My Crazy Husband

My Crazy Husband
Bisa Banget


__ADS_3

Di sekolahan, Aruna dan Digo bersikap seperti biasanya, seperti Aruna yang belum menyatakan cintanya kepada Digo dan Digo terus memegangi tangan Aruna dan membawa Aruna untuk masuk ke dalam kelasnya, sementara keempat sahabat Digo juga setia berada di belakang, mereka berempat persis seperti penjaga yang sedang menjaga raja dan juga ratunya.


"Belajar yang rajin, awas saja jika ulangan nanti kamu mendapatkan nilai jelek, aku tidak segan seganĀ  menghukum kamu 10 ronde, tidak usah tidur tidak masalah."


Aruna melototkan mata nya, tertentu saja 10 ronde itu sangat berat dilakukannya, bukan karena tidak ingin melayani atau memberi kepuasan kepada Digo, tetapi dua atau tiga ronde saja Aruna sudah dibuat lemas oleh Digo, apalagi ini yang 10 ronde.. bisa dibayangkan bagaimana tubuhnya remuk redam dan juga matanya yang sudah seperti mata panda karena tidak tidur semalaman, tetapi untuk mendapatkan nilai yang bagus tentu saja Aruna harus berjuang keras, ia yang memiliki kadar otak pas-pasan bahkan di bawah standar membuat dirinya harus belajar ekstra keras untuk bisa mendapatkan nilai yang standar, ya standar menurut Digo bukan standar menurut kemampuan Aruna.


"Mana bisa, semalam saja kamu nggak ngebiarin aku belajar.. malah memangsa aku."


"Mana aku tahu, yang jelas tidak ada lagi tolerin untuk kamu sayank kalau nilai kamu jelek.


Cup


Digo dengan cepat mencium kening Aruna, padahal sebenarnya Digo ingin sekali menggigit bibir milik Aruna yang sangat menggoda itu, tetapi Digo masih punya akal, kalau ini di dalam kelas yang pastinya teman-teman sudah datang.


"Eh sudah dibilangin jangan macam-macam..."

__ADS_1


"Cuma cium di kening saja sayank, tidak masalah kan? ya sudah aku kelas dulu, ingat belajar yang rajin dan juga ulangan harus dapat nilai bagus, kalau tidak aku tidak akan segan-segan untuk melakukan nya nanti malam, 10 ronde sayank."


Aruna hanya menggelengkan kepalanya pelan dan melihat Digo beserta teman-temannya yang sudah keluar dari kelasnya itu, sungguh kesalahan apa yang diperbuat Aruna di masa lalu hingga mempunyai suami yang mesumnya nggak ketulungan seperti itu padahal Aruna sendiri dulu membenci Digo tetapi sekarang malahan mencintai laki-laki itu, apakah memang benar pepatah mengatakan jika jangan terlalu membenci seseorang maka akan benar-benar mencintai orang itu dan tentu saja kini di iyakan oleh Aruna karena Aruna yang dulu sangat membenci Digo tetapi tiba-tiba sekarang begitu sangat mencintai Digo.


Hingga beberapa jam berlalu dan lima belas menit lagi bel pelajaran akan berakhir, waktu yang di nanti nanti oleh semua siswa siswi jika akan pelajaran berakhir, tetapi tidak dengan Aruna yang merasa cemas. Aruna cemas dan juga bingung sendiri dengan apa yang akan dilakukannya, apakah ia akan mengatakan kepada Digo kalau ingin menemui Nathan atau merahasiakan ini semuanya.


Bukan Aruna tidak mau jujur kepada suaminya tetap ia takut jika nanti Digo malahan marah dan berbuat yang tidak tidak kepada Nathan, bahkan Aruna dilarang untuk menemui Nathan padahal ini adalah pertemuan terakhir Aruna dengan Nathan dan juga tidak ada hubungan apa-apa, hanya ingin memastikan perasaannya kepada Nathan saja supaya Nathan tidak berharap lebih darinya, supaya Nathan bisa membuka hatinya kepada perempuan lain dan tidak mengharapkan dirinya lagi yang saat ini jelas-jelas sudah mencintai Digo.


Beruntung sekali tiga puluh menit yang lalu guru pelajaran terakhir meninggalkan kelas tetapi juga meninggalkan tugas yang harus diselesaikan saat ini juga, hingga Aruna memegang ponselnya antara ia ingin menghubungi Digo dulu atau Nathan.


Ketika Aruna memutuskan untuk memberi kabar kepada Digo jika ia pulang sekolah ingin bersama dengan Vina tiba-tiba ponselnya berbunyi yang menandakan ada pesan masuk, Aruna dengan cepat membuka pesan itu manakala ia melihat siapa pengirim pesan.


Ya pesan dari Digo itu membuat Aruna tersenyum bukan karena ini kesempatan emas baginya untuk bertemu dengan Nathan, tetapi karena ada kelegaan di dalam diri Aruna yang tadinya bimbang ingin meminta izin kepada Digo atau tidak sementara ia harus benar-benar menemui Nathan saat ini.


Aruna juga sama sekali tidak kecewa meskipun sebenarnya Digo bisa menemuinya di kelas tetapi ini lebih baik daripada Digo harus menemuinya di kelas yang membuat laki-laki itu nanti akan semakin bucin padanya dan teman-temannya akan melihat kemesraannya bersama Digo dan mungkin saja Digo memang buru-buru yang tidak ada waktu untuk berbicara dengan Aruna, hanya pesan saja yang dikirimkan oleh Digo.

__ADS_1


[Aku nanti bareng Vina saja, kebetulan dia bawa mobil, tidak usah sopir menjemput]


Aruna membalas pesan yang dikirimkan oleh Diego dengan cepat, karena tidak mau jika Digo memerintahkan supir kantor untuk menjemputnya dan ia akan meminta Vina untuk mengantarnya ke bandara dan tentunya bertemu dengan Nathan.


Aruna juga tidak mau berduaan di sana ia juga akan meminta Vina nanti untuk bersamanya meskipun nanti Vina berada di meja yang berbeda tetapi di sana tidak hanya mereka berdua saja yang nanti akan menimbulkan sesuatu yang tidak tidak, dan Aruna yakin pasti ada anak buah Digo melihatnya.


Setelah membalas pesan dari Digo, Aruna segera mengetikkan pesan kepada Nathan. Yang intinya ia ingin bertemu dengan Nathan setelah pulang sekolah ini dan berharap laki-laki itu akan menemui sebelum berangkat ke Singapura.


[Dek, bisa bertemu? ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu]


[Kak bisa bertemu? aku ingin berbicara sebentar dengan Kak Nathan, 5 menit lagi aku keluar dari kelas dan langsung ketemu sama Kak Nathan]


Entah kebetulan atau tidak, saat Aruna mengirimkan pesan kepada Nathan, tiba-tiba Nathan juga mengirimkan pesan kepada Aruna, hingga setelah pesan itu terkirim , Aruna mendapatkan pesan dari Nathan dan tentu saja itu secara bersamaan.


Sementara di tempat lain, Nathan tersenyum. Ia yang baru saja mengirimkan pesan kepada Aruna tiba-tiba Aruna juga mengirimkan pesan kepada nya, ya seperti sebuah telepati saja tetapi sayang sekali ini hanya kebetulan saja bukan karena antara dirinya dan Aruna berjodoh tetapi memang sebuah kebetulan yang entahlah Nathan sendiri tidak tahu kebetulan semacam apa.

__ADS_1


Nathan dengan cepat membalas pesan dari Aruna, ia memang meminta Aruna untuk bertemu di bandara, masih ada sekitar 1 sampai 2 jam waktunya untuk ngobrol-ngobrol dengan perempuan cantik pemilik hatinya. Dan juga Nathan tidak ingin mengajak Aruna untuk bertemu di tempat yang jauh kasihan juga dengan Aruna karena sekolah Aruna dengan bandara letaknya itu tidak terlalu jauh sehingga Nathan memilih tempat di sana saja lagi pula di sana ada tempat yang nyaman untuk sekedar ngobrol-ngobrol. Yang pastinya suasananya juga tenang membuat Nathan memilih untuk bertemu dengan Aruna di bandara.


[Bisa banget, Aku tunggu di bandara ya?]


__ADS_2