
Papa Adi mengeryitkan alisnya bukan karena ia pura-pura tidak tahu mengenai ucapan Firman barusan , tetapi mengapa Firman gerak cepat ingin buru buru ke rumahnya, padahal sebenarnya Papah Adi juga tahu maksud kedatangan Firman itu ke rumahnya nantinya mau apa, tetapi Papah Adi berpikir sejenak, apakah Firman itu belum tahu jika Aruna sudah menikah.
"Maaf nak Firman, maksudnya bagaimana ya?"
Meskipun ada sedikit sinyal dari Firman yang Papah Adi tahu dari ucapan Firman barusan, namun untuk memastikan saja Papah Adi bertanya kepada Firman lagi siapa tahu memang pikirannya tidak sampai ke sana hanya ingin berkunjung saja dan tidak ada niatan yang lain lagi tentang Aruna.
"Pertama, Firman ingin bersilaturahmi dengan keluarga Om dan juga ingin mengenal lebih jauh dengan Aruna."
Ya hanya itu yang disampaikan oleh Firman, laki-laki itu juga tidak akan mengatakan yang panjang dan lebar karena bukan waktu yang tepat besok saja jika memang sudah sampai di rumah Aruna, maka ia akan mengatakan maksud dan tujuannya sebenarnya.
Sementara Papah km Adi bingung haruskah ia menerima Firman untuk berkunjung ke rumahnya atau menolaknya namun di tengah-tengah kebingungannya Papi Rendra membisikkan sesuatu di telinga, dan itu membuat Papah Adi langsung saja melototkan matanya.
"Tidak masalah Di, iyakan saja yang pastinya hanya silaturahmi saja kan tidak lebih dari itu dan tentu saja tidak baik menolak ajakan baik dari seseorang..."
Ya ucapan dari Papi Rendra itu membuat Papah Adi menggelengkan kepalanya, padahal ia ingin mengatakan sejujurnya jika Aruna sudah menikah supaya Firman tidak berharap lebih dari putrinya meskipun Firman tidak mengatakan ya sejujurnya tentang ketertarikan dirinya kepada Aruna namun dari gerakan kita juga cara bicara serta memanggil nama Aruna itu sudah cukup membuat Papah Adi yakin jika Firman memang ada rasa terhadap putrinya itu.
__ADS_1
"Kalau untuk sekedar silaturahmi tidak masalah, pintu rumah om terbuka untuk kamu kapanpun Kamu mau datang silakan saja tetapi mungkin saja akhir-akhir ini Om sibuk jadi sewaktu-waktu tidak ada di rumah."
Ya hanya jawaban itu yang diberikan oleh Papah Adi, meskipun beliau tidak enak terhadap Firman yang sudah membuat Firman geer dan Mungkin saja akan menaruh harapan yang besar namun juga menolaknya, Papah Adi juga tidak berkenan terlebih lagi Papah Adi juga belum menceritakan segala sesuatunya mungkin saja jika besok Firman jadi berkunjung ke rumah maka Papah Adi akan menceritakan semuanya tentang Aruna, jika Aruna sudah menikah.
"Terima kasih Om, kalau saya mau berkunjung ke rumah Om nanti saya kabari lagi."
Papah Adi hanya menganggukkan kepalanya dan bertepatan dengan itu Digo masuk ke ruangan dan tentu saja Firman langsung berdiri karena mereka berdua ingin menghabiskan sore ini dengan ngobrol-ngobrol di kafe.
Ya sepertinya memang Digo tidak mendengar ataupun mengetahui pembicaraan antara Firman dengan mertuanya dan juga orang tuanya bagaimana ceritanya jika Digo mendengarnya pastinya laki-laki itu akan ngamuk dan entahlah tidak bisa dibayangkan dengan kata-kata lagi karena ternyata yang mengincar istrinya itu bukan hanya di kalangan yang umurnya sama dengan Aruna, tetapi di kalangan pengusaha juga menaruh rasa dengan istrinya.
"Bagaimana bisa Bang Firman belum mempunyai pacar atau seperti itulah?"
Ya, Digo kali ini bertanya kepada Firman karena ia masih tidak menyangka jika laki-laki yang ada di depannya itu belum mempunyai seorang perempuan sama sekali yang di dalam hatinya, bahkan mungkin saja usianya yang sama dengan Nathan yang pastinya sudah pernah merasakan jatuh cinta tetapi mengapa dengan Firman tidak, padahal jika dilihat-lihat Firman itu bukan laki-laki yang jelek bahkan sangat tampan sekali postur tubuhnya juga oke dan juga menarik dewasa mapan dan juga kaya raya bagaimana mungkin seorang Firman tidak bisa menemukan satu orang perempuan untuk dijadikan pacar atau malahan dijadikan istrinya.
"Untuk sementara belum tetapi ada satu perempuan yang akan aku jadikan istriku nanti."
__ADS_1
Jawab Firman dengan tersenyum, tentu saja ia sudah membayangkan wajah cantik Aruna yang melintas di depannya yang pastinya Firman tidak bisa melupakan bagaimana senyuman manis Aruna itu dan tutur kata Aruna yang cukup sopan meskipun terlihat jika Aruna bukanlah gadis menurut atau alim namun tidak masalah Firman malah suka dengan perempuan yang seperti itu yang apa adanya tidak neko-neko dan juga tidak suka basa-basi.
"Maksudnya bagaimana?"
Setelah nya Digo jadi bingung, tadi katanya pacar ataupun istri tetapi malah sebentar lagi akan ada seseorang yang menjadi istrinya bagaimana bisa juga tiba-tiba ada orang yang muncul di depannya langsung menjadi istrinya kalau tidak karena perjodohan tetapi sepertinya Firman bukan lagi laki-laki yang bisa dengan mudah menerima perjodohan.
"Pasti kamu kaget atau tidak percaya dengan Cinta pada pandangan pertama dan itu yang terjadi padaku meskipun aku baru mengenal cantik itu beberapa hari yang lalu dan tentu saja itu pertama kalinya aku bertemu dengannya saat mereka ketemu juga senyuman manisnya dari juga tingkah hanya yang bisa dikatakan sangat ajaib bukan untuk perempuan yang alim atau bermulut tetapi ada suka dengan gayanya seperti itu."
"Oh ya kalau begitu sama dong, aku pertama kali bertemu dengan tunanganku juga seperti itu kita sama-sama masuk sekolah dan pertemuan itu adalah pertemuan pertama kita tentu saja baru ketemu aku langsung jatuh cinta dengan memata-matanya dan aku yakin jika suatu saat dia menjadi milikku dan akhirnya memang benar kami akhirnya bertunangan dan sebentar lagi menikah."
Begitu juga dengan Digo yang menceritakan kisah pertama kali bertemu dengan Aruna dan memang benar jika sebagian orang tidak percaya dengan Cinta pada pandangan pertama tetapi berbeda dengan Digo karena Digo juga mengalami sejak pertama kali bertemu dengan Aruna dan pastinya cinta buku itu bukan hanya sebagai cinta monyet, atau hanya sekedar rasa suka saja tetapi memang benar benar cinta yang dirasakan Digo sejak pertama kali bertemu dengan Aruna itu memang benar-benar tulus dari dalam hati rasakan sampai saat ini dan sampai nanti tentu nya.
"Jadi diam-diam kamu ternyata sudah bertunangan ya Di, kenapa nggak langsung menikah saja?"
Digo hanya tersenyum seperti permintaan dari Aruna harus merahasiakan hubungannya dulu dan mengatakan sudah lulus sekolah tentu saja tinggal 3 bulan lagi dan pastinya sekalian juga akan menggelar resepsi pernikahan besar-besaran.
__ADS_1