My Crazy Husband

My Crazy Husband
Hadiah


__ADS_3

"Yank...."


Ujar Aruna yang menatap tajam ke arah suaminya, yang kini malahan membuat Digo tersenyum mendengar ucapan manis dari Aruna, dan ini begitu mengejutkan untung Digo karena Aruna memanggilnya dengan panggilan itu, yang sama sekali selama menikah dengan Aruna, Aruna belum pernah memanggil dengan kata seperti itu.


Mendengar panggilan mesra dari Aruna membuat Digo senyum-senyum sendiri, laki-laki itu tidak banyak berkata apa-apa lagi, ia sudah terlena dengan ucapan manis dari bibir Aruna dan segera menggenggam tangan Aruna kemudian mengajak Aruna untuk meninggalkan cafe Ivan setelah membayar semua tagihan makanan dan minumannya.


Yang pastinya tidak bisa dikatakan lagi bagaimana perasaan Digo saat ini yang begitu senang dan gembira hanya ucapan dari bibir Aruna sudah membuat ia salah tingkah, apalagi dengan perlakuan yang lainnya.


Padahal Aruna sendiri berusaha untuk bersikap biasa saja meskipun bibirnya begitu lucu untuk mengungkapkan seperti itu. Aruna juga sadar apa yang diucapkannya dan bagaimana pun memang benar, ia harus memulai sedikit demi sedikit bersikap mesra dan romantis kepada suaminya, supaya hubungan pernikahannya dengan Digo akan semakin membaik dan tidak ada lagi orang yang mengusik rumah tangganya.


"Aku senang banget dengan panggilan seperti itu, bisakah setiap hari kamu memanggil aku seperti itu sayank? rasanya aku seperti terbang ke atas awan dan ada banyak bunga yang bertebaran di sampingku sepertinya kupu-kupu juga sedang menghinggapi tubuh ku saat ini."


Digo dan Aruna saat ini sudah berada di depan dengan Digo yang mengajak istrinya langsung naik ke atas motor besarnya itu, ia tidak mau lama-lama untuk membuat kejutan lagi untuk Aruna malam ini, yang pastinya Digo juga sudah menyiapkan kejutan keduanya untuk istrinya.


"Ih maunya, ayo Di, Aku sudah ngantuk ..lagi pula kalian tadi ngapain sih sudah jelas-jelas aku tidak ada rasa sama Ivan, bisa-bisanya kamu masih menanggapi ucapan dari Ivan, kamu tahu sendiri Kak Ivan itu orangnya gimana? ya pasti semakin kamu tanggapi ucapannya, dia akan semakin ngawur ngomongnya, karena dia ingin melihat kamu benar benar terpuruk, emosi dan hancur dan saat itulah aku akan pergi meninggalkan kamu"


Ya sepertinya gerak-gerik dari Ivan, Aruna sudah membacanya, bukan sekali dua kali saja Ivan melakukan seperti itu bahkan sebelum dengan Diego, ketika Aruna bersama dengan Ryan ataupun teman kelas Aruna, Ivan juga bersikap yang sama.. seolah-olah Aruna itu miliknya dan tidak ada laki-laki lain yang boleh mendekati Aruna.

__ADS_1


Yang jelas saja di samping Aruna memang tidak ada  rasa dengan Ivan, Aruna tidak mau bersama dengan laki-laki itu laki-laki yang dari luarnya kelihatan baika tetapi di dalamnya sangat buruk, bagaimana jika ia berhubungan dengan Ivan pastinya Ivan terus mengekang Aruna, Aruna tidak dibiarkan bebas ke mana-mana untuk berkumpul dengan teman-temannya.


"Meskipun seperti itu aslinya, aku juga cemburu yank.. Kamu adalah istriku, yang pastinya Aku tidak akan membiarkan Ivan atau ada laki-laki lain yang mencoba untuk menggoda kamu."


Meskipun seperti nya Digo tau dengan taktik dari ivan tetapi ia adalah laki laki yang sangat mencintai Aruna, yang masih ada rasa cemburu ketika istrinya didekati.. namun melihat saat ini Aruna yang sudah mencintainya, Digo sedikit lega tetapi ia juga harus waspada dengan pebinor pebinor lainnya yang akan menghancurkan rumah tangganya.


Sudah berada di atas motor kemudian laki-laki itu melajukan motornya jalan dengan kecepatan tinggi, malam ini ia tidak mengajak Aruna pulang ke rumahnya tetapi menuju ke sebuah tempat yang tentu saja ia sudah mempersiapkan sadari tadi yang membuat Aruna terkejut nanti nya.


"Loh Di, kok ke sini? Bukannya kita mau pulang ke rumah, aku ngantuk Di?"


Tentu saja Aruna juga bingung, bukannya pulang ke rumah mertuanya tetapi Digo malahan membelokkan motor nya ke sebuah hotel berbintang 5, yang pastinya Aruna tau jika hotel ini adalah tempatnya untuk menginap tetapi Digo sendiri tidak mengatakan apapun kepada Aruna tadi. 


Aruna tentu saja menutup mulutnya ia tidak tahu dengan rencana Digo malam ini, yang nyatanya kali ini suaminya benar-benar tidak bisa ditebak, dadakan saja seperti tahu bulat yang digoreng dadakan dan pastinya Aruna juga tidak bisa berbuat apa-apa, ia menurut saja apa yang diucapkan oleh Digo.


"Ayo sayank kita turun."


Aruna pun bergegas turun dari motor besar Digo kemudian Digo dengan cepat menarik tangan Aruna dan menggenggamnya.

__ADS_1


Laki-laki itu dengan cepat membawa masuk Aruna ke dalam hotel yang pastinya ia bertemu dengan laki-laki yang tidak tua tetapi juga tidak muda dan laki laki itu langsung saja memberikan kunci kamar kepada Digo.


Tentunya adegan itu dilihat oleh Aruna. Aruna bingung sendiri, mengapa Digo langsung saja mengambil kunci dari orang yang Aruna sama sekali gak kenal, bukannya kalau ke hotel itu langsung ke resepsionis dulu, lalu memesan kamar, tetapi itu tidak dilakukan oleh Digo.


"Jangan kaget begitu, tenang saja hotel ini punya kamu sayank..."


Digo mengerti dengan kegelesehan istrinya dan penuh tanda tanya yang ada di benak istrinya malam ini dan pastinya Digo juga tidak akan membuat Aruna penasaran dengan apa yang dilakukannya.


Sudah berada di depan hotel tetapi Digo tidak ingin langsung membuka kamar yang sudah disiapkan oleh seseorangnya. Sebelum ke sini, Digo sudah meminta orang orang kepercayaan nya untuk menyiapkan semuanya, pastinya Digo sudah merancang khusus untuk bulan madu mereka berdua, pengganti hari-hari yang hilang selama 10 hari Digo meninggalkan Aruna ke Jepang.


"Maksudnya apa Di?"


Jelas saja Aruna bingung dengan apa yang diucapkan oleh Digo barusan, tentu saja ia tidak tahu menahu mengenai hote terlebih lagi suaminya ia mengatakan jika hotel ini adalah miliknya, kapan Aruna membelinya? jangankan membeli hotel yang harganya pasti sangat sangat mahal, ia shopping ke mall saja bisa dihitung dengan jari-jarinya dan tidak pernah menghabiskan uang banyak, tetapi ini malahan  harus membeli sebuah hotel dan pastinya Aruna menjadi bertanya-tanya, ada apa sebenarnya?


Mereka berdua yang masih berada di depan kamar hotel, tentu saja Digo tersenyum kemudian menggenggam erat tangan Aruna dengan wajah Digo yang saat ini berada dalam jarak dekat dengan Aruna, yang pastinya ia ingin sekali menerkam istrinya saat ini tetapi banyaknya sesuatu yang akan ia ungkapkan sebelum benar-benar memaksa istrinya.


"Iya kamu ada pemilik hotel ini, aku baru beberapa hari yang lalu membelinya dan tentu saja ini sebagai tanda cinta. Aku ragu-ragu untuk menyerahkannya kepada kamu kemarin, di saat aku mengetahui bagaimana perasaan kamu kepada Nathan itu tetapi itu tidak masalah, aku berpikir hotel ini hadiah sebagai ucapan perpisahan dan sebagai hadiah selama kamu menjadi istriku karena aku selama ini belum pernah memberikan apa-apa sama kamu."

__ADS_1


Ya sebenarnya hotel itu sudah lama Digo incar tetapi sayang sekali pemiliknya begitu alot untuk melepaskannya tetapi entah mengapa beberapa hari berada di Jepang tiba-tiba Digo dihubungi oleh pemilik hotel itu dan meminta untuk membelinya, jelas saja Digo yang  memang mempunyai bakat tentang bisnis dan melihat adanya perubahan besar nanti terhadap hotel itu langsung saja menyetujui , Digo juga ingin mempersembahkan hotel itu kepada Aruna dan memberikan hadiah itu untuk Aruna bahkan juga sudah menyiapkan semua dokumen-dokumen atas nama Aruna dan memang bukan hanya sekedar omongan saja, semua berkas-berkas kepemilikan hotel atas nama Aruna.


__ADS_2