
Nathan diam, ia yang mendengar apa yang diucapkan oleh Papi Rendra langsung saja tidak bisa berkata apa apa lagi, Nathan mengaku memang salahnya yang selama ini belum move on dari Aruna, tetapi Jujur saja kedekatannya dengan Aruna selama 10 hari terakhir ini, membuat rasa cintanya kepada perempuan itu semakin meningkat padahal Nathan juga berusaha untuk melupakan Aruna, tetapi rupanya bukan sesuatu yang mudah memang bagi Nathan, tetapi ia masih sadar jika Aruna adalah istri dari adik nya.
Namun selama beberapa hari ini kebiasaan dengan Aruna, sudah membuat Nathan geer dan juga berharap lebih apalagi dengan sikap Aruna yang selama beberapa hari selalu manis padanya.
Bisa dikatakan Nathan beberapa hari bersama dengan Aruna, malahan menaruh harapan besar kepada Aruna karena setahu Nathan, Aruna itu tidak mencintai Digo hanya Digo yang mencintai Aruna saja dan Aruna terpaksa menerima pernikahan ini karena Digo yang sudah memperkosa Aruna dan tentu saja bersama dengan Aruna beberapa hari ini bisa membuat Aruna tersenyum, Nathan jadi berpikir lebih dari itu, ia akan merebut Aruna kembali yang nyatanya Aruna bisa bahagia dengannya dan tidak bahagia bersama dengan Digo.
"Seharusnya kamu tahu kan dari awal Aruna itu tidak cinta sama kamu meskipun Papi dan juga Papahnya Aruna menjodohkan kalian. Dan mungkin saja jika tidak ada insiden itu kalian bisa menikah tetapi sayang sekali takdir tidak bisa membawamu untuk bersama dengan Aruna karena Digo yang lebih berhak untuk menikahi Aruna waktu itu dan Papi harap dengan kejadian ini Kamu tidak akan lagi berharap banyak kepada Aruna meskipun Papi yakin kamu begitu sulit untuk melupakan Aruna tetapi mencoba lah untuk berpikir jauh ke depan, Aruna sudah menjadi istri Digo tidak mungkin adik kandungmu itu akan melepaskan Aruna begitu saja, kamu tahu sendiri kan bagaimana cinta Digo kepada Aruna meskipun Papi juga belum yakin kalau Aruna mencintai Digo."
Kembali lagi Nathan tidak bisa berkata apa-apa lagi memang ia harus berpikir positif mulai sekarang dan apalah daya jika memang kedekatannya beberapa hari ini dianggap Aruna hanya biasa saja, tidak seperti dirinya, tetapi Nathan masih memendam perasaan yang entahlah dan ia akan menanyakan itu kepada Aruna sebelum benar-benar meninggalkan Indonesia.
Ya Nathan akan menanyakan kepada Aruna bagaimana perasaan Aruna saat ini apakah memang benar selama beberapa hari dekat dengannya tidak ada rasa sedikitpun di hati Aruna untuk dirinya atau bagaimana dan rasa penasaran itu yang akan hinggap di pikiran nya jika ia tidak bertemu dengan Aruna dan menanyakan langsung pada perempuan cantik itu.
"Papi dukung keputusan kamu untuk meninggalkan Indonesia tetapi bukan selamanya dan Papi harap setelah kamu benar-benar move on dari Aruna, kamu bisa kembali lagi ke Indonesia dan Papi yakin Digo pun tidak masalah jika kamu kembali lagi ke Indonesia dan ini adalah konsekuensi dari apa yang sudah kamu katakan kepada Diego semalam, bahwa yang kalah dalam pertandingan itu akan meninggalkan Indonesia dan nyatanya Kamu sendiri yang kalah dalam balapan itu."
__ADS_1
"Ketahuilah, Papi tidak suka jika putra-putra Papi melakukan aksi seperti itu terlebih lagi itu berhubungan dengan seorang wanita, kalian harus ingat jika Mami kalian itu adalah seorang wanita dan berjasa dalam hidup kalian jadi sebelum kalian melakukan sesuatu hal yang berkenaan dengan perempuan maka kalian harus berpikir dulu mengingat kembali wajah Mami kalian yang sudah berjuang nyawa untuk melahirkan kalian semua. Jadi malam ini Papi anggap semuanya selesai, Nathan harus menjalankan apa yang menjadi peraturan pertandingan semalam dan Digo berusaha keras lagi supaya tidak ada laki-laki lainnya yang berusaha merebut istri kamu."
Ya sementara cukup Papi Rendra untuk memberikan petuah kepada anak-anaknya karena dirasa memang sudah malam dan waktunya mereka berdua istirahat, Papi Rendra sendiri juga melihat satu persatu putranya itu dengan wajah yang entahlah yang mana Papi Rendra tidak akan memihak sebelah yang nyatanya memang putra-putranya itu berbuat salah padanya.
Baik Nathan maupun Digo hanya menganggukan kepalanya kemudian keluar dari ruangan Papi Rendra, tentu saja dengan mereka memegangi sudut bibirnya yang terasa sakit dan mengeluarkan darah meskipun pukulan Papi Rendra hanya satu kali tetapi itu sangat kuat.
Sedangkan Aruna yang sudah dari tadi cemas mengkhawatirkan suaminya langsung saja tersenyum ketika pintu ruangan kerja Papi Rendra dibuka. Dan ia melihat sosok suaminya dengan wajah yang entah, dan pastinya Aruna tahu jika Nathan dan Digo kena tonjok oleh Papi Rendra di dalam.
"Obat obati lukaku ya Yank."
"Tapi Di."
Bukannya menolak tetapi Aruna memang benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi di dalam ruang kerja Papi Rendra, tetapi sayang sekali tangan Digo yang sudah memegang pinggang Aruna membuat Aruna merasa malu karena terlihat oleh Papi Rendra, Mami Nina dan juga Nathan, tetapi itu tidak masalah buat Digo karena istrinya yang begitu enggan dipegang, maka Digo dengan cepat menggendong tubuh Aruna untuk menuju ke kamarnya yadiku ingin meminta istrinya itu mengobati lukanya sembari ia bercerita.
__ADS_1
Grepp
"Eh kok malah digendong padahal kan bisa diobati di sini saja bersama dengan Mami."
"Aku main diobati di atas yank, tentu saja obatnya yang plus-plus bukannya sekedar kamu teteskan obat merah saja."
Tidak bisa berkata apa-apa lagi Aruna pasrah ketika digendong oleh suaminya menuju ke atas yang pastinya selain malu Aruna juga tidak enak dengan Mami Nina yang saat ini melihatnya dengan tatapan mata yang sangat tajam, bukan karena marah tetapi pastinya Mami Nina berpikir jika Digo itu terlalu memaksakan kehendak dan Aruna juga ikut saja apa yang diinginkan oleh suaminya.
"Sini tangan kamu, Mami obati."
Melihat Putra sulungnya itu hanya menatap ke arah pasangan mesum , langsung saja Mami Nina meminta Nathan untuk duduk, beliau juga tahu jika di dalam tadi Papi Rendra memukul kedua putranya.
"Jangan terlalu dilihatin, kamu harus move on.. kamu tidak lihat sendiri betapa Digo dan Aruna sangat bahagia, kamu mau merusak kebahagiaan mereka? Mami tahu jika kamu masih sangat mencintai Aruna dan Mami belakangan ini juga sudah curiga terhadap kamu tetapi Mami sudah berulang kali juga untuk mengingatkan Kamu harus jaga jarak dengan Aruna namun sepertinya kamu enggan melakukannya hingga terjadi seperti ini Kamu sendiri yang kesulitan Kamu sendiri yang mempunyai harapan lebih kepada Aruna padahal Aruna sama sekali tidak menganggap sebagai seorang laki-laki yang dicintainya melainkan sebagai seorang kakak terhadap adiknya."
__ADS_1
Ya salah setelah Nathan dan Digo berada di ruang kerja Papi Rendra, Aruna bercerita banyak kepada Mami Nina, yang pastinya Aruna juga menceritakan tentang perasaannya kepada Digo yang ia sudah mulai mencintainya dan juga mengatakan kepada Mami Nina jika Nathan itu salah mengartikan dengan kedekatannya selama ini.