My Crazy Husband

My Crazy Husband
Bagaimana Kalau Hamil?


__ADS_3

"Pagi Mi, Pi"


Sapa Digo kepada kedua orang tuanya, ketika ia sudah berada di ruang makan. Ya, Digo yang baru saja turun langsung saja menuju ke ruang makan karena ia tahu jam berapa jadwalnya kedua orang tuanya itu sarapan.


"Pagi juga, tumben bangunnya kesiangan dan rambutnya basah?"


Sedari tadi Mami Nina memperhatikan putranya itu yang mana Digo tidak biasa-biasanya bangun siang dan juga rambutnya basah, Digo juga tidak biasanya pagi-pagi membasahi rambutnya terlebih lagi yang tidak dikeringkan yang membuat Mami Nina menjadi yakin dengan apa yang dilakukan oleh putranya semalam. Tetapi berbeda dengan Papi Rendra yang malah tersenyum melihat ke arah Digo.


"Mami lupa, kalau Digo sudah mempunyai istri dan pastinya semalam Digo menghajar habis-habis dari istrinya, nih buktinya rambutnya aja masih basah dan Aruna belum turun juga."


Mendapat ucapan dari Papi nya, Digo hanya tersenyum dan memang benar apa yang diucapkan oleh Papahnya itu di mana ia yang semalam sudah memangsa habis-habisan istrinya bahkan sampai tadi pagi, yang membuat Aruna kelelahan dan enggan untuk membuka matanya pagi ini.


"Astaga benar Di, lalu di mana anak cantik Mami? kenapa belum turun juga, jangan-jangan kamu semalam tidak membiarkan anak Mami istirahat?"


Sampai lupa menyanakan di mana keberadaan Aruna yang pagi ini merupakan pagi pertama kali Aruna sarapan dengan keluarga Narendra tetapi sayang sekali Aruna yang kelelahan tidak bisa mengikuti acara sarapan hingga membuat Mami Nina menanyakan kepada Digo yang mana Digo hanya turun sendirian tanpa istrinya.


"Aruna masih tidur Mi dan Aruna tidak sekolah, aku juga minta tolong nanti setelah Aruna bangun Mami temenin Aruna makan, kasihan sekali pasti Aruna lapar."

__ADS_1


Siapa yang berbuat, siapa yang harus menanggung nya 


"Kamu memang benar-benar kebangetan Di, kamu lupa jika Aruna masih sekolah dan kalian masih kelas 2, lalu bagaimana jika Aruna hamil?"


Lagi lagi Mami Nina menggelengkan kepalanya, yang mana ucapan dari Digo sudah membuat Mami Nina tahu apa yang sudah dilakukan oleh putranya itu semalam, hingga membuat istrinya tidak berdaya sampai tidak bisa bangun.


"Mami gimana ? ya tidak masalah aruna Hamil dan tentu saja itu anakku, cucu mami. Apa Mami tidak mau mempunyai cucu? Lagi pula aku dan Aruna sudah sah menjadi suami istri yang pastinya kita semalam melakukan sesuatu yang begitu nikmat yang nantinya akan menghasilkan cucu yang cantik dan ganteng untuk Mami."


"Bukan tidak senang Di, tetapi kamu dan Aruna masih sekolah, lagi pula Aruna umurnya masih sangat muda, bagaimana nanti dia hamil .. Mami hanya kasihan dengan Aruna yang kecil-kecil sudah menggendong anak dan pastinya kebebasan Aruna terbatas jika ia hamil dan memiliki seorang anak, ini saja kamu nikahi pastinya Aruna tidak bebas pergi kemana-mana, lalu bagaimana jika Aruna benar-benar hamil dan melahirkan."


"Mami jangan khawatir, aku bisa menjaga Aruna dan memastikan jika istri dan anak-anakku nanti tidak kekurangan apapun dan aku juga akan menjaga kesehatan Aruna dan menyayanginya."


Bukan hati Digo masih ragu dengan Aruna, tapi rasanya Aruna memang belum mencintainya bahkan Aruna juga belum menerima pernikahan ini, itu yang membuat Digo ingin segera membuat Aruna hamil.


"Lagian juga Mami pertanyaannya aneh-aneh, Digo dan Aruna sudah menikah dan pastinya mereka melakukan sesuatu yang menyenangkan dan membuat Aruna hamil, lagian Mami seperti tidak pernah muda saja, apalagi melihat Digo yang pagi-pagi rambutnya basah pasti semalam Digo sudah menghajar habis Aruna hingga nanti membuat Aruna hamil dan kita bisa menimang cucu, sudahlah Mami pasrahkan saja semua sama Digo dan percayakan kepada dia, Papi saja yakin jika Digo mampu mengurusi semuanya ini."


"Nah betul kata Papi, Mi..lagi pula tujuan menikah untuk apa kalau tidak mempunyai anak, bukannya aku hanya menjadikan Aruna sebagai pabrik anak saja tetapi dengan kehadiran anak maka hubungan aku dan Aruna tidak akan pernah terpisahkan, Mami lihat sendiri kan bagaimana Aruna yang tentunya belum menerima aku sebagai suaminya?"

__ADS_1


"Kamu sendiri yang salah Di, belum sah sudah kamu perkosa pastinya Aruna ketakutan dan juga membenci kamu, kalau Mami jadi Aruna .. Mami juga akan melakukan hal yang sama, mana mau berdamai dengan laki-laki yang sudah memperkosanya meskipun laki-laki itu sangat mencintainya dan bahkan sudah bertanggung jawab."


Digo melototkan matanya kemudian menggelengkan kepalanya meskipun ia sendiri tidak memungkiri dengan apa yang diucapkan oleh Maminya, namun dengan perhatian dan kasih sayang yang diberikannya dan juga cinta tulusnya, Digo yakin jika cepat atau lambat pasti Aruna akan belajar mencintainya.


"Sudah-sudah jangan berdebat seperti itu, yang pasti Digo sudah bertanggung jawab Mih dan Papi salut dengan Digo yang mau bertanggung jawab meskipun perbuatannya itu yidak dibenarkan. Kita sarapan saja dulu, sarapan Di sebelum nanti kamu terlambat ke sekolah, tidak lucu jika seorang ketua OSIS datangnya terlambat."


"Aku tidak sarapan Pi, Mi..nanti sarapan di sekolah saja dan aku langsung saja berangkat sekolah, satu lagi titip Aruna ya Mi, berikan dia makanan yang lezat yang juga jamu supaya tubuhnya semakin fit untuk nanti malam lagi."


Digo mengedipkan sebelah matanya kepada Maminya, kemudian ia berpamitan kepada kedua orang tuanya itu dan bergegas untuk keluar dari rumah, ia tahu jika pasti Maminya akan berteriak dengan apa yang dilakukannya itu.


"Anak kamu!! Digo itu persis seperti kamu!!"


"Anak kamu juga, mana Ada Digo seperti aku, kalau seperti Papi pastinya Mami sudah Papi perkosa dulu sebelum kita menikah..."


Mami Nina akhirnya diam saja, beliau tidak bisa berkutik jika sudah berdebat dengan Papi Rendra yang mana Papi Rendra itu sama persis seperti Digo kelakuannya yang asal-asalan, tetapi beliau bertanggung jawab dan sangat menyayangi Mami Nina dan juga keluarganya.


"Mami jadi kasihan sama Aruna Pi, bagaimana nanti kalau Aruna benar-benar hamil, Mami tidak bisa membayangkan Aruna yang usianya masih kecil harus menggendong anak dan membesarkan anak sementara Aruna juga masih butuh kasih sayang dari kita."

__ADS_1


Sedari dari tadi Mami Nina berpikir tentang kondisi Aruna jika benar-benar hamil, bukannya beliau tidak mau jika segera memiliki cucu tetapi dari informasi yang didapatkannya, hamil di usia yang masih muda itu banyak resikonya dan Mami Nina tidak mau itu terjadi pada Aruna.


"Mami tenang saja, Papi yakin pasti Aruna bisa mengatasi masalah ini dan tentu saja kita sebagai orang tua hanya mendoakan saja yang terbaik untuk mereka, lagi pula Digo sangat mencintai Aruna dan pastinya tidak akan membiarkan istrinya itu menderita."


__ADS_2