
New Delhi
Delhi telah menjadi pusat perekonomian dan budaya di India sejak dulu hingga sekarang. Dinamikanya pun bisa dilihat lewat sejumlah destinasi wisata di Delhi ini.
Dikenal sebagai kota terpadat kedua di India setelah Mumbai, Delhi atau yang dikenal sebagai New Delhi kini juga menyimpan banyak kisah menarik. Faktanya, perjalanan India pun tak bisa dilepaskan dari peran serta Delhi.
Mundur ke abad ke-6, Delhi telah dihuni dan menjadi pusat pemerintahan sekelas negara India saat ini. Keberadaan Delhi pun tak lepas dari kisah Kesultanan Delhi hingga penaklukan raja raja.
Aashna menghembuskan nafas beratnya.
"Kota ini jg akan menjadi saksi kisah ku selanjutnya." batin aashna
Air mata sdh memenuhi pelupuk matanya. Menandakan sang pemilik air mata ingin menangis tetapi enggan membiarkan air ini mengalir di pipinya.
ya. Seorang Aashna mukesh mahendra tidak akan pernah dan tidak akan bisa menangis di hadapan orang lain. Ada amithi d sebelahnya.
Amithi, pelayan yang sebenarnya jg teman Aashna, ingin sekali memeluk nona mudanya. Menjadi teman yang siap mendengarkan keluh kesahnya. Dia tidak tau apa yng td d bicarakan tuannya kepada putri satu satunya ini. Tapi satu hal yang Amithi tau. aashna sedang memikirkan sesuatu yang lebih berat dan menyakitkan bahkan lebih menyakitkan ketika bbrpa bulan lalu seorang pelayan senior membacakan peraturan nya sebagai putri keluarga ini, putri dari Rajesh Mukesh Mahendra
"Apa yang harus aku lakukan amithi? " tanya Aashna
Lamunan amithi buyar, amithi terdiam sejenak dan memulai memperhatikan dan mendengarkan apa yang akan d katakan Aashna.
"Ayah bilang aku harus menikah dengannya.bagaimana menurut mu? Bagaimana mungkin aku menikah dgn lelaki yang tidak ku cintai. Katakan lah amithi, aku harus apa? Lari atau bagaimana? Aku ingin mendengar pendapatmu. " tutur aashna
Amithi membulatkan matanya. Apa? Lari?
"Apakah nona tau? kata orang cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Lagi pula jika nona lari, apakah nona yakin jika tuan tidak bisa menemukan nona? " saut amithi
"Aku pernah mendngr hal itu, dan aku jg pernah membaca novel yng seperti itu. Awalnya kedua peran utama menolak di nikahkan. Tapi pd akhirnya mereka jatuh cinta dan hidup bahagia. Tapi, kau tau hal itu akan berlaku jika kedua orang itu tidak mencintai siapapun. sedangkan aku, aku mencintai laki laki lain " mata Aashna berkaca kaca. Ketika mengingat laki laki yang di cintainya. Cinta pertamanya.
"laki laki lain? Oh nona, aku mohon jangan seperti ini " batin amithi
"tapi apa yng kau katakan benar, bagaimana pun aku lari atau bersembunyi. Ayah pasti akan tau dan membawaku pulang. kecuali.. "
__ADS_1
Aashna menggantungkan kalimatnya, dan menoleh ke amithi. Amithi menatap aashna dgn tatapan heran.
"Kecuali? " tanya amithi
"Kecuali jika aku ke hutan, ke pedalaman suku ibu ku, suku dayak yng sangat terkenal di indonesia" saut aashna
"Apa? Jadi kau benar benar akan kabur nona? "Batin amithi
"Tapi aku belum pernah mendngr lagi, klo masih ada suku dayak ngaju d pedalaman dan hidup d hutan. Mungkin jika suku dayak yng lain masih ada, tapi aku pun tidak tau mereka ada d mna. . " tutur Aashna
"Ah syukurlah.. " batin amithi
"Kenapa kau diam saja? Apa yang kau pikirkan" tanya Aashna
"Saya pikir, mungkin setelah pernikahan, jika nona menerima calon suami nona dan berusaha melupakan laki laki yng saat ini nona cintai. Nona akan bahagia. " tutur amithi dengan senyum manis dan tatapan yang lembut, berusaha meyakinkan Aashna.
Aashna menatap amithi dengan tatapan heran.
"Benarkah? "
"Ah sdhlah.. Aku akn mencari tau dulu. Siapa laki laki yng akan menjadi calon suami ku itu" gumam aashna dalam hati.
Aashna tersenyum, dgn senyuman yang sulit d artikan.
"Ya kau benar amithi, mungkin aku akan bahagia, jika berhasil membuat laki laki itu bertekuk lutut d hadapanku dan mengemis cintaku. Aku akan bisa mengendalikannya dan jg kehidupanku"
batin aashna
Keinginan Aashna hanya satu, bebas. Menjadi dirinya sendiri. Bukan seorang putri yang harus bersikap anggun dan patuh. Itu bukan diri Aashna.
Amithi menatap gadis manis d hadapannya. Seperti biasa, dengan tatapan lembut dan sorot kasih sayang terpancar jelas d matanya.
"entah apa yng kau pikirkan, Semoga tidak membuat kau terluka nona" gumam amithi dalam hati
__ADS_1
kantor Angga pratama
"Din, sdh ku katakan cepat selesaikan berkas proyek ini!! Ini sdh brpa hari dan Kau masih saja belum menyelesaikannnya!! " teriak angga dengan keras kepada wanita yang saat ini berdiri di hadapannya dengan tatapan menunduk.
Tangan dinda bergetar, keringat bercucuran di dahinya. Pasalnya meskipun bossnya tipe bos sekaligus sahabat yng agak pemarah tapi hari ini, dinda melihat kemarahan yang begitu besar d mata bossnya. Selama 2 tahun menjadi sekretaris angga. Dinda tidak pernah melihat kemarahan angga yang seperti ini, padahal hanya karna berkas untuk proyek yng tidak terlalu penting, mksdnya ini bukan termasuk proyek besar.
Dinda Mengangkat wajahnya dan mencoba meraih tangan angga, angga menepisnya dgn kasar.
Dinda mengernyitkan dahinya
"Kau kenapa? " tanya dinda
"Apanya yng kenapa? Apa kau tuli? Kau tidak dengar apa yng kukatakan td? " saut angga dengan setengah berteriak.
Dinda menunduk, dia menyesal karna menanyakan hal td. Padahal dinda sangat tau, jika angga sedang marahnya seharusnya dia hanya diam dan mendengarkan tanpa banyak bertanya. Tapi hatinya mengusik pikirannya karna khawatir kepada angga. Sejak 2 tahun lalu, dinda sdh terpikat dan jatuh cinta pd angga. Angga laki laki tampan , kaya, dan baik. Bagaimna mungkin dinda tidak jatuh hati?
Dinda kembali menundukkan pandangannya.
"Pergilah! Kerjakan yng ku perintahkan td secepatnya! " perintah angga
Dinda berlalu pergi dari ruangan angga. Dan dia benar benar yakin jika angga sedang ada masalah.
"Ah gila! Aku benar benar akn gila" teriak batin angga
"Ibu, kenapa kau meminta hal yang paling sulit dariku" gumam angga dengan mata yang berkaca kaca
Angga menekan pelipisnya. Kepalanya pusing. Angga mengingat sekretaris cantiknya itu, jelas sekali raut wajah dinda ketakutan. angga merasa bersalah, angga memang Laki laki lembut yang tidak pernah membentak dinda. Dinda sahabatnya ketika dia bersekolah d indonesia dlu. Angga bersekolah d indonesia karna permintaan ayahnya yang ingin angga, putra satu satunya mengenal negara kelahiran ayahnya. Lalu dinda d bw angga ke india, karna memang angga hanya percaya sahabatnya. Menjadikannya sekretaris dan dinda tentu sangat berperan besar dalam majunya perusahaan angga saat ini.. Angga pikir dia harus minta maaf ke dinda nanti, meski yakin bahwa dinda mungkin sdh memaafkannya. Pikirannya teralihkan ke gadis yang telah membuat dia seperti ini dan jg tentang permintaan ibunya. Ya PERJODOHAN dgn putri dari sahabat ibunya. Tuan Mahendra
" Aku harus mencari tau, siapa aashna mukesh mahendra, nama keluarga nya jelas aku tau. Tapi nama gadis ini. Kenapa aku baru tau tuan mahendra punya seorang putri? Aku harus mencari tau latar belakang gadis ini" gumam angga dalam hati
"Aku harap, aku dapat mengendalikannya."
Senyum angga merekah. Dan percayalah itu adalah senyum angga ketika dia sangat berambisi terhadap segala sesuatu.
__ADS_1
Bersambung