
Aruna menarik nafasnya dalam-dalam tentu saja jika ia pergi dari rumah ini dan meminta izin kepada kedua orang tuanya, pasti kedua orang tuanya tidak mengizinkannya.. namun bagaimana lagi, dirinya sudah janji dengan Dino untuk bertemu, entahlah apa yang akan dibicarakan oleh Dino sepertinya pembicaraan kali ini serius dan juga Aruna ingin menghirup udara bebas.
Walaupun hanya beberapa jam di dalam rumah tetapi Aruna yang memang tidak anak rumahan ingin sekali pergi keluar menikmati dirinya sebelum menjadi tunangan orang dan juga menenangkan pikirannya yang sedang kacau saat ini.
Aruna yang sudah siap, ia keluar dengan mengendap ngendap dan juga melihat ke segala arah, tentunya memastikan jika kedua orang tuanya tidak tahu kalau dirinya pergi.
Bukan ingin menjadi anak yang pembangkang dan tidak menuruti apa yang diinginkan oleh orang tua, tetapi Aruna memang keluar untuk merefreshkan otaknya, toh juga tidak lama dan juga tidak jauh dari rumahnya.
Lagi pula ini adalah zaman modern, bukan zaman dahulu yang harus ada pingitan sebelum menikah dan Aruna tidak mempercayai itu selagi ia bisa menjaga diri akan baik-baik saja.
Dirasa semuanya aman, Aruna segera keluar dari kamarnya dan saat turun, ia sudah memastikan jika kedua orang tuanya istirahat karena Aruna tahu jadwal Papa dan Mamanya itu istirahat jika sedang berada di rumah.
Aruna memang sengaja tidak membawa motor atau mobil, setelah lolos dari rumahnya langsung saja keluar dan tentunya Pak satpam dengan senang hati membuka pintu untuk Aruna, karena ia tahu Aruna tidak akan macam-macam dan juga akan pulang cepat.
"Terima kasih Pak satpam, aku pulangnya tidak lama dan jangan bilang jika aku keluar, hanya sebentar."
"Siap Nona cantik, hati-hati."
Untung saja ada sebuah taksi yang melintas, dengan cepat Aruna menyetopnya lalu meminta Pak sopir itu untuk menuju ke sebuah cafe yang memang letaknya tidak jauh dari rumahnya.
__ADS_1
Hanya beberapa menit Aruna sudah sampai di sana, memang janjian dengan Dino sekitar 1 jam lagi tetapi mumpung Aruna punya kesempatan saat ini, perempuan cantik itu bergegas untuk menunggu dicafe, tidak peduli kalau dirinya harus menunggu Dino beberapa menit lagi.
Tiga puluh menit kemudian, seseorang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Dino dengan wajah dinginnya dan tanpa tersenyum langsung saja menghampiri meja Aruna, di mana Aruna sudah mengirimkan pesan kalau ia berada di ujung cafe dan tidak terlihat dari luar, yang pastinya ia tidak mau jika kepergiannya siang ini diketahui oleh keluarganya, terlebih lagi oleh Nathan.
Sedangkan Digo, laki-laki itu yang memang mengantarkan Dino ... mengembangkan senyumannya, meskipun ia melihat Aruna dari jarak jauh dan samar-samar, tetapi melihat perempuan yang dicintainya hanya sekilas, Digo sudah puas.. setidaknya hari ini kangen nya terobati.
Digo juga tidak akan berlama-lama di kafe itu, ia ingat pesan dari Dino, jika hanya sebentar saja dan mempercayakan kepada Dino untuk mengurus segala sesuatunya. Digo tidak mau jika nanti Aruna melihatnya, dan rencana yang sudah disusun Dino itu berantakan.
"I love you, Aruna ... semoga kamu menerima saran Dino dan kita akan menikah secepatnya."
Melihat Dino yang sudah masuk dan duduk di depan Aruna, Digo kemudian meninggalkan kafe itu . Dengan berat hati namun ia juga tidak punya pilihan lagi, selain ini dan berdoa supaya hati Aruna luluh dan mau menerima dirinya.
"Tidak perlu dan sepertinya gue nggak bisa lama-lama juga di sini."
"Oke, gue paham. Kalau begitu langsung saja ke intinya. Jujur gue Kasihan sama Digo, sejak kemarin ia tidak semangat dan semuanya gara-gara lo."
Aruna melototkan matanya, tentu saja jika semua masalah itu gara-gara dirinya, Aruna tidak terima... terus juga yang membuat permasalahan ini semakin rumit adalah Digo sendiri.
"Jangan seperti itu dulu, memang ini adalah salah Digo yang sudah memperkosa lo, tetapi apa lo tidak lihat perjuangan Digo seperti apa? dia benar-benar tulus mencintai lo. Dia sangat menyayangi lo dan dia tidak ingin kehilangan lo, maka dari itu dia melakukan semuanya ini. Dan berharap pertunangan lo dengan Bang Nathan itu batal, sehingga Diego bisa nikahin lo."
__ADS_1
"Kalau dia memang mencintai gue dan sayang sama gue, mengapa dia melakukan itu ... seharusnya dia bisa menjaga gue sampai nanti gue benar-benar jatuh cinta sama dia, bukan seperti ini caranya... jujur saja No, gue kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Digo."
"Lalu bagaimana caranya? bagaimana caranya supaya pertunangan dan pernikahan lo dengan Bang Nathan batal?"
Aruna diam sesaat dan benar apa yang dikatakan oleh Dino, tidak ada cara lain untuk membatalkan pertunangan nya dengan Nathan, mungkin jika Nathan tidak mau bertunangan dengan dirinya itu bisa diatur, kedua orang tuanya pun tidak masalah..namun kali ini Nathan malah yang menginginkan pertunangan dan pernikahan itu hingga Aruna juga tidak bisa berbuat apa-apa.
"Lo juga tidak bisa jawab kan, apa yang harus Digo lakukan? maka dari itu Digo dengan terpaksa melakukan itu semua, tetapi Digo tanggung jawab, ia juga tidak akan membiarkan lo bersama dengan Bang Nathan setelah kejadian itu. Dan gue akui, Digo memang salah namun itulah satu-satunya cara supaya dia bisa miliki lo namun kenyataannya lo sendiri tidak bisa berjuang untuk menikah dengan Digo dan malahan semakin ke sini lo sama makin membenci Digo dan menjauhinya."
Ucapan dari Nathan membuat Aruna terdiam seketika, perempuan cantik itu tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ucapan Dino memang pedas dan juga langsung mengena di hati, tetapi nyatanya seperti itu.. Aruna sendiri tidak tahu bagaimana caranya supaya ia bisa membatalkan pertunangan nya dengan Nathan walaupun saat ini dan detik ini juga.
"Sekarang gue tanya dan lo harus jawab jujur dari dalam hati lo, apakah lo mencintai Bang Nathan?"
Ya ini adalah alasan dasar supaya Dino bisa mengucapkan kata-kata pedas, selanjutnya ia harus tahu dulu bagaimana perasaan Aruna kepada Bang Nathan, kalau perasaan Aruna kepada Digo.. Dino tidak perlu bertanya lagi, meskipun Aruna juga tidak ada rasa pada Digo namun ada sesuatu yang membuat Aruna harus mencintai dan dimiliki oleh Digo.
"Aku tidak mencintai Kak Nathan, dari awal kita bertemu sampai saat ini aku tidak luluh dengan apa yang dilakukan oleh Kak Nathan. Oke .. gue akui kak Nathan memang tampan dan juga idaman setiap perempuan tetapi sama sekali hati gue nggak terketuk untuk mencoba mencintai nya, bahkan hati gue juga tidak berdebar ketika bertemu dengan dirinya dan gue hanya menganggap jika kak Nathan adalah kakak kandungku sendiri, tidak lebih dari itu."
Iya Aruna berkata jujur, bahkan bukan dengan Dino saja ia mencurahkan isi hatinya karena beberapa jam yang lalu Aruna juga menceritakan semua keluh kesannya kepada Vina dan perasaannya untuk Nathan, yang pastinya Aruna tidak ada rasa sedikitpun kepada laki-laki itu hanya rasa kasihan dan juga bersalah dengan apa yang sudah dilakukan oleh Nathan beberapa hari ini.
Dino tersenyum, ia sudah mendapatkan jawaban dari Aruna dan ia akan mengatakan sesuatu yang benar benar pedas yang bisa membuat Aruna sadar dengan dirinya saat ini.
__ADS_1