
Aruna menganggukkan kepalanya lagi, memang yang Mami Nina katakan tidak salah bahkan Aruna juga merasakan jika Digo sangat mencintai dan menyayanginya namun salah Digo sendiri yang mendapatkan dirinya dulu seperti itu bukannya mendekatkatinya dengan cara baik-baik tetapi malah memperkosanya, itu yang membuat Aruna berat untuk bisa jatuh cinta dengan Digo saat ini.
Mami Nina masih memandang ke arah wajah cantik Aruna, beliau sejujurnya ingin bertanya lagi tentang suatu hal tetapi Mami Nina takut jika Aruna nanti tersinggung atau berpikir yang tidak tidak dengan dirinya.
"Kalau Mami bertanya lagi apa nanti kamu mau menjawabnya sayank? dan jangan berpikir jika Mami tidak menginginkan itu semuanya."
Sejenak Aruna berpikir lalu menganggukkan kepalanya lagi sebagai tanda jika ia akan menjawab apa pertanyaan dari mertuanya dan tentu saja mengenai kalimat terakhir itu Aruna paham apa yang akan ditanyakan oleh merdunya itu pastinya tentang anak.
Aruna juga tidak masalah, malahan ia takut nanti Mami Nina berpikir Aruna tidak mau hamil anak Digo, padahal Aruna hanya belum siap saja untuk menjadi orang tua di usia masih muda ini.
"Apa bulan ini kamu sudah telat datang bulan sayank?"
Sebisa mungkin Mami Nina bertanya itu kepada Aruna dengan lembut beliau takut jika itu akan menyinggung perasaan Aruna.
Deg
Seketika Aruna jadi bingung ia harus menjawab jujur atau pun tidak malahan saat ini Aruna merasa gugup dengan pertanyaan Mami Nina yang tiba-tiba padahal ia sedari tadi kepikiran tentang ini takut jika mertuanya itu menanyakan tentang perihal dirinya yang perkiraan sudah satu bulan sejak kejadian Digo memperkosanya itu dan pastinya saat ini ia sudah hamil.
__ADS_1
Aruna menggelengkan kepalanya, memang ia belum datang bulan juga tetapi Aruna bisa memastikan jika ia tidak hamil karena setiap malam rutin mengkonsumsi pil pencegah kehamilan lagi pula masih ada satu minggu lagi jadwal Aruna untuk menstruasi.
Mami Nina tersenyum bukan karena ia tidak menginginkan cucu dari Aruna tetapi jika memang sudah dihadirkan sebuah malaikat kecil di sana pastinya Mami Nina sangat bersyukur sekali dan menerima, beliau bahkan sudah mendambakan tangisan bayi di rumahnya ini terlepas nanti Aruna masih muda dan belum sanggup untuk merawatnya itu masalah gampang.
"Tidak masalah nanti kita bisa merawatnya sama-sama, Mami akan bantu kamu untuk menjaga anak anak kamu nantinya dan tentu saja kamu jangan khawatir, kamu masih bisa tetap sekolah dan melanjutkan nanti hingga kuliah."
Aruna menatap wajah Mami Nina, ia tahu apa yang dirasakan oleh Mami Mina saat ini yang begitu bahagia kalau memang benar dirinya hamil tetapi itu salah, Aruna bahkan tidak mempunyai keinginan sama sekali untuk hamil di usia yang masih muda seperti ini apalagi ia masih sekolah dan bagaimanapun Aruna juga harus menceritakan semuanya kepada Mami Nina supaya Mami Nina tidak terlalu banyak berharap seperti suaminya.
"Maaf Mami, aku memang belum datang bulan karena memang belum jadwalnya saja dan aku minta maaf sekali lagi, bukannya aku tidak mau hamil anak Mas Digo atau apapun itu hanya saja aku belum siap untuk menjadi seorang ibu, usiaku masih sangat muda dan juga aku masih sekolah, aku takut jika nanti anak-anak aku tidak terurus."
Seketika senyuman yang tadi marekah di wajah Mami Nina tiba-tiba luntur seketika bukan karena ia kecewa dengan Aruna namun sekali lagi Mami Nina berpikir dampak positif dan negatif untuk Aruna saat ini yang memang pikirannya sedari kemarin itu tertuju kepada Aruna, bagaimana mungkin Aruna tidak hamil jika putranya itu selalu menggauli Aruna setiap malam bahkan setiap ada kesempatan pasti Digo akan melakukannya.
Kembali lagi Mami Nina memegang tangan Aruna, ia tahu betul dengan posisi Aruna saat ini di mana memang Aruna belum ada rasa cinta terhadap putranya dan usia Aruna yang masih sangat muda. Jadi mungkin saja Aruna berpikir untuk menundanya sebentar sampai Aruna benar-benar mampu dan siap untuk menjadi seorang ibu.
"Kamu menggunakan alat kontrasepsi sayank?"
Aruna menganggukkan kepalanya, ia ingin bercerita panjang lebar dengan mertuanya karena hanya Ibu mertuanya saja yang Aruna percaya sementara dengan Digo, Aruna tidak berani menceritakan tentang ini.
__ADS_1
"Sekali lagi aku minta maaf Mih, setiap hari aku selalu minum pil pencegah kehamilan."
Jawab Aruna jujur dengan menundukkan wajahnya ia takut jika Ibu mertuanya itu memarahinya karena tidak memberikan cucu pada beliau.
"Lalu apakah Digo tahu sayank?"
"Mas Digo tidak tahu Mi, aku juga takut untuk mengatakan ini kepada Mas Digo, takut saja jika nanti Mas Digo akan marah."
"Mami paham apa yang dipikirin kamu tapi tentunya jelas saja Digo akan marah karena Mami melihat jika Digo itu sangat mengharapkan anak dari kamu. Tapi nanti Mami akan mencoba membicarakan sama Digo siapa tahu Digo bisa mengerti."
"Jangan, jangan sekarang Mih, aku takut jika Mas Digo nanti akan marah."
Jelas saja Aruna belum siap jika digo mengetahui nya dan Digo akan marah terlebih lagi suaminya saat ini sedang sibuk-sibuknya menangani perusahaan dan juga restoran, pastinya itu akan membebani pikiran Digo.
"Ya sudah Mami tidak akan bicarakan sama Digo tapi jika nanti ada apa-apa Mami siap untuk membantu kamu . Mami paham betul apa yang kamu rasakan, sejujurnya Mami juga khawatir dengan kondisi kamu yang masih sangat mudah tetapi harus hamil namun Digo ngotot sekali pengen menjadi Papa muda. Tapi nak, misalkan jika nanti kamu tiba-tiba hamil .. karena kamu tahu sendiri kan meskipun sudah menggunakan alat kontrasepsi tetapi ada yang kebobolan juga, Mami harap kamu bisa menerimanya karena itu adalah suatu anugerah dari Tuhan yang mesti harus kamu jaga dan kamu jangan khawatir, Mami dan yang lainnya pasti akan membantu kamu untuk merawat anak-anak kamu nantinya."
Aruna menganggukkan kepalanya, kemudian memeluk erat Ibu mertuanya itu yang sudah dianggap sebagai ibu kandungnya sendiri, ia begitu lega telah menceritakan apa yang selama ini mengganjal di dalam benaknya meskipun ia masih ragu apakah jika Digo mengetahui rahasianya ini suaminya itu akan menerima atau malahan marah padanya namun dengan adanya hati setulus dan selembut dari Maminya, Aruna percaya jika suaminya juga lambat laun akan paham dengan apa yang ada di dalam hati dan situasinya saat ini.
__ADS_1
"Terima kasih Mami.."
"Sama-sama sayank, kalau ada apa-apa cerita sama Mami dan juga jika ada perlakuan buruk dari Digo kepada kamu juga sebaik kamu bicara sama Mami saja, meskipun Mami tahu anak itu pastinya tidak akan berani menyakiti kamu."