
Aruna pagi ini tidak masuk sekolah, bukan karena ia sakit atau bagaimana, tapi memang Mamahnya melarang Aruna untuk pergi ke sekolah, karena nanti malam akan diadakan acara pertunangan Aruna dan Nathan.
Yah, seperti apa yang dikatakan oleh Papi Rendra, kalau Papah Adi sudah mengetahui kalau acara pertunangan dan pernikahan itu dipercepat.
Dan Papa Adi setuju dengan rencana Nathan, beliau juga tidak keberatan kalau Aruna menikah muda malahan bisa menjaga Aruna dan tidak membuat orang berpikiran yang tidak tidak karena selalu berdua.
Aruna hari ini ia di rumah, meskipun bukan acara besar untuk nanti malam tetap kedua orang tua Aruna ingin yang terbaik untuk putrinya terlebih lagi setelah nanti malam acara pertunangan, besok langsung diadakan acara pernikahan yang tentunya dari keluarga Aruna harus mempersiapkan diri dan tidak mengijinkan Aruna untuk pergi ke sekolah.
"Apa yang harus gue lakukan, sementara nanti malam adalah pertunanganku dengan kak Nathan lalu besok menikah, apakah memang benar jalan hidupku seperti ini diperkosa oleh adiknya lalu dinikahi oleh abangnya..."
Aruna menggelengkan kepalanya pelan, perempuan cantik itu saat ini berdiri di balkon kamarnya, entahlah pikirannya melayang kemana-mana tentang apa yang sudah ia lakukan dengan Digo dan juga tentang semua perhatian dan cinta tulus Nathan padanya.
Kalau saja seseorang yang melakukan itu bukanlah Digo, adik kandung Nathan sendiri, mungkin Aruna akan mengatakan yang sejujurnya dengan cepat kemarin dan tidak berbelit-belit seperti ini tetapi sayang sekali keberanian Aruna itu hilang manakala ia mengingat bagaimana nanti jika Nathan malahan membenci adik kandungnya sendiri dan semua itu gara-gara dirinya.
Hampir sama dengan Aruna, Diego di sekolahan juga tidak bersemangat, laki-laki itu sedari tadi pagi merenung, entahlah apa yang harus dilakukan sementara nanti malam adalah acara pertunangan abangnya dengan perempuan yang dicintainya.
Meskipun Digo sudah menyusun rencana untuk nanti malam, tetapi ia khawatir jika Aruna menolak untuk mengingat malam itu, bahkan Digo juga takut jika Nathan tidak mau melepaskan Aruna dan mau menerima Aruna apa adanya.
"Kenapa lagi, bukannya semua nya sudah clear dan nanti malam lo akan mengatakan itu kepada keluarga lo dan keluarga Aruna?"
Tanya Dino yang saat ini duduk di samping Digo, ia tahu apa yang dirasakan oleh sahabatnya itu yang mana lagi galau dan juga pastinya kangen karena Aruna tidak masuk sekolah hari ini.
__ADS_1
"Gue kangen Aruna, sehari saja tidak melihatnya rasanya hatiku hampa apalagi kalau dia jadi menikah sama Bang Nathan, tentunya gue tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan pastinya hidup gue jadi hancur berantakan kalau sampai itu terjadi."
Bukannya Digo tidak yakin dengan apa yang dilakukannya tetapi Digo takut jika Nathan masih menerima Aruna karena ia melihat abangnya itu benar-benar cinta tulus dengan Aruna dan tidak akan melepaskan Aruna.
Dino menepuk pundak Digo, kemudian tersenyum menatap wajah sahabatnya yang kali ini benar-benar terlihat serius dan juga tidak bersemangat.
Ya baru kali ini Dino melihat Digo seperti ini padahal selama berpacaran dengan Miranda, sahabatnya itu tidak menunjukkan sifat dan sikap apa-apa terhadap Miranda, biasa-biasa saja bahkan terkesan cuek dan seperti tidak mempunyai kekasih ... namun berbeda saat ini setelah Digo sudah memiliki Aruna, meskipun Aruna belum menerima cinta dari Digo tetapi Digo sendiri sudah mengharap banyak tentang hubungannya dengan Aruna.
"Lo sudah hubungi Aruna?"
"Sudah dari tadi, tapi pesan gue hanya dibaca saja, telepon tidak diangkat .. gue takut jika Aruna tidak mau berpihak sama gue nanti malam."
"Bagaimana kalau gue coba temui Aruna, nggak apa apa kan Di?"
Digo mempercayakan semuanya pada Dino, ia tahu diantara keempat sahabatnya, Dino lah yang paling peka terhadap perasaan dan pastinya bisa membuat hati Aruna nanti luluh untuk menerimanya sebagai calon istrinya dan juga memang dirinya sudah memperkosa Aruna malam itu.
"Bagaimana, diangkat nggak?"
"Tidak, gue tadi juga sudah ngirim pesan ke dia tetapi sama seperti lo kalau cuma di baca saja. Tetapi lo tenang aja gue pastiin kalau Aruna akan mendukung semua yang lo katakan karena memang apa yang lo katakan itu adalah benar. Jangan sedih seperti itu gue yakin lo bisa menikahi Aruna."
Digo menganggukkan kepalanya, ia pura-pura tersenyum di depan sahabatnya itu padahal di dalam hatinya Digo khawatir, ada perasaan khawatir dan cemburu, nanti malam Aruna jadi bertunangan dengan abangnya dan pastinya jika itu terjadi Digo mungkin tidak akan berada di Indonesia, ia akan memilih untuk meninggalkan Indonesia supaya tidak melihat Aruna bahagia bersama dengan Nathan.
__ADS_1
[Bisa bertemu? gue Dino sahabat nya Digo, ada hal penting harus dibicarakan sama lo.]
Dino kembali mengirimkan pesan kepada Aruna, ia akan membantu sahabatnya itu supaya Aruna sadar kalau dirinya sudah dimiliki oleh Digo dan nanti malam Digo akan meyakinkan kedua orang tuanya dan kedua orang tua Digo tentang apa yang sudah terjadi pada dirinya.
[Gue tidak mau bicara sama siapapun, lagi pula gue tidak boleh keluar dari rumah]
Akhirnya Aruna membelas pesan dari Dino, mungkin karena saking capeknya, ia hanya membaca pesan-pesan itu hingga Aruna memutuskan untuk membalas pesan dari nomor yang diketahui adalah sahabat Digo.
Dino dan Digo saling pandang, tentu saja tidak memperlihatkan balasan yang dikirimkan oleh Aruna.
[Ini penting!! satu jam lagi kita bertemu di cafe romansa, ada sesuatu yang harus gue bicarakan sama lo. Tenang saja, gue ke sana sendirian .. Digo tidak ikut.]
Digo yang melihat Dino mengirimkan pesan kepada Aruna langsung saja melototkan matanya padahal ia ingin sekali bertemu dengan calon istrinya itu namun kenapa Dino malah menuliskan kalimat kalau dirinya tidak akan ikut nanti siang padahal keinginannya adalah bertemu dengan Aruna, bisa memandang wajah cantik Aruna yang membuatnya gila.
"Hei jangan memandang gue seperti itu, lo tau sendiri kalau gue nggak bilang itu... sudah dipastikan kalau Aruna nggak mau bertemu sama gue."
"Gue kangen sama Aruna, gue berharap bisa bertemu dengan Aruna siang ini sebelum nanti malam kita bertemu kembali."
"Oke lo bisa melihat Aruna dari jarak jauh tetapi jangan ikut masuk, biar gue yang menyelesaikan semuanya ini."
Digo menghela nafasnya panjang, tetapi ia pasrah dengan apa yang diucapkan oleh Dino mungkin dengan bantuan di lokali ini Aruna mau menerimanya sebagai suaminya dan tentu saja tidak apalah walaupun hanya memandang wajah cantik Arora dari kejauhan yang penting ia bisa melihat Aruna hari ini.
__ADS_1
[Oke, gue ke sana tapi gue nggak bisa lama-lama nanti]
Balasan dari Aruna membuat Digo tersenyum, tidak masalah meskipun hanya melihat wajah cantik Aruna lima menit saja itu pun Digo tidak keberatan, yang penting ia bisa menuntaskan rasa rindunya.