
Tidak ada yang spesial selama di sekolah hari ini, seperti biasa Digo selalu bersikap posesif terhadap Aruna, ia pun waktu istirahat menghampiri kelas Aruna dan tentu saja untuk mengajak Aruna makan siang di kantin.
Begitupun dengan pulang sekolah, laki-laki itu dengan cepat keluar dari kelas karena ia tidak mau ada seorang laki-laki yang lain mendekati istrinya.
"Digo tunggu sebentar!!"
Teriak Miranda yang juga baru saja keluar dari kelasnya, ya kebetulan sekali Miranda, Digo dan juga Aruna tidak satu kelas sehingga mereka jika ingin bertemu harus menunggu kelas masing-masing keluar dan tentu saja kali ini Miranda ingin menemui Digo dan ingin mengatakan sesuatu kepada Digo.
Digo menghentikan langkah kakinya, meskipun sebenarnya ia tidak mau menanggapi apa yang diucapkan oleh Miranda nantinya tetapi daripada membuat ribut lagi di sekolahan ini, akhirnya Digo mau tidak mau berhenti sejenak, toh juga hanya sebentar saja, ia juga ingin tahu apa yang mau dikatakan oleh Miranda.
"Bisa kita bicara sebentar?"
Tentu saja Miranda tidak mengharapkan jika ia bicara dengan Digo disini terlebih lagi ada 4 sahabat Digo, Miranda ingin sekali berbicara empat mata dengan Digo tentu saja bukan di sekolah, tetapi di sebuah tempat yang mana enak untuk diajak bicara dan pastinya Miranda sudah merencanakan sesuatu.
"Bicara saja di sini, gue nggak ada banyak waktu lagi."
Jawab Digo tanpa melihat ke arah Miranda, ia malah melihat jam yang melingkar di tangannya sepertinya sebentar lagi kelas istrinya itu akan selesai dan tentunya Digo tidak mau jika nanti Aruna melihat kedekatannya dengan Miranda yang pastinya akan membuat Aruna cemburu.
"Bagaimana kalau kita ke taman atau ke kantin saja sepertinya bicara di sini tidak enak?"
Miranda mencoba bernegosiasi dengan Digo pastinya ia ingin memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya tidak mau pembicaraannya didengar oleh keempat sahabat Digo yang nanti akan membuat rencananya semakin gagal saja.
"Kalau tidak mau ya sudah, gue mau ke kelas Aruna!"
__ADS_1
Sama seperti Miranda, laki-laki itu juga tidak ingin basa-basi dengan Miranda, ia sudah meluangkan waktu untuk bicara dengan Miranda meskipun hanya sebentar saja seperti apa yang dikatakan oleh Miranda tetapi jika Miranda menginginkan bicara di tempat yang lain Digo dengan cepat menolaknya.
Bukannya ia sombong atau bagaimana tetapi ia harus menghargai Aruna yang posisinya adalah istrinya meskipun di sekolahan ini Aruna adalah pacarnya dan juga dengan Miranda yang semua orang sudah tahu jika Miranda itu adalah mantan kekasihnya.
Tidak ada jawaban dari Miranda, Digo langsung saja meninggalkan perempuan itu di mana memang Digo tidak mau terlalu basa-basi ataupun berdekatan dengan Miranda yang Digo sendiri tau Miranda adalah perempuan yang licik.
"Oke di sini saja tidak apa-apa!!"
Hingga akhirnya, Miranda kembali berteriak ia tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Digo meskipun berbicara dengan Digo di sini dan di depan keempat sahabatnya Digo, tapi tidak mengapa daripada tidak bisa berbicara sama sekali dengan Digo.
"Di maafkan semua kesalahan gue, gue khilaf..gue janji tidak akan mengulanginya lagi."
Ucap Miranda setelah ia menghampiri Digo yang saat ini duduk di depan kelasnya sementara Miranda juga langsung duduk di samping digo dan percakapan mereka berjabatan merekadidengar oleh Dino dan yang lainnya.
Ya bukan hanya karena Miranda yang sudah kedapatan berselingkuh dengan laki-laki lain bahkan Miranda juga sudah melempar tubuhnya dengan banyak laki-laki tetapi Digo juga tidak ada rasa sama sekali dengan Miranda, ia hanya menerima menjadi pacar Miranda karena risih saja, tetapi di dalam hatinya tidak sama sekali dan itu pun dilakukan supaya membuat Aruna cemburu, lagi dan lagi ia ingin mengetes bagaimana isi hati Aruna dulu tetapi sayang sekali itu tidak berhasil karena bukannya Aruna cemburu tetapi Aruna malah membencinya.
"Tetapi gue sudah memutuskan laki-laki itu dan gue sudah tidak mempunyai hubungan lagi dengan mereka."
"Dan gue nggak peduli!!"
Miranda terdiam seketika mengapa hati Digo menjadi sedingin seperti ini padahal dulu bersama dengan dirinya, meskipun Digo tidak menunjukkan rasa cinta dan sayangnya tetapi tidak sedingin ini, namun setelah memutuskan hubungannya .. kenapa laki-laki itu jadi bersikap seperti ini.
Ini pasti gara-gara Aruna!!
__ADS_1
Miranda mengepalkan tangannya ia berpikir jika perubahan Digo saat ini gara-gara Aruna, iya gara-gara Aruna, Digo menjadi dingin dan sepertinya tidak mau bicara lagi padanya, tidak tahu saja padahal sifat Digo dari dulu memang seperti itu berusaha senyum di depan yang lainnya supaya di katain orang-orang tidak sombong apalagi Digo adalah ketua OSIS yang harus mencerminkan perilaku yang baik supaya ditiru dengan teman-temannya.
"Lo harus peduli sama gue Di, gue masih sayang dan cinta sama Lo, gue mau kita balikan lagi."
Buset perempuan itu tidak tahu malu, sudah jelas-jelas dia selingkuh dari Digo dan tidur dengan laki-laki lain, bisa-bisanya dia minta balikin lagi sama Digo, memang Digo itu laki-laki apaan yang bisa seenaknya di ajak balikan lagi?
Dino melototkan matanya, ia ingin sekali berbicara kasar kepada Miranda dan mengumpat Miranda, tetapi ia urungkan karena ia menjaga Digo sebagai ketua OSIS di sini dan sebagai sahabat Digo, Dino juga harus menjaga sikap nya di sini, alhasil ia hanya mengumpat Miranda di dalam hatinya.
Dan entah terbuat dari apa otak dan hati perempuan itu sudah jelas-jelas ketahuan tidur dengan laki-laki lain bisa-bisanya meminta balikan lagi.
"Apa mata lo buta dan Lo juga sudah amnesia? Lo lupa jika gue saat ini sama Aruna?"
Mendengar ucapan dan permintaan dari Miranda, Digo hanya menyunggingkan senyumannya meskipun Miranda bersujud di bawah kakinya atau pun mengancam ingin bunuh diri segala, Digo juga tidak akan tersentuh hatinya, biarkan saja toh juga ia tidak mempunyai rasa dengan Miranda dan cintanya hanya untuk Aruna seorang.
"Gue tahu, tetapi Aruna tidak cinta sama lo, lebih baik lu putusin Aruna karena Aruna itu tidak seperti yang lo pikirkan!"
"Ckkk... Lalu lo tahu bagaimana Aruna?"
Padahal luar dan dalam Digo sudah tahu bagaimana sifat Aruna meskipun sebelumnya Digo belum menikahi Aruna, tetapi laki-laki itu sudah paham betul bahkan sifat baik dan buruk Aruna, Digo pun mengetahuinya.
Dan kini Miranda mencoba meracuni hati Digo membuat Aruna seolah-olah buruk di matanya dan Digo ingin mengetes Miranda, apakah Miranda tahu segala sesuatu tentang Aruna.
"Gue tahu semuanya, Aruna tidak sebaik yang Lo pikirkan!!"
__ADS_1
"Tidak sebaik yang gue pikirkan, lalu yang baik seperti apa? yang seperti lo itu?"