
"Kalau begini, aku jadi malu turunya Di, besok besok aku nggak mau lagi!!"
Mereka berdua sudah keluar dari kamar mandi dengan Aruna yang rambutnya basah begitu juga dengan Digo.
"Tidak masalah sayank, kan kamu berbuat itu dengan suami kamu sendiri saja bukan?"
Tidak mau menanggapi apa yang dikatakan oleh suaminya, Aruna segera berganti pakaiannya langsung menuju ke kamar mandi dengan menggunakan pakai an barunya, ia tidak ingin mengenakan pakaian itu di depan suaminya, nanti yang ada tidak keluar-keluar dari dalam kamar.
Digo yang melihat tingkah Aruna hanya tersenyum, laki-laki itu juga tidak mau menghampiri Aruna di kamar mandi takut jika nanti istrinya malahan tambah marah-marah.
Yang pasti sore ini Digo senang sekali, karena mendapatkan sesuatu di luar pikiran dan rencana nya, yang mana itu menambah semangatnya saja dan berhasil untuk melupakan sesuatu yang muncul di dalam pikirannya.
Sembari menunggu Aruna, Digo juga berganti pakaian tetapi ia tidak berganti pakan di dalam kamar mandi langsung saja di dalam kamarnya Digo juga tidak ada niatan untuk mengeringkan rambutnya biarkan saja basah mana lebih bagus karena Nathan pastinya akan melihat dan itu akan membuat kakak kandungnya cemburu dengan kemesraan yang diperlihatkan antara Aruna dengan Digo.
5 menit kemudian, Aruna sudah selesai berganti pakaian perempuan cantik itu ingin menuju ke meja rias yang bertujuan untuk mengeringkan rambutnya tetapi sayang sekali Digo malahan menahan tangan Aruna dan tidak membiarkan istrinya itu untuk mengeringkan rambut nya pakaian cukup dengan menyisir rambutnya saja tidak perlu dikeringkan.
"Rambutku basah banget Di, jangan macam-macam deh, ini bukan waktunya bercanda ... lagian aku malu jika turun dengan rambut yang masih basah seperti ini."
Digo tersenyum, kemudian laki-laki itu menghampiri istrinya yang mana seketika Digo tau kalo istrinya kesal dengan dirinya karena sudah berbuat yang enak-enak beberapa jam yang lalu dan dipastikan jika nanti dirinya dan juga Aruna turun ke bawah pasti perhatian kedua orang tuanya akan tertuju pada nya dan juga Aruna.
"Tidak masalah sayank atau kita mau makan malam di luar saja?"
__ADS_1
Lagi lagi Digo mendekati eklistrinya kemudian merangkul pinggang istrinya lalu menatap wajah cantik Aruna, seketika Aruna memalihkan wajahnya ia paling tidak bisa jika di tatap Digo seperti ini.
"Tidak Di, aku nggak enak sama Mami. Lagi pula bibi di bawah sudah masak-masakan kesukaanku dan itu katanya Mami yang nyuruh, kita turun saja tapi di bawah kamu jangan macam-macam jangan menempel seperti ini benar deh aku nggak enak."
Ya beberapa jam yang lalu pas Aruna pulang dari cafe Aruna sedikit mampir ke dapur sebentar dan melihat asisten rumah tangga dan juga Mami mertuanya tetapi Mami mertuanya belum pulang namun Aruna benar-benar dibuat tidak percaya Karena Mami mertuanya meminta asisten rumah tangga itu untuk memasak-masakan kesukaannya dan tentu saja itu membuat Aruna terharu dengan perlakuan manis dari mami mertuanya.
Hingga akhirnya Aruna tidak mau diajak makan malam keluar padahal ia sendiri malu untuk turun ke bawah karena oleh suaminya yang mana memang Aruna tidak enak jika sudah dibuatkan makanan kesukaannya tetapi malahan makan malam di luar.
"Cie yang jadi menantu idaman?anaknya aja sampai kalah. Sekarang mami dan Papi nggak nganggap aku sebagai anak sayang mereka lebih memilih kamu daripada aku."
Protes Digo yang mana memang dirinya merasakan jika kasih sayang dan perhatian kedua orang tuanya saat tetap cucu pada Aruna dan itu malahan membuat Digo senang karena perempuan yang dipilih menjadi istrinya itu ternyata begitu cocok dengan kedua orang tuanya di mana kedua orang tuanya juga sangat menyayanginya Dan menganggap Aruna sebagai anak kandungnya sendiri.
Aruna mendorong tubuh suaminya lihat aku jika lama-lama berduaan dengan Digo di dalam kamar nantinya Digo akan memangsanya lagi dan Aruna benar-benar tidak sanggup untuk meneladani Digo lagi pula ini masih sore dan sepertinya akan ada banyak gangguan jika mereka melakukannya lagi.
Ketika Aruna mendorong tubuh Digo .. Aruna akhirnya bisa lepas dari pelukan suaminya, perempuan cantik itu bergegas untuk keluar dari gambar dan meninggalkan suaminya yang masih tergagah geli di tempatnya.
Aruna sendiri harap-harap cemas ia berharap jika kedua mertuanya itu tidak berada di bawah yang pastinya akan melihat penampilan dirinya yang entahlah cantik segar tetapi rambutnya masih basah itu nanti akan membuat bahan ledekan dari kedua mertuanya.
"Sayang tunggu kamu jangan ke bawah sendirian!"
Digo dengan cepat belajar istrinya ia tidak mau jika ada seseorang yang memandang wajah cantik Aruna terlebih lagi Digo yakin jika Nathan berada di dalam rumah ini.
__ADS_1
Aruna endiri tidak memperdulikan tarikan dari suaminya perempuan cantik itu bergegas turun ke bawah selain rasa lapar Aruna juga masih tidak enak dengan kedua mertuanya yang pastinya dari tadi menunggunya meskipun Aruna yakin makan malam keluarga Digo sudah selesai.
"Selalu saja begitu, lihatlah anak kamu tapi tidak bosan bohongnya memangsa istrinya."
Mami Nina yang sudah ditagih memang menunggu Aruna dan Digo turun seketika mengalihkan atensinya melihat Aruna yang bergegas turun dari atas tentu saja Mami Nina menggelengkan kepalanya pelan karena tahu apa yang sudah dilakukan oleh putranya terlebih lagi membiarkan Aruna dengan rambut yang basah tanpa dikeringkan terlebih dahulu dan itu pasti semuanya karena olah digoyang tidak membiarkan istrinya mengherankan rambutnya.
"Anak kamu juga mesumnya tidak ketulungan apa tidak lihat kasihan istrinya?"
"Nanti malam Mami mau tidur sama Aruna,.Papi aja gen ngobrol di ku supaya Diko tidak nempel terus sama Aruna Mami belum ada waktu berdua dengan Aruna tetapi Digo sudah menguasainya.*
"Beres mie,.Papi juga jarang dengan anak itu bisa-bisanya membuat Aruna tidak bebas."
Kedua orang tua Digo mempunyai rencana untuk membuat Digo tidak nempel dengan Aruna mereka semua keram dengan ulah digoyang tidak membiarkan Aruna untuk turun dan mengurungnya di dalam kamar dan pastinya memilihlah juga tidak ada waktu banyak jika sudah ada Digo bersama dengan arona pastinya putra bungsu yaitu akan mengurut Aruna dan tidak membiarkan Aruna untuk kemanapun juga.
Sementara Nathan masih memperhatikan sepasang pengantin baru itu tentu saja sekarang Nathan sudah benar-benar tinggal di kediaman Narendra bukannya apa-apa karena minira meminta supaya Nathan kembali lagi ke rumah ini toh juga selama ini nonton tidak berbuat apa-apa dengan Aruna dan kasihan dengan Natan jika harus hidup sendiri di luar sana sementara Nathan tidak terbiasa sendirian.
"Segera perempuan yang cantik dan baik lalu gerakan pada Papi terus pakai akadekakan kamu supaya kamu bisa move on dari Aruna tapi tahu jika kamu masih belum bisa mengeluarkan arona dari dalam hatimu."
Bisik Papi Rendra kepada Nathan yang mana saat ini membereskan tahu jika datang memandang wajah cantik Aruna dan juga Papa renda tahu jika sebenarnya anak dan belum bisa melupakan Aruna tetapi mau gimana lagi Aruna sudah menikah dengan Digo dan sepertinya Aruna sedikit demi sedikit belajar mencintaiku meskipun cinta Aruna itu belum sebesar cinta yang diberikan Digo kepada Aruna tetapi pernikahan adalah sebuah ikatan yang sangat tidak bisa untuk dipermainkan.
__ADS_1