
Hingga 2 jam kemudian Aruna dan Vina sudah menyelesaikan makanannya tetapi mereka berdua masih betah berada di dalam cafe karena masih ingin ngobrol panjang dan lebar, tentunya di sinilah tempat paling aman dan nyaman Aruna bisa bercerita dengan sahabatnya
"Malam ini gue nginep di rumah lo ya, bosen rasanya berada di rumah lagian gue takut jika Kak Nathan akan semakin mengejar gue."
"Bukannya gue nggak mau tetapi gue takut nanti jika Digo marah-marah, lagi pula lo apa sudah izin sama mertua lo, takut saja nanti jika beliau nyariin."
"Baru mau izin yang pastinya mertua gue pasti mengijinkan lagipula mertua gue juga tahu lo dan juga rumah lo dan kenal juga kedua orang tua lo pastinya tidak apa-apa, dan gue benar-benar ingin menjauh dari kak Nathan, kenapa dia susah sekali dibilangin, padahal tadi gue sudah ingin menjelaskan tentang kedekatan kita yang sepertinya Kak Nathan salah artikan."
Vina akhirnya menganggukkan kepalanya meskipun ia sendiri agak ragu dengan keputusan Aruna tetapi memang mereka sudah lama tidak tidur bersama biasanya setiap satu minggu sekali pasti keduanya selalu menyempatkan diri untuk tidur bersama, gantian ke rumah Vina ataupun Aruna tetapi sejak Arun menikah dengan Digo keduanya menjadi jarang bersama dan tidak ada waktu.
Hingga akhirnya keduanya keluar dari cafe itu dan memang setelah dari cafe ini, Vina langsung membawa Aruna pulang ke rumahnya, tidak perlu berganti baju atau bagaimana yang jelas semua baju-baju Vina bisa dipakai oleh Aruna dan Aruna pun langsung mengiyakan saja daripada ia pulang dulu ke rumah mertuanya maka akan memakan waktu yang sangat lama.
Sepanjang perjalanan, Aruna bercerita tentang perasaan hatinya kepada Vina dan Vina pun menanggapi dengan tersenyum, ia lega sekarang kalau Aruna sudah membuka hatinya dan sudah mencintai Digo, padahal sudah sejak awal pernikahan Vina mengatakan kepada Aruna kalau Digo benar-benar mencintainya tetapi yang namanya Aruna masih tetap dengan pendiriannya bahkan perempuan itu malahan masih membenci Digo.
Hingga akhirnya keduanya sudah sampai di rumah Vina dan bergegas untuk menuju ke kamar bersama dengan Aruna, mereka bersih-bersih dulu kemudian langsung istirahat dan tidak makan karena mereka baru saja makan.
Beberapa jam kemudian....
Diego yang patah hati dan juga pikirannya lagi semrawut tidak sengaja ia yang lelah hingga akhirnya tertidur, laki-laki itu bangun dan melihat jam yang melingkar di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 06.00 malam dan itu berarti 1 jam lagi ia dan Nathan akan bertemu di sebuah arena balapan.
__ADS_1
Ya pertandingan yang diinginkan oleh Nathan adalah balapan, mereka berdua memang mempunyai skill balapan yang tidak bisa diragukan lagi meskipun kemampuan Digo diatas Nathan tetapi malam ini Digo sudah yakin untuk tidak memenangkan pertandingan, biarlah Nathan yang menang supaya Nathan bisa memiliki Aruna.
Tentu saja di apartemen Digo hanya sendiri. Karena Dino memang sengaja meninggalkan Digo sendiri. Dino yakin jika sahabatnya itu tidak akan berbuat macam-macam dengan mengakhiri hidupnya dan percaya jika Digo bisa mengatasi semua masalah ini.
Digo siap-siap, ia segera mengambil kunci motornya yang biasa digunakan untuk balapan. Ya di sinilah, di apartemen inilah Digo menyimpan motornya itu karena tidak ingin diketahui oleh Papi Rendra yang mana Papi Rendra memang tidak setuju jika anak-anaknya melakukan aksi balapan.
Digo sudah mempersiapkan semuanya meskipun tidak ada persiapan yang lebih matang karena memang ia tidak mau memenangkan pertandingan ini tetap saja ia membersihkan motornya yang sudah lama tidak terpakai dan juga melengkapi semuanya supaya aman.
Laki-laki itu kini sudah keluar dari apartemen dan menuju tempat di mana sudah ditentukan oleh Nathan dan pastinya tempat dalaman itu aman tidak di jalan karena ini bukan merupakan balapan liar.
Sementara Dino, mondar-mandir sendirian .. gelisah karena memikirkan Digo yang sedari tadi tidak bisa dihubungi
Masih bingung, Dino langsung saja mengambil kunci motornya kemudian ia keluar dari rumahnya lalu menghubungi teman-temannya, sudah dipastikan jika ia harus menceritakan semuanya kepada ketiga sahabatnya itu meskipun tadi sudah diwanti-wanti oleh Digo tidak boleh menceritakan apapun juga termasuk kepada Aruna.
Tetapi Dino yang khawatir, tidak peduli lagi nanti jika Digo tiba-tiba akan memarahinya yang penting ia sudah lega jika nanti bisa menceritakan kepada ketiga sahabatnya dan memberikan solusi bagaimana harus menyikapi semuanya ini.
"Gila!! kenapa nggak lo cegah? lo tahu sendiri kan Digo? Bagaimana cintanya dia dengan Aruna?"
Ya saat ini Dino sudah bersama dengan ke tiga sahabatnya, tentu saja mereka bertemu di sebuah cafe dan disinilah Dino menceritakan apa yang sedang dialami oleh Digo dan tentu saja ketiga sahabat Digo itu kaget, kaget karena tiba-tiba Digo sudah datang tanpa memberitahukan kepada mereka dan juga kaget dengan pertandingan malam ini dan tentu saja tentang kisah cinta Digo yang akan berakhir malam ini juga.
__ADS_1
"Gue sudah memberikan pencerahan kepada dia, dan gue juga meminta Digo untuk menanyakan dulu kepada Aruna, tetapi Digo sudah yakin dengan keputusan nya ini."
Meskipun disayangkan tetapi Dino tidak bisa berbuat apa-apa, sebagai sahabat yang baik, Dino sudah berusaha untuk memberikan sedikit masukan kepada Digo untuk memikirkannya matang-matang.
"Shittt!! Aruna sudah tahu? apa Digo juga sudah bertemu dengan Aruna?"
"Ketemu secara langsung sih belum tetapi tadi siang setelah pulang sekolah gue dan Digo bertemu Aruna di cafe, bukan bertemu lebih tepatnya kita melihat Aruna bersama Vina di sana dan disitulah Digo mendengar jika Aruna itu nyaman berada di dekat Nathan dan juga Aruna sayang banget dengan Nathan dan oleh karena itu Digo memutuskan untuk menerima tawaran Bang Nathan malam ini dan nantinya keputusan terakhirnya setelah balapan nanti malam."
"Bodoh!!"
Umpat Dimas kesal, yang mana laki-laki itu saat ini mengepalkan tangannya kemudian pergi meninggalkan ke tiga sahabatnya itu untuk keluar dari kafe.
Ketiga sahabatnya yang merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Dimas, langsung saja mengikuti Dimas.. mereka tidak mau terjadi sesuatu dengan Dimas karena mereka tahu di sini Dimas yang paling tidak stabil emosinya sama dengan Digo.
"Lo mau ke mana? jangan gegabah."
Dino sudah berhasil meraih tangan Dimas dan menghentikan langkah laki-laki itu untuk tidak naik ke atas motornya karena jika saat ini Dimas pasti ingin mencari Aruna ataupun Nathan.
"Gue ingin menemui Aruna, perempuan seperti Aruna itu tidak pantas mendapat cinta dari Digo. Bisa-bisanya perempuan itu menyia nyiakan Digo yang sudah berjuang mati-matian selama ini dan menyia-nyiakan cinta yang begitu tulus dan besar untuk dia, yang membuat Digo seperti ini!"
__ADS_1