
Setelah dirasa sudah lama berada di kafe itu, akhirnya Aruna dan yang lainnya pamit undur diri.. mereka bertiga sudah cukup puas dengan kegiatan siang menjelang sore ini.
Lagi dan lagi Rian tersenyum penuh kemenangan, laki-laki itu segera menuju ke mobil Vina dan yang membuat Aruna membulatkan matanya seketika karena Rian tiba-tiba membukakan pintu untuknya.
"Silakan masuk cantik.."
"Apa-apaan sih lo Yan, gue bisa masuk sendiri."
Protes Aruna yang seakan-akan ia begitu istimewa di mata Rian, padahal Aruna sama sekali tidak menganggap Ryan apa-apa hanya sebatas teman biasa dan tentunya perlakuan Rian yang seperti ini itu membuat Aruna jadi tidak bisa terus berdekatan dengan Ryan, takut saja jika ia malah memberikan harapan palsu kepada Ryan, karena statusnya saat ini yang bukan sebagai pacar Digo tapi sudah menjadi istri Digo.
"Nggak apa-apa sekali-kali, besok juga lo sudah bersama dengan Digo dan gue nggak ada waktu lagi untuk berduaan sama Lo."
Jelas Rian memanfaatkan kesempatan ini bahkan kalau perlu setelah ini ia akan mengajak Aruna jalan-jalan berkeliling kota hingga memulangkan Aruna nanti malam saja, tetapi sepertinya itu tidak mungkin.. selain Aruna tidak mau pastinya, Ryan juga tidak ingin kesan pertama mengantarkan Aruna pulang ke rumah itu terlihat buruk di mata kedua orang tua Aruna terlebih pastinya di mata Aruna sendiri yang menganggap bahwa dirinya bukan laki-laki yang baik karena sudah mengajak anak gadis orang pulang malam.
Tidak ada tanggapan lagi dari Aruna, perempuan cantik itu langsung masuk menuju ke dalam mobil tentu saja dengan menggelengkan kepalanya pelam, entah apa yang ada di dalam hati Ryan saat ini yang pasti Aruna benar-benar tidak nyaman, kalau bisa ia memilih untuk naik taksi saja untuk pulang ke rumahnya tetapi itu tidak mungkin.
Lagi dan lagi sepanjang perjalanan Ryan memberikan obrolan yang tentunya membuat Vina cekikikan, tetapi berbeda dengan Aruna ... meskipun Aruna tersenyum dengan banyolan yang diberikan oleh Ryan namun ia sedikit berpikir jika semuanya ini diketahui oleh Digo pastinya mau tidak mau Aruna harus menerima hukumannya.
"Loh kok ke sini, bukannya lo turun di sekolahan? lalu mobil lo bagaimana?"
Tentunya setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, akhirnya Rian menghentikan mobilnya Vina dan tentunya itu membuat Vina dan Aruna saling pandang karena sekarang mereka berada di depan rumah Vina.
Aruna juga bingung mengapa Rian malahan mengantarkan Vina dulu, bukankah mobil Ryan itu ada di sekolah dan tadi dibawa temen-temennya atau mungkin Rian langsung saja pulang ke rumahnya jadi Aruna bisa diantarkan oleh Vina, tetapi kenyataannya tanpa bertanya dulu ... Ryan malah sudah membelokkan mobilnya menuju ke rumah Vina dan saat ini sudah berada di depan rumah Vina.
"Tidak masalah, nanti gampang lah..mobil gue di bawa oleh Adi, pasti sudah berada di rumah lagi pula jarak dari cafe yang paling dekat adalah rumah Vina, jadi gue antar Vina dulu ke rumahnya."
Memang tidak ada yang salah, jika Aruna statusnya masqih jomblo dan tidak terikat pernikahan dengan laki-laki manapun, dan memang benar kalau jarak dari cafe itu lebih dekat ke rumah Vina dibandingkan ke rumah Ryan ataupun rumah Aruna, namun saat ini posisinya sudah berbeda Aruna yang sudah memiliki suami pastinya tidak mudah jika hanya berduaan di dalam mobil dengan lawan jenis, tentunya itu akan menimbulkan fitnah atau menimbulkan kecemburuan untuk Digo.
Meskipun sebenarnya kaget dan juga was-was tetapi semuanya telah terjadi, bahkan saat ini Vina yang memang tidak tahu hanya melongo saja kemudian turun dari mobilnya.
Kemudian Aruna ikut turun dari mobil, tentunya ia sebenarnya tidak mau diantar pulang oleh Riyan dan ingin di rumah Vina saja tetapi itu nanti akan membuat Riyan semakin curiga mengapa dirinya tidak mau diantar oleh Ryan pulang ke rumah.
"Anterin baik-baik sahabat gue, awas saja kalau sampai mampir-mampir lagi. Dan pastikan kalau sahabat gue baik-baik saja, selamat sampai tujuan, tidak kurang satu apapun."
"Beres Vin, Lo kenal gue kan dan pastinya gue akan ngantar Aruna sampai selamat di rumahnya."
Jawab Ryan dengan tersenyum, laki-laki itu memang tidak berniat untuk pergi jalan-jalan setelah ini atau pastinya Aruna juga tidak mau dan tidak mungkin juga apalagi sampai berbuat macam-macam. Hanya saja Riyan ingin berduaan dengan Riyan di dalam mobil yang pastinya ada sesuatu yang ingin Riyan tanyakan kepada Aruna.
"Dan ingat, mobil gue ada cctv-nya gue bisa pantau jika Lo macam-macam sama Aruna!"
"Lo tidak percaya banget sama gue, Lo kenal gue sudah lama ya pastinya gue tidak akan macam-macam sama Aruna, kalau gue mau sudah dari dulu gue macam-macamin Aruna."
"Au...sakit sayank."
Ryan meringis ketika Aruna tiba-tiba memukul pundak Rian, begitu juga Rian reflek memanggil Aruna dengan kata sayank. Jika orang lain yang mendengarnya tentu saja mengira jika Aruna dan Ryan itu adalah sepasang kekasih yang mana mereka tampak akrab dan sangat mesra.
__ADS_1
"Sayank sayank kepala lo peyang."
Protes Aruna yang tidak suka jika Riyan menyebutnya sayank karena ia yakin itu bukan hanya refleks dari mulut Riyan saja tetapi dari dalam hati Riyan sendiri dan Aruna juga tidak mau Rian semakin menaruh harapan padanya, yang jelas saja itu tidak mungkin. Selain Aruna tidak mencintai Ryan, Aruna juga sudah memiliki suami yang pastinya pernikahan itu tidak untuk dibuat mainan.
"Hahaha kalian berdua lucu sekali, sudah sudah sana cepet anterin pulang Aruna sebelum malam."
Ryan hanya menganggukkan kepalanya, kemudian ia meminta Aruna untuk masuk ke dalam setelah itu Rian sendiri juga masuk ke dalam untuk melajukan mobilnya menuju ke rumah Aruna.
Ya yang pastinya Rian mengantarkan Aruna pulang ke rumahnya, bukan ke rumah Digo karena Riyan tidak tahu jika Aruna dan Digo sudah menikah.
Jarak rumah Vina ke rumah Aruna itu memakan waktu tiga puluh menit dan pastinya Rian benar-benar memanfaatkan keadaan ini, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang bahkan dibilang sangat pelan meskipun lalu lintas tidak macet sama sekali.
"Run, apakah benar lo jadian sama Digo?"
Sepanjang perjalanan Rian berpikir untuk menanyakan langsung tentang ini kepada Aruna meskipun ia sudah sering melihat Aruan bersama dengan Digi, dan Riyan juga mendengar nya, bahkan ia setiap hari melihat kemesraan Digo dengan Aruna, namun sepertinya ada sesuatu yang masih mengganjal di dalam pikiran Riyan yang mana ia belum yakin jika memang Aruna sudah berpacaran dengan Digo, apa lagi yang Rian tahu jika Aruna itu dulunya sangat membenci Digo tapi kenapa tiba tiba malahan sekarang jadian.
Bukan hanya bertanya saja tetapi Ryan juga diam-diam mengambil tangan Aruna dan menggenggamnya, laki-laki itu begitu lembut menggenggam tangan Aruna.
Aruna dengan cepat melepaskan genggaman tangan Ryan karena ini tidak layak bahkan ia merasa bersalah dengan suaminya karena sudah berdua dengan laki-laki lain dalam satu mobil.
"Maaf, tapi aku benar-benar patah hati ketika mendengar lo jadian sama Digo, apa itu memang benar? apa lo terpaksa menerima cinta Digo atau gimana Run? karena gue tahu jika lo sangat membenci Digo."
Entah pura pura lupa atau sengaja melupakan, padahal Riyan juga pernah bertanya seperti itu kepada Aruna, dan sudah di jawab Aruna, tapi sepertinya Riyan masih belum percaya.
Ya sudah cukup begitu saja jawaban dari Aruna, ia tidak mungkin membeberkan semuanya jika dirinya bukan hanya sekedar jadian dengan Digo tetapi sudah menikah apalagi ia menikah dengan Digo karena terpaksa, karena Digo yang sudah menculiknya dan juga memperkosanya.
Tentu saja Aruna juga tidak akan tersinggung dengan pertanyaan Rian, di mana Rian memang tahu betul bagaimana dulunya Aruna dengan Digo yang sudah seperti musuh bebuyutan dan Aruna sangat kesal, juga benci dengan Digo, tetapi sekarang malahan dirinya dan juga Digo bersama.
"Tetapi baru pacaran kan belum menikah? jadi masih ada kesempatan buat gue untuk memiliki lo tentunya"
"Jangan ngarang!! sebaiknya lo cari perempuan selain gue, Lo tau sendiri kan bagaimana perasaan gue sama Lo dari dulu sampai sekarang dan tentu saja kita tetap berteman baik."
"Entahlah, apa mungkin gue bisa .. sementara kita sudah dekat sejak dulu tetapi gue yang telat tidak menyatakan perasaannya kepada lo."
"Meskipun lo menyatakan perasaan sama gue, tentunya gue juga akan menolak lo, kita memang dari dulu sudah ditakdirkan menjadi teman saja bukan menjadi pasangan kekasih yang pastinya gue lebih nyaman dengan posisi ini sama loh."
"Tapi lo harus janji ya jangan menghindar dari gue, jangan jauhin gue, dan kita tetap berteman baik seperti dulu sebelum ada Digo."
Ryan kembali mengambil tangan Aruna ia hanya memastikan jika Aruna tidak akan menjauhinya meskipun Aruna saat ini sudah bersama Digo tapi Rian hanya ingin jika ia masih bisa ngobrol-ngobrol dengan Aruna atau mungkin nanti suatu saat bisa jalan bareng dengan Aruna.
"Tentu saja, kita tetap berteman baik dan gue tidak akan menjauhi lo, kecuali kalau Lo macam-macam dengan gue baru gue akan tendang Lo."
Lagi dan lagi Aruna menghempaskan tangan Riyan, ia semakin khawatir dengan sikap Riyan yang seperti ini, meskipun Aruna yakin jika Rian itu adalah laki-laki yang baik dan tidak akan macam-macam dengan dirinya tetapi semua bisa berubah karena cinta.
"Hahaha tentu saja jika gue macam-macam sama lo sudah dari dulu gue lakuin dan pastinya Lo sudah jadi milik gue.."
__ADS_1
Ujar Riyan dengan mengedipkan sebelah matanya laki-laki itu kemudian fokus lagi ke depan untuk menuju ke rumah Aruna.
Sedangkan Aruna, memalingkan wajahnya, ia tidak mau melihat ke samping di mana Rian berada, ia lebih senang melihat ke arah luar melihat bagaimana padatnya pengguna jalan sore ini.
Aruna juga was-was ke mana Rian akan membawanya pulang tidak mungkin jika Ryan akan membawanya pulang ke rumah Digo yang pasti Rian sendiri belum tahu statusnya dengan Digo yang sudah menikah.
Hingga akhirnya Aruna merasa lega karena Ryan sudah membelokkan mobilnya menuju jalan ke rumahnya tentu saja Arum juga bingung dari mana Rian tahu alamat rumahnya sementara selama ia berteman dengan Riyan, dan Riyan belum pernah datang ke rumahnya sama sekali.
"Jangan kaget, kenapa gue bisa tahu rumah lo? apa sih yang nggak gue tahu sama lo, meskipun lo selalu ngelarang gue untuk datang ke rumah lo tetapi gue tahu apa yang lo lakuin."
Ya Oke gue nyerah untuk kali ini kalau memang tahu alamat rumah gue dan tahu semuanya tentang gue tetapi satu hal pastinya lo juga tidak tahu kalau gue sama Digo sudah menikah..
Batin Aruna yang hanya mengucapkan itu di dalam hatinya saja sembari ia membuka sabuk pengamannya, dan siap-siap untuk turun dari mobil.
Tetapi sayang sekali sebelum Aruna benar-benar turun dari mobil, Riyan sudah mencegahnya.. tangannya menarik lembut tangan Aruna dan sepertinya ada sesuatu yang akan dibicarakan oleh Rian lagi.
"Kenapa?"
"I love you Aruna, maaf jika ungkapan cinta gue ini membuat Lo merasa tidak nyaman tetapi gue lega sudah mengatakan jika gue mencintai Lo, walaupun akhirnya gue nggak bisa memiliki lo sekarang, tetapi siapa tahu jika nanti gue bisa memiliki lo dan menikahi lo, tentu saja setelah lonputus dengan Digo dan satu lagi gue berharap jika Lo benar-benar putus dengan Digo dan gue lah, orang pertama yang akan maju untuk menggantikan posisinya."
"Lo sepertinya kurang minum obat sebaiknya lo pulang dan setelah itu minum obat yang sebanyak-banyaknya kemudian tidur, gue jamin bangun tidur otak lo nggak oleng lagi!"
Aruna sendiri meskipun kaget tetapi ia tidak menanggapi secara serius apalagi yang nantinya akan membuat Riyan menjadi berharap banyak kepadanya dan berharap supaya dirinya putus dengan Digo, padahal Aruna tidak menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, tetapi sebagai suami istri.
"Gue akan beli obat dan meminum nya langsung sebanyak-banyaknya, lalu setelah gue mati lo adalah orang pertama yang akan gue temui dan mungkin juga gue akan senang karena bisa terus berada di dekat lo bersama dengan lo dan tentu saja gue jadi tahu apa yang lo lakukan, meskipun lo sendiri sedang berada di dalam kamar mandi dengan tidak berpakaian."
"Astaga.. lo bener-bener gila, ya sudah sudah mendingan jangan minum obat, sebaiknya lo ke dukun saja siapa tahu lo kena santet atau guna guna!!"
Ucap Aruna lagibdengan menepuk kening Ryan sepertinya memang teman baiknya atau benar-benar gila.
"Hahaha gue gila karena lo, Run!"
Aruna kemudian bergegas turun dari mobil tentu saja ia tidak ingin berlama-lama berada di mobil itu bersama dengan Riyan yang pastinya akan membuat dirinya semakin gila dengan beberapa ocehan yang dikeluarkan oleh Riyan dan tentu saja jika lama berada di mobil ini, bisa dipastikan lagi jika lama maka akan datang suaminya, dan ngomel ngomel dan juga akan marah-marah apalagi jika sampai Digo tau jika dirinya pergi bersama dengan Ryan bahkan sampai dianterin Rian pulang.
"Makasih ya, ntar lo hati-hati ... jangan lupa mobilnya Vina dikembaliin, kalau nggak dia bakalan nangis.. karena ini adalah mobil kesayangan nya!!"
"Tentu sayank, gue pulang dulu nanti kalau gue sampai rumah gue kabarin lagi."
"Nggak usah, nggak perlu nggak butuh!"
"Hahah...sewot sekali....gue pulang, jangan lupa mimpiin gue."
"Gak Sudi...wek..."
Aruna menjulurkan lidahnya dan itu membuat Riyan semakin terkekeh geli saja dengan ekspresi wajah Aruna yang cantik dan sangat menggemaskan hingga laki-laki itu segera melajukan mobilnya untuk menuju ke rumahnya dan pastinya ia juga tidak mau berlama-lama dengan Riyan, bukannya apa apa...Riyan takut saja khilaf dan merebut Aruna dari Digo, meskipun sejujurnya ada perasaan itu di dalam hatinya tetapi Rian mencoba untuk menahannya, ia takut jika dirinya benar-benar merebut Aruna, maka Aruna akan membencinya.
__ADS_1