My Crazy Husband

My Crazy Husband
Sengkuni....


__ADS_3

"Hai Run, gue duduk di sini ya?"


Bukan tidak sengaja untuk masuk ke kelas Aruna, tetapi Rian memang sengaja ke sana selain ingin bertemu dengan Aruna dan melepas rasa rindu dengan gadis pujaannya itu, Rian juga ingin ikut bergabung untuk menjenguk Bagas nanti siang.


Aruna melirik sekilas, kemudian ia menganggukkan kepalanya tidak mungkin jika dirinya mengusir Ryan yang tentunya sudah duduk di sini, ini juga bukan sekolah milik Papanya ataupun nenek moyangnya jadi bebas semua orang bisa duduk di sini meskipun Aruna tahu nanti resikonya jika sampai Digo tau kalau ia berdekatan dengan laki-laki lain pasti suami posesif nya itu akan cemburu berat.


Tetapi sejenak Aruna menepis semua perasaan itu, toh juga di dalam kelas bukan hanya dirinya dan Rian saja, masih banyak teman-temannya yang berada di sini juga ada Vina yang duduk di sebelahnya, bisa dipastikan kalau semuanya aman jika nanti Digo masih cemburu terserahlah itu nanti bisa dirayu, lagi pula memang laki-laki seperti itu tidak ingin berbagi kasih sayang dengan laki-laki lain, apalagi melihat istrinya berdekatan dengan laki-laki lain pasti akan marah-marah dan cemburu, itu sudah wajar.


"Run, nanti gue ikut jenguk Bagas ya? gue juga belum ke sana.."


Seperti nya Rian memanfaatkan kesempatan ini, ia mendengar cerita dari Hendri..ketua kelas Aruna, di mana nanti setelah pulang sekolah, Aruna dan yang lainnya akan menjenguk Rian di Rumah Sakit. Dan tentu saja, Rian yang sedari dulu sudah mencintai Aruna, akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Aruna, meskipun Rian tau kalau Aruna sudah menjalin hubungan dengan Digo, tapi tidak masalah karena Rian berpikir jika Aruna terpaksa menerima cinta Digo.


Aruna yang sibuk untuk mengerjakan PR fisika nya seketika menoleh ke arah Rian, ia juga tidak bisa memutuskan Ryan bisa ikut bergabung dengan kelasnya menjenguk Bagas atau tidak, toh juga kalau masalah jenguk menjenguk orang sakit itu juga tidak bisa dilarang, terserah juga.


"Boleh-boleh, lagi pula kita kan satu tim basket.. masa' yang lainnya jenguk tetapi tim kita tidak."


Saut Hendri sang ketua kelas dari belakang, kebetulan sekali Rian, Bagas dan Hendry merupakan kelompok tim basket yang mana memang sejak Bagas sakit di rumah sakit mereka belum menjenguk Bagas dan inilah kesempatan untuk bersama-sama pergi ke rumah sakit tentu saja kesempatan itu dilakukan oleh Ryan yang mana ia bisa menangkap peluang bisa berduaan dengan Aruna.


Oh ya ya kenapa aku sampai lupa jika Hendri, Rian dan Bagas adalah tim basket, aduh bagaimana ini.. bisa kacau semuanya.. tidak mungkin juga aku membatalkan untuk tidak ikut ke sana.


Aruna lagi lagi dilema, terlebih lagi Rian yang ikut ke rumah sakit, sudah dipastikan jika suaminya nanti tahu mengenai hal ini dan juga sudah dipastikan jika Digo itu cemburu.


"Okelah nanti pulang sekolah, kebetulan yang lainnya juga belum ikut pergi ke sana."

__ADS_1


Ujar Riyan lagi yang memberikan satu kedipan mata kepada Hendry, sepertinya laki-laki itu memang bersekongkol untuk bisa mendekati Aruna tentu saja bisa berduaan dengan kekasihnya orang.


"Gimana Run, kamu tidak keberatan kan?"


Kini giliran Ryan yang bertanya kepada Aruna padahal dari tadi Ryan sudah bertanya tetapi tidak mendapatkan jawaban dari Aruna.


"Terserah kamu saja, aku juga tidak bisa melarang.. lagi pula kita sama-sama pergi untuk menjenguk Bagas bukan pergi ke tempat yang lainnya."


"Sekalian nanti kita pergi ke tempat yang lainnya juga tidak masalah."


Aruna melongo kemudian menggelengkan kepalanya, rasa-rasanya memang sepertinya Rian belum move on dari dirinya padahal sudah jelas-jelas satu sekolahan sudah gemar dengan hubungannya dengan Digo, pastinya Aruna juga tahu jika Riyan pun mengetahuinya.


Tidak ada sambutan dari Aruna padahal Rian dari tadi memperhatikan Aruna dengan berusaha untuk mengajak ngobrol Aruna tetapi Aruna yang serius mengerjakan pr-nya hanya bisa mengangguk dan sekilas Rian bukan karena Aruna ingin jaga jarak atau gimana, memang ia tidak tertarik dengan obrolan yang Rian ucapkan terlebih lagi ia masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan secepatnya.


Remon salah satu teman Ryan tiba-tiba masuk ke dalam keras dan ikut bergabung dengan Ryan, Aruna dan Vina.. laki-laki itu menyeletuk begitu saja yang sepertinya memang tahu betul bagaimana isi hati dari Rian.


"Bisa aja lo, tetapi sayang sekali widodari hati gue sudah ada yang memiliki padahal gue yang selama ini dekat dengan dia tetapi malah Digo yang memilikinya."


Ucap Rian sembari melirik dan memperhatikan Aruna laki-laki itu sengaja mengatakan seperti itu yang  pastinya memang di dalam hatinya masih ada nama Aruna meskipun Rian tahu tidak bisa memiliki Aruna untuk saat ini.


"Ngenes...."


Jawab Remon kembali dengan tertawa karena ia tau bagaimana perasaan Rian yang saat ini di mana Rian patah hati ketika mendengar Aruna sudah jadian dengan Digo padahal Ryan sendiri sudah lama menaruh rasa kepada Aruna dan sebelum ada Digo, Rian lebih dulu dekat dengan Aruna bahkan mereka berdua sering ngobrol bersama.

__ADS_1


"Tetapi jangan khawatir, selama janur kuning belum melengkung, pacar orang bisa ditikung.. melengkung saja masih bisa diluruskan, masa' yang hanya pacaran saja kamu nggak berani nikung. Cemen lu Yan ... Kalau memang lo nggak bisa nikung di Digo..."


Nah Remon malah memprovokasi Rian, sepertinya memang sahabat Ryan itu agak setengah-setengah yang mana malah ingin merusak hubungan Digo dengan Aruna yang Rian sendiri maupun Remon dan yang lainnya hanya tahu Aruna itu sebatas pacar Digo saja bukan menjalin ikatan pernikahan yang sah.


"Anjir Lo malah Mon, membuat gue berpikir yang tidak tidak ... jangan ah kasihan Aruna nya sepertinya Aruna cinta sama Digo dan gue nggak mau nikung pacar orang, lagi pula gue bahagia jika melihat Aruna bahagia meskipun gue hati gue menderita..."


Aruna meletakkan bolpoinnya kemudian melihat ke arah Remon dan Ryan secara bergantian lalu menggelengkan kepalanya entah mengapa mereka berdua sedari tadi berisik melebihi seorang perempuan-perempuan yang sedang bergosip dan tentu saja itu mengganggu konsentrasi Aruna terlebih lagi ucapan dari Remon itu menyindir dirinya.


Namun memang benar jika dulunya sebelum dengan Digo, Aruna dan Ryan sempat dekat tetapi Aruna sama sekali tidak mempunyai rasa pada Rian dan menganggap Ryan itu adalah teman baik Aruna saja yang bisa diajak bercerita, tetapi entah mengapa tiba-tiba Rian menyatakan perasaannya dan itu yang membuat Aruna jadi bingung padahal Aruna sendiri tidak mempunyai rasa atau tidak berpikir untuk mencintai Ryan.


"Udah kalian ngobrolnya? lagi pulang lo ya Mon.. Rian aja tidak masalah mengapa lo malah menghasut dia, lo itu bagaikan setan yang terlihat, yang suka meracuni orang... Sengkuni!" Kini giliran Vina ikut buka suara, seperti nya Aruna butuh dekengan..


"Hahaha tapi memang benar kasihan Rian sejak berita hubungan Aruna dengan Digo tersebar ke mana-mana, Rian jadi patah hati .. makan tidak enak, tidak bisa tidur juga bahkan di kelas sering melamun padahal Rian itu sudah cinta banget sama Aruna, tetapi sayang sekali dia terlambat untuk menyatakan perasaannya karena dia tidak enak jika pertemanan baik dengan Aruna akhirnya sia-sia karena Rian menyatakan perasaannya."


Sepertinya Remon mewakili isi hati Rian, yang mana laki-laki itu malahan mengungkapkan semuanya..


Sedangkan Rian, orang yang dibicarakan itu hanya senyum-senyum sendiri, laki-laki itu tidak masalah jika dibicarakan toh juga apa yang dikatakan oleh Remon memang benar jika dirinya sudah memendam cinta kepada Aruna, bahkan sudah menyatakan perasaannya kepada Aruna, tetapi sayang sekali karena Digo sudah mendahuluinya, dan lebih parahnya lagi Aruna juga sebenarnya tidak ada rasa sama sekali kepada dirinya.


"Jangan dipedulikan ucapan Remon, Run dia memang seperti itu. Aku nggak apa apa meskipun sebenarnya Aku patah Hati dan cemburu melihat kamu dengan Digo, tetapi tidak apalah yang penting kita masih tetap berteman baik dan jangan menghindariku hanya gara-gara kamu sudah memiliki pacar."


Seenggaknya Rian masih tetap bersama dengan Aruna meskipun tidak menjadi pacarnya, namun Aruna tidak akan menjauhinya itu yang bisa membuat Rian sedikit lega walaupun mungkin menurut pikiran nya itu kalau dirinya masih ada kesempatan untuk mendekati Arunq, dan Rian akan memanfaatkan kesempatan itu juga, karena Aruna dan Digo hanya status sebagai pacar saja, belum menikah dan masih bisa putus.


Aruna menganggukkan kepalanya memang tidak salah jika ia hanya berteman dengan Rian dan juga memang awalnya ia dan Rian itu berteman dekat bahkan sering ngobrol-ngobrol seperti ini hingga akhirnya Digo yang hadir di dalam kehidupannya, Digo yang menikahinya yang membuat ia sedikit menjaga jarak dengan laki-laki dan itu juga Digo yang menginginkannya.

__ADS_1


Mereka berempat ngobrol-ngobrol dengan bercanda tawa dan terlihat di sana ekspresi wajah Aruna yang begitu gembira, sepertinya memang ia jarang sekali bisa bercanda dengan teman-temannya .. yang ada Digo selalu bersama dirinya.


__ADS_2