup mulutnya sendiri kemudian menggelengkan kepalanya, pikiran-pikiran kotor kembali lagi merasuk ke dalam otaknya terlebih lagi ia mengingat jika sebelum Digo masuk ke kamar mandi, suaminya itu ingin melakukan sesuatu yang iya iya tetapi Aruna menolaknya dan pastinya pikiran Aruna tertuju di sana, yang saat ini di mana Digo sedang bersolo karir ntuk menuntaskan h@sratnya.
Mengingat itu Aruna malahan cengir sendiri meskipun ia berusaha untuk melupakan pikiran negatif tentang suaminya, tetapi yang namanya laki-laki mesti seperti itu, sudah beruntung hanya menggunakan sabun tidak menuntaskannya dengan perempuan lain.
Dan berpikir tentang perempuan lain, Aruna bergedik ngeri sendiri, apakah mungkin jika Digo akan berpaling darinya dan mencari perempuan lain, di mana ia tidak memberikan sesuatu yang diinginkan oleh Digo, tentu saja Aruna tidak rela dan juga tidak ikhlas meskipun ia belum benar-benar mencintai suaminya tetapi ia juga tidak akan membiarkan suaminya itu bersama dengan perempuan yang lainnya.
Terlebih lagi suaminya itu sudah paket komplit sudah ganteng, pintar dan juga kaya, perhatian pula ..kemana lagi Aruna akan mencari sosok laki-laki yang seperti itu.
Ceklek
Fokus Aruna teralihkan ke arah kamar mandi, di mana saat ini pintu sudah dibuka dan memperlihatkan Digo yang keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan sampai ke pinggangnya.
Tentu saja Aruna langsung memalingkan wajahnya meskipun ia sudah melihat secara langsung penampakan dari Digo yang tidak menggunakan pakaian sama sekali namun sepertinya siang ini Aruna menjadi gerah dan juga ngeri sendiri melihat penampakan Digo seperti itu.
"Kenapa? nggak usah malu .. lagi pula kamu sudah melihat semuanya, bahkan tanpa aku tutupi kamu juga sudah mengenalnya .. lagian kamu tadi sudah melihatnya sayank, ayo .. aku sudah tidak tahan lagi."
Dengan cepat Digo menarik tubuh Aruna dan saat ini keduanya sudah berada dalam jarak yang sangat dekat, tetapi secepat kilat Aruna mendorong pelan tubuh Digo, ia yang sudah ingin mandi tidak mungkin melakukan adegan itu saat ini
"Aku mau mandi, jangan dekat-dekat!!"
__ADS_1
Lepas dari Digo, Aruna segera berlari dan masuk ke dalam kamar mandi. Perempuan cantik itu bergegas untuk menutup pintu dan menguncinya, ia tidak ingin jika suaminya masuk kembali ke kamar mandi dan melakukan adegan di dalam sana.
"Oke sayank, aku akan menunggumu.. jangan lama-lama karena aku sudah tidak tahan atau kamu mau jika suamimu bermain dengan sabun lagi?"
Teriak Digo yang mana Aruna tidak menanggapi tetapi Digo yakin jika istrinya itu mendengar teriakannya karena di dalam kamar mandi tidak ada peredam suara.
"Dasar sinting!"
Umpat Aruna kesal ketika mendengar ucapan dari suaminya, ia juga berpikir apakah memang benar Digo lama berada di kamar mandi dan bermain dengan sabun.
Sedangkan Digo di dalam kamar Aruna terkekeh geli, yang sebenarnya mengucapkan itu hanya pura-pura saja tidak mungkin Digo sampai tidak bisa menahan sesuatu dan menggunakan sabun untuk pelampiasannya, ia hanya ingin melihat ekspresi dari istrinya saja atau mungkin lebih ekstrem lagi jika Digo mengatakan kalau ingin mencari perempuan lain untuk menuntaskan h@sratnya, pastinya ia akan melihat Aruna yang marah-marah dan juga menggemaskan.
Digo duduk di atas ranjang, ia masih dalam keadaan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggang karena ia yakin jika Aruna tidak akan berada di dalam kamar mandi itu lama-lama lagi pula nanti juga sama saja percuma menggunakan pakaian jika harus dibuka.
Menanti Aruna tidak kunjung keluar, Digo melihat ke sekeliling kamar.. biasa saja tidak adanya spesial di sana terlebih lagi tidak ada pajangan foto-foto Aruna bersama dengan laki-laki lain yang memang Digo tahu sejak dulu Aruna adalah jomblo sejati dan tidak mempunyai pasangan meskipun banyak laki-laki lain yang ingin mengincar Aruna dan mendapatkan hatinya.
Lagi lagi Digo tersenyum, manakala matanya menangkap baju ganti Aruna yang masih ada di atas meja, pastinya ia yakin jika istrinya nanti akan keluar dengan menggunakan handuk saja dan itu adalah kesempatan emas untuk Digo dan sebuah keberuntungan, yang mana ia nanti langsung saja mengeksekusi istrinya tanpa repot-repot untuk membuka pakaian Aruna.
"Mampus!! aku lupa membawa pakaian dan yang ada di sini hanya handuk saja!?"
__ADS_1
Di dalam kamar mandi, Aruna yang sudah selesai mandi jadi bingung sendiri, yang membuat ia lama karena berpikir bagaimana caranya ia keluar sementara suaminya pasti ada di dalam kamar yang tidak akan keluar dari kamar.
Bukan sok GeEr atau gimana terlebih lagi Aruna dan Digo sudah melakukan sesuatu yang iya-iya, tetapi sore ini mengapa ia merinding sekali jika berdekatan dengan Digo, apalagi Digo sudah siap dan hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang saja.