
Seperti yang diucapkan oleh Papah Adi kemarin bahwa hari ini kedua orang tua Remon akan berkunjung untuk menjenguk kondisi Aruna.
Sebelum ke rumah sakit kedua orang tua remon mengunjungi Remon dulu di penjara sekaligus untuk membebaskan putranya.
Ya satu jam yang lalu Digo sudah mengeluarkan pernyataan jika dirinya ingin menyelesaikan masalah ini dengan kekeluargaan dan menarik semua tuntutan yang sudah diberikan oleh Remon itu dengan kata lain preman hari ini bisa bebas.
Oleh karena itu setelah pulang dari Singapura kedua orang tua Remon langsung saja menuju ke Jakarta dan pastinya menemui firman dan juga orang tuanya beliau juga meminta Firman beserta orang tua Firman untuk menemani orang tua Remon ke penjara maupun bertemu dengan Papah Adi di rumah sakit.
"Papa harap ini terakhir kalinya kamu lakukan Untung saja orang yang kamu tabrak itu menarik semua tentu dan memaafkan kamu hingga kamu bisa bebas, Papa tidak bisa membayangkan Bagaimana jadinya kamu berada di sini sementara lagi Kamu ada ujian. Dan Papa juga tidak bisa berbuat apa-apa jika memang Mereka menginginkan untuk menuntut kamu entah berapa tahun di sini."
Ujar Papa Rocky yang saat ini sudah berada di luar penjara dan bertemu dengan Remon, laki-laki paruh baya itu tidak meminta penjelasan dari putranya karena sudah jelas penjelasan dari Papah Adi maupun dari polisi serta rekaman CCTV yang mereka temukan di sekitar tempat kejadian perkara maka dari itu Papah Rocky tidak mau menanyakan semua ini kepada Remon.
Hanya sekedar menasehati saja dan berharap jika ini adalah terakhir kalinya Remon berbuat masalah dan berharap jika putranya itu akan tobat karena Remon adalah putra satu-satunya yang akan mewarisi seluruh kekayaannya.
"Kalau mereka nggak mau bebasin aku ya tinggal papa berikan uang yang banyak saja buat mereka gampang kan pastinya dia nanti juga akan menarik semua tuntutannya."
Ujar Remon dengan entengnya mereka berpikir jika semua permasalahan itu bisa dibeli dengan uang dan preman berpikir perempuan yang baru saja ditabraknya kemarin itu adalah orang biasa yang tentu saja hanya dengan uang maka semuanya akan segera teratasi.
"Jaga mulut kamu!! perempuan yang kamu tabrak itu bukan perempuan yang biasa Dia adalah anak dari rekan bisnis Papa kebetulan sekali Om Dion juga sangat mengenal orang tuanya maka dari itu kamu jangan macam-macam kepada dia ataupun keluarganya. Asalkan kamu tahu Papa sudah menawarkan bantuan untuk membiayai semua perawatan di rumah sakit itu tetapi mereka menolaknya."
Munafik sekali ! Ada toh orang seperti itu meskipun kaya tetapi kalau uang kan tentu saja matanya itu aku jadi penasaran siapa perempuan itu hingga Dia sombong sekali tidak mau menerima bantuan dari papa.
Remon tidak bisa berkata apa-apa lagi jika Papanya sudah berucap seperti itu lagi pula memang ia malas sekali jika nanti berdebat dengan orang tuanya terlebih lagi agar ada Firman yang sudah dari tadi menatapnya.
Ya mengingat Firman di sini Remon menjadi penasaran bagaimana wajah dari perempuan yang ditabraknya kemarin apakah mau benar-benar cantik atau istimewa hingga membuat Kakak sepupunya itu tergila-gila bahkan berani menamparnya kemarin hanya gara-gara dia yang telah menabrak perempuan itu.
Penasaran banget gue kayak gimana sih wajahnya keramai juga baru Firman jadi tergila-gila seperti itu padahal di luar sana banyak sekali perempuan yang cakep yang dewasa tentu saja yang seksi kenapa Bang Firman malah mencintai anak yang masih SMA bisa apa Dia goyang aja pastinya tidak bisa...
Di dalam hati Remon penasaran iya tentu saja ingin melihat bagaimana wajah perempuan yang dicintai oleh abangnya dan membanding-bandingkan dengan perempuan di luar sana terlebih lagi abangnya karaya kaya raya dan juga dewasa kenapa harus mengejar perempuan yang masih ABG itu apa enaknya ya pikiran Remon itu sampai ke sana sampai berpikir jika perempuan yang masih sekolah itu tidak bisa berbuat apa-apa padahal tanpa Remon sadari dirinya juga suka bermain dengan anak-anak SMA apalagi anak-anak SMP yang masih polos.
"Buruan Re, ke rumah sakit dulu... Dan papa berharap kamu di sana hanya harus jaga ucapan kamu jaga di seksi kamu karena Papa tidak mau mereka akan menilai kamu yang buruk meskipun sebenarnya mereka tahu bagaimana keluar kelakuan kamu di luar tapi tetapi setidaknya kamu hargai Papah dan beserta Abang kamu jangan berbuat yang tidak-tidak."
Remon kembali tidak bisa berkata apa-apa laki-laki itu segera mengikuti langkah kaki kedua laki-laki paruh baya dan juga abangnya di mana ia sebenarnya juga merasa lega karena sudah terbebas dari jeruji besi yang selama dua hari ini menjadi tempat tinggalnya.
Padahal Remon ingin sekali bertemu dengan teman-temannya pergi balapan ke klub malam dan juga bercinta dengan banyaknya perempuan-perempuan tetapi karena papanya yang tiba-tiba datang ke sini dan juga mengajak Remon untuk ke rumah sakit membuat laki-laki mengurungkan niatnya.
Iya tidak mau jika semua fasilitasnya dicabut akhirnya Remon menurut ia harus bersikap manis dan juga juga menjaga kelakuannya di depan keluarga Aruna nantinya.
Memang tadi sebagai polisi membereskan berkas-berkas Remon, Papa Rocky memberikan ceramah panjang lebar dan salah satunya mengenai semua fasilitas yang akan ditariknya ketika Remon nanti barulah kembali yaitu adalah salah satu caranya membuat ramuan tobat dan berharap jika Putra satu-satunya ini akan tobat dan menjadi laki-laki yang benar.
Remon kini berada satu mobil dengan firman laki-laki itu sendiri hanya diam tidak berani untuk menatap ke arah abangnya yang mana sedari kemarin abangnya nampak sini terhadapnya bahkan sudah memberikan ultimatum kepada Remon tentang kecelakaan itu.
Hingga akhirnya mobil yang dilajukan oleh Firman sudah sampai di depan rumah sakit yang mana kedua laki-laki itu langsung saja membuka sabuk pengamannya dan bergegas turun dari mobil di mana orang tua Remon dan juga orang tua Firman sudah lebih dulu sampai dan bahkan mereka sudah masuk ke dalam rumah sakit.
"Ingat ucapan dari papa, kamu jangan berbuat yang aneh-aneh di sana tetap menjaga kesopanan dan jangan macam-macam dan satu lagi mata kamu dikondisikan nanti ketika melihat calon istri aku jangan sampai kamu tertarik ataupun naksir padanya karena aku tidak akan segan-segan membuat kamu pergi dari kota ini!!"
Ancam Firman dengan menatap tajam ke arah Remon atau jika adik sepupunya itu adalah seorang Playboy bahkan Firman juga kerap kali mendapatkan informasi jika Remon suka keluar masuk hotel dan tentunya bersama dengan perempuan bayaran yang Remon sendiri tidak mau tahu mengenai siapa perempuan itu yang jelas adik sepupunya itu memang laki-laki yang tidak baik di mata perempuan.
*******
"Iya ya bang takut banget sih jika aku nanti naksir sama dia tenanglah dia bukan tipe aku banget Abang tahu sendiri kan Bagaimana tipe Aku yang pastinya bukan perempuan ABG yang tidak tahu apa-apa tipe aku itu adalah perempuan dewasa yang seksiii yang bentuk tubuhnya tentu saja baheeeol."
Firman tidak menanggapi ucapan dari Remon, laki-laki itu segera masuk ke dalam rumah sakit untuk menyusul kedua laki-laki paruh baya yang sudah lebih duluan ke sana yang pastinya ia harus menjaga supaya Remon tidak naksir dengan Aruna karena ingat aku jika Remon nantinya akan tertarik dengan pesona Aruna.
Dan kebetulan sekali Papah Adi baru saja ingin masuk ke dalam ruang perawatan Aruna dan tentu saja yang di dalam itu hanya ada mama Dina sementara mama dan juga Papi renda ada keperluan sebentar di luar.
Sementara Digo, laki-laki itu masih berada di sekolah memang sebenarnya diiku tidak ingin meninggalkan Aruna tetapi karena paksa dari Aruna dan juga karena kondisi Aruna yang sudah stabil, Digo akhirnya mau berangkat sekolah meskipun Digo setiap 15 menit sekali menanyakan kabar kesehatan arona yang pastinya laki-laki itu juga tidak dan yang berada jauh dari Aruna dan berharap jika istrinya itu baik-baik saja.
__ADS_1
"Pak Adi...."
Ujar Papa Rocky yang melihat bapak aki mau masuk ke ruangan Aruna memang papa Rocky tadi sebelum ke lantai atas beliau menemui resume suami terlebih dahulu dan menanyakan di mana ruang perawatan Aruna.
"Pak Rocky."
Merasa dipanggil Papah Adi pun berbalik badan padahal ia ingin sekali membuka pintu ruangan perawatan Aruna dan seketika itu beliau melihat Papa Rocky Papanya dari Remon itu berada di sini.
Baik Papah Adi maupun Papah Rocky tidak canggung lagi ketika mereka bertemu karena keduanya pernah saling bertemu dan juga kebetulan sekali pernah bekerja sama meskipun ini itu sudah beberapa tahun yang lalu tetapi mereka masih ingat betul Bagaimana wajahnya.
"Senang bertemu dengan anda, Pak..."
Ujar Papa Rocky kemudian Salim terhadap Papah Adi beliau tentunya sedikit berbahasa basi ketika baru saja bertemu tidak langsung masuk ke dalam ruang perawatan Aruna tetapi menyapa dulu dan juga menanyakan kabar.
"Saya juga begitu, senang bertemu dengan anda.."
Kedua laki-laki para Bayu paruh baya itu langsung saja ngobrol-ngobrol dulu sebentar sebelum apa Rocky memperkenalkan Remon sebagai putranya.
"Pak Adi ini dia Remon, Putra aku satu-satunya dan Maaf sekali atas kejadian kemarin hingga membuat Putri Anda celaka..."
Papah Adi langsung melirik laki-laki yang usianya seumuran dengan Aruna beliau tersenyum manis karena memang sudah memaafkan kelakuan Remon dan tidak ada dendam sedih pun kepada laki-laki itu juga sudah mengikhlas lagi semua yang terjadi itu saat ini dilihat dari kemarin dan Aruna sendiri sudah mengiklaskan semua kejadian yang menimpa dirinya.
Remon yang namanya disebutkan langsung saja menghampiri Papah Adi, ia juga tersenyum manis kemudian mengeluarkan tangannya berkenalan dan juga meminta maaf untuk sekedar basa basi untuk pertemuan pertama kali ini.
"Saya Remon, Om dan maaf sekali lagi atas kejadian kemarin saya menyesal telah melakukan itu semua meskipun itu tidak sengaja tetapi saya benar-benar menyesal dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi."
Manis sekali apa yang diucapkan oleh Remon laki-laki itu bahkan tidak tahu dengan apa yang baru saja diungkapkannya entahlah Remon berubah menjadi laki-laki yang sangat manis dan sopan terhadap Papah Ade di mana memang Remon baru pertama kali bertemu dengan Papah Adi.
"Sama-sama nak dan Om harapjika kamu tidak akan mengulanginya lagi dan berusaha menjadi laki-laki yang baik ingat bapak kamu hanya mempunyai kamu saja yang pastinya kamu itu sangat diandalkan di keluarga kamu nantinya."
Remon pun mengangguk, ia juga tidak bisa berucap banyak lagi karena sudah dilirik oleh Papah Rocky yang mana Remon harus berucap sebetulnya saja tidak perlu lebay ataupun sering di depan orang tua Aruna.
"Ada kamu juga nak dan juga kamu!!"
Masih tidak tahu mengapa ada Firman dan juga Papa Dion, sebelumnya memang Papah Adi tidak tahu jika Papah Rocky itu adalah adik kandung dari Papa Dion yang mana memang selama menjalin kerjasama tidak menjelaskan tentang keluarganya hanya mereka berbisnis saja dan jarang sekali mengajak keluarga besarnya itu untuk gabung sekedar makan malam atau bagaimana.
"Pasti kamu kagetkan Di, kenapa aku dan juga Firman ada di sini?"
"Jelas ... mengapa juga kalian ada di sini atau kalian saling kenal atau kalian tidak sengaja bertemu di bawah dan ingin menjenguk Aruna?"
Ya pikiran Papah Adi seperti itu atau mungkin baik Firman maupun Remon itu tidak sengaja bertemu di bawah dan juga sama-sama berada di depan ruangan Aruna atau memang keduanya saling kenal.
Aruna... nama yang cantik sekali tetapi enggak lah pasti wajahnya jelek apalagi anak di sekolahan itu kan nggak ada yang cantik....
Masih saja di dalam hati Remon mencibir tentang perempuan yang disukai oleh agamanya itu bahkan Remon juga mengira jika perempuan yang berada di sekolah Aruna itu jelek maka dari itu Remon tidak mau sekolah di sana.
"Kamu tidak tahu di jika aku dan Rocky itu adalah saudara kandung?"
Bapak Adi tentu saja menghilangkan kemaranya ia tidak menyangka jika Rocky dan juga Papa Dion ini itu saudara kandung bahkan tidak, Papah Adi menatap satu persatu wajah Papa Rocky dan juga Papa Dion.
"Beneran ini serius, tetapi wajah kalian kenapa tidak sama?"
"Ya seriuslah mana mungkin aku ngaku ngaku dia adalah adikku. Kalau dia mirip almarhumah mamaku kalau aku mirip almarhum Papa aku yang pastinya kita berdua itu saudara kandung tetapi Rocky yang masih bertempat tinggal di Bandung aku berada di Jakarta kita juga jarang ketemu makannya kamu tidak menyangka jika kita itu adalah saudara kandung karena seringnya kita tidak bersama dalam satu kerjaan."
Papah Adi tentu saja menganggukkan kepalanya tetapi berbeda dengan Remon yang saat ini menunjukkan wajahnya ia tentu saja malu di hadapan oleh Papa Adi bukannya malu mempunyai saudara seperti Remon tetapi ia takut saja jika nanti dirinya yang akan melamar Aruna itu ditolak mentah-mentah karena ulah dari adiknya itu.
"Dan tadi kalian ke sini itu memang janjian? tidak kebetulan kan?"
__ADS_1
"Santai saja.. kita janjian pergi ke sini karena kebetulan sekali Firman juga mengenal Putri kamu dan kita juga saling menang maka dari itu kemarin pas aku mendapat kabar jika Remon yang sudah menabrak perempuan apalagi perempuan itu adalah Putri kamu, aku sampai tidak percaya hingga Aku meminta orang untuk menyelidiki semuanya ini."
*****
Setelah mereka semuanya memperkenalkan diri, kini tibalah Papah Rocky yang meminta untuk membesuk Aruna. Karena tujuan utama beliau datang ke sini adalah ingin menjenguk Aruna ingin memastikan kondisi dari perempuan yang sudah ditabrak oleh Remon.
"Boleh kami menjenguk Putri kamu Di? Aku ingin memastikan Bagaimana kondisi Putri kamu karena kemarin aku sangat cemas sekali perempuan yang ditabrak oleh Remon?"
"Tentu saja silakan masuk kita lanjutkan ngobrol di dalam saja aku jadi lupa untuk menawarkan diri masuk ke dalam dan kebetulan sekali yang di dalam hanya ada istriku saja."
Iya ada sedikit telagaan di wajah Kakak di saat ini di mana tidak ada Digo maupun yang lainnya entah itu suatu kebetulan atau tidak tetapi yang jelas untuk kali ini pokoknya tidak mau memperburuk suasana apalagi jika diketahui jika Firman itu menyukai putrinya dan firman itu adalah saudara sepupu dari Remon laki-laki yang sudah menabrak Aruna.
Papah Adi membuka pelan-pelan pintu ruang inap Aruna takut jadi komputernya itu sudah masih tertidur dan mengganggu istirahatnya.
Tetapi Papa Adi tersenyum ketika ia melihat arunai yang sudah duduk di sofa bersama dengan mama Dina yang pastinya Mama Dina sudah menyuapi Aruna dan mereka berdua terlihat tersenyum karena ngobrol-ngobrol dan bercerita entah itu apa yang diceritakan.
"Nak ada yang tamu datang yang ingin mengunjungi kamu."
Ujar Papa Adi masuk ke dalam ruangan arona berikut disusul oleh empat orang laki-laki tampan yang juga mengikuti langkah Papah Adi.
Anjirr cantik banget..ini bukan kaleng kaleng cantik nya, Vika saja lewat.
Batin Remon yang baru saja masuk ke dalam ruang perawatan Aruna dan melirik sekilas ke arah Aruna di mana ia menemukan 2 perempuan yang ada di dalam itu satu perempuan yang usianya sebaya dengan dirinya dan satu perempuan lagi yang usianya sebaya dengan mamanya dan Remon yakin jika perempuan yang usianya sebaya dengan dirinya itu adalah Aruna perempuan yang ditabraknya kemarin.
Remon hampir tidak berkedip menatap ke arah Aruna terlebih lagi ketika perempuan cantik itu tersenyum bahkan terlihat cantik dan juga memesona apalagi lemon memandang bibir Aruna yang tampak menggemaskan itu.
Aruna tersenyum ia juga berdiri untuk menyambut kedatangan tamu yang entah Aruna sendiri tidak tahu siapa tamunya yang jelas hari ini sudah tidak ada selang infus yang menempel di tubuh Aruna hanya luka di kepalanya saja yang masih diperban dan kemungkinan besar besok Aruna sudah boleh pulang.
"Aruna kenalin, beliau adalah Pak Rocky, kebetulan sekali Pak Rocky adalah teman Papah yang dulu kita pernah bekerja sama dan juga yang di sampingnya itu itu adalah Remon, dia putranya..."
Pastinya Aruna tersenyum meskipun dia adalah perempuan yang barbar yang juga tidak alim-alim amat yang suka mengeluarkan kata-kata semaunya tetapi di depan orang yang lebih tua Aruna bisa menempatkan posisinya terlebih lagi itu adalah teman bapaknya tidak mungkin Aruna akan mempermalukan orang tuanya sendiri.
Papa Rocky tersenyum beliau menyambut uluran tangan Aruna dan tentu saja meskipun Papa Rocky berumur tetapi ia juga terpesona dengan kecantikan Aruna padahal Aruna tidak memulai sedikitpun make up di wajahnya mungkin hanya sekedar bedak dan itupun tipis.
"Cantik sekali, panggil saja Om Rocky ya maaf karena kelakuan Putra Om, kamu jadi seperti ini."
Oh berarti laki-laki yang berada di samping Om Rocky dan yang namanya Remon, dia adalah yang menabrak aku pantas saja sepertinya aku tidak asik dengan namanya ternyata dia benar-benar dia adalah laki-laki yang orang urakan, yang bandel dan yang suka balapan motor...
"Terima kasih Om, tidak apa-apa tidak perlu meminta maaf saya sudah melupakan kejadian kemarin yang pastinya kejahatan kemarin itu anggap saja karena kesialan saya dan juga sedih memberikan peringatan kepada saya kalau saya harus berhati-hati lagi ketika menyebrang."
Nyess
Adem banget ketika mendengar suara lembut dari Aruna. Ya Firman sedari tadi yang tidak berkedip dan terus saja memandang ke wajah cantik aroma terlebih lagi ketika Aruna mengatakan ucapan seperti itu sungguh Aruna ada perempuan yang turun dari semalam ini perempuan cantik mempesona dan juga dewasa Aruna bisa saja marah-marah akan membenci dan juga menyalahkan Remon, tetapi tidak dia lakukan dan malahan menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian kemarin yang mana tidak berhati-hati dalam menyebrang.
Gila nih anak, uh.. banget pantas saja Bang Firman tergila-gila padanya apa iya aku tidak boleh suka sama dia ini tidak boleh dilewatkan pastinya aku tahu jika arena itu masih Virgin bolehlah nanti aku ajakin di hotel dan juga memang benar dia masih virgin aku akan tetapi dia dan kalau perlu aku juga akan melamar dan menikahi Aruna jarang-jarang kan aku menemukan perempuan yang masih virgin yang selama ini aku tiduri dan pastinya soal Bang Firman, Aku tidak mau kalah biarkanlah aku bersaing dengan Bang Firman tidak masalah mana yang tentu saja bisa menarik perhatian Aruna maka itu yang akan memenangkan.
Belum apa-apa Remon sudah mempunyai pikiran-pikiran buruk dan sudah merencanakan sesuatu yang pastinya laki-laki itu terpesona dengan Aruna dan menarik ucapannya tadi kalau mengira jika perempuan yang disukai abangnya itu adalah perempuan yang biasa tetapi kenyataan Aruna adalah perempuan yang luar biasa bahkan bodynya sangat seksiii sekali.
Iya sedari tadi memang Remon itu mengedarkan pandangan matanya menelisik lebih lanjut tentang Aruna dari atas sampai bawah Remon memperhatikan Aruna bahkan sampai mata Aruna pun tak terlepas dari Remon.
Meskipun Aruna memakai pakaian rumah sakit tetapi nampak jelas Bagaimana lakukan indah tubuh Aruna dan segedekah itu melawan Firman jadi membayangkan yang tidak tidak mengenai arona.
"Dan ini Putra Om, Remon..."
Seketika namanya disebutkan Remon langsung saja mengeluhkan tangannya kepada Aruna dan pastinya Aruna juga membalas urutan tangan Temon padahal ia sama sekali tidak berniat untuk berkenalan dengan Remon cukup dirinya sudah memanfaatkan memaafkan pelaku padamu kemarin tidak tetapi tidak ingin berkenalan atau tidak ingin mengenal lebih lanjut.
Tentu saja Remon sudah sedari tadi memandang Aruna itu di atas ke bawah, bukan Aruna geer atau bagaimana, atau Aruna tidak tahu apa-apa tetapi memang Aruna sengaja tidak ingin membuat ribut suasana di sini terlebih lagi dengan orang tuanya dan juga orang tua bagaimana laki-laki yang tertarik yang benar-benar mencintai dia atau sekedar iseng-iseng bahkan laki-laki yang pikirannya meskipun Aruna bisa menebaknya hanya lewat pandangan mata.
__ADS_1
Mereka saling bersalaman tentunya Aruna yang buru buru melepaskan tangannya, tetapi tidak dengan Remon, laki-laki itu malahan terus menggenggam tangan Aruna dengan mengedipkan sebelah matanya.