My Crazy Husband

My Crazy Husband
MILIKKU #MCH1


__ADS_3

Taman bunga new delhi


Aashna masih menunduk dengan tatapan terluka. Suara angga masih menggema d ingatan dan pikiran nya.


Aashna menepis air mata nya yang sudah jatuh dengan deras.


"Aku harus kuat" gumam aashna.


Aashna bergegas pergi dari taman itu dan mengambil uang beberapa rupee yang terletak d samping nya. Meski kesal dengan angga, aashna harus menerima uang itu. Karna saat ini aashna sama sekali tidak membawa uang.


Ketika berjalan ke pinggir jalan raya dan berusaha mencari taxi, sebuah mobil mewah hampir saja menabrak nya.


Aashna terkejut dan melihat dua orang yang sedang turun dari mobil itu.


"Apa kau punya mata?! " bentak raksh dengan keras


"Maaf tuan" saut aashna


Meski posisi nya sudah d pinggir, aashna tetap merasa salah karna tidak berhati hati.


"Kau hampir saja membuat mobil ku terluka. Bagaimana jika tergores?! " teriak raksh


Aashna menatap raksh dengan kesal, bukan nya mengkhawatirkan aashna tertabrak tapi dia justru mengkhawatirkan mobil nya.


"Aku sudah minta maaf tuan, kenapa kau masih marah? Lagi pula mobilmu tidak tergores sedikitpun! " ucap aashna dengan nada kesal.

__ADS_1


"Sudahlah raksh, dia benar. Ayo kita segera kerumah " pinta gadis d sebelah nya.


"Diamlah! Aku sedang bicara " bentak raksh


Gadis itu berusaha menarik tangan raksh, untuk kembali ke mobil mereka. Raksh dengan terpaksa menurut.


Aashna menatap gadis itu dengan iba


"Kasian sekali gadis itu, memiliki pacar yang pemarah" gumam aashna


Dan aashna segera menghentikan taksi dan kembali ke sangkar emas nya.


***


"Berani sekali kau menghalangiku"ucap raksh dengan kesal tanpa memandang gadis di sebelah nya.


"Gadis itu yang salah, bukan aku! " ucap raksh


" terserah kau saja" saut rakshita dengan memutar bola malas nya. Rasa nya rakshita sangat malas berdebat dengan kembaran nya itu. Apalagi untuk hal yang tidak penting seperti ini.


Rakshita tau betul bagaimana sifat raksh. Kaka kembaran nya yang hanya berselang 5 menit itu sangat mudah marah dan kasar. Rakshita tau jika dia memilih berdebat, yang ada raksh mungkin menurunkan nya di tengah jalan delhi ini. Berbeda dengan kaka sulung nya yang lembut dan penuh perhatian kepada nya.


"Aku sangat merindukan kaka" gumam rakshita dalam hati sambil tersenyum


"Kenapa kau tersenyum seperti itu? " tanya raksh yang melihat raut wajah adik nya.

__ADS_1


"Aku hanya merindukan kaka. Aku sangat tidak sabar melihat calon istri kaka" ucap rakshita dengan mata bersemangat.


"Aku juga penasaran, semoga kaka ipar bukan gadis menyebalkan seperti mu" ucap raksh dengan wajah dingin


Sekali lagi rakshita memilih diam. Dan memutar bola mata malas nya. Entah kenapa hari ini dia sangat malas berdebat dengan raksh. Padahl sejak kecil mereka selalu bertengkar. Kadang rakshita mengeluh, kenapa dia harus terlahir bersama dengan laki laki kasar ini tapi bagaimana pun rakshita tetap menyayangi raksh.


***


brakk


Dinda menghentakan tangannya ke meja d ruang kerja apartement mewahnya.


" berani sekali kau rika! " teriak dinda dengan wajah merah. Amarah yang sangat besar ketika melihat sebuah berkas tentang perempuaan yang sangat di benci nya sejak dlu.


5 menit lalu.


Orang suruhan nya membawa map tentang gadis itu.


"Kali ini, aku tidak akan membiarkan kau mengambil milikku lagi! " ucap dinda dengan seringai senyum jahat.


Bersambung


Hai readers :)


Gimna? Seru gak?

__ADS_1


Kalau suka jangan lupa like dan komentarnya yaa :))


__ADS_2