My Crazy Husband

My Crazy Husband
Syarat Gila Digo


__ADS_3

Aruna mengerjap ngerjapkan matanya saat ia sudah berada di depan tubuh Digo. Dan saat ini dengan kedua tangannya yang digenggam erat oleh Digo dan juga Digo yang tersenyum manis kepadanya.


Tidak dipungkiri, menatap Digo dari jarak dekat membuat hati dan jantung Aruna tidak aman, ia bahkan di dalam hati mengagumi sosok Digo yang nyatanya memang terlihat tampan, dan tidak dipungkiri jika memang banyak perempuan-perempuan di sekolah ini yang mengidolakan Digo dan mau menjadi pacar Digo, tentu saja dengan wajah Digo yang terlihat sempurna dan juga kaya raya.


Sejenak Aruna mengagumi ciptaan Tuhan yang satu ini, tetapi sedetik kemudian Aruna teringat jika laki-laki yang sudah ada di depannya saat ini adalah laki-laki yang dibencinya dan juga laki-laki yang tidak ingin ia jumpai dan tidak ingin ia lihat.


"Lepas!! nanti ketahuan sama pacar lo, bisa-bisa dia marah sama gue!"


Aruna memalingkan wajahnya, yang nyatanya saat ini Digo masih tetap menatapnya dengan tangan Aruna yang mencoba melepaskan dari genggaman tangan Digo.


Tapi sayang sekali, tenaga Aruna kalah kuat dengan tenaga yang dimiliki Digo hingga Aruna akhirnya terdiam karena ia sudah capek untuk melepaskan diri dari Digo.


"Aku akan bantuin lo untuk terbebas dari hukuman hari ini, tapi ada syaratnya?"


Tidak sulit untuk Diego membersihkan toilet ini yang nyatanya memang toilet ini sudah bersih karena sudah ada siswa yang membersihkannya sedari tadi, karena hukuman dari Digo tentunya dan memberikan hukuman kepada Aruna ini hanya alasan Digo saja karena laki-laki itu ingin lebih dekat dengan Aruna dan bisa berduaan seperti ini.


"Jangan macam-macam!! lo ketua OSIS nanti bisa gue laporkan kepada kepala sekolah."

__ADS_1


"Tidak apa-apa laporkan saja, malahan kalau perlu lo video saja adegan kita seperti ini yang ada malahan orang tuaku dan orang tua lo dipanggil, lalu kita disuruh menikah... gue tidak masalah,.gue senang-senang saja atau kalau perlu saat ini juga lo video call kedua orang tua lo supaya mereka tau dan gue harus bertanggung jawab sama lo."


Ya Digo sama sekali tidak takut meskipun nanti kepergok oleh guru ataupun kepala sekolah di sini dan juga Digo harus diturunkan dari jabatan ketua Osisnya yang paling penting ia bisa memiliki Aruna dan dapat menjerat Aruna ke dalam cintanya apalagi ia bisa menikahi gadis pujaan hatinya yang sudah lama diincarnya dan dicintainya.


"Sinting!!" 


Ucap Aruna kesal.yang nyatanya hari ini adalah hari sial untuknya setelah semalam ia tidak bisa tidur karena memikirkan perjodohannya dan pagi ini ia harus bertemu dengan Digo dan mendapati dirinya yang hanya berdua dengan laki-laki itu membuat emosi Aruna semakin membuncah saja.


"Jangan marah-marah nanti cantik Lo ilang, oh ya bagaimana tawaran gue? bukannya kelas lo ada ulangan hari ini dan kalau lo mau gue gantiin bersihin toilet, lo harus terima persyaratan gue, tidak susah kok Run."


Jangan ditanya lagi dari mana Digo tahu kalau kelas Aruna saat ini akan mengadakan ulangan harian padahal Digo sendiri tidak sekelas dengan Aruna tetapi yang namanya Digo, semua aktivitas yang berhubungan dengan Aruna Digo tahu pastinya.


"Jadi pacar gue dan gue akan menggantikan hukuman Lo untuk membersihkan toilet ini."


Aruna melototkan matanya, tidak mungkin dirinya menyetujui apa yang diminta oleh Digo yang mana selain Aruna tidak mencintai laki-laki itu, Digo juga sudah mempunyai pacar dan mana mungkin jika Aruna akan menjadi pacar kedua dari Digo.


Aruna juga tidak mau bersama dengan laki-laki sombong dan juga Playboy terlebih lagi Digo bukan laki-laki idaman Aruna, tampang sih dapat...kaya raya oke, tetapi kenyataannya sifatnya yang membuat Aruna ilfil dengan Digo.

__ADS_1


"Lo memang benar-benar gila, mau Lo kemanain Miranda? dia pacar lo ... oh ya gue lupa lo kan Playboy, pasti bukan hanya Miranda saja yang sudah lo pacarin bahkan mungkin Lo sudah mempunyai banyak pacar di sini atau jangan-jangan lo malahan sudah pernah tidur dengan pacar-pacar lo!"


Ya seketika Aruna berpikiran negatif dengan Digo, kenapa tidak...karena keempat sahabat dekatnya Digo itu memang laki-laki yang kurang baik, bahkan Aruna pernah sekali memergoki salah satu sahabat Digo itu sedang bercumbu di toilet yang mana keduanya terlihat sangat agresif dan sudah menjurus ke ranah yang tidak baik-baik saja dan di situ Aruna tahu jika kelima laki-laki tampan dan juga populer di sekolah ini itu tidak berakhlak baik, termasuk Digo tentunya.


Digo tersenyum, Lagi dan lagi ia tidak akan tersenyum dengan apa yang diucapkan oleh Aruna yang mana malahan laki-laki itu semakin mendekatkan dirinya dengan Aruna dan semakin intens untuk menatap wajah cantik Aruna dengan sorot mata yang sangat tajam.


"Kalau begitu, bagaimana jika lo tidur sama gue? Dan gue pastikan setelah itu, gue akan bertanggung jawab sama lo dan kita akan menikah."


Cup


Plakk


Aruna yang kesal dan juga marah mendengar apa yang diucapkan oleh Digo dan juga dengan apa yang dilakukan oleh Digo, langsung saja ia menghentakkan tangannya dan berhasil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Digo dan kemudian Aruna seketika menampar pipi Digo dengan sangat keras, ia tidak peduli bagaimana nanti laki laki itu akan marah padanya, yang penting saat ini ia bisa keluar dari toilet ini dan pergi dari hadapan laki-laki yang gila seperti Digo.


Tidak menyia-nyiakan kesempatan selagi Digo tangannya memegangi pipinya yang mungkin saja merah dan bengkak karena tamparan dari Aruna.


Aruna kemudian meninggalkan toilet, gadis cantik itu berlari sekencang mungkin supaya tidak dikejar oleh Digo karena nyatanya toilet dengan kelasnya Aruna itu letaknya lumayan jauh.

__ADS_1


"Dasar sinting, gila, brengseeek!! itu orang terbuat dari apa, bisa-bisanya berpikiran seperti itu, apa memang otaknya sudah tidak waras lagi dan perlu penanganan khusus, dan juga seharusnya laki-laki seperti itu tidak berada di sini harus rawat inap di rumah sakit jiwa tetapi kenapa malah berada di sini, dipilih sebagai ketua OSIS pula, bagaimana yang memilih atau semua yang memilih dia itu adalah orang-orang yang sakit jiwa yang tidak bisa membedakan mana laki-laki yang baik dan mana lagi-lagi yang tidak baik, apalagi itu fansnya kenapa banyak sekali ... apa tidak lihat jika laki-laki itu sangat mesum!!"


__ADS_2