
"Terima kasih sayank, ayo kita segera turun."
Setelah semua barang-barang Aruna dimasukkan ke dalam tas kecil, Digo mengajak Aruna untuk segera keluar dari kamarnya dan menuju ke kediaman Narendra, di mana memang jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam yang malahan nanti kelamaan maka akan semakin malam saja terlebih lagi besok Digo dan Aruna harus pergi ke sekolah karena memang belum waktunya untuk libur dan mereka mempunyai tanggung jawab untuk berangkat ke sekolah menuntut ilmu.
Digo mengambil alih tas yang dipegang oleh Aruna laki-laki itu dengan cepat menarik tangan arunan dan menggenggamnya, dan sesekali Digo juga tersenyum menatap ke arah istrinya.
Tidak bisa dibayangkan bagaimana perasaan Digo saat ini, ia begitu senang dan bersyukur akhirnya bisa mendapatkan Aruna, bukan hanya mimpinya saja tetapi menjadi kenyataan.
"Mau mampir atau mau langsung pulang ke rumah yank?"
"Langsung ke rumah saja Di, gue ngantuk."
"Runa??"
"Maaf aku lupa.."
Digo menganggukan kepalanya, rupanya istrinya itu memang belum terbiasa untuk memanggil dengan panggilan yang biasa saja, masih lo dan gue dan Digo memaklumi nya.
Sepanjang perjalanan, mereka berdua hanya diam saja, Digo yang fokus ke arah jalan.. tetapi sesekali melirik ke arah istrinya dengan tangan yang satunya menggenggam erat tangan Aruna, di mana ia merasakan bahagia sekali karena sudah menikah dengan Aruna..
Sementara Aruna hanya diam saja, ia membiarkan Digo memegang tangannya karena memang keduanya saat ini sudah sah sebagai seorang istri dan Digo berhak atas semua yang ada dalam tubuhnya.
Hingga beberapa menit kemudian, mobil yang dilajukan oleh Digo sudah sampai di kediaman Narendra dimana satpam membukakan pintu gerbang dan Digo segera memasukkan mobilnya ke halaman rumah.
Dengan cepat Digo membuka sabuk pengamannya kemudian ia segera turun dari mobil dan langsung saja membukakan pintu mobil untuk istrinya.
__ADS_1
"Biar aku saja yang membawa barang-barangnya yank, kamu langsung saja masuk ke dalam karena sepertinya Mami dan Papi sudah tidur."
Aruna menganggukan kepalanya, tetapi ia tidak langsung masuk ke rumah, karena memang ia baru pertama kali ke rumah Digo, yang mana memang tidak sopan jika dirinya masuk terlebih dahulu sementara pintu sudah tertutup rapat.
Digo hanya melihat Aruna sekilas, ia tahu jika istrinya saat ini sedang menunggunya dan Digo segera mengambil tas milik Aruna.
"Kenapa tidak langsung dibuka saja pintunya, tidak dikunci yank, dan anggap saja seperti rumah kamu sendiri yank."
Ucap Digo dan kemudian tangan satunya menggenggam tangan Aruna kemudian meminta istrinya itu untuk masuk ke dalam rumah dan segera menuju ke kamarnya.
Ceklek
Lagi dan Lagi, Aruna membulatkan matanya ketika Digo sudah membuka pintu kamarnya. Di mana kamar Digo sangat rapi dari wangi terlebih lagi di atas ranjang sudah terhias bunga mawar merah dengan tulisan I love you, Aruna dan pastinya semuanya ini Digo yang sudah mempersiapkannya.
Sungguh Aruna tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia tentu saja terharu dengan apa yang Digo lakukan, meskipun di dalam hati kecilnya masih belum bisa menerima ini, namun dengan perhatian dan ketulusan hati Digo, Aruna berharap jika Digo bisa meluluhkan hatinya dan dapat segera membalas perasaannya untuk Digo.
"Mau mandi dulu atau bagaimana?"
Digo sudah menutup pintunya, ia juga tidak lupa untuk mengunci pintu supaya tidak ada yang masuk, meskipun juga tidak ada yang berani masuk ke dalam kamarnya, namun untuk berjaga jaga saja karena malam ini ia akan mengeksekusi Aruna.
"Tidak Di, Aku ingin bersih-bersih saja dan mengganti pakaianku."
"Ya sudah, tasnya taruh sini saja .. besok saja dimasukkan ke dalam lemari, pakaian kamu dan juga seragam kamu sekolah sudah tersedia di lemari itu."
Tunjuk Digo ke salah satu lemari di mana memang ia sudah mempersiapkan semuanya, dari seragam sekolah Aruna hingga pakaian rumahan dan juga pakaian untuk berpergian, semuanya sudah Digo persiapkan jauh-jauh hari dimana memang Digo menginginkan Aruna untuk menjadi istrinya.
__ADS_1
Aruna menuju ke lemari pakaian yang sudah ditunjuk oleh Digo dan ia membukanya, di mana Aruna lagi lagi menggelengkan kepalanya karena ia melihat beberapa deretan pakaian yang tentu saja baru dan pastinya sesuai dengan apa yang Aruna pakai sehari-harinya. Aruna juga membulatkan matanya ketika ia melihat pakaian kurang bahan itu berada di sana.
Digo yang tahu jika Aruna saat ini melihat pakaian kurang bahan yang sudah disiapkannya, langsung saja menghampiri istrinya, ia memeluk Aruna dari belakang kemudian mengambil salah satu pakaian kurang bahan itu untuk diberikan kepada Aruna.
"Sayank pakai ini ya, malam ini kamu adalah milikku dan pastinya malam ini kita sudah sah sebagai suami istri. Dan kamu tahu kan kewajiban seorang istri terhadap suaminya itu bagaimana?"
Ucap Digo dengan satu tangannya masih memeluk erat tubuh Aruna dan satu tangannya lagi menyerahkan pakaina itu kepada Aruna.
Aruna tidak menjawab, mau tidak mau ia mengambil apa yang sudah diserahkan oleh Digo di mana memang Aruna paham betul apa kewajiban sebagai seorang istri, yang mana Aruna juga tahu kalau malam ini adalah malam yang sah untuk keduanya melakukan seperti itu, meskipun bayang-bayang perbuatan Digo di malam itu masih terlintas di kepalanya tetapi Aruna berusaha menepisnya karena saat ini Digo berhak atas tubuhnya dan Diego juga berhak meminta apapun dari dirinya termasuk Aruna yang harus memberikan haknya kepada Digo.
Hingga perlahan-lahan Digo melepaskan pelukannya karena Aruna ingin beranjak ke dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Aruna tidak mandi...perempuan cantik itu hanya membersihkan diri dan berganti pakaiannya, mau tidak mau ia menggunakan pakaian kurang bahan itu meskipun nanti harus ditutupi dengan handuk kimono tetapi tetap saja jika handuk itu dibuka maka terpampang jelas lekukan indah tubuh Aruna.
Digo memang gila, bisa-bisanya dia membeli pakaian ini dan meminta aku untuk memakainya...
Di dalam kamar mandi Aruna mengumpat kesal, setelah ia membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, ia melihat tubuhnya yang ada di depan cermin yang ternyata memang lekukan tubuhnya itu terpampang nyata di sana bahkan ia seperti tidak memakai sehelai kain pun.
Hingga akhirnya 10 menit kemudian, Aruna bergegas keluar dari kamar mandi, ia tidak mau lama-lama berada di kamar mandi yang nantinya membuat Digo berpikir yang tidak tidak, bahkan suaminya itu akan masuk ke dalam kamar mandi karena menunggunya lama.
Entahlah, pikiran Aruna saat ini sudah kemana-mana di mana pastinya Aruna sudah berpikir jika malam ini Digo akan mengeksekusinya, dan tentu saja Aruna pasrah dengan semuanya.
Ceklek
Digo melototkan matanya, manakala ia melihat Aruna keluar dari kamar mandi, di mana memang Aruna tidak langsung memakai pakaian kurang bahan itu tetapi masih ditutupi dengan handuk kimono namun Digo bisa melihat jika lekukan tubuh Aruna sangat menggodanya.
__ADS_1